""
Print this page
Rabu, 22 Jun 2022 23:31

FIB Unand adakan Workshop Pembekalan Pengambilan Data Lapangan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat FIB Unand Terintegrasi KKN dan MBKM

FIB – Kamis, 16 Juni 2022, FIB Unand baru saja melaksanakan acara workshop sebagai sarana pembekalan  bagi mahasiswa yang nantinya akan mengikuti KKN Tematik di Lobang Jepang Kelurahan Tabiang Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo Kota Padang. Acara ini berlangsung dari pukul 08.30 WIB sampai dengan pukul 13.00 WIB di Ruang Sidang FIB Lantai 2 dan dihadiri baik oleh para dosen maupun mahasiswa. Acara ini dimoderatori oleh Aulia Rahman, S.S., M.A.. Adapun Eka Meigalia, S.Hum., M.Hum. selaku dosen Sastra Minangkabau dan Ana Fitri Ramadani, S.S., M.A. selaku dosen Sejarah berkesempatan untuk menjadi narasumber acara workshop ini.

Rika Handayani, S.S., M.Appd., M.Hum. selaku ketua pelaksana acara workshop ini juga turut berkesempatan untuk memberikan kata sambutan.

“KKN yang biasanya dilakukan oleh mahasiswa adalah KKN reguler yang mana jangka waktunya pada umumnya 40 hari. Akan tetapi, untuk KKN yang terintegrasi dengan program MBKM ini nanti Ananda akan berpartisipasi selama liburan akhir tahun. Insha Allah, tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) sudah melakukan visitasi, yaitu berkomunikasi dengan Kelurahan Tabiang Banda Gadang Kecamatan Nanggalo sebagai tempat dimana Ananda akan melakukan KKN nanti. Perlu juga Kami sampaikan disini bahwa Kelurahan Tabiang Banda Gadang merespon dengan baik niat Kami tersebut dan Insha Allah nanti Kita sudah memetakan ada beberapa kegiatan yang menyangkut dengan sektor pendidikan, ekonomi, pariwisata, dan lain-lain yang nantinya akan melibatkan mahasiswa Kita dari berbagai jurusan seperti jurusan Sejarah, Sastra Jepang, Sastra Inggris, Sastra Indonesia, dan juga Sastra Minangkabau. Untuk terjun ke lapangan tentu Ananda Kita semua perlu pembekalan. Mudah-mudahan dengan adanya workshop ini bisa memberikan pengetahuan kepada Kita semua,” jelas Rika Handayani dalam kata sambutannya.

Eka Meigalia, S.Hum., M.Hum. dalam presentasinya menyinggung hal terkait warisan budaya tak benda karena salah satu hal yang akan dilakukan para mahasiswa peserta KKN Tematik adalah mengumpulkan dan mengarsipkan warisan budaya tak benda yang ada di Kelurahan Tabiang Banda, Kecamatan Nanggalo. Adapun aspek yang dapat ditinjau oleh para mahasiswa peserta KKN Tematik berupa tradisi lisan seperti cerita yang dinarasikan dari generasi ke generasi dan kepercayaan masyarakat terhadap Lobang Jepang.

 “Mengumpulkan data warisan budaya tak benda ini kalau dibilang gampang, tidak gampang. Dibilang susah tidak pula. Jadi sebenarnya lebih kepada kemauan dan kemampuan Ananda untuk beradaptasi dengan masyarakat karena Ananda nanti akan bertemu dengan seseorang yang akan dijadikan narasumber,” tutur Eka Meigalia, S.Hum., M.Hum. dalam presentasinya.

Lebih lanjut, Eka Meigalia, S.Hum., M.Hum. tidak lupa menyampaikan bahwasanya terdapat tiga tahapan dalam pengumpulan data di lapangan.  Pertama adalah tahapan pra-penelitian dimana para peneliti perlu membuat rancangan penelitian berupa data seperti apa yang ingin dikumpulkan dan cara memperoleh datanya seperti apa (wawancara terarah/tak terarah atau pengamatan untuk aktivitas budaya seperti upacara, tari, teknik memasak), studi pustaka, dan menyiapkan peralatan dan perlengkapan untuk penelitian. Tahapan kedua adalah menetapkan kriteria narasumber yang mana dilihat dari segi usia, berapa lama menetap di daerah yang akan diteliti, sudah berapa generasi yang hidup di daerah penelitian, dan apakah narasumber tersebut juga merupakan pelaku utama dalam suatu peristiwa. Tahapan terakhir adalah menyusun daftar pertanyaan.

Dalam sesi tanya jawab, Dhiant Asri, S.S., M.Hum. yang juga tergabung dalam  tim PKM menambahkan informasi bahwasanya terdapat salah seorang di lokasi Kelurahan Tabiang Banda Gadang yang dapat dijadikan sebagai narasumber atau informan untuk keperluan penelitian di Lobang Jepang ini. Ia menyampaikan bahwasanya informan tersebut dapat menceritakan  apa yang terjadi pada masa kependudukan Jepang dan mengapa ada begitu banyaknya lobang Jepang di daerah tersebut. Selain itu, ia juga menambahkan bahwasanya Lobang Jepang yang akan dijadikan sebagai tempat penelitian ini juga tembus ke pemukiman penduduk.

Pembekalan selanjutnya disampaikan oleh Ana Fitri Ramadani, S.S., M.A. yang memaparkan materi dengan judul “Masa Kini dan Sejarah: Cara Pengumpulan Sumber di Lapangan”. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan metode heuristik sebagai salah satu metode penelitian dalam ilmu sejarah. Metode heuristik sendiri merupakan suatu cara bagaimana peneliti mencari atau menemukan sumber-sumber dan data sejarah yang diperlukan. Sumber dalam metode heuristik terbagi menjadi dua yaitu sumber lisan dan sumber tulisan.

“Bentuk dari sumber lisan itu dapat berupa cerita rakyat, tambo, dan kaba. Kita bisa berangkat dari sini. Ketika Ananda akan pergi untuk mengambil data di lapangan, Ananda bisa mencari sumber lisannya. Sumber lisannya bisa berupa cerita rakyat yang terkait dengan Lobang Jepang tersebut misalnya cerita-cerita mistisnya,” ujar Ana Fitri Ramadani, S.S., M.A. dalam pemaparannya.

Ana Fitri Ramadani, S.S., M.A., juga menyinggung istilah snowball dalam penelitian lapangan sejarah. Sistem snowball ini dapat dilakukan ketika peneliti tidak mendapati pelaku utama yang dapat diwawancarai sehingga perlu mewawancarai orang lain yang dinilai dapat membantu dalam proses pengumpulan data.

“Jika Kita tidak bisa mendapati pelaku utama, Kita dapat mencoba mewawancarai ketua adat terlebih dahulu. Kemudian dari ketua adat ini Kita bisa mendapati rekomendasi orang-orang yang dapat diwawancarai untuk keperluan penelitian lapangan. Dari orang-orang yang direkomendasikan ini, Kita bisa tanyakan lagi kepada mereka perihal narasumber-narasumber lainnya yang dapat membantu penelitian lapangan Kita,” tambah Ana Fitri Ramadani, S.S., M.A..

 

Reporter: Fithryah Amirah Karini

Read 106 times