Senin, 01 Oktober 2018 11:59

Ayo, Ikuti Seminar di FIB Unand, Menyingkap Sastra Lisan melalui Silek!

FIB - Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas bekerja sama dengan Silek Arts Festival Indonesia mengadakan Seminar Sastra Lisan Minangkabau dengan tema “Silek sebagai Sumber Sastra Lisan”. Acara ini akan dilaksanakan pada Kamis, 4 Oktober 2018, bertempat di Ruang Seminar FIB Unand.  Tujuan diadakannya acara ini untuk memberi peluang besar agar sastra lisan dimajukan, dilestarikan, diperhatikan, dan dibicarakan bersama oleh kalangan akademik, seniman atau budayawan, dan masyarakat luas.

Tema dalam seminar ini dibagi ke dalam enam subtema, di antaranya Sastra Lisan Minangkabau dan Perkembangannya, Silek/Bela Diri Tradisional sebagai Sumber Penciptaan Sastra Lisan, Silek/Bela Diri Tradisional dan Transformasinya dalam Karya Seni, Silek/Bela Diri Tradisional dalam Karya Seni (sastra) Tradisional/Rakyat, Sastra Lisan di Nusantara dan Nilai Budaya, serta Sastra Lisan dan Identitas Budaya.

Latar belakang diadakannya seminar ini karena banyak orang yang tidak tahu akan sastra lisan. Dengan adanya seminar ini, diharapkan dapat menambah wawasan masyarakat mengenai sastra lisan, terutama sastra lisan Minangkabau.

“Sastra lisan ini merupakan kajian yang sangat menarik dan belum banyak orang yang menaruh perhatian besar pada jenis sastra ini, serta pakar kita tidak banyak. Padahal, masyarakat sebagian besar merupakan pelaku dan pencipta sastra ini dibandingkan dengan sastra lain. Kemudian, sastra ini tetap tumbuh, hidup, dan ditampilkan dalam berbagai acara adat dan budaya di kalangan masyarakat,” ujar Sudarmoko, M.A., salah seorang kurator.

Kemudian, kandidat doktor dari Universitas Leiden, Belanda ini, menjelaskan mengenai alasan silek diambil menjadi bagian dari tema seminar. Silek sudah menjadi bagian dan basis kesenian di Sumatra Barat, ujarnya. Umumnya, seni-seni tradisi itu berangkat dari silek. Kemudian, silek juga memiliki beberapa jenis, seperti silek raga, dan silek batin. Sekarang, silek sedang diajukan untuk menjadi warisan dunia oleh Direktorat Kebudayaan Indonesia dan katanya bulan Oktober ini hasilnya akan keluar.

Ketua Panitia Seminar Sastra Lisan Minangkabau, Eka Meigalia, M.Hum., menjelaskan bahwa hubungan sastra lisan dengan silek, yaitu silek merupakan bagian dari sastra lisan yang dapat menjadi bahan kajian. “Sastra lisan tidak melulu dalam bentuk tuturan kata. Jadi, dalam beberapa bentuk sastra lisan juga diikuti dengan seni gerak yang sering dikategorikan dengan silek. Selain itu, silek juga diwariskan melalui lisan dengan ada tambahan gerakannya,” jelas Eka Meigalia, M.Hum.

Walaupun bertema “Silek sebagai Sumber Sastra Lisan”, materi yang akan dibahas tidak hanya sebatas tema tersebut, tetapi pembahasannya akan luas, seperti kajian tentang sastra lisan, serta tentang bentuk sastra lisan yang terdapat unsur silat di dalamnya.

Seminar ini menghadirkan sejumlah pembicara, di antaranya Dr. Seno Gumira Ajidarma (Rektor Institut Kesenian Jakarta); Pramono, Ph.D. (Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas); Ediwar, Ph.D. (WR I Institut Seni Indonesia, Padang Panjang); Dr. Gres Grasia Azmin (Universita Negeri Jakarta, Asosiasi Tradisi Lisan); Dr. Khairil Anwar, M.Si. (Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas); Dr. Hasanuddin, M.Si. (Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas); Musra Dahrizal Katik Jo Mangkuto (Budayawan, Padang); dan Whani Darmawan (Seniman/Budayawan, Yogyakarta).

Seminar ini ditujukan untuk umum, peneliti, mahasiswa, dan masyarakat lainnya. Selain itu, panitia juga memberi undangan kepada beberapa institusi yang berada di Sumatera Barat, seperti Institut Seni Indonesia Padang Panjang dan Universitas Negeri Padang.

Reporter: Febriani Rahayu Putri dan Muthia Delima Putri, Editor: Ayendi dan Ria Febrina, Admin: Gading Rahmadi

Read 197 times