""
28 Juli 2022

FIB – Rabu, 20 Juli 2022, Dinas Sejarah Angkatan Darat melakukan kunjungan ke FIB dalam rangka pengumpulan data penulisan buku sejarah peristiwa operasi penumpasan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI). Acara ini diselenggarakan di ruang sidang FIB dan dihadiri langsung oleh perwakilan dari jurusan sejarah dari STKIP Payakumbuh, Universitas PGRI Sumatera Barat, dan FIB Unand. Adapun Kolonel Caj. Dra. Siti Kholifah, M.M., dan Letkol Caj. Drs. Jeni Akmal berkesempatan menjadi pemateri dalam acara ini.

“Hari ini adalah hari yang berbahagia untuk Kita semua dimana dengan kedatangan rombongan dari Disjarah dalam topik acara ini, Saya kira sangat menarik untuk Kita diskusikan. Kita dan kawan-kawan di prodi sejarah Universitas Andalas ada yang menghasilkan beberapa karya. Ada yang menghasilkan buku, artikel, dan tulisan lainnya. Beberapa dosen di prodi sejarah Universitas Andalas juga menghasilkan karya-karya yang berkaitan dengan persoalan-persoalan PRRI dari sudut pandang yang beragam. Saya kira titik temunya bisa Kita peroleh melalui diskusi lanjutan nantinya. Kami berharap acara diskusi antara akademisi dengan kawan-kawan dari pihak Disjarah Angkatan Darat ini sering Kita laksanakan ke depannya,” jelas Prof. Herwandi, M.Hum. dalam kata sambutannya.

Kolonel Caj. Dra. Siti Kholifah, M.M. berkesempatan untuk memperkenalkan Dinas Sejarah Angkatan Darat dalam presentasinya. Dalam presentasinya, ia memaparkan tugas-tugas dari Disjarah Angkatan Darat diantaranya adalah mengelolah dokumen militer. Ia menambahkan bahwasanya Disjarah Angkatan Darat sudah mempunyai hampir 50.000 dokumen militer saat ini. Adapun tugas yang kedua adalah melakukan penulisan sejarah yang terbagi ke dalam tiga jenis yaitu penulisan sejarah biografi, penulisan sejarah peristiwa, dan penulisan sejarah satuan. Selain itu, Kolonel Caj. Dra. Siti Kholifah turut menyampaikan bahwasanya juga terdapat perpustakaan di Disjarah Angkatan Darat yang diisi oleh buku-buku dari berbagai bahasa seperti bahasa Belanda, bahasa Perancis, bahasa Jerman, dan bahasa Inggris.

“Selain dokumen, Kami juga mempunyai museum dan monumen. Disjarah Angkatan Darat mempunyai lima museum yang terdapat di berbagai daerah seperti Museum Pusat Angkatan Darat di Yogyakarta, Museum Sasmita Loka Jenderal TNI Sudirman di Yogkakarta, Museum PETA di Bogor, kemudian di Jakarta ada dua museum yaitu Museum Sasmita Loka Jenderal Ahmad Yani dan Museum A.H. Nasution,” tambah Kolonel Caj. Dra. Siti Kholifah, M.M. dalam presentasinya.

Acara selanjutnya adalah diskusi tentang pengumpulan data penulisan buku sejarah peristiwa operasi penumpasan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) yang dimoderatori langsung oleh Ketua Jurusan Ilmu Sejarah, Dr. Zulqaiyyim, M.Hum.. Dalam acara inti diskusi ini, Dr. Zulqaiyyim, M.Hum. memberikan kesempatan kepada Letkol Caj. Drs. Jeni Akmal yang juga merupakan alumni Ilmu Sejarah Unand untuk menyampaikan gagasannya terkait rencana penulisan buku sejarah tentang PRRI.

Letkol Caj. Drs. Jeni Akmal dalam pemaparannya menyampaikan bahwasanya sejarah militer sejatinya memiliki banyak angle (sudut pandang) dan hal ini sangat dibutuhkan agar tidak terjadi bias. Selain itu, ia juga menyampaikan bahwasanya metodologi temporal, metodologi parsial, dan metodologi konsepsional yang ia pelajari saat menimba ilmu di bangku perkuliahan sangat berguna untuk keperluan penulisan sejarah. Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa alasan mengangkat peristiwa PRRI untuk penulisan buku sejarah adalah untuk menggali lebih dalam dan juga mengambil nilai atau inti sari yang terkandung di dalam peristiwa sejarah tersebut sehingga dapat diambil hikmah dan teladannya untuk menjaga kedaulatan Republik Indonesia.

Setelah pemaparan dari Letkol Caj. Drs. Jeni Akmal, acara ini dilanjutkan dengan sesi bertukar pikiran antara para hadirin dengan pihak Dinas Sejarah Angkatan Darat. Diskusi ini berlangsung dengan intens dimana terdapat banyak hadirin yang menyampaikan informasi tentang PRRI dari sumber-sumber yang mereka dapatkan baik melalui sumber tulisan maupun sumber lisan. Hadirin-hadirin yang turut membagikan informasi terkait PRRI tersebut berasal dari berbagai instansi di antaranya adalah adalah Syamdani dari Dinas Pendidikan Kota Padang,  Fikrul Hanif Sufyan, S.S., M.Hum. yang merupakan alumni Ilmu Sejarah Unand, Amiruddin yang merupakan pensiunan angkatan darat sekaligus alumni Ilmu Sejarah Unand, dan Meri Erawati dari Universitas PGRI Sumatera Barat. Selain itu, para dosen Ilmu Sejarah Unand juga turut membagikan pengalamannya dalam melakukan penelitian terkait peristiwa PRRI di antaranya Drs. Armansyah, M.Hum., Prof. Dr. Phil. Gusti Asnan, dan Dr. Nopriyasman, M.Hum.. Informasi-informasi tersebut dinilai sangat berguna untuk proses penulisan buku sejarah tentang operasi penumpasan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI).

 

Dokumentasi lainnya:

Penyerahan Plakat dari Dekan FIB Unand yang didampingi oleh Ketua Jurusan Ilmu Sejarah Unand kepada Kolonel Caj. Dra. Siti Kholifah, M.M.