Jumat, 02 November 2018 23:33

Kuliah Umum “Belajar di Jepang” bersama Masamu Yamamori,Konsul Muda Jepang, Dihelat oleh Jurusan Sastra Jepang FIB Unand

Foto 1: Masamu Yamamori sedang menghantarkan Kuliah Umum sambil didampingi oleh Ketua Jurusan Sastra Jepang FIB Unand, Lady Diana Yusri, S.S., M.Hum. dan Utari dari USU Medan

FIB - Dalam rangka peringatan 60 tahun kerjasama diplomatik Indonesia dan Jepang, Jurusan Sastra Jepang FIB Unand menghelatKuliah Umum bagi mahasiswa prodinya bersama Konsul Muda Jepang, Masamu Yamamori,yang ditemani oleh Utari dari Jurusan Sastra Jepang FIB Universitas Sumatera Utara (USU) di Ruang Seminar Gedung E Unand pada Selasa, 30 Oktober 2018.

Acara tersebut resmi dimulai dengan kata sambutan olehKetua Jurusan Sastra Jepang FIB Unand, Lady Diana Yusri, S.S., M.Hum. Dia mengawali acara dengan  pengenalan profil jurusan.

“Sastra Jepang resmi dibuka tahun 2004 dengan menerima hanya 26 mahasiswa hingga terus mengalami peningkatan. Saat ini di tahun 2018 tercatat 240 mahasiswa sebagai mahasiswa aktif. Alumni terdiri dari 550 orang yang menyebar di Indonesia dan juga Jepang,” paparnya.

“Setiap tahun Himpunan Mahasiswa Sastra Jepang mengadakan Bunkasaibekerjasama dengan masyarakat dan menampilkan berbagai penulisan dan seni. Dosen Sastra Jepang terdiri dari 12 orang, 1 orang dosen luar biasa, dan selebihnya dosen tetap. 10 orang dosen perempuan dan 1 orang bergelar doktor, yaitu Dr.Rima Devi, S.S, M.Si.,” imbuhnya.

Lebih lanjut dalam sambutannya, Lady Diana Yusri, S.S., M.Hum. Menyatakan mereka sangat mengharapkan kedatangan Yamamori Senseisebagai perpanjangan tangan untuk bisa kerjasama dengan pemerintahan Jepang didampingi oleh Utari.

Tidak lupa setelah itu, Ketua Jurusan Sastra Jepang memperkenalkan informasi terkait Masamu Yamamori kepada hadirin.“Masamu Yamamoriadalah seorang Konsul Muda Jepang yang telah berada di Indonesia selama 5 tahun dan belajar bahasa Indonesia di USU dan UGM. Sebelumnya, Yamamori Sensei bekerja di Jakarta dan menjadi Konsulat Jenderal USU, Medan, mendampingi Jepang,” terangnya.

Kemudian acara tersebut dilanjutkan dengan materi yang diberikan Yamamori Sensei. Yamamori menjelaskan pada tanggal 20 Januari 1958 perjanjian perdamaian antara Jepang dan Indonesia dengan persetujuan rampasan perang dan melakukan kerjasama di berbagai bidang.

Dia juga menjelaskan bahwa Jepang dan Indonesia memiliki satu kesamaan yaitu sama- sama berada di kawasan rawan bencana alam. Dengan itu katanya Indonesia dan Jepang telah bekerja sama ketika tsunami melanda Indonesia di tahun 2004 dan tsunami Jepang tahun 2007. Kemudian jelasnya, perkembangan kerjasama dilanjutkan di tahun 2005 dengan meningkatkan kerjasama yang diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yodhoyono dan PM Junichiro Koizumi.

Konsep peringatan 60 tahun kerjasama antara Indonesia dan Jepang tegas Masamu Yamamoriadalah “Kerja Bersama Maju Bersama”. Diharapkan paparnya, dengan konsep tersebut dapat membuat Indonesia lebih maju jika dilihat dari perkembangan sebelumnya. Hal itu karena menurutnya selama ini kerja sama Indonesia dan Jepang berjalan dengan baik tetapi tidak banyak mengubah Indonesia.

