Senin, 15 Oktober 2018 15:55

Mahasiswa Angkatan 2017 Sastra Jepang FIB Unand Kelola Family Gathering

Foto 1: Foto bersama anggota NIGAKKAI baru (Angkatan 2017) dan anggota angkatan lama

FIB - Dalam rangka memperkuat hubungan yang akrab dalam keorganisasian NIGAKKAI (Himpunan Mahasiswa Jurusan Sastra Jepang) FIB Unand, anggota baru dari NIGAKKAI, yakni angkatan 2017 yang baru beberapa bulan memasuki kepengurusan internal organisasi tersebut, menyelenggarakan suatu kegiatan baru yang belum pernah dihadirkan sebelumnya oleh keluarga besar Sastra Jepang.Kegiatan Family Gatheringtersebut berlangsung di Pantai Carolin, Bungus, Padang selama dua hari pada tanggal 22-23 September 2018.

Acara itu kemudian mendapatkan apresiasi dari kalangan senpai karena anggota baru sudah bisa menyiapkan suatu kegiatan dengan rapi dan teratur. Bagaimana tidak, dalam kegiatan tersebut, para kouhai-tachi itu bertanggung jawab secara penuh terhadap mobilitas, penginapan, dan kebutuhan, serta acara yang akan diberlangsungkan kepada seluruh anggota NIGAKKAI dari angkatan 15, 16 dan 17 itu sendiri dengan Jumlah 62 peserta, termasuk diantaranya yang berhalangan hadir.

Hal itu diakui oleh Ketua Umum NIGAKKAI, Muhammad Vadhel Alfaiz, dalam kata sambutannya mengawali kegiatan tersebut. Dia pun juga memuji dan mengucapkan terimakasih kepada panitia yang sudah bekerja sedemikian baiknya dalam mengangkat acara tersebut. “Harapan saya, kerja bagus ini bisa berlanjut untuk kedepannya sehingga bisa menjadikan NIGAKKAI lebih baik lagi,” katanya.

Mengenai kegiatan itu juga, Kepala Bagian PSDM (Pengembangan Sumber Daya Manusia) Fitri Rahmadani mengatakan dalam setiap periodenya, NIGAKKAI selalu rutin mengadakan kegiatan yang bertujuan serupa yang diberi nama upgrading.

Yang mana dalam kegiatan ini, anggota baru diberikan perkenalan, sistem kerja, dan pengalaman keorganisasian NIGAKKAI, serta permainan-permainan yang menyelingi. Tapi kegiatan tersebut selama ini diadakan di lingkungan kampus dan tanpa suatu persiapan yang berarti karena memang tujuannya agar memperkenalkan dan mengakrabkan Internal kepengurusan NIGAKKAI saja, dan itupun diselenggarakan oleh angkatan tertua dalam kepengurusan,” kata dia.

Dengan kegiatan yang diberi nama Family Gathering,yang merupakan bentuk antusias dari anggota baru tersebut, Fitri mengaku itu merupakan suatu bentuk perkembangan dari upgrading yang memberinya harapan pula akan perkembangan NIGAKKAI pada periode berikutnya.

Dalam kegiatan itu, seperti yang sudah disinggung sebelumnya, peserta diberikan materi seputar keorganisasian  yang mana pada kesempatan tersebut difokuskan pada kemampuan public speaking oleh Kepala Bagian Humas (Hubungan Masyarakat), Oci Suryani.

Lewat kemampuan Oci dalam menghadirkan suasana yang menyenangkan dan santai dan didukung oleh suasana outdoor  tepi pantai yang cerah pada waktu itu, penyampaian materi pun juga terasa menyenangkan untuk diikuti.

Foto 2: Kegiatan seru-seruan yang merekatkan keakraban anggota NIGAKKAI baru dan lama

Kemudian acara diisi dengan permainan-permainan berkelompok yang memberikan suasana meriah dan menyenangkan bagi semua partisipan. Meskipun hujan sempat turun di sore harinya, panitia ternyata sudah mempertimbangkan kemungkinan tersebut dengan menginstruksikan pesertanya untuk membawa mantel dan menyuguhkan permainan- permainan yang jauh lebih menyenangkan di tengah hujan.

Setelah hujan reda,pada malam harinya, kegiatan diisi dengan penampilan-penampilan bakat dan permainan yang melibatkan semua yang hadir. Ini juga merupakan bagian dari acara yang menghadirkan gelak tawa dan kemeriahan yang lebih seru lagi meskipun seharian sudah bersenang-senang.

Setelah kegiatan malam usai, sebagai penutup, semua yang hadir pada kegiatan tersebut duduk mengelilingi api unggun di tepi pantai bercerita tentang curahan hati dan cerita-cerita pengalaman masing-masing.“Ada yang mengundang gelak tawa.Ada pula yang serius. Semuanya berlalun hingga larut malam,” ujar Oci Suryani.

Meskipun api sudah padam, keengganan untuk bubar dan tidur ditenda yang sudah disiapkan panitia membuat sebagian besar dari partisipan termasuk panitia sendiri mencopot bagian dari matras yang semulanya digunakan untuk alas dalam tenda untuk dijadikan kasur tidur di tepi pantai dibawah milyaran bintang-bintang yang gemerlap pada malam itu.

Reporter: Ahmad Beni Albary, Editor: Ayendi, Admin: Gading Rahmadi

Read 84 times