""
20 September 2021

 

Foto: Pimpinan yang berwenang bersama Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc.

FIB – International Seminar on Linguistics (ISoL) kembali diadakan tahun ini dengan mengundang berbagai narasumber dari berbagai negara. Seminar linguistik ini diadakan pada Kamis, 16 September 2021 pukul 08.30 WIB hingga selesai dengan sesi pembukaan serta disusul tiga sesi berikutnya. ISoL merupakan agenda yang diangkat oleh Program Pascasarjana Linguistik Unand yang berkolaborasi dengan Program Linguistics Society of Indonesia atau Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI) chapter Universitas Andalas dan UIN Imam Bonjol Padang. Agenda yang diangkat sekali dua tahun ini jatuh pada tahun kelima di 2021 ini.

Unsur pimpinan yang berwenang yang turut menghadiri acara seminar ini yaitu Wakil Rektor I Universitas Andalas – Prof. Dr. Mansyurdin.; Dekan FIB Unand – Prof. Dr. Herwandi, M. Hum.; Kepala Bidang Indonesian Linguistics Society – Dr. Luh Anik Mayani, M.Hum.; Ketua Prodi S-2 Linguistik – Prof. Dr. Oktavianus, M. Hum., Ketua Indonesian Linguistics Society chapter Unand – Dr. Ike Revita, M. Hum., serta Rektor Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang – Prof. Dr. Martin Kustati, M.Pd.

Narasumber yang diundang sangat beragam seperti dari kalangan akademisi di bidang linguistik, politisi hingga budayawan. Adapun pembicara utamanya adalah Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc., selaku politikus Indonesia. Pembicara lainnya yang diundang adalah Dr. Balazs Huszka (Universiti Brunei Darussalam), Dr. Amir Kalan (McGill University Canada), Josh Luis Prada, Ph.D. (IUPUI USA), Prof. Solahudin Kim Sung Soo (Dong Eui University of Korea), Dr Syofyan Hadi, M.A. (UIN Imam Bonjol Padang, Indonesia), Myo Oo, Ph.D. (Visiting Professor Korean Institute for ASEAN Studies Busan University of Foreign Studies), Dr. Ike Revita, M. Hum (Universitas Andalas, Indonesia), dan Dr. Rohaidah Haron (Universiti of Malaya, Malaysia).

Pembukaan acara ISOL dibawakan langsung oleh Wakil Dekan I FIB, Dr. Ike Revita, M. Hum. dan dilanjutkan dengan moderator oleh panitia. Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian kata sambutan pertama oleh Novalinda, S.S., M.Hum., selaku Ketua Panitia IS0L-5. Dia memberikan apresiasi kepada panitia yang telah mengadakan seminar ini meski terhalang pandemi dan harus online melalui room zoom virtual. Dia juga berharap agar peserta mendapat manfaat dari aktifitas ini.

Sambutan dilanjutkan oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Prof. Dr. Herwandi, M. Hum. Dia menyebutkan bahwa seminar ini diadakan dengan ruang sekaligus waktu yang berbeda karena beberapa tamu yang hadir datang dengan waktu yang berbeda dengan Indonesia. Dia sangat bangga seminar ini masih bisa terlaksana walau sedang berada di tengah wabah pandemi covid-19. Dia menyampaikan bahwa ini merupakan seminar internasional linguistik pertama yang diadakan ketika dalam kepemimpinan dia sebagai dekan yang diangkat bulan September tahun ini. “Saya juga berharap seminar ini memberikan kontribusi yang signifikan pada akademik, FIB, dan Unand,” ujarnya.

Giliran memberikan kata sambutan berikutnya oleh Rektor UIN IB Padang, Dr. Martin Kustati, M.Pd. Dia sangat bangga karena ini merupakan persembahan pertama dari kolaborasi dengan Mutual Of Understanding (MOU) antara MLI Unand dalam Program Pascasarjana Linguistik dengan UIN IB Padang. “Ini merupakan salah satu kolaborasi kita dengan Unand yang telah diselenggarakan tahun ini. Saya berharap mendapatkan suatu kebaikan dalam seminar ini. Aktifitasnya yang bermanfaat bagi para peserta yang hadir. Saya juga menginginkan aktivitas ini bisa dilakukan secara offline nantinya. Kita menghadapi tantangan dalam menghadapi pengaruh covid-19, semua sektor terhambat dan terhalang, termasuk seminar ini yang dilaksanakan daring. Biasanya kita offline. Ini merupakan pembahasan yang penting untuk didiskusikan.”

