Senin, 29 Oktober 2018 05:45

FSI FIB Unand Gelar Forum Annisa Bertajuk Peran Syiar dalam Literasi

Foto 1: Penyerahan kenang-kenangan oleh Kaput FSI FIB kepada Lusi Andriani, S. Hum., selaku narasumber

FIB Mahasiswi dari berbagai jurusan di Fakultas Ilmu Budaya Unandmenghadiri acara Forum Annisa (FA) yang bertemakan Dakwah Masa Kini, Berkarya dengan Ujung Jari Menggandeng Literasi di Gedung F 1.4 Unand pada Jumat, 19 Oktober 2018 pukul 11.30 12.30 WIB. Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang diadakan oleh Forum Studi Islam (FSI) FIB setiap minggunya dalam rangka program kerja dari Bidang Keputrian.

Kegiatan FA kali itu menghadirkan alumni FIB yaitu Lusi Andriani, S. Hum. sebagai narasumber untuk menyampaikan pengetahuan mengenai peran muslimah dalam berdakwah melalui tulisan. Kegiatan ini rutin dilakukan oleh FSI FIB setiap jum’at siang pada pukul 11.30 WIB. Kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh bidang keputrian ini biasanya membahas seputar kemuslimahan.

Penyampaian materi pada FAyang disampaikan oleh Lusi Andriani, S.Hum., selaku narasumber, menjelaskan mengenai hal-hal yang harus dipersiapkan sebelum menulis. Menurutnya, konsep awal dalam menulis ialah memenuhi dahulu konsep berupa who, what, where, when, why, dan how (5W+IH).

Selanjutnya dia membuka acara itu dengan power point singkat namun menarik. Pada slidepertama itu ditampillkan foto anak kecil yang sumringah. Foto itu menyiratkan kebahagiaan dalam konteks hal yang didapatkan dari menulis itu sendiri.

Pada penjelasannya, dia menyampaikan, “Dengan menulis, kakak terpilih sebagai salah seorang peserta Workshop Jurnalisme Warga Antikorupsi yang diadakan KPK di Kotogadang, Agam. Hal uniknya, kita juga  bisa mendapatkan tempat bersama orang-orang hebat seperti dosen dan lain-lain.”

Dengan demikian, hal yang didapatkan dari menulis ucapnya ialah, “Kebahagiaan, baik untuk diri sendiri maupun orang-orang hebat. Kemudian, bisa jalan-jalan gratis, mendapatkan tempat bersama orang-orang hebat, dan yang terpenting mendapatkan pahala juga.”

Disinilah menurutnya tidak ada yang sia-sia disisi Allah Subhanahu wa ta’ala, sebab segala sesuatu yang kita lakukan dengan niat lillah akan bernilai ibadah. “Saya pernah rutin mengirimkan pesan singkat melalui sms dan whatsApp (WA) kepada orang-orang yang kontaknya ada pada saya. Meskipun mereka mungkin bosan karena selalu mendapati pesan rutin yang saya kirimkan, tapi saya tetap saja mengirimnya. Bahkan, uang jajan saya semasa itu pun dihabiskan untuk membeli pulsa. Saya pun tidak memasang paket sms atau apapun karena saya yakin bahwa Allah Maha Melihat. Alhamdulillahnya, rizki yang Allah datangkan untuk saya setelah itu lebih dari apa yang saya berikan,” ucap Lusi.

Lusi menambahkan, “Ternyata disaat beberapa orang bosan (mungkin) menerima pesan dari saya, tidak sedikit pula yang merespon itu semua. Ada yang berucap bahwa mereka sedang berada diposisi ini banget nih. Quotesnya pas banget dengan apa yang sedang mereka rasakan.”Disanalah Lusi merasakan kebahagiaan dalam menulis itu sendiri. Saat orang lain membutuhkan kata-kata motivasi ataupun semangat, Alhamdulillah itu bermanfaat untuk orang lain.

Foto 2: Saat diskusi berlangsung dan beberapa peserta tampak sedang mendiskusikan materi yang disampaikan

Saking tertariknya peserta dengan diskusi literasi ini, banyak pertanyaan yang akhirnya diajukan meskipun dengan slide yang singkat namun sarat makna. Salahsatu pertanyaan yang diajukan, “Bagaimana caranya menumbuhkan kemampuan menulis sastra bagi mahasiswa yang biasa menulis karya ilmiah? “ ucap Loli selaku peserta.

Lusi mengatakan bahwa untuk memancing tulisan itu ialah dengan membaca. “Kita pun sering mendengar istilah yaitu penulis yang hebat ialah pembaca yang ulung. Maka dari itu, cara jitu untuk menciptakan target tulisan yang ingin dicapai ialah dengan membaca,” pungkasnya.

Reporter: Tzya Asradha, Editor: Ayendi, Admn: Gading Rahmadi

Read 146 times