06 Oktober 2020

FIB - Senin, 28 September 2020, Dosen Jurusan Sastra Indonesia FIB Unand, Sudarmoko, M.A., menjadi pemateri pertama dalam Diskusi Daring “Regionalitas Sastra: Perkembangan Sastra di Indonesia Timur dan Indonesia Barat” yang diadakan oleh Badan Bahasa Kemendikbud via Zoom. Adapun pemateri kedua yaitu Drs. Yohanes Sehandi, M.Si., dan sebagai  pemandu yaitu Dr. Sastri Sunarti, M.Hum.

05 Oktober 2020

Foto 1: Poster acara

FIB – Jurusan Sastra Indonesia FIB Unand kembali mengadakan kuliah umum via aplikasi Zoom dengan tema “Sastra Anak, Basis Penguatan Karakter Generasi Baru” pada Kamis, 24 September 2020, dengan menghadirkan narasumber Dr. Yenni Hayati, M.Hum., Dosen Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Padang. Acara yang dimoderatori oleh Dr. Zurmailis, M.A. itu secara resmi dibuka oleh Dr. Gusdi Sastra, M. Hum. mewakili Dekan FIB Unand.

Sastra anak seperti yang disampaikan Dr. Yenni Hayati, M.Hum. merupakan karya sastra yang menjadikan anak sebagai pusat penceritaan. Isi kandungan sastra anak sebutnya berupa pengalaman dan pengetahuan anak yang dapat dijangkau dan dipahami oleh anak.

Kemudian Dr. Yenni Hayati, M.Hum. mengungkapkan bahwa dari kecil dia sangat suka baca buku. Lalu dia mulai tertarik meneliti sastra anak karena terinspirasi dari anak pertamanya yang suka membaca sastra anak. “Seberapa mampu buku itu mempengaruhi anak seperti Majalah Bobo,” paparnya.

Dr. Yenni Hayati, M.Hum. memberi contoh seperti  cerita Cinderella itu adalah sastra sensitif dan tidak cocok untuk anak. Mengutip dari Dewan Kesenian Jakarta juga katanya bahwa Novel Di Tanah Lada bukan merupakan sastra anak walaupun novel tersebut bercerita tentang anak. “Sehingga harus pendampingan orangtua karena efeknya berbahaya,” tegasnya.

Foto 2: Peserta kuliah umum di aplikasi Zoom

Selain itu menurutnya sastra anak harus bercerita tentang anak-anak, logika anak-anak, dan cocok untuk anak. “Cerita misterius termasuk karya sastra yang menarik bagi anak. Sebuah karya sastra jika tidak memenuhi kebutuhan anak berarti bukan sastra anak. Seorang anak yang sering membaca sastra anak akan memiliki wawasan yang tidak sama dengan anak lain,” ujarnya.

Berikutnya katanya sebuah sastra anak yang ditulis oleh anak biasanya berasal dari pengalaman atau dari cerita yang pernah dia dengar atau baca, dan kebiasaan membaca adalah untuk menjadi penulis. “Untuk menjadi seorang penulis kita harus rajin membaca. Dari sekian banyak sastra anak, drama anak merupakan yang paling sedikit diminati. Fungsi sastra merangsang imajinasi anak dan memberikan manfaat dalam karakter anak sehingga menguatkan karakter positif pada anak. Juga mempengaruhi opini anak untuk berpendapat, memperkaya kosakata mereka sehingga mempengaruhi kemampuan bahasa dan mampu bercerita sesuai dengan cerita yang mereka baca,” jelasnya.

Dr. Yenni Hayati, M.Hum. selanjutnya menambahkan bahwa sebuah karya sastra yang ditulis oleh anak biasanya lebih natural. “”Cerita yang ditulis lebih masuk ke logika anak-anak karena karya yang ditulis oleh anak sifatnya lebih natural apa adanya. Sedangkan, sastra anak yang ditulis oleh orang dewasa sifatnya lebih mendikte. Lebih banyak perintah sehingga cerita yang ditulis kurang natural. Mari kita tumbuhkan kebiasaan membaca pada anak,” pungkasnya.

Sebelum acara ditutup oleh Ketua Jurusan Sastra Indonesia, Dr. Aslinda, M.Hum., ada sesi tanya jawab dan foto bersama.

Editor: Ayendi, Reporter: Ummul Hafizhah, Admin: Tri Eka Wira

01 Oktober 2020

Foto: Sembilan Dosen Jurusan Sastra Inggris FIB Unand bersama Tim LP3M Unand

FIB - Sejumlah 9 orang dosen Jurusan Sastra Inggris FIB Unand berkontribusi pada pelaksanaan penilaian akreditasi internasional secara virtual oleh Tim Asesor Asean  University Network  Quality Assurance (AUN-QA) terhadap empat prodi di Universitas Andalas, yaitu Prodi Fisika, Prodi Ilmu Ekonomi, Prodi Farmasi, dan Prodi Manajemen pada 7 s.d. 11 September 2020 yang bertempat di Convention Hall Unand.

