Jumat, 26 Oktober 2018 00:51

Pergelaran Andalas Film Festival (Affest) 2018 UKMF Metasinema FIB Unand Resmi Dibuka

Foto: Wakil Dekan III FIB Unand, Imelda Indah Lestari, M.Hum. menabuh gendang bersama Direktur Festival  Affest, Mahareta Iqbal Jamal, menandakan acara resmi dibuka

FIB - Pagelaran Andalas Film Festival (Affest) 2018 yang diadakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas (UKMF) Metasinema, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas (Unand) resmi dibuka pada Senin, 22 Oktober 2018 di Ruang Seminar FIB Unand.

Wakil Dekan III, Imelda Indah Lestari, M.Hum. membuka secara resmi acara tersebut. Dalam kata sambutannya dia menyampaikan rasa bangga kepada mahasiswa FIB yang mengangkat acara tentang perfilm, meskipun di FIB  tidak ada program studi tentang perfilman tersebut.

"Kita berharap agar nantinya FIB Unand bisa melahirkan seniman-seniman atau pemikir-pemikir yang baik sebagaimana yang kita ketahui Sumatera Barat itu mempunyai tokoh-tokoh pemikir yang sangat banyak. Alhamdulillah dengan adanya UKMF Metasinema, insyaallah nanti seniman-seniman perfilman nasional itu juga ada dari mahasiswa kita di FIB Unand," ujarnya.

Direktur Festival Affest, Mahareta Iqbal Jamal, mengatakan untuk kali kedua, Metasinema menghelat festival film dengan skala nasional guna melihat perkembangan sinema Indonesia hari ini. Tema "Bertanya Kerbau pada Pedati" diharapkan mampu merepresentasikan perkembangan wacana melalui beragam kemasan sinema di Nusantara dan juga mengambil peran sebagai salah satu "cawan penghangat" dalam semesta sinema, khususnya Sumatera Barat, serta berupaya memberikan kontribusi dalam pendisitribusian pengetahuan sinema kepada lebih banyak lagi pelaku dan penikmatnya.

"Kehadiran Affest diharapkan mampu mengisi "ruang lengang" apresiasi di bidang film di Sumatera Barat. Meski, semua itu tidak berpengaruh secara signifikan dan tidak terlepas pula dari segala macam problematika serta hambatan yang masih dapat ditemukan dari berbagai lini di dalam ekosistem perfilman di tanah kelahiran Bapak Perfilman Nasional ini," katanya.

Adi Osman selaku Direktur Artistik Andalas Film Festival (Affest) juga menyampaikan bahwa kehadiran pertama dalam Andalas Film Exhibition (AFE) mereka anggap sebagai sebuah letupan kecil dalam semesta sinema, apalagi di Sumatra Barat. Menurutnya, Andalas Film Exhibition (AFE) 2017 mencoba memberi tawaran akan memposisikan film sebagai medium belajar dan pembelajaran, meskipun sangat banyak kendala yang dihadapi.

Rangkaian kegiatan pembukaan Affest 2018 tersebut diakhiri dengan Screening. Dalam kegiatan Screening ini, ditayangkan dua film yang dipilih oleh kurator Affest bernama Rendi Reimena. Kedua film tersebut berjudul “Death Crow 48” dan “Bunyi Hujan di Atas Genting”.

Reporter: Mita Handayani, Editor: Ayendi, Admin: Gading Rahmadi

 

 

Read 122 times