Terakhir, acara kemudian dibuka oleh Dr. Mansyurdin selaku Wakil Rektor I Unand secara resmi. Dia berterima kasih kepada peserta, steering committee yang mengadakan seminar, dan pihak terkait. “Forum ini diadakan dengan mengundang berbagai budayawan dan studi linguistik. Semoga bisa meningkatkan kualitas riset and publikasi kita,” paparnya.

Sesi selanjnutnya adalah materi yang disampaikan oleh keynote speaker Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc. yang dipandu langsung oleh Prof. Dr. Oktavianus, M. Hum. Dia menjelaskan bahwa bagaimana urgensinya penggunaan dan penguasaan bahasa di tengah pandemik, khusus di bidang politik. Di mana bahasa mempunyai kekuatan besar dalam hal menyampaikan informasi melalui media. Dia menyampaikan bagaimana hubungan bahasa dan linguistik terhadap hal itu. Dia menyinggung asal usul historis Sumpah Pemuda masyarakat Indonesia yang mengakui bahwa bahasa Indonesia merupakan bahasa pemersatu bangsa. Dia menjelaskan bagaimana dahulunya perkembangan bahasa Indonesia ketika masih di bawah jajahan Jepang hingga Belanda, bagaimana masyarakat Indonesia mempertahankan bahasa kesatuannya di bawah jajahan negara asing.

“Bahasa bukan hanya sebagai kekuatan dalam berpolitik, bahasa juga mempunyai kekuatannya sendiri. Bahasa bagi manusiaa adalah untuk berkomuniksi, selalu ada dalam tiap proses pertumbuhan manusia, dan kita tidak bisa dipisahkan oleh hal itu,” pungkasnya.

 Fadli Zon mengakui dia bukan ahli dalam linguistik, namun dia memastikan bahwa bahasa memiliki kekuatan yang luar biasa untuk dipertahankan zaman sekarang.

Reporter: Nadiati Husna, Editor: Ayendi, Admin: Tri Eka Wira

15 September 2021

 

(Flyer ISoL-5 tahun 2021)

FIB –Program Studi Magister Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (Prodi Magister Linguistik FIB Unand) bekerja sama dengan Masyarakat Linguistik Indonesia Komisariat Universitas Andalas (MLI Unand) menggelar seminar internasional bidang linguistik yang dijadwalkan pada Kamis, 16 September 2021 mendatang. Agenda rutin setiap dua tahun ini terhitung sudah memasuki kali ke-5 sehingga dikenal dengan nama International Seminar on Linguistics 5 (ISoL-5).

Adapun gelaran seminar nantinya akan menghadirkan pembicara mancananegara dengan pembicara utama Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc. selaku politikus Indonesia. Turut hadir pembicara lainnya, Dr. Luh Anik Mayani, M.Hum. selaku Ketua MLI Pusat; Dr. Balazs Huszka dari Universiti Brunei Darussalam; Dr. Amir Kalan dari McGill University–Canada; Josh Lius Prada, Ph.D. dari IUPUI, United State of America; Prof. Solahudin Kim Sung Soo dari Dong–Eui University–Korea; Dr. Syofyan Hadi, M.A. dari UIN Imam Bonjol Padang–Indonesia; Myo Oo, Ph.D. selaku visiting professor Korean Institute for ASEAN Studies Busan University of Foreign Studies; Dr. Ike Revita, M.Hum. dari Universitas Andalas–Indonesia; dan Dr. Rohaidah Haron dari Universiti Malaya–Malaysia.

Ketua MLI Komisariat Universitas Andalas, Dr. Ike Revita, M.Hum., menjelaskan seminar seputar linguistik ini berfokus terhadap pembahasan linguistik mikro dan linguistik makro. Linguistik mikro atau disebut juga sebagai mikrolinguistik adalah kajian bidang ilmu linguistik yang konsentrasi kajiannya mengarah pada bagian internal bahasa, sedangkan linguistik makro atau disebut juga sebagai makrolinguistik adalah kajian bidang ilmu linguistik yang konsentrasi kajiannya mengarah pada hubungan bahasa dalam tataran yang lebih luas. Kajian linguistik makro memanfaatkan disiplin ilmu lain untuk menganalisis fenomena bahasa secara keseluruhan.

