""

Bertemakan “Bangkit dalam Berkarya”, Mahasiswa Sastra Indonesia Sukses Mengangkatkan Kembali Panggung Puisi Tahun Ini

15 November 2022

FIB – Panggung Puisi merupakan salah satu agenda besar tahunan yang diangkatkan oleh mahasiswa program studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas. Dalam kesempatan kali keduanya pada tahun ini, perhelatan Panggung Puisi yang diadakan pada Sabtu (12/11/22) kemarin mengangkat tema “Bangkit dalam Berkarya” dengan mengusung konsep apresiasi terhadap puisi-puisi salah satu dosen program studi sastra Indonesia, yaitu Dr. Fadlillah, M.Hum. yang berjudul “Lebaran Corona, Kata Mak Jangan Pulang Dulu”.

Kegiatan ini berlangsung dari jam tujuh tiga puluh delapan pagi yang dibuka dengan kata sambutan dari: Ketua Pelaksana Irfan Maulana (Sastra Indonesia 20), Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sastra Indonesia Nuzul Ilmiawan (Sastra Indonesia 19), Pembina HMJ Dr. Zurmailis, M.Hum., serta Ketua Program Studi Sastra Indonesia Dr. Aslinda, M.Hum. Dalam kata sambutannya, ketua pelaksana menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu menyukseskan acara ini. Begitupun dengan ketua HMJ yang menyorot tema Bangkit dalam Berkarya sebagai bentuk perayaan kebangkitan dalam berkarya seorang mahasiswa. Tema ini juga menyita perhatian yang menarik bagi pembina HMJ, Dr. Zurmailis, M.Hum menyebutkan bahwa tema ini merupakan gambaran sebuah kebangkitan mahasiswa setelah selama beberapa tahun belakang ini dilanda pandemi, “Mari kita laksanakan kegiatan ini dengan semangat dan bersama kita rayakan kebangkitan setelah sekian lama kuliah sambil tiduran,” ujarnya. Kegiatan panggung puisi dibuka secara resmi oleh kaprodi sastra Indonesia dengan ucapan syukur dan harapan agar semakinn banyaknya kegiatan lain yang harus dimanfaatkan dan dilakukan oleh mahasiswa sastra Indonesia.

Agenda dilanjutkan dengan diadakannya seminar yang dilanjut dengan diskusi terbuka bersama para pemateri: Dr. Syafril, M.Si., Dr. Fadlillah, M.Hum., Rega Maulana Alfajri, S.Hum., dan Puteri Agustefanni (Sastra Indonesia 20). Dalam penyampaian materinya, ketiga pemateri membahas poin dan hal penting dari kumpulan puisi Dr. Fadlillah, Beliau sendiri lebih mengkhususkan kepada proses kreatif dalam menulis dan menciptakan puisi-puisinya selama berlangsungnya pandemi. Puteri Agustefanni menyinggung mengenai puisi sebagai sebuah karya sastra yang tidak bisa lepas dan terus hadir di tengah-tengah masyarakat. Rega Maulana Alfajri membahas sebuah karya sastra yang merepresentasikan manusia sebagai makhluk sosial, tidak bisa dibatasi dan harus terus bersosialisasi, serta pandemi yang berhasil menghentikan segala bentuk aktivitas manusia. Adapun untuk Dr. Syafril, beliau tertarik dengan penggunaan diksi “neraka” pada puisi-puisi Dr. Fadlillah.

Pada sore hingga malam harinya dengan menampilkan pertunjukkan dramatisasi puisi terhadap puisi-puisi Pak Fadlillah oleh para peserta mahasiswa sastra Indonesia angkatan 2021 yang berjumlahkan 10 kelompok. Masing-masing kelompok membawakan tema dan konsep yang berbeda-beda. Pertunjukkan dibuka dengan kata sambutan Ketua HMJ Nuzul Ilmiawan serta dimeriahkan oleh penampilan Bengkel Seni Tradisional Mahasiswa (BSTM) FIB Unand. Penampilan masing-masing kelompok berjalan lancar dengan penonton yang ramai berkunjung bahkan hingga malam. Agenda kemudian ditutup dengan tadarus puisi oleh para peserta dan dilengkapi oleh sesi foto bersama.

Reporter: Nadiati Husna

Dokumentasi: