Jumat, 17 Mei 2019 09:05

Sivitas Akademika FIB Unand Rekat Silaturahmi dengan Berbuka Bersama

Foto 1: Suasana berbuka bersama sivitas akademika FIB Unand di Ruang Seminar Fakultas

FIB - Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas mengadakan acara berbuka bersama sambil mempererat silaturrahmi antar warga atau sivitas akademika di lingkungan FIB pada Rabu, 15 Mei 2019 pukul 17.00 WIB hingga selesaidi Ruang Seminar Fakultas.

Rangkaian acara berbuka bersama itu yaitu pembukaan, pembacaan ayat suci Alquran, sambutan oleh Dekan FIB, tausiyah singkat oleh Ustadz Zainal A. Haris, M.Si., berbuka bersama, Sholat Magrib berjamaah, dan yang terakhir makan bersama.

Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Dr. Hasanuddin, M.Si. pada sambutannya menyampaikan  dengan diadakannya acara berbuka bersama itu maka akan terbangun silaturahmi yang baik antar warga FIB Unand.

“Dengan berbuka bersama ini dapat menambah ukhuwah keakraban karena sebelum Ramadhan banyak persoalan-persoalan yang dihadapi. Hendaknya persoalan itu mengalir dengan baik begitu saja,” ungkapnya.

Lebih lanjut Dr. Hasanuddin, M.Si. mengucapkan doanya kepada warga FIB Unand yang tidak bisa hadir karena menurutnya itulah pilihan yang baik karena keingian untuk berkumpul dan berbuka bersama keluarga.

Terakhir, terkait dengan acara inti yang diawali dengan tausiyah agama, Dr. Hasanuddin, M.Si. berharap,“Mudah mudahan dengan ceramah agama ini dapat  menambah amal ibadah puasa yang sedang dijalankan. Ceramah agama yang disampaikan diharapkan dapat menambah pengetahuan agama serta menyejukkan hati.”

Foto 2: Dekan FIB Unand, Dr. Hasanuddin, M.Si., memberikan kata sambutan terkait acara berbuka bersama

Pada rangkaian acara berikutnya, Ustadz Zainal A. Haris, M.Si. memaparkan tausiyahnya dengan topik “Ciri-Ciri Orang Yang Beriman”.yang dikutipnya dari Surat Al Mukminun Ayat 1-3.

Ustadz Zainal menjelaskan firman Allah SWT. terkait dengan ciri-ciri orang yang beriman. “Sesungguhnya orang yang beriman itu ketika disebut nama Allah SWT., maka gemetarlah hatinya. Dengan menyebut dan mengingat  Nama Allah SWT., yang disebut dengan Asmaul Husna, maka tersentuhlah hatinya. Tetapi hal ini tidak dapat dilihat karena hanya Allah SWT. lah yang mengetahuinya. Kemudian, apabila dibaca ayat –ayat Allah SWT., maka bertambahlah imannya,” sampainya.

Lalu, Ustadz Zainal mengingatkan kalau sesungguhnya manusia sangat dilarang untuk mendustakan ayat-ayat Allah SWT.Selain itu, Ustadz Zainal juga berceramah mengenai pentingnya menyantuni anak yatim dan fakir miskin. Orientasi dalam ceramah itu yaitu untuk menyantuni anak yatim dan lebih memperhatikan keadaan mereka, serta memberikan makan fakir miskin.

“Sesungguhnya puasa Ramadhan mendidik seseorang untuk dapat memiliki jiwa sosial yang tinggi. Kemudian, Puasa ini juga mengajarkan kita untuk peduli kepada sesama,” jelasnya.