“Adanya seminar internasional linguistik ini diharapkan dapat memberi tambahan pengetahuan terkait kasus kebahasaan dari negara masing-masing pembicara. Perkembangan teknologi dan informasi yang cenderung cepat pada masa sekarang tentu akan memengaruhi juga dinamika bahasa di negara bersangkutan,” tuturnya.

“Melalui pembahasan yang dipaparkan akan diketahui luasnya cakupan kajian linguistik. Setiap pihak bisa mengetahui aspek-aspek apa saja yang perlu diperhatikan terkait penggunaan bahasa dalam setiap lini kehidupan” tambahnya melanjutkan.

Terkait persiapan yang dilakukan, Ketua Pelaksana ISoL-5, Novalinda, S.S., M.Hum., menyatakan segala keperluan terkait seminar sudah hampir rampung. Seluruh pemakalah sudah mengirimkan artikel ilmiah berdasarkan delapan subtema yang disediakan. Ke delapan subtema tersebut antara lain National Unity and National Language; Language and Power; Language and Politic; Language and Media; Language and Law; Language and Culture; Language Forensic; dan Micro Linguistic.

“Sudah ada puluhan artikel yang masuk dan diterima oleh panitia pelaksana. Seluruhnya sudah ditinjau oleh tim reviewer untuk nanti dicetak dalam prosiding ISBN. Artikel terpilih akan dipublikasikan di jurnal Sinta 5”, ungkapnya.

Terakhir, Ketua Pelaksana ISoL-5 menyampaikan bahwa agenda berlangsung selama satu hari secara daring melalui rapat Zoom dan siaran langsung YouTube pukul 08.30 s.d. 17.30 WIB. Peserta yang mengikuti agenda sepenuh waktu (dibuktikan dengan pengisian formulir presensi) akan menerima sertifikat elektronik dari panitia.

 

Reporter: Sabrina Fadilah Az-Zahra

14 September 2021

FIB – Duka mendalam kembali dirasakan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas karena kehilangan salah seorang dosen terbaiknya yang merupakan satu-satunya ahli Neorolinguistik di Unand. Dr. Gusdi Sastra, M.Hum. tutup usia pada Minggu, 12 September 2021 pukul 13.45 WIB di Rumah Sakit Umum Pusat M. Djamil, Padang setelah berjuang melawan penyakit paru-paru yang dideritanya. Beliau dimakamkan di Kompleks Pemakaman Universitas Andalas, Kapala Koto, Pauh, pada 13 September 2021 pagi hari.

Fakultas Ilmu Budaya Unand melakukan prosesi melepas kepergian almarhum Dr. Gusdi Sastra, M.Hum. di Masjid Nurul Ilmi, Kampus Unand, Limau Manih Padang pukul 07.00 WIB. Prosesi penghormatan terakhir bagi segenap sivitas akademika Unand ini juga diikuti secara virtual melalui platform Zoom Meeting oleh ratusan orang, mengingat kehadiran secara langsung mesti dibatasi untuk menghindari kerumunan.

Tercatat, lebih dari 300 orang dari berbagai institusi di seluruh Indonesia yang turut menghadiri prosesi pelepasan kepergian almarhum Dr. Gusdi Sastra, M.Hum secara daring.

Rektor Universitas Andalas, Prof. Dr. Yuliandri, M.H., mewakili sivitas Universitas Andalas menyampaikan ucapan bela sungkawanya atas kepergian almarhum Dr. Gusdi Sastra, M.Hum.

“Innalillahi wa innailaihi roji’un. Keluarga besar sivitas Universitas Andalas mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas kepergian rekan sejawat kita, almarhum Dr. Gusdi Sastra, M.Hum. Unand betul-betul berduka dengan kepergian almarhum. Marilah kita sama-sama mendoakan untuk almarhum agar dimudahkan jalannya menuju Yang Mahakuasa,” ucap Prof. Dr. Yuliandri, M.H.

Dr. Sulastri, M.Hum., selaku rekan kerja sesama dosen Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Unand, pada Zoom Meeting tersebut menambahkan, “Sejarah mencatat prosesi pemakaman saudara kita bersamaan dengan Lustrum Unand ke-65. Luar biasa. Semoga ini menjadi pertanda baik bagi kepergian almarhum dan Allah membuka pintu surga untuk sobat kita ini. Aamiin. Alfatihah.”

Prof. Dr. Sumayarti Syukur, M.Sc., salah seorang guru besar dari FMIPA Unand mengenang, “Saya bersama beliau di Humberg Jerman, beliau sudah terlebih dahulu di sana. Beliaulah yang banyak membantu saya, orang baru di negeri orang. Pak Gusdi sangat humble orangnya, tenang, dan penuh kesabaran.”

Kehilangan tidak hanya dirasakan oleh kalangan dosen, para mahasiswa pun turut merasakan kesedihan dengan kepergian beliau. Salah seorangnya, Rizki Junando Sandi (Nando), koordinator divisi Protokoler Humas FIB Unand. Ia memandang almarhum Dr. Gusdi Sastra, M.Hum. sebagai sosok yang sangat gigih dan bersahaja dalam meraih pendidikan yang tinggi dan menambah pengalaman sebanyak mungkin.

“Semua orang bisa bersaksi bahwa beliau adalah sosok yang sangat bersahaja, sosok yang sangat lembut. Bahkan, beliau tidak pernah sama sekali berkata dengan intonasi yang sangat tinggi karena memang beliau merupakan sosok yang sangat paham dengan psikolinguistik dan neurolinguistik dari seseorang. Ketika kita berkomunikasi dengan beliau, rasanya adem sekali dan beliau memang sangat menginspirasi. Untuk tingkat kegigihan dan kesahajaannya, mungkin hanya ada satu atau dua orang di dunia ini yang masih memilikinya,” kenang Nando.

Nando juga membagikan memori berharganya bersama Dr. Gusdi Sastra, M.Hum. ketika ia melakukan kunjungan ke laboratorium linguistik.

Sambil meniru ucapan almarhum, Nando berkata, “Nando, ini laboratorium linguistik punya Bapak. Bapak yang membesarkannya dari Bapak masih menjadi dosen biasa hingga saat ini. Tidak ada orang yang merawat ini kecuali mahasiswa-mahasiswa lama. Nando bisa sering-sering datang ke laboratorium linguistik Bapak dan buku-buku ini bisa dipinjam oleh Nando.”

Almarhum Dr. Gusdi Sastra, M.Hum. sangat mendukung Nando untuk menjadi seorang dosen yang dapat menggantikan dirinya nantinya. Nando menambahkan bahwa dia akan sangat merindukan sosok Dr. Gusdi Sastra, M.Hum. yang sangat mengayomi, membimbing mahasiswanya, dan juga menanyakan kabar mahasiswanya secara intens.

 

Dr. Gusdi Sastra, M.Hum. memang dikenal sebagai sosok pekerja keras, suka membantu sesama, dan memiliki wawasan yang luas. Ia juga dikenal dengan kecintaannya terhadap ilmu Neurolinguistik, terlebih pada penelitian tentang bahasa dan hubungannya dengan disabilitas.

Tercatat, Dr. Gusdi Sastra, M.Hum. merupakan doktor pertama di Indonesia bidang ilmu Neurolinguistik (bahasa dan otak). Ia meraih gelar doktornya dari Universitas Putra Malaysia pada tahun 2005.

Semasa hidupnya, Dr. Gusdi Sastra, M.Hum. telah memberikan jasa yang besar di bidang keilmuan tersebut dan dibuktikan dengan buku-buku ilmiahnya, seperti buku Neurologi Bahasa, buku Neurolinguistik Suatu Pengantar, dan buku Bahasa dan Strok. Ia juga turut aktif mempublikasikan beberapa jurnal hasil kerja sama dengan rekan-rekannya yang turut menekuni ilmu yang sama, seperti jurnal The Role of Neurolinguistics for Language and Speech Disorders, jurnal Penerapan Model Terapi Linguistik untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara Penderita Disatria, jurnal Women’s Speech in a State of Anger: a Neuropragmatic study, dan jurnal Language Competence of Student Toward Right Hemispher Brain Function: a Neuropragmatic Study.

Pada tahun 2009, Dr. Gusdi Sastra, M.Hum. juga pernah berkesempatan mengikuti program Postdoctoral Hamburg University selama satu tahun untuk meneliti tentang terapi wicara.

Dr. Gusdi Sastra, M.Hum. turut berkontribusi dalam mengembangkan jurnal ilmiah di FIB Unand, ia dipercaya sebagai chief editor Jurnal Arbitrer Sinta – 2 FIB Unand. Ia juga mempublikasikan beberapa artikel ilmiahnya di jurnal tersebut. Selain itu, ia juga tercatat melakukan beberapa kali penelitian dan pengabdian masyarakat di bidang keilmuannya (persoalan bahasa). Ia juga pernah menjabat sebagai ketua organisasi Masyarakat Linguistik Indonesia, dan sebagai wakil dekan I FIB Unand.

