Wakil Dekan I FIB Unand, Dr. Gusdi Sastra, M.Hum., Menjadi Narasumber pada Acara yang Dihelat oleh Universiti Putra Malaysia

25 September 2020

FIB – Wakil Dekan I FIB Unand, Dr. Gusdi Sastra, M.Hum., menjadi narasumber pada acara yang dihelat oleh Universiti Putra Malaysia pada Selasa, 15 September 2020. Acara yang bertajuk “Fikir, Tutur dan Sikap” ini diadakan melalui aplikasi Cisco Webex secara daring dengan melibatkan alumni PKP (Prihatin. Kolaboratif. Proaktif).

Fikir, tutur, dan sikap merupakan tiga komponen yang senantiasa bersisian dengan kehidupan kita. Ketiga komponen ini saling mempengaruhi satu sama lain. “Ketika berkomunikasi, ada yang namanya proses transmisi, yaitu proses pemindahan dan pengiriman kode-kode dari si pembicara kepada si pendengar. Selain itu, proses transmisi juga terjadi dari penulis kepada pembaca. Hal ini termasuk dalam kategori bahasa tulis. Transmisi mempertimbangkan lima kode meliputi: kognitif, emotional, social, culture , dan integrity,” terang narasumber.

Menurut Dr. Gusdi Sastra, M.Hum., apabila kita mendengar dengan baik, maka kita akan bisa berbicara dengan baik karena kemampuan dalam mendengarkan sebagai input akan menuju pada proses output, yaitu berbicara. Sama halnya dengan seorang pembaca yang baik, maka akan bisa menjadi penulis yang baik pula.

Proses melatih keterampilan selain dengan mendengar, juga dapat melalui menulis yang berkorelasi dengan membaca. “Oleh karena itu, dalam dunia pendidikan, siswa atau anak-anak itu sudah diajarkan untuk terbiasa menulis. Hendaknya, dari pendidikan dasar anak-anak sudah dilatih untuk menulis menjelang mereka tamat dari sekolah dasar. Hal ini berdampak pada kecerdasan anak, terutama pada kecerdasan otak kanan anak,” ungkap pemateri.

Laki-laki maupun perempuan mempunyai sistem limbik untuk dikembangkan yang berperan dalam merespon perilaku dan emosional seseorang. “Dengan begitu, kesantunan berbahasa erat hubungannya dengan otak kanan. Kesantunan berbahasa sangat bisa dilihat dari lisan karena sebelum lisan bekerja, informasi yang akan dilisankan tersebut diproses terlebih dahulu lewat sistem kinerja otak. Dari sini dapat kita lihat hubungan antara fikir, tutur dan sikap saling berkoordinasi dan bersinergi,” tambah narasumber.

Dr. Gusdi Sastra, M.Hum. turut menyampaikan pentingnya santun berbahasa karena bahasa menunjukkan bangsa. Perilaku santun itu tidak bisa dibuat-buat ketika seseorang sudah dewasa. Sikap kepribadian atau sikap perilaku yang biasa dikenal dengan istilah “attitude” merupakan perilaku yang tercermin dari masa anak-anak. Bagaimana perilaku seseorang dalam kehidupannya itu terlihat dari sikap mereka, dan bersikap yang baik dapat membuat seseorang berkepribadian anggun dan berwibawa.

“Sikap akan diikuti oleh perilaku. Sikap atau perilaku itu bisa berubah, tapi watak itu tidak bisa diubah. Biasanya umur 12 tahun ke atas, watak seseorang sudah terbentuk. Dari data yang didapat, 50% pembentukan karakter anak terjadi pada saat ia lahir sampai usia 6 tahun, kemudian 30% pada usia 6-12 tahun, dan sisanya 20% lagi saat berusia 12-25 tahun,” jelas Dr. Gusdi Sastra, M.Hum.

Sikap, etika, dan perilaku dimana pun, baik di dunia nyata maupun maya membutuhkan metode untuk mencerdasakan emosional dari skill maupun life skill itu sendiri. Disampaikan juga oleh Dr. Gusdi Sastra, M.Hum., “Sikap itu cerminan dari otak, seperti kecerdasan emosional. Kecerdasan seseorang untuk menerima, menilai, mengelola, serta mengontrol emosi dirinya dan orang lain disekitarnya terbentuk dari hasil lateralisasi otak.”

Fikir, tutur, dan sikap adalah modal utama untuk membuat seseorang itu sukses. “Mari kita bercermin pada diri sendiri sejauh mana kita berfikir dengan hati, bertutur hati-hati, dan bersikap peduli. Walaupun kita tidak melihat hati secara fisik, tapi hati harus kita jaga. Nah, cara membersihkan hati adalah dengan iman dan agama. Sedangkan cara menjernihkan otak yaitu dengan menjernihkan pikiran dan informasi yang diterima oleh otak kita,” terang Dr. Gusdi Sastra, M.Hum.

“Berbahasa tidak hanya menyampaikan apa yang ada di kita, tapi juga memahami orang lain dan latar belakang budaya lawan tutur kita. Hal ini dapat dilihat, misalnya masyarakat yang tinggal di daerah pantai, intonasi suara mereka akan berbeda dengan orang yang tinggal di daerah dataran tinggi atau perbukitan. Memahami lawan bicara atau lawan tutur juga termasuk kecerdasan,” pungkas narasumber.

Editor: Ayendi, Reporter: Tzya Asradha, Admin: Tri Eka Wira

Read 18 times
pornstar xxx tube
Huge Tittyfucking Creampie
moviesporno.biz double anal sex
porn video categories
adult porn videos
asian porn movies
briggi adventure in morocco Fucked In My Maid Outfit
xxx porn tube
hot porn tube
xxxteenhub.info
sextresss.xyz free porn video xvideosporn.club xssn.net hdxxxporn.club asianpornxxx.info
hotporntub.info freeporntix.info hubpornindian.info hotmomsteen.xyz nesaporns.xyz
xhaloporn.com xpornfly.com sexporndays.com
realpornfilms.com
sexmaxfree.xyz duvporno.org
toutpornxxx.org adultpornmovie.ws
hpornvideo.com xpornrelax.com
mobilpornfilm
xxxmobilporn
xxxsextres
pornvidwatch
fullteenporno
fullxxxpornvid
xxxsexwatch
freexxxvideostube
http://nesaporns.xyz
freepornvideosite
tweensex