""

FIB – Rabu, 23 November 2022, para siswa jurusan bahasa dari SMAN 2 Bukittinggi, didampingi oleh dua orang guru, berkesempatan untuk mengunjungi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas. Agenda kunjungan ini diadakan di ruang sidang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, sekitar pukul 14:00 WIB. Rombongan siswa dan guru dari SMAN 2 Bukittinggi ini disambut di Convention Hall Universitas Andalas terlebih dahulu sebelum akhirnya melakukan kunjungan ke Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas.

Dr. Reniwati, M.Hum. selaku wakil dekan III Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas memberikan kata sambutan dalam agenda kunjungan ini. “Selamat datang kepada ananda Kita semua. Sekarang ananda menjadi tamu dan mudah-mudahan tahun depan sudah menjadi mahasiswa kami,” tutur Dr. Reniwati, M.Hum. dalam kata sambutannya.

Dalam agenda ini, para siswa diperkenalkan dengan hal terkait profil Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas. Dr. Reniwati menjelaskan bahwasanya Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas memiliki 5 prodi untuk jenjang strata satu, di antaranya prodi Ilmu Sejarah, Sastra Inggris, Sastra Jepang, Sastra Indonesia, dan Sastra Minangkabau. Ia menambahkan bahwa terdapat 4 prodi untuk jenjang strata dua, di antaranya prodi Sejarah, Linguistik, Sastra, dan Kajian Budaya. Dalam sesi pengenalan ini, Dr. Reniwati juga menjelaskan tentang sejarah berdirinya Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, fasilitas yang tersedia, jumlah mahasiswa dan tenaga pengajar, hingga prestasi-prestasi yang diraih oleh civitas Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas..

Salah seorang guru dari SMAN 2 Bukittinggi juga turut memberikan kata sambutan dalam acara ini, “Kegiatan kami ke sini sesuai prosedur resmi, dari IPA diarahkan ke Fakultas Teknik, dari IPS menuju Fakultas Ekonomi, dan dari bahasa berkunjung ke Fakultas Ilmu Budaya. Mudah-mudahan dari kegiatan ini anak-anak kami mendapatkan motivasi dan inspirasi untuk menatapkan pilihan jurusan karena jika kita memilih sesuai dengan minat,” tutur salah seorang guru tersebut.

Acara ini dilanjutkan dengan sharing session yang dipandu langsung oleh Rizki Junando Sandi, mahasiswa Sastra Indonesia angkatan 2019. Dalam sharing session ini Nando memperkenalkan beberapa organisasi yang ada di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, seperti Mapastra, Teater Cermin (teater berbasis bahasa Inggris), Teater Langkah (teater berbasis bahasa Indonesia), dan lain-lain. Selain itu, ia turut menyinggung program pertukaran credit earning dan juga program fast track yang ada di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas. Setelah sharing session ini para siswa terlihat menunjukkan ketertarikannya kepada Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas yang terlihat dari beberapa pertanyaan yang diajukan oleh siswa SMAN 2 Bukittinggi.

Reporter: Fithryah Amirah Karini

FIB – Senin, 26 September 2022, FIB sukses mengadakan acara forum diskusi yang membahas tentang destinasi wisata Lubang Jepang. Forum Group Discussion ini mengangkat tema “Meretas Waktu, Menyingkap Cerita Sejarah Lubang Jepang di Kelurahan Tabiang Banda Gadang Kecamatan Nanggalo sebagai Rintisan Kampung Wisata Sejarah”. Acara ini menghadirkan tiga narasumber, di antaranya adalah Dr. Zulqaiyyim, M.Hum. dari prodi Ilmu Sejarah FIB Unand, Marshalleh Adaz, S.Sos. yang menjabat sebagai Kasi Cagar Budaya dan Museum Kota Padang, dan tim dari BPNB yang mewakili Undri, S.S., M.Si. yang menjabat sebagai Kepala Balai Nilai dan Warisan Budaya.

Kegiatan forum group discussion ini merupakan bagian dari rangkaian pengabdian kepada masyarakat yang digawangi oleh FIB. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari program Walikota Padang yang bekerja sama dengan Universitas Andalas yang mana bertekad untuk menjadikan 11 kampung tematik di Kota Padang. Salah satu dari sebelas kampung tersebut adalah Kelurahan Tabiang Banda Gadang.

