15 Juli 2020

FIB - Kamis, 9 Juli 2020, Prof. Dr. Phil. Gusti Asnan, salah seorang guru besar Sejarah FIB Unand, menjadi pemateri dalam webinar Balai Pelestarian Nilai dan Budaya (BPNB) Kepulauan Riau. Webinar dengan nama Bincang Budaya ini mengangkat tema “Jalur Rempah di Pantai Timur Sumatera”. Selain Prof. Dr. Phil. Gusti Asnan, narasumber lain yang ikut menyampaikan materinya dalam webinar ini, yaitu Prof. Dr. Susanto Zuhdi dari Universitas Indonesia dan Dr. Anastasia Wiwik S, Peneliti Madya BPNB Kepulauan Riau.

Webinar ini diadakan untuk melengkapi tema-tema jalur rempah yang sudah banyak dibicarakan di UPT atau pun di Dirjen Kebudayaan.

Dalam webinar kali ini, Prof. Dr. Phil. Gusti Asnan mengangkat topik tentang “Jalur Perdagangan di Pantai Timur Sumatera”. Pemaparan Prof. Gusti diawali dengan penggambaran Pantai Timur Sumatera pada zaman dahulu yang tidak hanya sebagai penamaan semata, tetapi merupakan sebuah entitas sejarah.

Menurut Prof. Gusti, jika membicarakan Pantai Timur Sumatera, akan terlihat perbedaan yang signifikan dengan Pantai Barat Sumatera baik dari segi geografis, sosial, politik, ekonomi, maupun historis.

Daerah bagian pesisir timur Pulau Sumatera merupakan daerah rawa pada mulanya sehingga tidak layak untuk dihuni. Wilayah ini mulai ramai ketika banyaknya pedagang dari luar Nusantara yang singgah di wilayah Pantai Timur Sumatera untuk menunggu pergantian angin muson.

Kawasan Pantai Timur Sumatera terletak di posisi yang strategis, yaitu di Selat Malaka yang merupakan kawasan atau rute pelayaran antara Cina, Jawa, Sulawesi, Maluku, India, Arab, serta Barat.

“Wilayah ini dianggap sebagai daerah yang tepat untuk menunggu pergantian angin muson, terutama bagi pelaut yang berniat untuk pergi ke beberapa daerah lain. Ada banyak catatan dari petualang atau pengelana yang menghabiskan waktu cukup lama untuk menunggu pergantian angin muson,” jelas Prof. Dr. Phil. Gusti Asnan.

“Kawasan ini memang sangat strategis dan terbuka untuk didatangi oleh berbagai pengelana laut. Berbagai faktor tersebutlah yang menjadikan Pantai Timur Sumatera menjadi pusat politik, ekonomi, budaya, serta agama” tambah Prof. Dr. Phil. Gusti Asnan.

Komoditas dagang yang terkenal di Pantai Timur Sumatera yaitu kapur barus, kemenyan, gading gajah, kayu gaharu, emas, lada, dan cassia. Komoditas-komoditas inilah yang paling banyak dicari dan membuat para pedagang datang dan terkesan dengan apa yang daerah ini hasilkan. Selain itu, adanya kerja sama antara raja dengan rakyat membuat perdagangan di sini menjadi lebih menarik.

“Di Pantai Timur Sumatera, hampir semua raja juga menjadi pedagang. Inilah yang menarik. Para raja berdagang dibantu oleh rakyat dan orang laut, bahkan untuk Sriwijaya, “orang-orang laut di Kepulauan Riaulah” yang memaksa para pedagang untuk singgah ke Sriwijaya. Ini mengakibatkan adanya kerja sama antara penguasa tertinggi dengan rakyat untuk meningkatkan perdagangan di wilayah mereka,” terang Prof. Dr. Phil. Gusti Asnan.

Dalam berbagai literatur, pedagang di daerah tersebut sangat dihargai dan dianggap sebagai orang kaya. Selain itu, pedagang dipandang sebagai orang yang memiliki mobilitas yang tinggi, berwawasan luas, cerdik, serta dipandang cocok dan disukai untuk dijadikan menantu, dan lainnya.

“Di sana, pedagang mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari rakyat. Para raja pun suka menjadikan para pedagang menantu mereka. Jadi, dunia niaga itu tumbuh di Pantai Timur Sumatera juga didukung oleh karakter masyarakatnya yang memberikan apresiasi yang tinggi terhadap saudagar serta dunia perdagangan,” pungkas Prof. Dr. Phil. Gusti Asnan.

