Senin, 05 November 2018 05:28

Dr. Tri Mastoyo, Dosen FIB UGM, Bahas Tata Bahasa Kasus dalam Konteks Kekinian di FIB Unand

Foto 1: Kegiatan kuliah umum sedang berlangsung

FIB - Jurusan Sastra Indonesia FIB Unand melaksanakan Kuliah Umum dengan tema “Tata Bahasa Kasus dalam Konteks Perkembangan Linguistik Modern” dengan mendatangkan Narasumber Dr. Tri Mastoyo Jati Kesuma, M.Hum., dosen FIB UGM, di Ruang Seminar FIB Unand pada Kamis, 1 November  2018.

Acara itu diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh peserta beserta narasumber. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian kata sambutan sekaligus pembukaan oleh Dekan yang diwakili oleh Ketua JurusanSastra Indonesia. Selanjutnya penyampaian materi oleh Dr. Tri Mastoyo Jati Kesuma yang dimoderatori oleh Prof. Dr. Nadra, M.S.

Kuliah umum tersebutseperti yang disampaikan pemateri, Dr. Tri Mastoyo Jati Kesuma, dan tertera di makalah yang disajikannya dimaksudkan untuk memaparkan tata bahasa kasus dalam konteks linguistik kekinian. Tata bahasa kasus ucapnya mencurahkan perhatiannya pada bidang semantik kalimat (tunggal).

“Tata bahasa kasus memfokuskan pada sintaksis. Analisis sintaksis itu berdasarkan struktur semantik dan bukan kebalikannya. Bahan kajiannya adalah kalimat tunggal, sedangkan objek kajiannya adalah hubungan antarkasus dalam struktur batin atau struktur semantis kalimat tunggal. Dengan demikian kalimat terdiri dari verba dan sederet kasus,” ungkapnya.

Dalam pembentukan struktur semantis kalimat tunggal jelas dia, verba atau predikator berperan sebagai pusat struktur. Verba adalah sentral dalam bahasa karena selalu hadir dalam kalimat. Verba menentukan nomina apa yang mendampinginya, hubungan apa nomina itu dengan verba, dan bagaimana nomina itu secara semantis ditentukan.

Dalam pembentukan struktur semantis, terangnya, baik verba maupun kasus diklasifikasikan. Kasus diklasifikasikan berdasarkan watak atau valensi semantis verba menjadi dua kelompok, yaitu kasus proposisioal dan kasus modal. Kasus proposisional adalah kasus yang dituntut oleh valensi semantis verba seperti agen, eksperienser benefaktif, objek, dan lokatif.

Lebih lanjut menurut Dr. Tri Mastoyo Jati Kesuma, tata bahasa kasus berbicara tentang kalimat tunggaltanpa modalitaskarena kasus dihindarkan dari tenses dan modal yang tidak dituntut oleh valensi semantis verba.

Foto 2: Foto bersama beberapa dosen dan mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia dengan pembicara, Dr. Tri Mastoyo Jati Kesuma sehabis kuliah umum

Berdasarkan pemaparannya tentang peran verba tersebut, jika dikaitkan dengan pembelajaran bahasa, dia menyampaikan, “Dalam mempelajari bahasa asing, terlebih dahulu kuasai kata kerja karena kalimat apapun tergantung pada kata kerjanya.”

Merujuk kepada sejarah terangnya, tata bahasa kasus lahir sebagai salah satu perkembangan dari tata bahasa transformasional Noam Chomsky (1965). Tata bahasa kasus ujarnya diperkenalkan oleh Charles J. Fillmore dalam tulisannya yang berjudul “ The Case For Case”(1968).

Sejak lahirnya tata bahasa kasus Fillmore, maka katanya muncul banyak model tata bahasa kasus yang salah satunya adalah model matrik Cook (1977;1979;1989). Dalam konteks linguistik kekinian, tata bahasa kasus tidak menggaung karena konsep analisis sintaksis berdasarkan semantik bergeser dari analisis kasus menjadi analisis (peran) semantis (semantic roles).

Dr. Tri Mastoyo Jati Kesuma berikutnya mendeskripsikan terdapat tata bahasa lain yang juga menyinggung tata bahasa kasus, misalnya tata bahasa fungsional (fungsional grammar), tata bahasa peran dan acuan (role and reference grammar), dan grammar and meaning-nya Jackson

Terakhir dia menyimpulkan, “Tata bahasa kasus lahir pada tahun 1960-an dan perkembangannya merambah sampai tahun 1980-an. Tata bahasa kasus tidak menggaung pada era linguistik kekinian. Hal itu agaknya terjadi karenatata bahasa berurusan dengan sintaksis yang alih-alih memfokuskan perhatiannya  pada struktur atau organisasi internal kalimat, sementara linguistik kekinian lebih cenderung memperhatikan elemen-elemen eksternal bahasa,”

Reporter: Nur Fitriyah, Editor: Ayendi, Admin: Gading Rahmadi

Read 67 times