“Kelurahan Tabiang Banda Gadang ini dirancang untuk menjadi destinasi wisata sejarah. Fakultas Ilmu Budaya dalam hal ini yang memiliki prodi Imu Sejarah untuk jenjang S1 dan S2 tentu memiliki sumber daya yang dapat kita manfaatkan untuk mewujudkan kerja sama dari Walikota Padang dengan Universitas Andalas ini,” terang Dr. Ike Revita, M.Hum.

Salah satu target yang direncanakan dalam pengabdian kepada masyarakat di Kelurahan Tabiang Banda Gadang ini adalah menghasilkan profil tentang Lubang Jepang. “Kemudian dari FGD ini, kita berharap untuk memperoleh informasi terkait dengan keberadaan Lubang Jepang yang ada di Kelurahan Tabiang Banda Gadang ini. Untuk itulah sebabnya kita mengundang pihak-pihak yang berkompeten terhadap informasi yang terkait dengan Lubang Jepang ini, seperti Bapak Zulqaiyyim sebagai ahli sejarah, kemudian Bapak Ad sebagai Kasi Cagar Budaya Kota Padang, termasuk Bapak Undri yang diwakilkan oleh timnya dari BPNB, Badan Pelestarian Nilai Budaya,” tambah Dr. Ike Revita, M.Hum.

Forum group discussion ini juga turut mendorong Fakultas Ilmu Budaya untuk melakukan MoU dengan Pemerintah Kota Padang, BPCB (Badan Pelestarian Cagar Budaya), dan BPNB (Badan Pelestarian Nilai Budaya). Dengan kerja sama ini akan mendorong adanya berbagai hal bermanfaat yang dapat dilakukan ke depannya, seperti kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka dan menjadikan Kelurahan Tabiang Banda Gadang ini sebagai desa binaan oleh Fakultas Ilmu Budaya.

 

 

 

Agenda Forum Group Discussion ini juga membawa usulan baru dimana para peserta yang hadir sepakat untuk mengadakan pekan jelajah di Gunung Pangilun, tempat dimana beberapa Lubang Jepang berada. Dengan diadakannya pekan jelajah ini diharapkan titik keberadaan dari Lubang Jepang ini dapat bertambah. Selain itu, acara ini juga merupakan salah satu upaya untuk menginformasikan dan mencerdaskan masyarakat bahwa Lubang Jepang bisa saja menjadi salah satu cagar budaya yang seyogyanya harus dilindungi.

Reporter: Fithryah Amirah Karini

FIB – Selasa, 30 Agustus 2022, dua fakultas dari Universitas Bengkulu mengadakan kunjungan langsung ke FIB Unand. Tiga orang yang mewakili Unversitas Bengkulu ini, di antaranya adalah Dr. Bambang Permadi dari Prodi Bimbingan Konseling, Dr. Neneng Cucu Marlina, S.S., M.Si. dari prodi Ilmu Komunikasi, dan Baruki, S.H., yang merupakan tenaga kependidikan.

Kunjungan dari FKIP dan FISIP Universitas Bengkulu ke FIB Unand ini bertujuan untuk melakukan kerja sama tri dharma perguruan tinggi. Salah satu topik yang dibahas secara mendalam antar pihak ini adalah hal terkait join riset atau penelitian bersama. “Selain itu kita juga memperbincangkan hal-hal yang terkait dengan tri dharma tersebut, tidak hanya join riset, tetapi juga pengabdian termasuk pertukaran dosen antar fakultas dan di kedua universitas tersebut. Kerja sama yang diadakan oleh FKIP dan FISIP dari Universitas Bengkulu ini merupakan salah satu upaya untuk memperluas relasi antar perguruan tinggi di Indonesia. Kita berharap dengan makin meluasnya dan banyaknya kerja sama yang kita bangun akan turut memperluas kesempatan tidak hanya pada dosen tetapi juga mahasiswa untuk melakukan kegiatan-kegiatan di bidang akademik dan non akademik,” jelas Dr. Ike Revita, M.Hum., Wakil Dekan I FIB Unand.

Dr. Ike Revita, M.Hum. turut menerangkan bahwa sejauh ini antara FISIP dan FKIP Unib belum ada kerja sama secara formal dengan FIB Unand. Dr. Ike Revita, M.Hum. berharap dengan kunjungan dari kedua fakultas dari Unib ke FIB Unand tersebut akan membawa banyak realisasi atau aksi-aksi nyata berupa kegiatan-kegiatan  produktif baik di ranah pendidikan, pengajaran, penelitian, pengabdian, maupun hal-hal lain seperti seminar, pertukaran mahasiswa, dan pertukaran dosen. “Kunjungan dari kedua fakultas di Universitas Bengkulu ini akan menjadi suatu langkah bagi Fakultas Ilmu Budaya tidak hanya untuk memperluas relasi tetapi juga untuk memberikan kesempatan lebih jauh dan membuka jalan lebih luas bagi dosen dan mahasiswa untuk mengembangkan dirinya.” Tutup Dr. Ike Revita, M.Hum.

