Kamis, 08 November 2018 05:52

Mahasiswa Angkatan 2016 Jurusan Ilmu Sejarah FIB Unand Gelar Olimpiade bagi Siswa/Siswi SMA Sederajat Se-Sumatera Barat

Foto 1: Peserta yang mengikuti olimpiade

FIB – Mahasiswa Jurusan Ilmu Sejarah angkatan 2016 FIB Unand mengadakan olimpiade sejarah pada 29 hingga 30 Oktober 2018 di tiga tempat yang berbeda, yakni di Ruang Seminar Gedung E Unand, di Ruang Seminar Fakultas, dan di Medan Nan Balinduang FIB Unand.

Olimpiade itudiadakan memiliki beberapa tujuankepada siswa/siswi SMA sederajat di seluruh Provinsi Sumatera Barat, diantaranya memberikan wawasandan motivasi  mengenai pentingnya mempelajari sejarah, menyalurkan minat dan bakat dalam dunia kesejarahan, menambah semangat dan cinta untuk menanamkan jiwa nasionalisme melalui sejarah, memperkenalkan Jurusan Ilmu Sejarah FIB Unand, dan menjalin hubungan tali silahturahmi serta mempererat persaudaraan terhadap lembaga pendidikan yang ada di seluruh provinsi regional Sumatera.

Olimpiade itu memiliki empat cabang, yaitu Ujian Tulis, Lomba Karya Tulis Imiah (LKTI), Film Dokumenter,danCepat Tangkap Kesejarahan (CTK).

Ujian Tulisbertemakan “Generasi Muda dan Nilai-Nilai Sejarah Bangsa dalam Memajukan Bangsa”, Lomba Karya Tulis Imiah (LKTI) bertemakan “Eksistensi Pancasila dan Sumpah Pemuda dalam Kebhinekaan”, sedangkan Film Dokumenter bertemakan “Kebudayaan Daerah”.

Olimpiade yang diadakan pada hari pertama yaitu Ujian Tulis dan dilaksanakan di Ruang Seminar Gedung E Lantai 2 Unand. Ujian Tulis itu diikuti sekitar 62 peserta. Selaku penilainya ialah Dr. M. Nur, M.Hum., yang merupakan salah seorang dosen dari Jurusan Ilmu Sejarah FIB Unand. Olimpiade Ujian Tulis tersebut diadakan dua hari berturut-turut.

Pemenang olimpiade Ujian Tulis tersebut yang diberitahukan pada hari ke-2terdiri dari tiga peringkat, yaitu peringkat pertama hingga ketiga secara berturut-turut diberikan kepada SMAN 10 Padang, SMAN 1 Padang Panjang, dan MAN 2 Padang Panjang. Setiap pemenang mendapatkan hadiah berupa tabanas, piala, sertifikat, dan medali.

Pada hari pertama itu juga diadakan olimpiade cabang Film Dokumenter yang  dilaksanakan di Ruang Seminar Gedung E dan diikuti oleh tiga sekolah yakni SMAN 1 Bukittinggi, SMA N 1 Kubung, dan SMAN 3 Painan. Setiap peserta olimpiade memilih kebudayaan yang mereka angkat menjadi film dokumenter mereka, seperti SMAN 1 Bukittinggi yang menceritakan tentang Mitos Batu Kurai, SMAN 1 Kubung menceritakan Tradisi Alek Balonjong, dan SMAN 3 Painan menceritakan tentang Mitos Sigurambai.

Foto 2: Peserta asal SMAN 3 Painan menjelaskan terkait film dokumenter yang mereka garap

Pada olimpiade Film Dokumenter itu, yang mendapatkan peringkat pertama yaitu SMAN 1 Bukittinggi,peringkat kedua SMAN 1 Kubung, dan peringkat ketiga SMAN 3 Pianan. Setiap pemenang mendapatkan tabanas,seritifikat,medali dan piala sebagai hadiah.

Cabang olimpiade selanjutnya ialah Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) yang diadakan di Ruang Seminar FIB pada selasa,30 Oktober 2018.Lima sekolah yang berpartisipasi dalam olimpiade tersebut, diantaranya SMAN 1 Bukittinggi, SMAN 1 Timpeh, SMAN 3 Painan, SMAN 1 Kubung, dan SMAN 1 Batang Anai. Dosen yang bertindak sebagai penilai adalah Dr. Lindayanti, M. Hum. dan  Ana Fitri Ramadhani , S.S, M.A.

Aspek yang dinilai saat presentasi karya tulis adalah penyajian,sistematika bahasa,tata letak/display, sikap presentator, keserasian presentasi, kerapian makalah, penguasa panggung, ketepatan waktu, kecepatan dalam menjawab, kretif, inovatif, dan kebermanfaatan karyanya. Pemenang pada cabang olimpiade itu berturut-turut ialah juara  ke-1 SMAN 1 Timpeh, juara ke- 2 SMAN 1 Bukittingi, dan juara ke-3 SMAN 3 Painan.

Foto 3: Salah satu perwakilan sekolah yang mengikuti lomba LKTI

Terakhir ialah olimpiade Cepat, Tangkap, Kesejarahan (CTK) yang dilaksanakan pada tanggal 29 hingga 30 Oktober 2018 di Medan Nan Balinduang FIB Unand. Pada olimpiade itu tim penilainya yaitu Witrianto, SS, M. Hum, M. Si., dosen Jurusan Ilmu Sejarah FIB Unand dan Sri Hartati, yang merupakan mahasiswi Sejarah S-2 Unand.

Pada akhir babak semifinal terpilih tiga grup untuk melanjutkan ke babak final, yaitu dari SMAN 1 Bukittinggi, MAN 2 Padang Panjang, dan SMAN 1 Kubung. Pada cabang olimpiade itu dimenangkan oleh SMAN 1 Bukittinggi dan pemenangnya mendapatkan hadiah berupa piala,tabanas,medali, dan sertifikat.

Dikatakan oleh salah seorang peserta olimpiade cabang CTK,“Olimpiade ini sangat bermanfaat namun salah satu guru pembimbing sekolah melakukan kecurangan yaitu memberikan petunjuk kepada peserta CTK. Namun hal itu tidak diketahui panitia dan juga juri karena kurangnya pengawasan dari panitia.”

Foto 4: Suasana ketika olimpiade cabang CTK berlangsung

Witrianto, M.Hum, selaku tim penilai pada Rabu (31/10), berkomentar, “Olimpiade yang dilaksanakan sangat memotivasi.Hanya saja pada tahun ini kurangnya partisipasi dari SMA sederajat karena sekolah yang mengikutihanya sedikit, berbeda dengan dua tahun yang lalu.Pemberitahuan panitia dalam menunjuk juri juga sangat mendadak sehingga tidak ada persiapan yang signifikan dari pada juri.”

Reporter: Aulia Afriza, Editor: Ayendi, Admin: Gading Rahmadi

Read 78 times