Selasa, 09 Juli 2019 14:54

Untuk Mencukupi Kebutuhan Mengikuti Student Mobility ke Belanda, Mita Handayani, Mahasiswa FIB Unand Dibantu BNI

Foto: Mita Handayani menerima bantuan dana dari Head of Network and Services BNI Wilayah Padang disaksikan oleh Wakil Rektor III Unand, Prof. Dr. Hermansyah, Anggota DPRD Tingkat 1 Sumbar, Irwan Affriadi, dan Sekretaris Jurusan Sastra Inggris FIB Unand, Rika Handayani, M.AAPD., M.A.

FIB - Kamis (4/7/2019), mahasiswa Jurusan Sastra Inggris FIB Unand, yakni Mita Handayani mendapat bantuan dana dari BNI wilayah Padang untuk membiayai beberapa kebutuhan dalam pengurusan program student mobility yang diadakan Unand. Dana bantuan tersebut dialokasikan kepada Mita Handayani untuk biaya pengurusan visa, paspor, asuransi perjalanan, dan penelitiannya.

Program pertukaran pelajar ini adalah program yang selalu diadakan setahun sekali oleh Unand agar mahasiswa Unand mendapat pengalaman baru di negara yang memiliki konteks sosial, budaya, makanan, dan agama yang berbeda. Program ini sudah dilaksanakan oleh Unand sejak tahun 2014.

Mita Handayani mendapatkan bantuan dana dari pihak BNI karena pihak BNI melihat pemberitaan mengenai Mita Handayani di media Antaranews yang sedang berusaha memohon dana bantuan ke Pemerintah Daerah (Pemda) Solok Selatan untuk biaya pengurusan visa, paspor, asuransi perjalanan, dan penelitiannya.

“Waktu itu pihak BNI menghubungi saya dan mereka berkata akan membantu saya untuk memenuhi biaya yang tidak ditanggung oleh pihak kampus dalam program student mobility ini. Bantuan dana ini merupakan salah satu perwujudan dari program CSR mereka. Kemudian pihak BNI meminta saya untuk membuat proposal permohonan dana dengan melampirkan surat keterangan kurang mampu (SKKM). Kemudian, saya mengantarnya ke BNI pusat wilayah Padang di Jalan Dobi, No. 1, Padang. Dalam proposal tersebut, pada bagian Rancangan Anggaran Biaya (RAB), saya memberi keterangan tentang hal-hal yang sudah ditanggung oleh pihak universitas dan fakultas dan hal-hal yang tidak di-cover. Tujuan saya membuat keterangan ini adalah agar tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari,” paparnya ketika diwawancarai pada .Sabtu, 6 Juli 2019.

Ekspresi senang dipancarkan Mita ketika ditanya mengenai perasaannya mendapat bantuan dana dari BNI wilayah Padang. “Senang pastinya karena bisa membantu meringankan biaya keberangkatan saya ke Leiden University untuk program student mobility ini,” ungkapnya.

Mita merupakan salah satu mahasiswa berprestasi yang dimiliki Fakultas Ilmu Budaya. Diantaranya prestasinya yaitu dia pernah menjadi duta reporter yang diberikan Humas FIB Unand dan dia juga merupakan peserta terbaik dalam  basic training/ Latihan Kader 1 yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Teknik Unand.

Selain itu, dia juga aktif di berbagai organisasi misalnya seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Unand, Ikatan Mahasiswa Solok Selatan (Imasolsel) Komisariat Unand, dan dia juga merupakan seorang reporter aktif di Humas FIB Unand.

Hal itu tidak luput pada masa sekolahnya yang sering mendapatkan peringkat teratas. Selain itu, dia pernah menjuarai berbagai lomba, diantaranya seperti juara 1 lomba O2SN bidang Fisika tingkat kabupaten, juara 1 pidato adat tingkat kabupaten, juara 1 lomba menyanyi solo song tingkat kecamatan, dan juara 3 lomba menyanyi solo song tingkat kabupaten.

“Tentunya prestasi yang saya dapatkan tak luput dari dorongan keluarga, terutama orang tua. Dengan prestasi ini, saya harap dapat membahagiakan orang tua saya,” papar Mita saat ditanya motivasi terbesarnya selama ini.

Diakhir wawancara, Mita menyampaikan pesan kepada mahasiswa di FIB Unand untuk tidak pantang menyerah dalam menggapai mimpi. “Jangan takut mencoba hal-hal baru. Sebab hal itu akan menghambat kita dalam berprestasi dan berkarya karena apa yang kita takuti belum tentu seburuk apa yang kita pikirkan. Jangan pernah takut bermimpi karena semua orang berhak bermimpi, serta jangan lupa kuliah nomor satu, tetapi organisasi tidak dinomor duakan. Prinsip yang selalu saya pegang hingga detik ini adalah bahwa saya percaya tidak ada pelaut yang handal yang dilahirkan dari ombak yang biasa-biasa saja,” paparnya.

Reporter: Nabilla Hanifah, Editor: Ayendi, Admin: Tri Eka Wira

Read 54 times