 

Reporter: Febriani Rahayu Putri, Editor: Lusi Andriani, Admin: Tri Eka Wira

15 Juli 2020

FIB - Jumat, 10-07-2020, Pojok Harapan bersama Humas FIB Unand mengadakan diskusi bertajuk “Teks Sastra dan Kreativitas Lintas Kesenian” via Google Meet dengan menghadirkan Damhuri Muhammad sebagai pemateri.

Damhuri Muhammad ialah seorang cerpenis asal Sumatra Barat yang juga seorang analis media dan redaktur sastra di Harian Media Indonesia.

Menurut Damhuri Muhammad, saat ini cara mempublikasikan karya sangat banyak. Ini tentu berbeda dengan zamannya dulu.

“Generasi pada zaman saya dengan zaman adik-adik tentu berbeda. Pertarungannya berbeda. Sewaktu itu, media untuk mempublikasikan karya kita itu hanya lewat koran. Akan tetapi, saat ini sudah banyak media yang bisa digunakan akibat dari pengaruh zaman. Jadi, untuk berkarya saat ini, terbit di koran tidak sebagai tolok ukur lagi. Sudah banyak media yang dapat dijadikan wadah untuk karya dan massa yang melihat karya tersebut jumlahnya pun lebih banyak,” tutur Damhuri Muhammad.

Itu membawa dampak yang bagus untuk membuat inovasi baru dalam berkarya dan kita bisa melakukan kolaborasi untuk menghasilkan karya yang luar biasa. Misalnya, musikalisasi puisi, yang berkolaborasi antara penulis puisi, pengisi suara, dan kreator video. Itu yang menjadikan karya semakin berkelas. Sebab, kolaborasi itulah bagian dari kreativitas lintas kesenian,” lanjut Damhuri Muhammad.

Damhuri Muhammad juga memotivasi peserta agar berkarya tidak sekadar iseng. “Saat ini, bila ingin berkarya, jangan sekadar iseng-iseng saja. Namun, harus punya obsesi untuk memperjuangkan sesuatu dan karya tersebut layak diterima di masyarakat.”

 

Reporter: Nabilla Hanifah, Editor: Lusi Andriani, Admin: Tri Eka Wira

15 Juli 2020

FIB - Jumat, 10-07-2020, Dosen Jurusan Sastra Minangkabau FIB Unand, Dr. Khanizar, S.Sn., M.Si. yang juga merupakan seorang etnomusikolog bersama Prof. Dr. Mahdi Bahar, S.Kar., M.Hum. menjadi narasumber dalam Webinar Khazanah Warisan Budaya di Sumatera Barat yang diadakan oleh Dinas Kebudayaan Sumatera Barat. Dengan tema “Musik Tradisional Minangkabau di Penghujung Pewaris”, diskusi berlangsung via aplikasi Zoom.

Diskusi ini lebih fokus membicarakan musik tradisi Minangkabau berupa Saluang Pauh.

Saluang Pauh adalah musik tradisi Minangkabau yang diwarisi oleh anak nagari Pauh sebagai subetnis Minangkabau yang penyebarannya di Padang pinggir kota (Papiko). Anak Nagari Pauh sebagai masyarakat asal (Papiko) dikenal dengan urang asa 14. Daerah penyebarannya adalah Pauh Limo, Pauh Sambilan (Kuranji), Kota Tangah, dan Nanggalo. Selanjutnya, saluang Pauh ini dikenal sebagai seni tradisi Sumatera Barat dan dipertunjukkan di mana saja, termasuk di luar daerah Sumatera Barat,” jelas Dr. Khanizar, S.Sn., M.Si.

Saluang Pauh termasuk pada laras nada ‘heptatonis atau pentatonis’ dan pertunjukkannya diiringi dengan dendang. Ia memiliki struktur lagu, yakni irama dendang Pado-Pado atau imbauan saluang yang dimainkan pada pantun pasambahan, irama dendang pokok anam, pokok limo, dendang limo data, dendang limo dagang, dendang dan lagu jain, dan dendang lereang ibo,” tambah Dr. Khanizar, S.Sn., M.Si.

“Sekarang, saluang Pauh jarang dipertunjukkan dan ditanggap oleh masyarakat pendukungnya. Di samping itu, seniman pelakunya pun sudah mulai meninggalkan kesenian ini. Kalau pun ada, hanya tinggal dua atau tiga orang saja. Juga, kapabilitasnya di bawah standar,” lanjut Dr. Khanizar, S.Sn., M.Si.