Ia juga tercatat sebagai peneliti berprestasi bidang ilmu Sosial tingkat Unand tahun 2007. Pada tahun 2006, Dr. Gusdi Sastra, M.Hum. tercatat sebagai dosen berprestasi tingkat FIB dan dosen berprestasi harapan 1 tingkat Universitas Andalas, mewakili bidang ilmu Sosial Humaniora.

Selain fokus di bidang linguistik, Dr. Gusdi Sastra, M.Hum. juga mengembangkan keterampilan menulis kreatifnya seperti menulis cerpen, esai, memoar, dan kumpulan puisi. Adapun karya-karya kreatifnya, seperti puisi “Tentangmu FIB”, buku Dari Medan ke Jerman: Memoar Seorang Lelaki, buku yang berisi kumpulan cerpen  berjudul Wajah-wajah di Bingkai Jendela, buku berjudul Hamburg dalam Kenangan, dan lainnya.

Selain menulis puisi, almarhum juga sering membacakan puisi ciptaannya di berbagai momen. Berikut puisi yang diciptakannya dua menit sebelum tampil untuk membacakannya pada acara Perayaan 82 Tahun Rusli Marzuki Saria, “Andai waktu bisa dibalik, akan ku pacu cepat ke pangkal, lalu berputar mengiringi dendang yang kau pinta, menahan suara serak tak berirama, lalu memantulkan silau beda parewa yang kau cipta. Andai umur bisa kubalik, entahlah Papa, salahku karena tak patuh padamu. Kini kutitip sesal memilu untukmu, jika kelak aku yang dahulu,” dikutip dari laman berita fib.unand.ac.id yang diunggah pada 7 Maret 2018.

Meski raganya telah tiada, jasa-jasanya akan terus dikenang dan dibanggakan oleh masyarakat Universitas Andalas, khususnya Fakultas Ilmu Budaya.

 

Reporter: Fithryah Amirah Karini, Editor: Lusi Andriani, Admin: Tri Eka Wira

09 September 2021

 

FIB – Dua Reporter Humas FIB Unand, Defika Irma Suryani dan Irma Suryani meraih kelulusan dengan predikat cumlaude pada wisuda periode III yang diselanggarakan pada 14 Agustus 2021 melalui aplikasi Zoom. Keduanya sama-sama berasal dari Jurusan Sastra Inggris FIB Unand.

Defika dan Irma merupakan anggota aktif Reporter Humas FIB Unand sejak tahun 2018. Keduanya sama-sama menorehkan prestasi dengan mendapatkan penghargaan sebagai reporter terbaik tahun 2019/2020.

“Keduanya cukup aktif di divisi reporter Humas FIB Unand. Mereka mau belajar untuk selalu meningkatkan kemampuan menulisnya. Mereka sudah banyak meliput dan menulis berita tentang kegiatan FIB, mewawancarai pimpinan FIB juga. Mereka mau diajak terlibat dalam penelitian dosen untuk wawancara di lapangan, namun itu tak menganggu aktivitas kuliahnya,” jelas Ayendi, S.S., M.Pd., M.Hum., Pembina Reporter Humas FIB Unand.

Ayendi, S.S., M.Pd., M.Hum. berharap keduanya kelak bisa memiliki karier yang bagus dan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau bekerja di dunia jurnalistik maupun di bidang keilmuan yang digelutinya. Ayendi yakin mereka bisa memiliki karier yang bagus karena melihat keduanya yang tekun dan bekerja keras.

 

Selain menerbitkan karya di website FIB Unand, Defika juga pernah menerbitkan beberapa karya di media lain, seperti puisi-puisinya yang diterbitkan di Harian Haluan, Babel Pos, Medan Pos dan sebuah artikel yang terbit di padangkita.com.

Sementara itu, Irma pernah berpartisipasi dalam penulisan cerita pendek dengan judul cerita pendeknya “Sebening Hati Ibu” dan dipublikasikan menjadi buku yang berjudul Resonansi Kehidupan. Buku itu diterbitkan oleh Haura Publishing pada tahun 2020.

Ketika ditanya mengenai perasaan setelah menerima predikat tersebut, Defika menjawab, “Saya merasa bahagia karena telah berkesempatan membahagiakan orang tua melalui nilai kelulusan yang cukup memuaskan.”

