Selasa, 30 Oktober 2018 05:56

Forum Studi Islam (FSI) FIB Unand Semarakkan Girl’s Day Out

Foto 1: Tantangan pertama saat beberapa peserta FSI  FIB Unand menyelesaikan puzzle

FIB Forum Studi Islam (FSI), salahsatu UKMF di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas menyelenggarakan acara Girls Day Outuntuk seluruh pengurus FSI khusus perempuan,pada Minggu, 21 Oktober 2018 di Hutan Biologi Unand. Acara ini dilaksanakan untuk memperkuat ukhuwah antar internal pengurus.

Acara Girls Day Out itu berlangsung dari pukul 06.30 s.d. 13.30 WIB. Pada mulanya, seluruh pengurus berkumpul di depan Wisma  Ar-Raudah, yang merupakan wisma FIB, untuk melakukan olahraga ringan serta pemanasan. Selepas itu, peserta diberi waktu 15 menit untuk mencapai Masjid Nurul Ilmi, Unand. Sesampainya disana, tidak luput pula agenda sholat dhuha sebelum memulai perjalanan.

Susi selaku DPP mengatakan tujuan diadakannya acara tersebut agar peserta kembali memperbarui ukhuwah antar sesama. Pentingnya ukhuwah internal pengurus terangnya akan berpengaruh pada jalannya UKMF itu kedepannya. “Melalui acara ini kita bisa lebih mengenal lagi. Mungkin kemarin kita hanya mengenal sekedar sapa, tapi diacara ini kita dibentuk menjadi beberapa tim.Dari sanalah kita belajar untuk solid,” harapnya.

Acara itu pun dimulai dengan pembagian kelompok menjadi empat tim, diantaranya Tim Orange, Tim Biru, Tim Kuning, dan Tim Ungu. Tantangan pertama yang harus ditaklukkan peserta ialah menggabungkan potongan kertas layaknya puzzle yang nantinya akan menggambarkan lokasi pos pertama itu sendiri.

Di perjalanan menuju pos pertama, setiap kelompok harus menemukan bendera kelompok mereka.Sejumlah anggota kelompokjuga menemukan balon berwarna  sesuai dengan nama kelompok dan memberikannya pada anak kecil yang ada di sekitar lokasi.

Sesampainya di pos pertama, semua tantangan diperlihatkan berupa hasil dokumentasi dari balon yang telah diberikan,dan juga jumlah bendera sesuai dengan yang diinstruksikan.

Perjalanan menuju pos kedua cukup membuat sebagian peserta tampak sesak nafas. Di pos kedua, (Pos utama titik kumpul dan kembali usai dari empat pos yang ada di tengah hutan), Susi kembali menjabarkan, “Di dalam hutan nantinya ada  empat pos yang akan adik-adik temui. Tantangan yang disuguhkan disetiap posnya akan berbeda. Pos pertama berada di sungai kecil dengan permainan apung sterofoam, yang kedua balon air voli, dan air yang dibawa menggunakan botol aqua gelas beralaskan jilbab segi empat, serta cari challenge dalam tepung.”

Selepas mengitari berbagai pos, peserta kembali ke pos utama. Disana nyatanya masih terdapat game berupa transfer air menggunakan baki dengan posisi tiduran menghadap langit. Banyak peserta yang kemudian basah lagi dibuatnya.

Foto 2 : Foto bersama peserta saat penutupan acara Girl’s Day Out

Nabilah Shidqiyah, selaku Koorwat Kpsdm, mengatakan bahwa sejatinya ada makna penting yang disampaikan disetiap permainan yang diadakan. Contohnya saja jelasnya pada permainan apung sterofoam yang dimasukkan ke dalam bambu yang sudah memiliki bolongan.

“Kita dapat membaca makna disana ialah sama dengan kehidupan kita. Dalam hidup kita tentu akan banyak tantangan, rintangan, hambatan, yang diibaratkan sebagai bolongan tadi. Lantas, disanalah peran kita untuk mencari solusi bagaimana cara menyelesaikan hambatan-hambatan yang ada tersebut agar tujuan utama kita tercapai,” ungkapnya.

“Disana juga mengajarkan kita arti saling mempercayai pada setiap rekan kita, sebab jika tidak ada rasa percaya maka nihil saja hasilnya akan maksimal. Peran tanggung jawab juga dibutuhkan dalam menyelesaikan masalah tersebut.Bagaimana munculnya kesadaran akan amanah yang kita jalani saat ini ialah kewajiban kita,” tambahnya mengakhiri.

Reporter: Tzya Asradha, Editor: Ayendi, Admin: Gading Rahmadi

Read 116 times