Jumat, 19 Oktober 2018 11:44

FIB Unand Bersama Platform Indonesiana Kemdikbud Gelar Pameran Bertajuk Warisan Pengetahuan Minangkabau

Foto 1: Galeri pameran menampilkan manuskrip dan kumpulan barang-barang peninggalan dari tokoh sastrawan Minangkabau

FIB - Pameran bertema "Khazanah Pengetahuan Minangkabau dalam Manuskrip dan Karya Intelektual" digelar selama 5 lima hari, 1-5 Oktober 2018 di Minangkabau Corner, Lt III Perpustakaan Unand atas kerja sama FIB Unand dengan Platform Indonesiana Kemdikbud.

Beberapa manuskrip kuno serta karya-karya buku dari intelektual Ranah Minang ditampilkan dalam pameran tersebut. Tidak ketinggalan, kumpulan barang-barang peninggalan dari tokoh sastrawan Minangkabau seperti Syarifuddin Amir, A.A Navis, dan sastrawan muda Esha Tegar Putra, ditampilkan dalam pameran itu. Barang-barang tersebut secara umum seperti mesin TIK, karya buku, serta surat-surat kuno berharga penting lainnya.

Selain itu, pameran tersebut juga menampilkan buku-buku kontemporer bertemakan kebudayaan dan benda-benda budaya kesenian, seperti pakaian khas Minangkabau.

Menurut Sudarmoko, M.A., Koordinator Pemeran yang juga Dosen Jurusan Sastra Indonesia FIB Unand ini, khazanah pengetahuan yang dihasilkan oleh para ulama, penulis, sastrawan, jurnalis, dan intelektual dari Minangkabau merupakan satu kekayaan yang harus diperhatikan.

“Pemeran ini ditujukan untuk hal demikian. Mereka telah menuliskan pemikiran yang berkaitan dengan adat, budaya, agama, hukum, teknologi, pendidikan, dan bidang-bidang lainnya. Tulisan-tulisan tersebut dapat kita temui dalam tulisan tangan berbentuk manuskrip atau naskah kuno, hingga dalam buku yang dicetak dengan teknologi terkini,” tutur Sudarmoko.

Salah seorang panitia pameran ini yang koleksinya juga ditampilkan, yaitu Esha Tegar putra yang juga alumni Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unand mengatakan, "Dengan diadakannya pameran ini, selain menumbuhkan kesadaran pentingnya pengarsipan bagi diri sendiri, sudah lama kami berniat mendata lagi koleksi buku sekaligus dokumentasi para seniman di Sumatera Barat dan membuat semacam katalog."

Foto 2: Pajangan beberapa kulit novel karya sastrawan atau intelektual ternama Minangkabau

Menurutnya betapa susahnya mencari dan mengumpulkan koleksi para seniman Minangkabau ini. "Tujuan kami hanya ingin rekan-rekan peneliti agar bisa mudah mencari bahan data untuk penelitian ," tambahnya.

Dia sangat berharap para peminat dunia intelektual Minangkabau, terutama generasi muda, dapat mengunjungi pameran ini. "Kita dapat mengunjungi perjalanan dan kekayaan intelektual urang Ranah Minang ini, sebagiannya melalui pameran yang dikhususkan pada apresiasi dunia intelektual di Sumatera Barat,” tutupnya.

Reporter: Rian Rahman, Editor: Ayendi, Admin: Gading Rahmadi

Read 108 times