Sementara itu, Irma menjawab, “Alhamdulillah, tentu saja saya bersyukur karena akhirnya bisa mendapatkan predikat cumlaude dan juga mengingatkan diri sendiri untuk berbesar hati. Karena menurut saya, predikat tersebut akan menjadi tanggung jawab yang besar ke depannya. Saya harus terus berbenah diri dan tidak boleh cepat puas.”

Defika dan Irma sama-sama membagikan kiat-kiat yang mereka lakukan untuk mendapatkan predikat cumlaude. Defika menyatakan bahwa memasang target selama kuliah dan menikmati masa perkuliahan ialah caranya untuk menuntun diri agar mendapatkan kelulusan dengan predikat cumlaude.

Lain lagi dengan Irma, ia berpendapat bahwa memperoleh predikat cumlaude membutuhkan kedispilinan diri dan persiapan rencana untuk ke depannya. Ia menuturkan bahwa kebetulan Jurusan Sastra Inggris menyediakan file rencana studi yang membantunya untuk mengatur SKS dan memantau perkembangan nilai perkuliahannya agar tak mengalami pengulangan.

Umumnya, untuk meraih predikat cumlaude diperlukan beberapa syarat, antara lain lulus tepat waktu atau lulus kurang lebih 3,5—4 tahun, nilai yang didapatkan tidak boleh menyentuh huruf D, namun terdapat toleransi untuk nilai B- dan C, IPK yang didapatkan minimal 3,50.

Defika sendiri lulus dengan IPK 3,78 dengan masa perkuliahan empat tahun dan Irma lulus dengan IPK 3,71 dengan masa perkuliahan yang sama.

Di balik prestasi kelulusan Defika dan Irma, tentu saja menemui beberapa kesulitan. Defika harus menghadapi kesulitan dalam mengatur waktu karena selain fokus terhadap target kelulusannya, ia juga mengejar target lainnya selama perkuliahan yang bahkan sampai ia lulus masih ada yang belum tercapai. Sementara Irma, mengalami kesulitan yang umum dirasakan oleh mahasiswa di masa pandemi ini, yakni kesulitan mengikuti perkuliahan atau bimbingan secara daring akibat akses internet yang terkadang mengalami gangguan.

Defika kemudian mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada orang-orang yang telah membantu dan mendorongnya agar terus berkarya serta seorang teman yang berdedikasi dalam penulisan puisi dan juga editor Humas FIB untuk penulisan artikel.

Defika dan Irma berpesan kepada mahasiswa yang masih menjalani masa perkuliahan saat ini agar tetap semangat kuliah meskipun berhadapan dengan pandemi, pantang menyerah, sesekali menyegarkan pikiran bersama orang-orang terdekat, apresiasi diri dengan mendapatkan nilai terbaik, merancang target untuk lulus tepat waktu dan selalu mengingat orang tua.

 

Reporter: Fiora Trisyawalika Agvieni

pornstar xxx tube
Huge Tittyfucking Creampie
moviesporno.biz double anal sex
porn video categories
adult porn videos
asian porn movies
briggi adventure in morocco Fucked In My Maid Outfit
xxx porn tube
hot porn tube
xxxteenhub.info
sextresss.xyz free porn video xvideosporn.club xssn.net hdxxxporn.club asianpornxxx.info
hotporntub.info freeporntix.info hubpornindian.info hotmomsteen.xyz nesaporns.xyz
xhaloporn.com xpornfly.com sexporndays.com
realpornfilms.com
sexmaxfree.xyz duvporno.org
toutpornxxx.org adultpornmovie.ws
hpornvideo.com xpornrelax.com
pornshares.co
xxxmobilporn.mobi
freepornvideosite.info sexporntubexxx.org freexxxvideosporn.net akü takviye yol yardım
http://nesaporns.xyz
pornags.com pornkro.com pornaph.com hotwatchporn.com pornaindian.com
realpornhero.com pornindianx.net repornx.com watchporntubex.com fuckpornwatch.com enwatchporn.com
adult porn movie
indian porn
xvideos
xhamster
the best porno site
xnxx
chudai indian sex
xxx bf video
free xxx videos porn
xvideos
chudai porn

free xxx watch

xxx bf video

xxx porn

xxx sex
xnxx.com
xhamster

pornhub

porn watch
xvideos.com
chudai indian sex
xhamster

xnxx

xvideos

xxx xnxx

sunny leone hottest sex videos xvideos

animal sex xxx porn tube
xvideos xvideos2.com