""
Kamis, 21 Juli 2022 14:06

PERENCANAAN PEMBENTUKAN UNIT WASTRA DAN INDUSTRI KREATIF DISAMBUT DENGAN TERBUKA OLEH DEKAN FIB

FIB – Rencana dibentuknya Unit Wastra dan Industri Kreatif kembali direalisasikan oleh Fakultas Ilmu Budaya dengan diadakannya rapat bersama dekan FIB, Bpk. Prof. Dr. Herwandi, M.Hum. pada Senin pagi (18/7/22) di ruang sidang dekanat. Rapat ini dihadiri oleh dekan, Wakil Dekan III Ibu Dr. Reniwati, M.Hum., Bpk. Pramono, Phd., para dosen muda, dan beberapa mahasiswa. Rapat ini dibuka dengan dimoderatori langsung oleh Ibu Reniwati untuk memimpin jalan diskusi.

Dalam isi pembahasan rapat secara garis besar membahas mengenai pembentukan unit kegiataan kemahasiswaan, yaitu Unit Wastra dan Industri Kreatif yang berada di bawah naungan fakultas. Dalam kata sambutannya, Bpk. Herwandi menyampaikan dukungannya atas perencanaan pembentukan unit kegiatan mahasiswa ini. Tujuan dari pembentukan unit ini salah satunya adalah untuk menambah dan membuka salah satu peluang pembelajaran baik dari dosen maupun mahasiswa. Beliau melanjutkan bahwa bagi mahasiswa bisa dikembangkan menjadi bekal hidup seperti membuka peluang untuk berwirausaha. Tidak hanya membuat lapangan pekerjaan sendiri, namun juga membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.

Wastra sendiri dalam bahasa Sanskerta berarti sehelai kain. Bapak Pramono dalam kesempatannya menyinggung bagaimana tantangan ilmu humaniora yang menyentuh ranah irisasi. Beliau menyampaikan bahwa dalam pengimplementasian ilmu humaniora untuk menjawab tantangan zaman pada dunia industri kreatif saat ini, kita perlu mengikuti apa yang menjadi trend pada saat ini, salah satunya dalam karya-karya berupa wastra tersebut. “Di dunia manapun, industri kreatif jika berangkat dari akar sejarah akan lebih luas perkembangannya dibanding yang tidak berangkat dari akar sejarah,” ucapnya.

Kemudian untuk kelanjutan dari perencanaan pembentukan Unit Wastra dan Industri Kreatif ini adalah dengan mulai dibentuknya susunan kepengurusan yang pertama untuk unit ini. Posisi pengurus inti (Ketua, Sekretaris, dan Bendahara) dan kepala divisi (Divisi Pameran, Divisi Kerja Sama, Divisi Riset dan Publikasi, dan Divisi Pelatihan) ditempati oleh para dosen muda dengan para mahasiswa yang hadir sebagai anggotanya.

Hari ini di era peradaban yang sedang berkembang disebut dengan industri kreatif, di mana bisa dijadikan mata tambang baru untuk diberdayakan masyarakat karena ia adalah satu deposit yang tidak tercium orang lain namun memiliki potensi yang sangat besar. Bapak Pramono melanjutkan bahwa potensi yang dimaksud bukan hanya ada pada uang yang dihasilkan saja, namun juga para dosen muda mendapatkan kesempatan untuk memberikan sumbangsih yang besar, yaitu dosen yang bekerja sama dengan mahasiswa. “Ini merupakan suatu pengalaman yang baru dalam meningkatkan kompetensi kami tentunya. Karena tidak semua dari kami masuk ke dalam kegiatan ini. Jadi nantinya bisa juga memberikan pelajaran atau manfaat untuk mahasiswa dan fakultas,” ujar salah satu dosen muda, Fakhrina Nesa ketika diwawancarai.

Adapun mahasiswa yang diundang untuk menghadiri rapat tersebut adalah utusan masing-masing jurusan di Fakultas Ilmu Budaya atas saran oleh dosen per jurusan. Mereka yang hadir hari itu langsung ditunjuk untuk bergabung dan menjadi bagian dari anggota kepengurusan Unit Wastra dan Industri Kreatif yang pertama. Seperti salah satu mahasiswa yang hadir, Wendra misalnya, mahasiswa Ilmu Sejarah angkatan 19 dalam hasil wawancara yang menyampaikan apresiasi kepada FIB karena telah menyediakan wadah untuk mahasiswa menyalurkan bakat. Ia juga mengungkapkan langkah ke depan ketika menjadi bagian dari kepengurusan Unit Wastra dan Industri Kreatif yang pertama, “Apa yang kita bisa berikan, akan kita berikan kontribusinya untuk membantu para dosen dan membuat unit ini berjalan dengan baik.” Tutupnya.

 

Reporter: Nadiati Husna

Dokumentasi: