Kamis, 27 September 2018 10:23

Lapak Bacaan “Taman Sastra” Milik Mahasiswa FIB Unand Layani Peminjaman Buku Gratis

Foto 1:  Lapak Bacaan “Taman Sastra” yang digelar di depan Ruang Seminar FIB Unand

FIB - Tergabung dalam satu komunitas, beberapa mahasiswa FIB Unand dari berbagai jurusan membuka lapak bacaan di depan Ruang Seminar FIB Unand pada Selasa, 25 September 2018. Lapak bacaan dengan nama “Taman Sastra” ini digawangi oleh Apriadi Jaka (sebagai pendiri), Azwandi Hanafi, Boby Chandra, Wahyu Ramadhan, dan Irfan Verdesca.

Era milenial dengan teknologi serba canggih membuat buku cetak seakan tersisih. Manusia, terutama generasi muda lebih senang “bercengkerama” dengan ponsel pintarnya. Sadar akan hal ini, Apriadi Jaka dan kawan-kawan berinisiatif membuka lapak bacaan dengan nama “Taman Sastra” agar mahasiswa FIB Unand khususnya tidak meninggalkan buku cetak sebagai sumber referensi pengetahuan yang utama karena informasinya lebih dalam.

Buku yang digelar “Taman Sastra” beragam, seperti buku karya sastra, biografi, dan ada juga buku Islami. Buku-buku tersebut merupakan buku-buku milik Jaka dan kawan-kawan. Selain itu, ada juga buku yang didapatkan dari sumbangan donatur.

Buku-buku tersebut bisa dibaca di tempat atau dipinjam dengan gratis. Peminjam hanya harus menyerahkan kartu identitas berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) beserta nomor ponsel.

“Kami menggelar lapak bacaan dengan nama “Taman Sastra” ini untuk menumbuhkan minat baca. Kami tidak membatasi pembaca atau peminjam. Mahasiswa atau dosen kami persilakan untuk meminjam dengan syarat menyerahkan kartu identitas dan nomor ponsel sebagai jaminan,” tutur Azwandi Hanafi.

“Lama peminjaman satu minggu. Jika terlambat mengembalikan, peminjam didenda dengan sebuah buku dengan genre yang sama. Misalnya, dia meminjam buku puisi maka dendanya juga buku puisi, boleh dengan judul yang sama atau berbeda,” lanjut Azwandi Hanafi.

Foto 2 : Pengunjung melihat-lihat buku yang digelar oleh “Taman Sastra”

 

Jaka dan kawan-kawan menyadari kecepatan seseorang untuk membaca berbeda. Oleh karena itu, Jaka dan kawan-kawan memberi penawaran untuk memperpanjang peminjaman agar tidak didenda.

“Jika peminjam belum selesai membaca buku yang dipinjam sampai batas waktunya, kami mempersilakan peminjam memperpanjang dengan mengkonfirmasi kepada kami. Konfirmasi bisa dilakukan dengan langsung mendatangi kami atau menghubungi nomor ponsel yang kami berikan,” ungkap Azwandi Hanafi.

Lebih lanjut, “Taman Sastra” ini tutur Azwandi mengakhiri digelar sejak semester genap lalu. dan biasanya lapak bacaan tersebut digelar di gazebo-gazebo gedung kuliah.

Reporter: Lusi Andriani, Editor: Ayendi, Admin: Gading Rahmadi

Read 170 times