Reporter: Fithryah Amirah Karini

FIB – Panggung Puisi merupakan salah satu agenda besar tahunan yang diangkatkan oleh mahasiswa program studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas. Dalam kesempatan kali keduanya pada tahun ini, perhelatan Panggung Puisi yang diadakan pada Sabtu (12/11/22) kemarin mengangkat tema “Bangkit dalam Berkarya” dengan mengusung konsep apresiasi terhadap puisi-puisi salah satu dosen program studi sastra Indonesia, yaitu Dr. Fadlillah, M.Hum. yang berjudul “Lebaran Corona, Kata Mak Jangan Pulang Dulu”.

Kegiatan ini berlangsung dari jam tujuh tiga puluh delapan pagi yang dibuka dengan kata sambutan dari: Ketua Pelaksana Irfan Maulana (Sastra Indonesia 20), Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sastra Indonesia Nuzul Ilmiawan (Sastra Indonesia 19), Pembina HMJ Dr. Zurmailis, M.Hum., serta Ketua Program Studi Sastra Indonesia Dr. Aslinda, M.Hum. Dalam kata sambutannya, ketua pelaksana menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu menyukseskan acara ini. Begitupun dengan ketua HMJ yang menyorot tema Bangkit dalam Berkarya sebagai bentuk perayaan kebangkitan dalam berkarya seorang mahasiswa. Tema ini juga menyita perhatian yang menarik bagi pembina HMJ, Dr. Zurmailis, M.Hum menyebutkan bahwa tema ini merupakan gambaran sebuah kebangkitan mahasiswa setelah selama beberapa tahun belakang ini dilanda pandemi, “Mari kita laksanakan kegiatan ini dengan semangat dan bersama kita rayakan kebangkitan setelah sekian lama kuliah sambil tiduran,” ujarnya. Kegiatan panggung puisi dibuka secara resmi oleh kaprodi sastra Indonesia dengan ucapan syukur dan harapan agar semakinn banyaknya kegiatan lain yang harus dimanfaatkan dan dilakukan oleh mahasiswa sastra Indonesia.

Agenda dilanjutkan dengan diadakannya seminar yang dilanjut dengan diskusi terbuka bersama para pemateri: Dr. Syafril, M.Si., Dr. Fadlillah, M.Hum., Rega Maulana Alfajri, S.Hum., dan Puteri Agustefanni (Sastra Indonesia 20). Dalam penyampaian materinya, ketiga pemateri membahas poin dan hal penting dari kumpulan puisi Dr. Fadlillah, Beliau sendiri lebih mengkhususkan kepada proses kreatif dalam menulis dan menciptakan puisi-puisinya selama berlangsungnya pandemi. Puteri Agustefanni menyinggung mengenai puisi sebagai sebuah karya sastra yang tidak bisa lepas dan terus hadir di tengah-tengah masyarakat. Rega Maulana Alfajri membahas sebuah karya sastra yang merepresentasikan manusia sebagai makhluk sosial, tidak bisa dibatasi dan harus terus bersosialisasi, serta pandemi yang berhasil menghentikan segala bentuk aktivitas manusia. Adapun untuk Dr. Syafril, beliau tertarik dengan penggunaan diksi “neraka” pada puisi-puisi Dr. Fadlillah.

Pada sore hingga malam harinya dengan menampilkan pertunjukkan dramatisasi puisi terhadap puisi-puisi Pak Fadlillah oleh para peserta mahasiswa sastra Indonesia angkatan 2021 yang berjumlahkan 10 kelompok. Masing-masing kelompok membawakan tema dan konsep yang berbeda-beda. Pertunjukkan dibuka dengan kata sambutan Ketua HMJ Nuzul Ilmiawan serta dimeriahkan oleh penampilan Bengkel Seni Tradisional Mahasiswa (BSTM) FIB Unand. Penampilan masing-masing kelompok berjalan lancar dengan penonton yang ramai berkunjung bahkan hingga malam. Agenda kemudian ditutup dengan tadarus puisi oleh para peserta dan dilengkapi oleh sesi foto bersama.

Reporter: Nadiati Husna

Dokumentasi: