""
Kamis, 28 Juli 2022 11:41

PENYERAHAN PAKTA KERJA SAMA ANTARA FAKULTAS ILMU BUDAYA UNAND DENGAN PEMERINTAH KABUPATEN 50 KOTA

FIB – Fakultas Ilmu Budaya mendapat kunjungan dari Bapak Bupati Kabupaten 50 Kota bersama rombongan pada Senin (25/7/22) siang kemarin. Kunjungan ini dalam rangka menghadiri kuliah umum Sastra Minangkabau yang membahas mengenai Kurikulum Muatan Lokal dengan tema; “Peran Strategis Pemerintah Daerah dalam Melestarikan dan Mengembangkan Bahasa dan Sastra Minangkabau” serta penyerahan pakta kerja sama antara Pemerintah Kabupaten 50 Kota dengan Fakultas Ilmu Budaya, Unand.

Kegiatan ini diadakan di ruang seminar FIB ini dihadiri langsung oleh Bapak Bupati Kabupaten 50 Kota, Bapak Safaruddin Dt. Bandaro Rajo, SH., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. 50 Kota yang diwakili oleh Kabid Kebudayaan, Bapak Hidwan Reta, M.Pd., Kepala Bagian Pemerintahan dan Keprotokolan Komunikasi Pimpinan bersama subkoordinator kerja sama dan utusan Dinas Kominfo Kab. 50 Kota. Ketua Jurusan Sastra Minangkabau, Bapak Yerri Satria, S.S., MA., ketua jurusan yang ada di Fakultas Ilmu Budaya, serta turut menghadirkan pula tokoh budayawan dan seniman tradisional Minangkabau, yaitu Bpk. Musra Dahrizal Katik Rajo Mangkuto atau yang biasa dikenal dengan Mak Katik.

Acara dimulai dengan pembukaan oleh Wakil Dekan I dan III yang mewakili Bapak Dekan untuk menyambut para tamu. Dalam kata sambutannya, Ibu Dr. Ike Revita, M.Hum. berterima kasih atas kunjungan Bapak Bupati beserta rombongan yang telah menghadiri undangan Fakultas Ilmu Budaya untuk mengisi kuliah umum serta kesempatan untuk menyerahkan pakta kerja sama antara pemerintah Kabupaten 50 Kota dengan Fakultas Ilmu Budaya, Unand. Diketahui bahwa dengan telah diselenggarakannya pertemuan ini, pemerintah Kab. 50 Kota dapat bekerja sama dengan FIB dalam hal menyelenggarakan kegiatan dengan kurikulum berbasis muatan lokal bahasa dan sastra Minangkabau berdasarkan kebudayaan yang ada di daerah Kab. 50 Kota.

Kuliah umum dimoderatori oleh salah satu dosen Sastra Minangkabau, yaitu Ibu Dr. Satya Gayatri, M.Hum. dengan pemateri Bapak Bupati Safaruddin Dt. Bandaro Rajo, SH. Beliau memulai materinya dengan pengenalan sejarah dan asal usul Kab. 50 Kota berdasarkan Tambo Minangkabau. Beliau juga menyinggung bagaimana kaitannya antara visi dan misi pembangunan Kab. 50 Kota yang di dalamnya terdapat muatan lokal itu. “Kurikulum Muatan Lokal adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar yang ditetapkan oleh daerah sesuai dengan keadaan dan kebutuhan daerah masing-masing.” Ujarnya.

Bapak Safaruddin melanjutkan dengan memaparkan berbagai macam jenis khazanah sumber muatan lokal Kab. 50 Kota berupa karya sastra dan seni seperti Sampelong, Sijobang, Salawat Dulang, Silek, dan masih banyak lagi. Beliau kemudian menyinggung bagaimana tantangan yang biasa dihadapi dalam menjalankan kurikulum muatan lokal dengan menggunakan bahasa daerah, yaitu salah satunya karena bahasa Indonesia yang banyak dan dan sulit disatukan, sehingga berdampak dengan susahnya memasukkan ke dalam muatan lokal. Namun demikian, bahasa Minangkabau termasuk ke dalam bahasa yang mudah untuk disatukan, meskipun dialek orang Minang yang sangat beragam, masih ada pemahaman yang sama dalam mengartikan bahasa Minang itu sendiri ketika dituturkan. “Logat daerah dan intonasi daerah yang berbeda, tetapi bahasa Minang itu tetap satu. Inilah keunggulan kita di Sumatera Barat menjadikan budaya dan bahasa Minang ini menjadi muatan lokal.” Ucapnya.

Terakhir, Bapak Safaruddin menutup kuliahnya dengan harapan agar terjalinnya kerja sama yang baik antara Kab. 50 Kota dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas dalam penerapan kurikulum muatan lokal untuk mengembangkan dan melestarikan bahasa serta sastra Minangkabau.

 

Reporter: Nadiati Husna

Dokumentasi: