Selasa, 06 November 2018 05:41

Sejumlah Mahasiswa FIB Unand Manfaatkan Peluang Keramaian dari Acara Affest untuk Berwirausaha

Foto 1: Salah seorang mahasiswa FIB Unand sedang menjajakan produk makanannya di salah satu stand yang disediakan

FIB - Kegiatan Andalas Film Festival (Affest)yang berlangsug dari tanggal 22 s.d 26 Oktober 2018 pada waktu lalu memberikan ladang mata pencaharian kepada mahasiswa. Hal ini terlihat dari banyaknya mahasiswa yang menjajalkan jualannya di sepanjang Koridor menuju Ruang Seminar Fakultas FIB Unand,  tempat berlangsungnya kegiatan Affest 2018.

Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Mungkin pepatah inilah yang patut disematkan pada kegiatan Affest yang kembali hadir sebagai kelanjutan Andalas Film Exhibition yang digelar pada tahun lalu. Pasalnya, selain menjadi ruang pengapresiasian karya insan perfilman di Indonesia,  juga menjadi ruang bisnis bagi mahasiswa yang memiliki jiwa wirausaha.

Terdapat lebih kurang 15 stand penjualan yang ikut ambil bagian pada kesempatan tersebut, yaitu: Affest, Kosmetik, Tangan Kita, Telur Gulung, Pukis Koemis, Chana Thai Tea, Nashoacc, Dapur Gaboet, Salad, Hijab, Grafiti, Suksber, Oriflame, Agar-Agar Mama, dan Dua Pintu.

Sebut saja Yesi Agustin, mahasiswa Jurusan Sastra Inggris angkatan 2014 yang akrab disapa Eci.Dia turut ikut menjajalkan jualannya dalam kegiatan Affest 2018 kali itu. Produk yang dia dagangkan adalah Chenai Thai Tea dengan harga bandrol sebesar Rp. 10.000/botol.

Mahasiswa kelahiran Solok, 8 Agustus 1996 ini menjelaskan alasan kenapa tertarik berpartisipasi berjualan dalam kegiatan Affest tahun ini.

“Menurut saya acara Affest ini sangat menarik dan mengundang banyak masa serta kebetulan panitia Affest juga menyediakan stand-stand yang gratis, jadi banyak mahasiswa yang bisa berjualan,” kata Eci.

Dengan tidak dipungutnya biaya standoleh panitia Affest, Eci bisa menyimpan seluruh uang hasil penjualannya tanpa perlu menyisihkan untuk membayar stand penjualan.

Suka dan duka pasti ada ketika melakukan sesuatu. Hal itu pula yang dirasakan Eci dalam menjajakan jualannya. Sukanya kata Eci, mahasiswa yang menyukai warna biru ini, dia bisa mendapatan keuntungan yang lumayan besar untuk sekelas mahasiswa.

“Saya bisa mendapatkan keuntungan sebesar Rp. 200.000 s.d. 250.000/hari selama berjualan dalam acara Affest ini,” sebutnya.

Disisi lain, hujan yang merupakan berkah bisa juga menjadi salah satu kendala bagi dirinya.ketika berjualan. Betapa tidak, ketika hujan tiba, semua barang dagangannya harus diamankan jika tidak ingin diguyur oleh percikan hujan yang dihembus oleh angin.

Eci berharap agar kedepannya, acara Affest tetap dilaksanakan untuk tahun-tahun berikutnya dan panitia Affest bisa menyediakan semacam terpal agar para pedagang tidak terkena percikan hujan.

Foto 2: Dua orang mahasiswa FIB Unand sedang menunggu pembeli dan merapikan jualannya

Mahasiswa lain dari Jurusan Sastra Jepang FIB Unand angkatan 2014, Rabby Irhamni Chairil, memiliki alasan tersendiri kenapa ingin berjualandalam rentang kegiatan Affest tersebut. Menurutnya, dengan banyaknya peserta yang berlalu lalang dalam kegiatan tersebut tentunya memberikan peluang besar kepada barang dagangannya berupa Macaroni untuk laku terjual dengan cepat.

Suka dan duka juga dirasakan oleh mahasiswa berusia 22 tahun ini ketika berjualan dalam kegiatan Affest. Sukanya yaitu ketika berbicara mengenai pundi-pundi keuntungan.Untung yang diperoleh oleh Rabby tak jauh berbeda dengan Yesi Agustin, yaitu sebesar Rp. 190.000 s.d. 200.000/hari.

“Ada beberapa pembeli yang hanya bertanya-tanya mengenai harga dan mereka katakan akan datang lagi keesokan harinya untuk membeli,” ujar Rabby menceritakan pengalaman yang membuatnya kecewa..

Menurutnya, berjualan di Affest mampu mengisi waktu kosong di sela-sela waktu kuliahnya. Selain itu, ia juga bisa menghasilkan uang yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan kuliahnya sehingga tidak lagi memberatkan orang tua.

Rabby berharap supaya ada lagi event-event besar yang melibatkan pengunjung tidak hanya dari mahasiswa FIB, tapi juga dari luar, dan panitia menyediakan stand-stand gratis lagi ke depannya.di FIB Unand agar dia bisa berwirausaha di sela-sela waktu kuliahnya.

Reporter: Mita Handayani, Editor: Ayendi, Admin: Gading Rahmadi

Read 82 times