""
Senin, 04 Juli 2022 16:28

Enam Dosen FIB Unand Dideklarasikan sebagai Asesor BNSP

FIB – Jumat, 24 Juni 2022 enam dosen FIB Unand resmi dideklarasikan sebagai asesor BNSP (Badan Nasional Sertifikat Profesi). Keenam dosen tersebut di antaranya adalah Dr. Ike Revita, M.Hum., Diah Tjahaya Iman, M.Litt., Ph.D., Lady Diana Yusri, M.Hum., Dr. Satya Gayatri, M.Hum., Dr. Nopriyasman, M.Hum., dan Dra. Noviatri, M.Hum. Sebelum dinyatakan resmi sebagai asesor, keenam dosen FIB ini mengikuti rangkaian pelatihan dan ujian asesor yang diselenggarakan di Hotel Grand Zuri, Kota Padang.

Pelatihan asesor yang diadakan pada tanggal 20 sampai 23 Juni 2022. Pelatihan ini berlangsung dari pukul 08.00 WIB hingga 22.00 WIB dengan menghadirkan Dr. Evi Hasnita dan Sylvy, M.Si. sebagai instuktur dari BNSP. Setelah melewati tahapan pelatihan, keenam calon asesor dari FIB ini kemudian mengikuti rangkaian ujian yang terdiri dari ujian lisan/wawancara, ujian tulis, dan juga demonstrasi pada tanggal 24 Juni 2022. Hasil pengumuman menyatakan bahwa keenam calon asesor dari FIB Unand dinyatakan lulus dan kompeten sebagai asesor.

BNSP ini dibentuk berlandaskan pada UU Nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan yang mana bertujuan untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja di semua bidang profesi. Adapun Fakultas Ilmu Budaya berencana akan memiliki dua tempat uji kompetensi (TUK) untuk skema kepemanduan wisata dan tour leader.  Kedua skema ini masing-masing membutuhkan tiga orang asesor sehingga Fakultas Ilmu Budaya mengirimkan enam orang dosennya untuk dilatih dan disiapkan menjadi asesor bagi kedua skema tersebut. Keenam dosen FIB ini nantinya akan tergabung ke dalam asesor BNSP di bawah Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Unand yang saat ini masih sedang berproses.

“Untuk keenam dosen yang sudah dideklarasikan sebagai asesor BNSP, tiga orang akan menjadi asesor untuk skema tour leader dan tiga lagi untuk skema kepemanduan wisata. Tugas mereka sebagai asesor adalah memastikan bahwa para peserta yang mengikuti ujian ini memiliki kompetensi sesuai dengan standar dan aturan yang berlaku. Selain itu ada tugas-tugas lain dari asesor yaitu mereka juga harus melakukan perencanaan, pelaksanaan, dan pengkajian terhadap uji kompetensi,” jelas Dr. Ike Revita, M.Hum. saat diwawancara via WhatsApp (30/06/2022).

Sertifikat asesor BNSP berlaku selama tiga tahun. Dilansir lebih lanjut, Fakultas Ilmu Budaya sebelumnya sudah memiliki empat orang asesor BNSP yang artinya saat ini sudah ada sepuluh orang dosen FIB yang memiliki sertifikat sebagai asesor BNSP. Dengan bertambahnya enam dosen FIB ini sebagai asesor BNSP akan memberikan citra positif terhadap Fakultas Ilmu Budaya sendiri sebab fakultas ini nantinya akan menjadi tempat dimana orang-orang akan mengambil sertifikasi kompetensi terkait skema tour leader dan pemandu wisata.

“Tetapi dalam hal ini LSP itu juga ada tiga macam, yaitu LSP 1, LSP 2, dan LSP 3. Unand disini termasuk ke dalam LSP 1 sehingga uji kompetensinya nanti lebih dikhususkan bagi para mahasiswa. Jadi harapan Kita dengan adanya asesor BNSP di FIB, Kita dapat menyiapkan mahasiswa ketika mereka tamat nanti mereka juga memiliki sertifikat kompetensi lain selain daripada ijazah sarjana,” tegas Dr. Ike Revita, M.Hum.

“Dengan sudah dideklarasikannya enam dosen FIB sebagai asesor BNSP, tentu Kita berharap bahwa mahasiswa-mahasiswa Kita nanti ketika meninggalkan Fakultas Ilmu Budaya ada kompetensi tambahan yang mereka miliki. Nah, untuk itu juga Kita sekarang akan menyiapkan bagaimana kurikulum juga bisa mengakomodir dalam hal menyiapkan mahasiswa memiliki kompetensi tambahan di luar dari apa yang sudah didesain dalam kurikulum itu sendiri. Dengan kata lain, keberadaan dari asesor-asesor yang ada di Fakultas Ilmu Budaya ini sendiri akan menjadi starting point bagi fakultas secara umum dan prodi secara khusus untuk menyiapkan alumni Kita memiliki kompetensi tambahan sehingga di saat mereka tamat, mereka bisa cepat diterima oleh pasar sesuai dengan kebutuhan pasar.” Tutup Dr. Ike Revita, M.Hum.

 

Reporter: Fithryah Amirah Karini

Read 70 times