“Solusi untuk mempertahankannya saat ini, perlu ada usaha dari dinas dan instansi kebudayaan yang terkait. Misalnya, kita melihat pada daerah Bali, yakni memiliki konsep Desa Pakraman. Mereka membawahi kesenian-kesenian tradisional. Dikarenakan desa ini mempunyai pendekatan pada tradisi maka tiap-tiap desa, mereka diwajibkan bisa mewarisi Gamelan Bali, Tari Cak, atau Barongan dari Gianyar. Mereka mendidik anak-anak mulai dari SD dan ada festival budayanya sendiri,” ujar Dr. Khanizar, S.Sn., M.Si. mencoba memberikan solusi.

Lalu, ada semacam hadiahnya sehingga seni tradisi di sana bertahan. Mereka tidak berbicara dari meja saja, tetapi mulai dari sebuah tindakannya itu. Saya melihat, kita melestarikan seni tradisi hanya berbicara dari meja saja. Namun, mulailah berbicara seni tradisi, tetapi masuk ke sasarannya,” tambah Dr. Khanizar, S.Sn., M.Si.  

“Di Surakarta, ada festival wayang anak-anak. Bagaimana struktur wayang dikemas dalam bentuk seni kanak-kanak. Jadi, seni itu dikenal, dipahami, dan dihargai oleh masyarakat. Lain halnya dengan saluang Pauh, mereka tidak dikenal, ditanggap, dan diperhatikan lagi. Pemainnya hanya sebagai petani atau buruh. Sekarang, masyarakat lebih memilih kesenian yang bersifat sederhana. Saluang Pauh diasingkan oleh pelakunya sendiri karena pelaku seni itu tidak mampu lagi hidup dengan seninya. Oleh karena itu, perlu ada bimbingan dari Dinas Pariwisata atau Dinas Kebudayaan,” lanjut Dr. Khanizar, S.Sn., M.Si.  

Kemudian, Prof. Dr. Mahdi Bahar, S.Kar., M.Hum. menyampaikan pandangannya terhadap musik tradisional Minangkabau.

“Keberadaan musik tradisional Minangkabau di tengah-tengah model musik di Asia Tenggara atau khususnya di Indonesia, ada empat kategori, yakni seni tradisi pertunjukkan rakyat, istana, populer, dan Barat. Musik tradisional Minangkabau tergolong pada seni pertunjukkan rakyat, yakni ciri-cirinya berhubungan dengan kehidupan kampung, kepercayaan animisme, ritual agama, dipertunjukkan pada rentang waktu yang tidak teratur, dan dipertunjukkan pada peristiwa khusus. Pemainnya adalah masyarakat lokal. Mereka bermain hanya sekadar hobi atau prestise dan bertujuan pada komersial. Saya garis bawahi bahwa pertunjukkannya sederhana dan tingkat artistiknya yang rendah. Dia hidup pada zamannya, tatkala belum banyak pilihan seni lain sebagaimana adanya sekarang. Jadi, secara artistika, dia tidak lagi mampu bertarung di tengah kehidupan sekarang,” jelas Prof. Dr. Mahdi Bahar, S.Kar., M.Hum.

“Musik tradisional Minangkabau ada dua bagian, yakni bagian dari upacara budaya/adat dan tidak merupakan bagian dari upacara. Musik tradisional dalam upacara budaya/adat masih dibutuhkan karena sistem upacara itu sendiri yang memerlukan. Jadi, tidak perlu adanya pembinaan maupun inovasi. Contoh konkretnya Gandang Tambua, diperlukan dalam upacara pengangkatan penghulu di Pariaman sebagai pengiring galombang. Sementara itu, seni tradisional yang bukan merupakan bahagian dari sistem upacara, memerlukan pembinaan/inovasi. Misalnya, Saluang Pauh, Saluang Panjang, Sirompak, Sodam, Sampelong, dan lain-lain. Pada masa itu, itulah media musikal yang bisa mereka lahirkan dan bertahan pada masa itu karena itulah yang mampu memenuhi kebutuhan artistik mereka,” lanjut Prof. Dr. Mahdi Bahar, S.Kar., M.Hum.

“Agar tidak dilupakan atau mati maka perlu diubah atau diperbaharui yang cocok pada masa sekarang. Seni beralih dari konteks sosiokultural berubah menjadi sosioekonomi,” tutup Prof. Dr. Mahdi Bahar, S.Kar., M.Hum.