Dari 9 orang dosen tersebut, 8 orang bertugas sebagai interpreter, yaitu Dra. Diah Tyahaya Iman, M.Litt., Ph.D., Gindho Rizano, M.Hum., Rika Handayani, M.AAPD., M.A., Edria Sandika, M.Hum., Donny Eros, M.A., Ayumi, M.Hum., Novalinda, M.Hum., dan Ayendi, M.Pd., M.Hum., dan 1 orang sebagai panitia dari LP3M Unand yang bertugas sebagai Kepala Pusat Sistem Penjaminan Mutu Internal, yakni Dr. Ike Revita, M.Hum.

Tim Assesor AUN-QA berasal dari berbagai negara, yakni Malaysia, Vietnam, Filipina, dan Thailand yang bergabung  dalam Asean  University Network  Quality Assurance ( AUN-QA)  melakukan penilaian secara virtual  terhadap empat prodi di Universitas Andalas agar Unand  meraih akreditasi sebagai  universitas berstandar  internasional.

Asean  University Network  Quality Assurance (AUN-QA) merupakan sebuah organisasi ASEAN yang didirikan pada tahun 1995 yang bertujuan melaksanakan kerjasama pendidikan  dalam membentuk suatu integrasi regional untuk mencapai standar pendidikan global. AUN-QA adalah salah satu bentuk kegiatan yang bertujuan mengukur kapasitas dan standar program pendidikan dari universitas- universitas yang menjadi anggota ASEAN.

Sebagai Kepala Pusat Sistem Penjaminan Mutu Internal LP3M Unand, Dr Ike Revita, M.Hum. menyebutkan  empat program  studi  yang  berdasarkan  hasil penelusuran  dan rekam jejaknya telah terakreditasi A atau unggul. Sebelum  diusulkan prodi tersebut menuruti  tahapan  yang dilakukan sepert  menyusun  kurikulum sesuai persyaratan. Adapun penilaian asesor sebutnya meliputi administrasi, sarana prasarana pembelajaran, hingga penilaan terhadap dosen, alumni, karyawan, dan mahasiswa.

“Penilaian akhir nantinya berupa sertifikat AUN-QA untuk level program studi. Sertifikasi ini diperoleh dengan mengajukan prodi yang mampu ke AUN-QA.  kemudian setiap prodi mempersiapkan segala unsur  yang akan dinilai. Ada 11 kriteria  yang harus diperhatikan  dan harus dipenuhi yaitu: capain pembelajaran, spesifikasi program, stuktur dan isi program, metode belajar-mengajar, penilaian mahasiswa,  kualitas staf akademik, kualitas tenaga pendidik, fasilitas dan infrastruktur, peningkatan kualitas, dan luaran. Sertifikat yang diperoleh berlaku selama empat tahun, setelah itu prodi- prodi ideal harus melakukan penilain kembali untuk mendapatkan sertifikasi. Sertifikasi AUN-QA menambah keuntungan bagi lulusan prodi tersebut untuk mencari kerja di kawasan Asia Tenggara,” papar Dr. Ike Revita, M.Hum.

Sebenarnya ungkap Dr. Ike Revita, M.Hum., Unand merencanakan divisitasi secara tatap muka pada 3 Maret 2020 lalu, namun terhalang karena pandemi Covid- 19, sehingga ditunda menjadi 7 sampai 11 September tahun ini. “Kegiatan berlangsung secara matang dan tidak memilki kendala berarti karena  panitia telah melakukan gladi bersih sebanyak lima kali untuk mengoptimal kegiatan ini,” ujarnya.

Kemudian dia menyampaikan Unand memilki komitmen yang kuat untuk meningkatkan  kualitas untuk menjadi universitas berstandar internasional. Salah satu komitmennya ialah dengan meningkatkan jumlah program studi dengan pengakuan dan standar internasional, yaitu dengan memiliki program studi  yang terakreditasi oleh lembaga internasional, antara lain adalah AUN-QA.

Sementara itu ungkapnya Rektor Universitas Andalas beserta jajaran menyambut baik akan dilaksanakan kegiatan tersebut yang sejalan dengan kesiapan Unand untuk mempercepat proses standardisasi kualitas Sumber Daya Manusia di tingkat ASEAN dan persyaratan Unand menuju Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum. Akreditasi internasional kutipnya dianggap penting karena menunjukkan kualitas SDM universitas, menjawab ekspektasi pasar kerja, internasionalisasi profesi dan globalisasi pasar kerja yang bermanfaat bagi student exchangedan kolaborasi internasional.

Dr. Ike Revita, M.Hum. berharap akan  banyak prodi- prodi lain di universitas Andalas  yang memilki akreditasi  internasional sehingga akan meningkatkan daya saing perguruan tinggi di lingkup negara ASEAN. Selain itu tambahnya hal itu menumbuhkan kepercayaan masyarakat  terhadap kemampuan Unand dalam meningkatkan daya saing alumni memasuki dunia kerja dan  mendapatkan kesetaraan  dengan prodi yang serupa  di universitas–universitas  yang ada di luar negeri khususnya ASEAN.

Editor: Ayendi, Admin: Tri Eka Wira, Liputan a.n. Yetri Ermi Yenti