Mahasiswa Magister Linguistik FIB Unand Raih Juara III Karya Tulis Ilmiah Hadis pada MTQ Kabupaten Bengkalis ke-50

Gambar 1. Muhammad Subarkah, S.Hum., mahasiswa Magister Linguistik FIB Unand, berhasil meraih Juara III Cabang Karya Tulis Ilmiah Hadis pada MTQ Kabupaten Bengkalis ke-50
Dalam rangka penguatan budaya akademik dan kontribusi keilmuan berbasis nilai-nilai keislaman, mahasiswa Program Magister Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas kembali menorehkan prestasi di tingkat regional. Muhammad Subarkah, S.Hum., mahasiswa Magister Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, berhasil meraih Juara III Cabang Karya Tulis Ilmiah Hadis pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kabupaten Bengkalis ke-50 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Bengkalis.
Kompetisi karya tulis ilmiah ini berlangsung dalam rangkaian MTQ Kabupaten Bengkalis ke-50, dengan tahapan pendaftaran dan pengumpulan karya dilaksanakan pada 7–29 November 2025, serta presentasi finalis pada 16 Desember 2025. Subtema yang diangkat dalam lomba ini menekankan pada penguatan pemahaman keislaman melalui pendekatan ilmiah yang sistematis dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.
Dalam karya tulis ilmiah hadis yang dipresentasikannya, Muhammad Subarkah, S.Hum. mengkaji hadis Nabi Muhammad SAW dengan pendekatan analitis-kritis, mengaitkan pemahaman teks hadis dengan konteks sosial serta relevansinya dalam kehidupan masyarakat kontemporer. Pendekatan ini sejalan dengan tradisi keilmuan linguistik dan kajian keislaman yang menempatkan teks sebagai objek kajian ilmiah yang terbuka terhadap penafsiran kontekstual dan bertanggung jawab secara metodologis.
Prestasi ini melengkapi deretan capaian akademik Muhammad Subarkah pada kompetisi serupa. Sebelumnya, ia tercatat meraih Juara I Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an tingkat Kecamatan Bengkalis tahun 2024, Harapan I Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an tingkat Kabupaten Bengkalis tahun 2024, serta Juara III Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an tingkat Kecamatan Bengkalis tahun 2025. Konsistensi tersebut mencerminkan komitmennya dalam mengembangkan tradisi menulis ilmiah berbasis kajian keislaman.
Muhammad Subarkah mengungkapkan bahwa pengalaman mengikuti MTQ Karya Tulis Ilmiah Hadis tingkat Kabupaten Bengkalis ke-50 memberikan makna mendalam selama perjalanan akademiknya. “Pengalaman selama mengikuti MTQ Karya Tulis Ilmiah Hadis tingkat Kabupaten Bengkalis ke-50 ini sangat berharga bagi saya. Prosesnya tidak hanya tentang menyiapkan karya dan berlomba, tetapi juga tentang bagaimana saya belajar lebih dalam memahami hadis Nabi SAW, menggali maknanya, lalu menuangkannya dalam tulisan ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan menulis ilmiah merupakan bagian dari ikhtiar dakwah yang relevan dengan konteks kekinian. “Saya merasakan bahwa menulis adalah bagian dari ikhtiar dakwah, menyampaikan nilai-nilai Islam dengan cara yang relevan dan membumi. Capaian juara tiga ini saya syukuri sebagai buah dari proses panjang, doa orang tua, bimbingan para guru, serta dukungan teman-teman. Prestasi ini bukan akhir, tetapi motivasi untuk terus belajar dan berkontribusi melalui karya ilmiah yang bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi mahasiswa dalam bidang karya tulis ilmiah keislaman menunjukkan kekuatan integrasi antara ilmu bahasa, kajian teks, dan nilai-nilai religius. “Prestasi ini mencerminkan karakter lulusan FIB Unand yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan nilai dan tanggung jawab sosial. Karya tulis ilmiah hadis yang dikembangkan dengan pendekatan akademik menunjukkan bahwa ilmu humaniora memiliki peran strategis dalam memperkaya wacana keislaman yang moderat dan kontekstual,” ungkap Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP.
Melalui capaian ini, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas menegaskan komitmennya dalam membina mahasiswa agar mampu mengembangkan keilmuan secara kritis, kontekstual, dan berakar pada nilai-nilai budaya serta religius, sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia unggul dan berdaya saing.
Humas FIB Unand: Siti Awal Syaravina, S.Hum., M.Li.