 

Reporter: Nabilla Hanifah, Editor: Lusi Andriani, Admin: Tri Eka Wira

10 Juli 2020

FIB Bertema “Seni mempelajari Budaya dan Bahasa Inggris”, mahasiswa KKN Tematik FIB Unand 2020, regional Sumut, Riau, Kepri menyelenggarakan webinar. Webinar ini dilaksanakan pada Minggu, 5 Juli 2020 pukul 13.30 WIB – selesai secara daring melalui aplikasi Zoom.

Dalam webinar ini dihadirkan Amy Hicks (Teaching English as Foreign Language Qualified) sebagai pembicara. Dimoderatori oleh Suciati Agustin, mahasiswa Sastra Inggris FIB Unand selaku salah seorang mahasiswa KKN Tematik FIB Unand 2020 serta kata pengantar dari Lady Diana Y, M.Hum. selaku dosen pembimbinng KKN Tematik FIB Unand Regional Sumut, Riau, Kepri.

Tujuan diselenggarakannya webinar ini ialah sebagai realisasi salah satu proker KKN Tematik FIB Unand regional Sumut, Riau, Kepri. Acara ini diselenggarakan untuk berbagi informasi kepada peserta terkait bagaimana tips berbicara bahasa Inggris seperti native speaker dan sharing information tentang bagaimana budaya Inggris.

“Kami berharap acara yang kami selenggarakan bermanfaat dan tujuan kami tersampaikan. Serta, terima kasih kepada peserta yang sudah bergabung. Semoga dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat,” ungkap salah seorang anggota kelompok KKN Tematik FIB Unand 2020 regional Sumut, Riau, Kepri.

Pada materi pertama, Amy Hicks menjelaskan tips it’s okay to make mistake. Ini berarti bahwa dalam belajar, tidak mengapa melakukan kesalahan.

“Dalam belajar bahasa Inggris, tidak masalah jika kamu melakukan kesalahan. Jadikan kesalahan tersebut sebagai motivasi untuk lebih baik lagi. Terkadang, kami sebagai native juga pernah membuat kesalahan. Contohnya pada kalimat bahasa Indonesia, “Kursi saya terbuat dari keju,” yang dimaksud pada kalimat tersebut adalah Kursi saya terbuat dari kayu. Semua orang pernah membuat kesalahan. Hanya saja, jangan jadikan kesalahan tersebut sebagai alasan untuk kamu berhenti belajar,” ucap Amy Hicks.

“Kebanyakan orang menganggap bahasa Inggris itu sulit karena tidak mengetahui cara belajar bahasa Inggris secara mudah dan menyenangkan,” lanjut Amy Hicks.

Selain mengajarkan tips cara berbahasa Inggris, Amy Hicks juga menggambarkan bagaimana budaya Inggris. Materi yang disampaikan dirancang semenarik mungkin agar tidak membosankan serta penjelasan yang sederhana sehingga peserta tidak bosan.

“Materi yang disampaikan mudah untuk dipahami dan tidak membosankan. Selain itu, saya dapat mengenal hal-hal baru mengenai budaya Inggris itu sendiri,” ujar salah seorang peserta webinar.

Meski dilaksanakan secara virtual, acara yang dibuka untuk umum ini disambut positif dan antusias oleh masyarakat. Bahkan, partisipan yang bergabung dalam webinar ini mencapai 80 participants.

“Acaranya menarik dan bermanfaat. Banyak pelajaran dan informasi yang saya dapatkan. Saya dapat mengetahui bagaimana cara belajar bahasa Inggris dengan mudah yang disampaikan oleh native speaker langsung,” ujar salah seorang peserta webinar.

 

Reporter: Irma Suryani, Editor: Lusi Andriani, Admin: Tri Eka Wira

pornstar xxx tube
Huge Tittyfucking Creampie
moviesporno.biz double anal sex
porn video categories
adult porn videos
asian porn movies
briggi adventure in morocco Fucked In My Maid Outfit
xxx porn tube
hot porn tube
xxxteenhub.info
sextresss.xyz free porn video xvideosporn.club xssn.net hdxxxporn.club asianpornxxx.info
hotporntub.info freeporntix.info hubpornindian.info hotmomsteen.xyz nesaporns.xyz
xhaloporn.com xpornfly.com sexporndays.com
realpornfilms.com
sexmaxfree.xyz duvporno.org
toutpornxxx.org adultpornmovie.ws
hpornvideo.com xpornrelax.com
mobilpornfilm
xxxmobilporn
xxxsextres
pornvidwatch
fullteenporno
fullxxxpornvid
xxxsexwatch
freexxxvideostube
http://nesaporns.xyz
freepornvideosite
tweensex