Kamis, 06 Desember 2018 09:05

Prof. Dr. Herwandi, M.Hum., Dosen FIB Unand, Dikukuhkan Sebagai Ketua IAAI Sumbagteng

Foto 1 :  Pengukuhan Anggota IKAAI Sumbagteng periode 2018 – 2021 oleh Ketua IKAAI pusat

FIB - Prof. Dr. Herwandi, M.Hum. dikukuhkan oleh Ketua Umum Pusat, Dr. Wiwin Djuwita Sudjana Ramelan, M.Si.sebagai Ketua Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) Sumatera Bagian Tengah (Sumbagteng) periode 2018 – 2021. Acara pengukuhan tersebut terlaksana sebelum acara Seminar Nasional dan Pameran yang bertema “Sejarah dan Kebudayaan Minangkabau dalam Perspektif Arkeologi”, yang diadakan di Gedung Serba Guna  UIN Imam Bonjol Padang, pada tanggal 6 November 2018.

Dalam acara itu juga,dua orang dosen Jurusan Ilmu Sejarah Universitas Andalas, yaitu Dr. Muhammad Nur, M.S. dan Drs. Armansyah, M.Hum. ikut dilantik sebagai anggota dari perkumpulan ahli arkeologi Indonesia.

Dalam acara Seminar Nasional yang juga dia ikuti tersebut, Prof. Dr. Herwandi, M.Hum. mengatakan bahwa budaya Minangkabau sudah muncul ketika zaman pra sejarah yang melahirkan budaya yang sampai saat ini masih tetap dijaga oleh masyarakat Minangkabau.

Prof. Dr. Herwandi, M.Hum. juga menyebutkan Sumatra Barat punya peninggalan arkeologis yang banyak melalui perjalan waktu yang panjang dari zaman Pra sejarah, megalitik, dan neolitik.

“Saya bicara hari ini melihat dari akar budaya Minangkabau yang dilihat dari tinggalan arkeologisnya. Yang ingin saya sampaikan adalah Sumtera Barat punya tinggalan pra sejarah. Sumatera Barat juga punya tinggalan Hindu,Budha, serta Islam. Kita punya tinggalan-tinggalan arkeologisnya karena memang Sumatera Barat melalui perjalanan budaya yang panjang sekali,” paparnya.

Lebih lanjut Prof. Dr. Herwandi, M.Hum. menyatakan kehidupan budaya yang lahir di Sumatera Barat lebih awal dari daerah-daerah lain yang ada di Indonesia jika dilihat dari tinggalan arkeologisnya.

Berdasarkan periodisasi yang ada di Minangkabau sebutnya banyak ditemukan dimasa neolitik. Namun, tidak semua wilayah di Sumatra Barat terdapat peninggalan arkelogis.

“Pra sejarah banyak ditemukan seperti menhir, kursi batu. Hindu Budha misalnya patung, candi, arca. Sedangkan di masa Islam peninggalan seperti mesjid, surau, dan nisan yang berukiran huruf arab,” dia memberi contoh peninggalan dari masing-masing periode waktu.

Reporter : Muthia Delima Putri, Editor: Ayendi, Admin: Gading Rahmadi

Read 28 times