“Acara peringatan tersebut sebenarnya sudah dilaksanakan pada tanggal 20 Januari di Taman Makam Fatahillah di Jakarta dan dilanjutkan dengan pertandingan sepak bola pada tanggal 27 Januari. Kemudian dimeriahkan dengan musik festival pada tanggal 8 s.d. 9 September,” ungkapnya.

Lalu tandasnya lagi, “Jadi dengan kesimpulannya dengan memperingati 60 tahun kerja sama Indonesia dengan Jepang menandakan bahwa hubungan Indonesia dan jepang terjalin baik.”

Kemudian acara dilanjutkan dengan materi terkait tema oleh Masamu Yamamori, yaitu tentang bentuk, sistem, dan alasan memilih Jepang untuk melanjutkan studi dengan beasiswa.

“Jepang salah satu dari 10 negara terbaik pendidikan (US NEWS 2018).Sembilan universitas Jepang termasuk 200 besar di dunia.Jepang memperoleh 23 penghargaan nobel.Jepang memiliki budaya tradisional dan modern.Jepang maju dan berkarya.Adat dan topografi dan juga memiliki empat musim,” Dia berusaha meyakinkan.

Pelajar Indonesia di Jepang sebutnya berjumlah 5.495, dan dari tahun 2014 sampai 2017 selalu meningkat, yaitu dari 3.188 ke 5.500. Berdasarkan hasil survei pelajar asing di Jepang tahun 2017 oleh JASSO katanya, jumlah pelajar bahasa Jepang adalah 745.125.

“Indonesia merupakan peringkat kedua yang membuka kursus bahasa Jepang dengan 2.496 unit pelatihan. Indonesia adalah salah satu negara populer belajar bahasa Jepang tetapi sangat disayangkan jumlah pelajar Indonesia yang belajar di Jepang jauh lebih sedikit di bandingkan dengan Vietnam yang memiliki penduduk sedikit daripada Indonesia, yaitu 305.715 dan Indonesia 16.167,” bandingnya.

Masamu Yamamori juga menambahkan keuntungan yang didapat bagi pelajar Indonesia yang ingin melanjutkan studi di Jepang melalui MONBUKAGUSHO, yaitu: bebas ujian masuk & pendaftaran, tiket penerbangan pulang pergi Indonesia-Jepang, tunjangan diberikan tiap bulan sekitar 143.000 yen atau setara dengan 20 juta rupiah, dan S2,S3 Program Research Student, dan juga tanpa ikatan dinas.

“Maka dari itu dalam memperingati perayaan 60 tahun kerjasama Indonesia dan Jepang, pemerintah Jepang mengundang pelajar Indonesia yang berminat melanjutkan studinya di Jepang dengan menghubungi Japan Student Services Organization (JASSO) yang ada di Indonesia,” ia menerangkan.

Dalam jawabannya atas pertanyaan oleh para mahasiswa peserta Kuliah Umum, bahwasanya katanya, beasiswa tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa Sastra Jepang saja.

Untuk jawaban berikutnya dia menerangkan agar penerima beasiswa mempersiapkan diri sebelum keberangkatan seperti perlengkapan dokumen dan mengenali budaya Jepang yang disejajarkan dengan orang Jepang agar tidak terjadi cultural shock, dan bebernya lagi seleksi tersebut dilaksanakan secara adil tanpa ada korupsi dan nepotisme. Sebagai tambahan sebutnya, peserta beasiswa juga bisa melamar pekerjaan di Jepang selesai menyelesaikan studi.

“Dengan ini marilah kita saling membantu, mengajak mahasiswa Sastra Jepang ikut sebagai jembatan agar kerjasama ini bisa bertahan dan mengajak mahasiwa agar setelah tamat nanti mencari beasiswa di Jepang agar semakin banyak anak Indonesia yang kuliah di Jepang,:” harapnya

Kemudian acara tersebut diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan kepada lima orang penanya berupa balpoint dan map yang berlogo peringatan 60 tahun kerja sama Indonesia dan Jepang dan dilanjutkan dengan penyerahan cenderamata oleh KetuaJurusan Sastra Jepang kepada Yamamori.

Reporter: Nur Fitriyah, Editor: Ayendi, Admin: Gading Rahmadi

Read 88 times