Senin, 08 Oktober 2018 10:12

Rayakan Ulang Tahun ke-19, BSTM FIB Unand Semarak dengan 50 Tambua dan Tari Kolosal

Foto 1:Penampilan tari kolosal yang merupakan gabungan dari tari-tari Minangkabau.

FIB – Dalam rangka memperingati hari berdirinya pada tanggal 21 September 1999, yang ke-19, Bengkel Seni Tradisional Minangkabau (BSTM) mengadakan pertunjukan gendang tambua dan tari kolosal. Acara diadakan pada tanggal 29 September 2018 di parkiran Dekanat FIB.

Acara diawali dengan pepatah petitih Minangkabau oleh janang yang disambung penjelasan susunan acara dalam bahasa Minang dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Alquran.

Kemudian kata sambutan dari Ketua Pelaksana acara ulang tahun yaitu Desi Komala Sari; Ketua Umum BSTM, Tri Wahyuzal; Pembina BSTM, Bahren, S.S., M.A.; serta kata sambutan sekaligus pembukaan oleh Wakil Dekan III yaitu Imelda Indah Lestari, S.S., M.Hum. Pembukaan diakhiri dengan doa bersama, lalu masuk ke acara inti yaitu penampilan tari kolosal dan lima puluh gendang tambua.

Tari kolosal yang ditampilkan merupakan kompilasi dari tari-tarian adat Minang, yaitu tari payung, tari selendang, dan tari piring. Jumlah penari berjumlah 22 orang, terdiri dari 15 orang penari perempuan dan 7 orang penari laki-laki. Penari merupakan anggota open recruitment dan beberapa mahasiswa baru Sastra Minangkabau.

Selain anggota dan mahasiswa baru, komunitas dari salah seorang senior BSTM yang didatangkan langsung dari Bukittinggi juga mengisi acara. Dua grup tersebut adalah Sarueh dan Saraso. Grup Sarueh menampilkan saluang dendang sedangkan grup Saraso berkolaborasi dengan anggota BSTM menampilkan sumarak lima puluh tambua. Acara ini telah dipersiapkan jauh-jauh hari. Persiapan penampilan seperti pembentukan panitia dan latihan sudah disiapkan selama kurang lebih sebulan.

Foto 2: Gladi resik acara penampilan sumarak 50 tambua

Saat penampilan acara, pengisi acara merasa senang dan bangga dapat menampilkan kesenian Minangkabau. Contohnya Leni Mustia, penari kolosal, merasa bahagia dapat menari di depan orang banyak. “Saya merasa senang, bahagia, dan campur aduk. Rasa deg-degan juga saat akan tampil,” ujarnya.

Sama halnya dengan Leni, Indri Yanti Imelda, salah seorang penari kolosal juga merasakan nervous karena pertama kalinya menampilkan tari di depan orang banyak. Ia menuturkan, “Perasaan saya saat menampilkan tari kolosal; deg-degan karena pertama kalinya buat saya.Mahasiswa baru 2018 mengikuti acara BSTM ini,”

Tidak hanya penampilan tari kolosal dan gandang tambua saja, perayaan ultah juga dilakukan dengan memperkenalkan pengurus BSTM yang baru dan pemotongan kue yang diwakili oleh Wakil Dekan III, Imelda Indah Lestari, S.S., M.Hum., dan Pembina BSTM, Bahren, S.S., M.A., yang akrab dipanggil Abah serta didampingi oleh senior-senior BSTM dan pengurus baru.

Foto 3: Pembina BSTM, Bahren, S.S., M.A., sedang memotong kue didampingi oleh Wakil Dekan III, Imelda Indah Lestari. M.Hum., senior-senior BSTM, dan pengurus baru

 

Dengan bertambahnya usia UKMF ini, Ketua Umum BSTM, Tri Wahyuzal, berharap BSTM ini dapat melestarikan adat Minang. “Harapannya yang pasti, semoga BSTM selalu bisa mengharumkan nama BSTM sendiri, nama fakultas, bahkan nama universitas sendiri. Semoga BSTM selalu bisa menjadi wadah untuk belajar, mengembangkan dan melestarikan adat Minangkabau,” ujar mahasiswa yang sering disapa Wahyu ini.

Senada dengan Tri Wahyuzal, Sekretaris acara ulang tahun BSTM, Sri Wahyuni, juga berharap BSTM dapat menjadi wadah untuk pengembangan dan pelestarian adat Minangkabau. “Mungkin bukan hanya untuk mengharumkan nama BSTM, namun juga kesenian tradisional Minangkabau itu sendiri,” sebut mahasiswa Sastra Inggris yang akrab dipanggil Ayu ini.

Tri Wahyuzal juga berharap kepada fakultas untuk lebih meningkatkan kerjasama antar instansi dengan UKMF atau Hima dalam Fakultas Ilmu Budaya. “Harapannya baik itu UKMF, Hima, maupun instansi fakultas, saling meningkatkan kerja sama dan komunikasi yang lebih lancar,” harapnya.

Reporter: Ariza Ulfa,Editor: Ayendi, Admin: Gading Rahmadi

Read 113 times