Rabu, 07 November 2018 05:40

Seminar Teater, Salah Satu Rangkaian Acara Ulang Tahun Tiga Dekade Teater Langkah FIB Unand

Foto: Pamflet Acara Tiga Dekade Teater Langkah FIB Unand

FIB - Genap berusia 30 tahun, UKMF Teater Langkah adakan Seminar Teater pada Selasa, 6 November 2018, di Ruang Seminar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas. Seminar ini merupakan salah satu bagian dari berbagai acarapada peringatan Tiga Dekade Teater Langkah FIB Unand.

Pada acara ini diundang dua orang Narasumber, yakni Dr. Fadillah, M.Si. dan Pandu Birowo, S.Sn. Sebagai informasi, Dr. Fadillah, M.Si. adalah dosen Jurusan Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas yang baru saja lulus S-3 Kajian Budaya di Universitas Udayana yang sekaligus sebagai seorang penulis yang telah menghasilkan banyak karya tulis. Adapun Pandu Birowo, S.Sn. merupakan seorang sutradara, penulis naskah drama, dan sekaligus dosen di Institut Seni Indonesia, Padang Panjang. Seminar kali ini dimoderatori oleh Pingkan Regina Putri.

Sebagai pembicara pertama Dr. Fadillah, M.Si. menyampaikan makalahnyadengan tema Ayat-ayat Teater, Teater Langkah dan Perlangkahan pada Satu Tafsir Budaya. Topik yang dibahas adalah “Teater dalam Pandangan Budaya Minangkabau”.

Dalam mengawali presentasinya,dia mengatakan,“Teater Langkah mengambil nama Langkah karena Langkah merupakan jati diri, tanda dan simbol di Minangkabau.Langkah berhubungan dengan pelangkahan serta paradigma yang melangkahinya.”

Selanjutnya, dia membagi Langkah kedalam dua bagian yakni Langkah Kanan yang merupakan langkah baik yang ber-bismillah, dan Langkah Kiri yang mengandung arti kurang baik. Selain itu dalam pemaparannya, juga dibahas mengenai teater randai di Minangkabau, serta hubungan antara seni teater dengan agama Islam. Diakhir pemaparannya Dr. Fadillah, M.Si. mengucapkan selamat ulang tahun kepada Teater Langkah.

Pembicara kedua adalah Pandu Birowo, S.Sn. yang mengawali pembicaraannya dengan membagi pengalamannya di Teater Langkah serta menceritakan sejarah dari Teater Langkah dari generasi awal berdiri hingga generasi Teater Langkah sekarang.

Dia mengatakan, “Teater Langkah merupakan teater kampus, yaitu kelompok teater hasil dari kegiatan ekstrakulikuler yang merupakan media penyalur hobi dan kegelisahan.Umumnya beranggotakan mahasiswa yang bukan mahasiswa teater.”

Dalam pemaparannya ia mengelompokkan teater kedalam empat kelompok, yaitu Teater Profesional, Teater Amatir, Teater Kampus, dan Teater Langkah.

Lalu dia mengatakan, “Yang mengetahui siapa Teater Langkah adalah anda sendiri termasuk kemanakah anda dan carilah identitas anda.” Selain ituPandu Birowo, S.Sn. juga memberikan saran kepada Teater Langkah agar memiliki dramaturgi, yaitu seseorang yang bertugas untuk membaca naskah bukan sebagai pemain.Seorang dramaturgi katanya akan memberikan saran serta dapat menentukan drama itu bagus atau tidak.

Setelah kedua Narasumber selesai menyampaikan presentasinya, sebagai acara terakhir adalah sesi tanya-jawab.Salah seorang peserta bertanya kepada Dr. Fadillah, M.Si. “Mengapa estetika tubuh yang ditampilkan dalam kebudayaan tradisional Minangkabau tidak terlihat?“ tanyanya.

KemudianNarasumber menjawab, “Estetika itu bermain dengan simbol, dan yang dihadirkan diatas pentas adalah tanda dan simbol, tidak perlu ditampilkan.Api cukup asap karena ada asap pasti ada api. Jadi yang diminta adalah simbol dan tanda.”

Sementara itu pertanyaan kedua ditujukan kepada Pandu Birowo, S.Sn. “Komunikasi dengan audience banyak terjadi apakah itu juga perlu seorang dramaturgi?” tanya salah seorang peserta seminar. Lalu dia memberi jawaban, “Ilmu memgompos drama merupakan sebuah kerja dan hasil dari yang ditampilkan adalah peran dari seorang dramaturgi.” 

Rangkaian acara memperingati Tiga Dekade Teater Langkah berlangsung dari tanggal 6 hingga 8 November 2018. Berbagai macam acara lainnya telah disiapkan selain Seminar Teater. Acara lain tersebut, diantaranya: Pementasan Teater, Monolog, Musikalisasi Puisi, Workshop Penulisan Naskah dan Penyutradaraan, serta banyak lainnya. Keseluruhan acara ini akan berpusat di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas.

Reporter: Muhammad Vernando, Editor: Ayendi, Admin: Gading Rahmadi

Read 69 times