Sabtu, 29 September 2018 11:11

38 Orang Mahasiswa FIB Unand Peserta Bidik Dibimbing Menjadi Cendekiawan Muda Islami

Foto 1: Peserta Bidik berfoto bersama sambil memegang spanduk dengan latar tempat sungai di Batu Busuak, Padang

 

FIB – Sebanyak 38 orang mahasiswa FIB Unand dari berbagai jurusan angkatan 2017 dan 2018 dipersiapkan untuk menjadi cendekiawanmuda Islami melalui kegiatan Bidik (Bimbingan Dasar Islam Komprehensif) yang diadakan Forum Studi Islam (FSI) FIB Unand pada Sabtu dan Minggu, 22-23 September 2018. Acara tersebut dilaksanakan di dua tempat pada hari yang berbeda. Hari pertama kegiatan berpusat di Gedung F. 1.5, dan hari kedua di Sungai Batu Busuak, Padang.

Kegiatan untuk membimbing para cendekiawan muda FIB ini turut menghadirkan beberapa narasumber untuk menanamkan nilai Islam, yaitu: Ustaz Akmal Ahmad S.Si., Muhammad Hafidz Al-Mufra S.H., Ustaz Fadlan, LC., dan Muhammad Nurfajri S.Hum.

Dihari pertama kegiatan, Hamza Afra Joneidi, selaku Ketua Panitia, memperkenalkan tentang kegiatan Bidik.

“Kegiatan Bidik ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Forum Studi Islam Fakultas Ilmu Budaya (FSI-FIB) dalam rangka perekrutan anggota baru pada tiap tahunnya.Tujuan akhir kegiatan ini ialah untuk menanamkan nilai Islam pada diri peserta,” ungkapnya kepada peserta saat itu.

Kegiatan Bidik di Gedung F. 1.5 dilanjutkan dengan pemberian materi oleh Ustaz Akmal Ahmad, S.Si. yang menjelaskan mengenai urgensi Tarbiyah. Pada penjelasannya, Ustaz Akmal Ahmad S.Si. mengungkapan bahwa Tarbiyah merupakan sistem penegakan agama Islam yang meliputi pendidikan dari Allah kepada Rasul-Nya, dan dari Rasul kepada umatnya. Beliau juga mengungkapkan bahwa Tarbiyah bagaikan fase kepompong yang mengubah seekor ulat menjadi seekor kupu-kupu yang indah. Begitulah Tarbiyah, mengubah seseorang dari yang tidak tahu apa-apa menjadi tahu akan banyak hal.

Materi lainya berasal dari Ustaz Fadlan, LC. Dalam penjelasannya mengenai Ghazwul Fikri.Beliau menyebutkan bahwa Ghazwul Fikri merupakan perang pemikiran yang bertujuan merusak akhlak umat Islam dengan cara menurunkan nilai moral seseorang muslim, menghancurkan idealisnya, melarutkan kepribadiannya sehingga seseorang muslim tidak lagi bangga dengan identitasnya serta tujuan akhirnya ialah membuat seseorang muslim murtad dari Islam. Karenanya, beliau juga mengajarkan solusi agar terhindar dari hal-hal tersebut.

“Solusi terhindar dari Ghazwul Fikri ialahpengajaran ilmu Islam secara menyeluruh dan khusus agar benar-benar paham, berkumpul dengan orang-orang saleh, meninggalkan hawa nafsu, mengamalkan Al-Qur’an dan Sunnah serta berdakwah di jalan Allah SWT,” jelasnya.

Foto 2: Penyerahan kenang-kenangan kepada Ustadz Akmal Ahmad S. Si. pada akhir penyampaian materinya.

Tidak hanya menghadirkan para Ustadz, kegiatan Bidik juga menghadirkan para alumni Unand sebagai pematerinya. Alumni yang dihadirkan ialah Muhammad Nurfajri S.Hum. dari Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya dan Muhammad Hafidz Al-Mufra, S.H. yang merupakan alumni Ilmu Hukum Fakultas Hukum. Pada kesempatan ini Muhammad Nurfajri S.Hum. mengajarkan strategi sukses di kampus. Berbeda dengan Muhammad Hafidz Al-Mufra, S.H. yang menyampaikan penyebab rusak dan cara memperbaiki hubungan persaudaraan serta bagaimana pentingnya nilai persaudaraan dalam Islam,  melalui materi Ukhuwah Islamiyah.

Berbeda dengan kegiatan Bidik dihari pertama yang mengutamakan pendidikan karakter agar dapat menanamkan nilai Islam pada diri tiap peserta,kegiatan Bidik di hari kedua berpindah lokasi ke Sungai Batu Busuakdengan tujuan yang berbeda yaitu, para peserta mencoba menjalin tali persaudaraan melalui games yang telah disiapkan oleh panitia.

Pada penghujung kegiatan Bidik dihari kedua ini, Dasril Davidra, salah seorang peserta perekrutan anggota FSI-FIB dari Jurusan Sastra Indonesia angkatan 2018 mengaku bahwa ia mendapatkan banyak hal dari kegiatan ini, seperti mendapatkan sahabat baru dan ilmu-ilmu yang bermanfaat. Ia juga mengungkapan bahwa rasa kebersamaan sangatlah penting dalam sebuah persaudaraan.

Reporter: Lintang Wening Jati, Dokumentasi: Abdul Hafizh, Editor: Ayendi, Admin: Gading Rahmadi

 

 

Read 335 times