Rabu, 20 Maret 2019 10:29

Novel Bergolak, Buah Karya DuaOrang Dosen Sastra Indonesia FIB Unand, Buktikan Sejarah PRRI di Masa Silam.

Foto: Novel Bergolak karya Dra. Armini Arbain, M.Hum. dan Ronidin, M.A.

FIB - Sinopsis NovelBergolak ini mengisahkan kehidupan masyarakat Sumatera Barat atau urang awak yang tercabik-cabik akibat peristiwa PRRI 1958-1961. Rosna menjadi korban peristiwa itu sehingga ia mengalami gangguan jiwa. Kakaknya, Bahar, tidak kuasa menolong Rosna yang diperkosa di depan matanya. Hal ini menjadi sesal berkepanjangan dalam hidup Bahar sehingga ia menyimpan dendam yang membara. Dendam Bahar dibalaskannya dengan cara menghancurkan hati gadis-gadis keturunan tentara pusat di kampusnya di Yogyakarta.

Sementara itu dua kakak beradik, Sarman dan Karman, terlibat langsung di medan perang yang meluluhlantahkan kampung halamannya. Keduanya menjadi saksi sejarah peristiwa itu. Sarman kehilangan kekasihnya karena dirampas tentara pusat, sedangkan Karman rela meninggalkan kampusnya untuk bergabung menjadi sukarelawan PRRI. Namun ia justru mendapati trauma yang mendalam. Akan tetapi, di ujung derita itu, Rosna dan Karman menemukan seberkas cahaya di penghujung tahun 1960-an.

Novel yang berjudul Bergolak ini mengambil latar kisah di masa PRRI yang melibatkan orang Minangkabau dengan tentara pusat. Terdapat tiga bagian pembabakan cerita di dalam novel. Bagian pertama, mengisahkan tentang kisah perjuangan perempuan Minangkabau di kampungnya yang tengah mengalami pergolakan. Selaku penulis, Armini Arbain, Dosen Sastra Indonesia FIB Unand, memfokuskan pada sisi perempuan melahirkan tokoh utama, yaitu Rosna.

“Sewaktu saya kecil, cerita PRRI saya dapatkan dari teman saya yang merupakan anggota sukarelawan PRRI. Perihnya kehidupan orang Minangkabau di masa silam itu menghantarkan saya untuk mengangkat kisah “Bergolak” ini. Kejahatan terhadap perempuan dalam bentuk pemerkosaan dan tidak bebasnya laki-laki Minangkabau untuk pulang ke kampung halaman,” tutur Armini Arbain saat ditemui di Ruang Seminar Prodi Sastra Indonesia FIB Unand.

Cerita bagian kedua diambil dari sisi laki-laki yang ditulis oleh Ronidin, selaku dosen penulis kedua Sastra Indonesia FIB Unand. Beliau mendapat inspirasi untuk membuat novel ini dari cerita ibunya dan pengalaman beliau sewaktu kecil.

“Ketika saya hidup di kampung, sekitar tahun 80-an, orang Minangkabau selepas kejadian PRRI menjadi penakut. Ada hal yang berbau jawa, berbau militer, mobil jeep, dan helikopter.Semuanya takut. Saat saya kecil, ketika ada suara helikopter, saya bersembunyi di bawah meja,”ujar Ronidin yang juga ditemui di Ruang Seminar Prodi Sastra Indonesia FIB Unand.

Perpaduan pendapat kedua penulis ini ditemui pada bagian ketiga cerita, yakni akhir dari cerita. Penulis memaparkan kisah-kisah kelam di awal cerita dan di akhirnya dibubuhi kisah romansa yang memiliki epilog bahagia. Armini Arbain juga mengungkapkan bahwa saat peluncuran novel nanti pasti ada beberapa pihak yang bertentangan dengan kisah yang diangkat di dalam cerita. Namun, hal demikian dapat dihindari karena peluncuran novel yang dilakukan hanya beredar di sekitar wilayah Sumatera Barat. Lalu, Ronidin juga sempat menginformasikan mengenai pelaksanaan peluncuran novel yang berjudul Bergolak ini.

“Kalau peluncuran direncanakan tanggal 28 Maret 2019, tapi hanya baru sebatas rencana saja,”ujarnya.

Selain itu,  Ria Febrina, M.Hum., selaku Dosen Sastra Indonesia dan Lusi Andriani, S.Hum., selaku anggota Humas FIB, juga ikut andil sebagai editor dalam novel Bergolak. ini. Bertolak dari sebuah karya kreatif, novel ini juga lahir karena diawali oleh riset yang dilakukan kedua dosen Sastra Indonesia FIB Unand tersebut. Ucapan selamat diberikan oleh DekanFIB Unand kepada kedua dosen Sastra Indonsia tersebut atas keberhasilan mereka dalam memproduksi karya sastra berupa novel ini.

“Alhamdulillah, selamat Bu Hj Armini dan Pak Ronidin, semoga menginspirasi suburnya FIB sebagai “ladang sastra” yang subur dengan produksi karya-karya kreatif/sastra di samping karya-karya kritik. Aamiin,”ujar Dr. Hasanuddin, M.Si.

Reporter: Zulfa, Editor: Ayendi, Admin: Tri Eka Wira

Read 37 times