27 Juli 2020

Foto 1: Foto bersama Dekan FIB Unand dengan Walikota Pariaman beserta jajarannya

FIB - Lounching atas pemberlakuan kebijakan pembelajaran muatan lokal Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Minangkabau diselenggarakan pada Kamis, 16 Juli 2020 oleh Walikota Pariaman, Dr. Genius Umar di Aula Kantor Walikota Pariaman di Pariaman. Lounching tersebut ditandai dengan penyerahan Dokumen Standar Isi Mata Pelajaran dari Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Dr. Hasanuddin, M.Si., kepada Walikota Pariaman.

Pada kegiatan lounching tersebut di samping Walikota Pariaman dan Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, juga turut hadir Ketua DPRD, Ketua LKAAM, Kepala SKPD, Komite Pendidikan, Pengawas Sekolah, Kepala Sekolah, Guru, dan mantan Guru Budaya Alam Minangkabau (BAM) tingkat SLTP.

Para mantan guru tersebut berasal dari alumni Sastra Minangkabau yang diangkat dalam rentang tahun 2003 sampai 2010 untuk memenuhi kebutuhan guru muatan lokal sesuai tuntutan Kurikulum 1994. Namun, dengan berlakunya Kurikulum 2013, tugas mereka dialihkan ke mata pelajaran lain seperti Bahasa Indonesia, Seni Budaya, dan Prakarya karena mata pelajaran BAM tidak terakomodasi ke dalam Kurikulum 2013 tersebut.

Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Minangkabau diajarkan sebagai Muatan Lokal Wajib di jenjang pendidikan dasar (SD dan SMP) Kota Pariaman mulai Tahun Ajaran 2020/2021. Kebijakan tersebut terangkum di dalam Peraturan Walikota Pariaman Nomor 32 Tahun 2020, tanggal 1 Juli 2020.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Pariaman, Kanderi,  dalam laporannya menyampaikan bahwa institusi pendidikan di Kota Pariaman telah resmi melaksanakan pembelajaran Bahasa dan Sastra Minangkabau untuk tingkat SD dan SMP/MTS sederajat di Kota Pariaman. Sebagai tambahan dia juga mengungkapkan semua pendukung pembelajaran itu telah siap.

“Saat ini mulai dari kurikulum, materi, sampai tenaga pendidik telah disiapkan. Untuk tenaga pendidikan, Kota Pariaman mempunyai guru dengan latar belakang pendidikan sarjana Bahasa dan Sastra Minang dan sudah ditempatkan di seluruh sekolah di Kota Pariaman. Walaupun demikian, kami masih perlu menambah tenaga pendidik untuk kelancaran pembelajaran ini agar pembelajaran Bahasa dan Sastra Minangkabau bisa efektif dijalankan. Untuk mensukseskan kurikulum ini, Pemerintah Kota Pariaman telah melakukan kerja sama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas Padang. Itu membuktikan bahwa Kota Pariaman betul-betul serius ingin terus melestarikan budaya Minangkabau di zaman serba teknologi ini,” ungkapnya.