Sabtu, 13 Oktober 2018 00:49

Mahasiswa Mata Kuliah Pengantar Jurnalistik Kelas B Sastra Inggris FIB Unand Menapakkan Kaki di Padang Ekspres

Foto : Penyerahan kenang-kenangan oleh Dr. Ike Revita, M.Hum. dan Ayendi, M.Pd. M.Hum. kepada Zulkarnaini, Redaktur Padang Ekspres, selepas acara diskusi bersama mahasiswa seputar pemberitaan

FIB – Tiga puluh enam orang mahasiswa dan dua dosen pengampu kelas mata kuliah Pengantar Jurnalistik B Jurusan Sastra Inggris FIB Unand ( Dr. Ike Revita, M.Hum., dan Ayendi, M.Pd., M.Hum.) mengunjungi kantor pusat Padang Ekspres yang beralamat di Jl. Adinegoro No. 17 A Lubuk Buaya, Padang, dalam rangka kuliah lapangan, pada Selasa, 9 Oktober 2018.

Kunjungan perdana kali itu disambut dengan antusias oleh seluruh anggota kelas. Buktinya, beberapa mahasiswa yang mengendarai sepeda motor menuju lokasi tidak mau kalah semangat dengan hujan yang sedang menghiasi jalanan.

Disamping acara kunjungan ini, juga ada diskusi santai seputar dunia jurnalistik, pengamatan proses pengeditan berita dari  reporter oleh editor/redaktur hingga percetakan yang dipandu oleh Zulkarnaini, selaku Redaktur Padang Ekspres yang diberikan amanah untuk memegang kendali berita di Payakumbuh, Lima Puluh Kota, dan skala Internasional.

Zulkarnaini pada awalnya menyampaikan permohonan maaf dari Direktur Utama beserta jajaran tersebab tidak bisa hadir bersama pada kesempatan kali itu. Acara kemudian dilanjutkan dengan gambaran umum mengenai Padang Ekspres serta prosedur percetakan.

Dia menyatakan koran harian Padang Ekspres dibangun pada 25 Januari 1999, yang berkantor pusat di Surabaya. Surat kabar ini juga bagian dari perusahaan Jawa Pos. Padang Ekspres juga telah berkembang menjadi beberapa perusahaan media, antara lain Posmetro Padang, Harian Rakyat Sumbar, serta Padang TV.

“Disini terdapat juga beberapa divisi, yaitu divisi redaksi, divisi usaha (menggawangi koran tersebut), serta divisi iklan yang mengakomodir jalannya publikasi,” ungkap sang redaktur.

Di samping itu dia menyampaikan bahwa menjadi seorang jurnalis bukan perkara yang mudah, banyak tantangannya. Jika sudah menerjuninya, semua tantangan akan terasa menyenangkan. Tantangan yang biasanya dihadapi itu katanya berupa sulitnya menemui narasumber yang punya jam terbang kesana-sini, layak tidak layaknya berita dipublikasikan, dan berita harus mencakup 5W+1H dalam penyajiannya.Semuanya itu harus diakomodir dalam berita. Makanya, katanya lagi seorang jurnalis hendaknya paham dengan kode etik dan UU Pers No. 40 Tahun 2009.

Kemudian, untuk jenis-jenis berita sendiri itu paparnya terbagi atas: berita langsung (straight news),berita opini (opinion news),berita interpretasi (interpretative news), berita mendalam (depth news), danberita investigasi (investigative news).

“Untuk berita straight news, pentingnya daya akurat fakta harus berdasarkan data-data jelas di lapangan, juga konfirmasi dari pihak berwenang, serta narasumber,” ucapnya.

Dalam diskusi mengenai perbedaan surat kabar dan berita online, disebutkan Zulkarnaini bahwa uniknya surat kabar ialah memiliki data grafis yang dapat memudahkan pembaca dalam memahami konteks berita yang disampaikan.Di lain hal, berita online tidak mempunyai bagian ini. Berita online juga tidak bisa dipercaya seluruhnya karena tidak memiliki badan hukum, serta tidak terdaftar di dewan pers yang membuatnya berbeda dengan surat kabar.

Di akhir tanya jawab diskusi, dijelaskan juga oleh dia bahwa adanya halaman kampus yang merupakan wadah bagi mahasiswa untuk berkarya. Pada sesi ini, terlihat senyum mengembang dari peserta diskusi yang sudah menjadikan wadah ini sebagai sasaran empuknya. Akhirnya pun, Zulkarnaini menyebutkan email khusus agar aspirasi-aspirasi, berita sekitar kampus, karya-karya mahasiswa seperti puisi, cerpen, dan lain-lainnya  bisa disalurkan ke Padang Express.

“Emailnya Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.. Untuk tulisan, ada halaman kampus. Adek-adek bisa berkreatif di sana berbicara seputar kampus yang layak diketahui publik. Saratnya untuk berita langsung harus komplit, mengandung unsur 5W + 1H, dan dikirim sebelum jam 15.00 WIB hari itu juga, kecuali untuk berita besar/fenomenal, bisa lewat waktunya dari jam tersebut agar bisa memberitakan yang pertama dari media lain,” katanya.

Terakhir, Zulkarnaini, selaku Redaktur Padang Ekspres berharap “Agar output dari pertemuan hari ini hendaknya bisa berbuah karya dari rekan-rekan mahasiswa sekalian,” pungkasnya.

Usai diskusi, seluruh peserta diperkenankan untuk berkunjung langsung ke ruang produksi dan melihat bagaimana teknis pengeditan berita oleh editor/redaktur itu sendiri. Lalu. Kegiatan dilanjutkan dengan perjalanan menuju ruang mesin percetakan yang berlokasi di bagian sayap kanan gedung Padang Ekspres.

Reporter: Tzya Asradha, Editor: Ayendi, Admin: Gading Rahmadi

Read 175 times