Akhiri Program Magang, Mahasiswa Metamedia Perkenalkan Sistem Informasi MyFIB di FIB Unand

Gambar 1. Launching sistem informasi MyFIB oleh mahasiswa magang Universitas Metamedia

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas resmi menutup rangkaian program magang mahasiswa Universitas Metamedia melalui kegiatan Presentasi Hasil Magang yang diselenggarakan pada Senin, 22 Juni 2026 di Ruang Sidang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas. Pada kesempatan tersebut, mahasiswa magang memperkenalkan Sistem Informasi MyFIB, sebuah sistem berbasis web yang dikembangkan untuk mendukung layanan pemesanan (booking) dan pengelolaan penggunaan ruangan di lingkungan FIB Universitas Andalas.

Kegiatan dihadiri oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP., didampingi jajaran pimpinan fakultas, seluruh ketua departemen, ketua program studi, perwakilan organisasi mahasiswa, serta tenaga kependidikan di lingkungan FIB Universitas Andalas. Dari pihak Universitas Metamedia, hadir Dekan Fakultas Sistem Informasi dan Industri Kreatif, Ir. Muhammad Amrin Lubis, M.Sc.

Program magang ini merupakan implementasi dari kerja sama antara Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas dan Universitas Metamedia yang telah ditandatangani pada Februari 2026. Melalui kerja sama tersebut, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Metamedia menjalani program magang selama satu semester di FIB Universitas Andalas dengan fokus mengembangkan sistem informasi yang mendukung transformasi digital layanan akademik dan administrasi fakultas.

Empat mahasiswa yang mengikuti program magang tersebut, yakni Ero Rizki Febridho, Muhammad Ega Dermawan, Nola Mardiansyah Putri, dan Ofika Parsyanda, mempresentasikan Sistem Informasi MyFIB sebagai luaran utama dari program magang mereka.

Sistem Informasi MyFIB merupakan sistem berbasis web yang dirancang untuk mempermudah proses peminjaman dan pemesanan ruangan di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas. Melalui sistem ini, mahasiswa, organisasi kemahasiswaan, program studi, departemen, dosen, hingga tenaga kependidikan dapat mengajukan peminjaman ruang secara daring, sehingga seluruh proses menjadi lebih praktis, terintegrasi, dan terdokumentasi dengan baik.

Selain mempermudah proses booking ruangan, Sistem Informasi MyFIB juga memungkinkan pengelolaan jadwal penggunaan ruang menjadi lebih tertata, transparan, dan efisien. Kehadiran sistem ini diharapkan mampu meminimalkan benturan jadwal penggunaan ruangan sekaligus meningkatkan kualitas layanan administrasi di lingkungan FIB Universitas Andalas.

Dalam presentasinya, tim mahasiswa menjelaskan alur penggunaan Sistem Informasi MyFIB mulai dari proses pengajuan peminjaman ruangan, verifikasi oleh administrator, hingga pemantauan jadwal penggunaan ruangan secara real time. Demonstrasi penggunaan sistem juga dilakukan di hadapan peserta sehingga berbagai masukan dari pimpinan fakultas, ketua program studi, organisasi mahasiswa, dan tenaga kependidikan dapat menjadi bahan penyempurnaan sebelum sistem diimplementasikan secara lebih luas.

Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP., mengapresiasi hasil kerja mahasiswa Universitas Metamedia yang telah memberikan kontribusi nyata selama menjalani program magang di FIB Universitas Andalas. "Program magang tidak hanya menjadi ruang belajar bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang untuk melahirkan solusi nyata bagi institusi. Kehadiran Sistem Informasi MyFIB menunjukkan bahwa kolaborasi antara humaniora dan teknologi mampu menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat langsung bagi sivitas akademika," ujar Prof. Ike Revita.

Menurutnya, Sistem Informasi MyFIB merupakan salah satu langkah penting dalam mendukung transformasi digital di lingkungan fakultas. "Kami berharap Sistem Informasi MyFIB terus dikembangkan sesuai kebutuhan pengguna sehingga mampu menjadi bagian dari sistem layanan digital yang mendukung efektivitas tata kelola dan pelayanan akademik di Fakultas Ilmu Budaya," tambahnya.

Mewakili tim mahasiswa magang, Muhammad Ega Dermawan mengungkapkan bahwa pengalaman menjalani magang selama satu semester di FIB Universitas Andalas memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengembangkan solusi yang benar-benar dibutuhkan oleh pengguna. "Kami sangat bersyukur dapat belajar sekaligus berkarya di FIB Universitas Andalas. Sistem Informasi MyFIB merupakan hasil pembelajaran, kolaborasi, dan pengalaman kami selama magang. Semoga sistem ini dapat memberikan manfaat bagi seluruh sivitas akademika dan terus dikembangkan pada masa mendatang," ujarnya.

Kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai saran yang disampaikan oleh pimpinan fakultas, ketua departemen, ketua program studi, organisasi mahasiswa, dan tenaga kependidikan menjadi masukan berharga untuk penyempurnaan Sistem Informasi MyFIB sebelum diterapkan secara optimal.

Melalui kegiatan ini, FIB Universitas Andalas kembali menegaskan komitmennya dalam membangun layanan akademik yang modern melalui kolaborasi dengan berbagai mitra. Kehadiran Sistem Informasi MyFIB menjadi bukti bahwa program magang tidak hanya memberikan pengalaman belajar bagi mahasiswa, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi yang berdampak nyata bagi pengembangan layanan di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas.

Gambar 2. Foto bersama mahasiswa magang Universitas Metamedia dengan pimpinan FIB Universitas Andalas serta pimpinan Fakultas Sistem Informasi dan Industri Kreatif Universitas Metamedia

Dua Dosen FIB Unand Resmi Dikukuhkan sebagai Guru Besar Universitas Andalas

Gambar 1. Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum. dan Prof. Dr. Silvia Rosa, M.Hum. resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas

Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas kembali menorehkan capaian akademik yang membanggakan. Dua dosen terbaiknya, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum. sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Pragmatik dan Prof. Dr. Silvia Rosa, M.Hum. sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Susastra, resmi dikukuhkan dalam Rapat Terbuka Senat Akademik Universitas Andalas yang berlangsung di Convention Hall Universitas Andalas, Kampus Limau Manis, Padang, pada Sabtu, 27 Juni 2026. Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Andalas, Dr. Efa Yonnedi, S.E., MPPM., Akt., serta dihadiri Ketua Senat Akademik, Ketua Majelis Wali Amanat, jajaran pimpinan universitas, dekan, guru besar, civias ademica, keluarga, dan tamu undangan.  

Dalam upacara tersebut, Universitas Andalas mengukuhkan sejumlah guru besar dari berbagai fakultas. Di antara para akademisi yang dikukuhkan, perhatian civias ademica Fakultas Ilmu Budaya tertuju pada pengukuhan Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum. dan Prof. Dr. Silvia Rosa, M.Hum. Kehadiran dua guru besar baru ini menjadi pencapaian penting yang semakin memperkuat posisi FIB Universitas Andalas sebagai salah satu pusat pengembangan ilmu humaniora di Indonesia.

Guru Besar merupakan jabatan akademik tertinggi bagi seorang dosen yang diberikan kepada akademisi dengan rekam jejak keilmuan, penelitian, publikasi, pengabdian kepada masyarakat, dan kontribusi akademik yang diakui secara nasional maupun internasional. Lebih dari sekadar jabatan fungsional, Guru Besar memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan, membimbing generasi penerus, serta memberikan solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat melalui keilmuannya.

Prosesi pengukuhan diawali dengan pembukaan Rapat Terbuka Senat Akademik Universitas Andalas, dilanjutkan pembacaan surat keputusan, dan riwayat hidup para guru besar. Sebelum prosesi pengukuhan, seluruh guru besar menyampaikan orasi ilmiah sesuai bidang kepakarannya. Setelah itu, Rektor Universitas Andalas mengukuhkan para guru besar yang kemudian dilanjutkan dengan pemasangan kalung guru besar, sambutan rektor, foto bersama, dan ramah tamah.

Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul "Dari Tradisi Lisan ke Era Digital: Transformasi Kesantunan Berbahasa dalam Perspektif Pragmatik", Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum. mengangkat perubahan praktik kesantunan berbahasa di tengah perkembangan teknologi digital. Melalui perspektif pragmatik, beliau menjelaskan bahwa kemajuan teknologi telah mengubah cara manusia berkomunikasi, tetapi nilai-nilai kesantunan sebagai identitas budaya tidak boleh ditinggalkan. Kesantunan berbahasa tetap menjadi fondasi penting dalam membangun komunikasi yang beretika, baik di ruang nyata maupun ruang digital.

Sementara itu, Prof. Dr. Silvia Rosa, M.Hum. menyampaikan orasi ilmiah berjudul "Susastra sebagai Penjaga Ingatan Peradaban: Memahami Manusia, Menjaga Kemanusiaan, dan Menatap Masa Depan." Dalam orasinya, beliau menegaskan bahwa karya sastra tidak hanya produk budaya, tetapi juga ruang penyimpanan nilai-nilai kemanusiaan, sejarah, dan identitas suatu bangsa. Melalui susastra, masyarakat dapat memahami perjalanan peradaban sekaligus membangun masa depan yang lebih berakar pada nilai-nilai kemanusiaan.

Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., menyampaikan rasa syukur atas bertambahnya guru besar di lingkungan FIB Universitas Andalas. "Guru Besar bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk terus menghasilkan ilmu yang bermanfaat, menginspirasi generasi muda, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Saya berharap capaian ini menjadi motivasi bagi seluruh dosen FIB untuk terus berkarya dan mengembangkan ilmu pengetahuan."

Sementara itu, Prof. Dr. Silvia Rosa, M.Hum. menyampaikan bahwa pengukuhan sebagai Guru Besar merupakan amanah yang harus diwujudkan melalui karya dan dedikasi. "Susastra mengajarkan kita memahami manusia melalui cerita, pengalaman, dan nilai-nilai kehidupan. Sebagai Guru Besar, saya ingin terus menghadirkan ilmu yang tidak hanya berkembang di ruang akademik, tetapi juga memberi makna dan manfaat bagi masyarakat."

Rektor Universitas Andalas, Dr. Efa Yonnedi, S.E., MPPM., Akt., dalam sambutannya menegaskan bahwa kehadiran para guru besar baru diharapkan semakin memperkuat kapasitas Universitas Andalas sebagai perguruan tinggi bereputasi internasional yang menghasilkan inovasi, pemikiran, dan solusi bagi berbagai persoalan bangsa.

Bagi Fakultas Ilmu Budaya, bertambahnya dua Guru Besar ini menjadi momentum penting dalam memperkuat budaya akademik, meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus mempertegas kontribusi ilmu-ilmu humaniora dalam menjawab tantangan zaman. Kehadiran Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum. dan Prof. Dr. Silvia Rosa, M.Hum. sebagai Guru Besar diharapkan semakin memperkaya khazanah keilmuan FIB Universitas Andalas serta menginspirasi lahirnya generasi akademisi yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing global.

Gambar 2. Suasana Pengukuhan Guru Besar Universitas Andalas tahun 2026

Lima Dosen FIB Unand Resmi Menjadi Auditor Audit Mutu Internal Universitas Andalas 2026

Gambar 1. Lima Dosen FIB Unand lulus menjadi auditor AMI (Audit Mutu Internal) Universitas Andalas

Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat budaya mutu di lingkungan perguruan tinggi. Sebanyak lima dosen FIB Universitas Andalas resmi mengikuti sekaligus menyelesaikan Pelatihan dan Sertifikasi Calon Auditor Audit Mutu Internal (AMI) Universitas Andalas Tahun 2026 yang diselenggarakan pada 8–10 Juni 2026 di ZHM Premiere Hotel Padang. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh PT Andalas Konsultan Sarana Infrastruktur sebagai bagian dari penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal Universitas Andalas.

Kelima dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas yang berhasil lulus menjadi auditor tersebut adalah Alex Darmawan, S.S., M.A., Anne Pratiwi, S.S., M.Hum., Dr. Dini Maulia, S.S., M.Hum., Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum., serta Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D. Keikutsertaan kelima dosen tersebut menjadi langkah strategis FIB Universitas Andalas dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang penjaminan mutu sekaligus mendukung implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal di lingkungan Universitas Andalas.

Audit Mutu Internal (AMI) merupakan salah satu instrumen utama dalam pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal di perguruan tinggi. Melalui AMI, setiap unit kerja dievaluasi secara objektif dan sistematis untuk memastikan seluruh standar pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, tata kelola, serta layanan akademik telah berjalan sesuai standar yang ditetapkan. Lebih dari sekadar proses pemeriksaan, AMI menjadi sarana refleksi dan perbaikan berkelanjutan (continuous quality improvement) agar mutu institusi terus meningkat.

Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta mengikuti berbagai materi mengenai prinsip-prinsip audit mutu internal, teknik pelaksanaan audit, penyusunan instrumen audit, identifikasi temuan, penyusunan rekomendasi, simulasi audit, hingga evaluasi kompetensi auditor. Melalui pelatihan tersebut, para calon auditor dibekali kemampuan untuk melaksanakan audit secara profesional, objektif, independen, dan sesuai dengan standar penjaminan mutu perguruan tinggi.

Bagi FIB Universitas Andalas, keberadaan auditor internal memiliki peran penting dalam memastikan setiap program akademik dan tata kelola fakultas berjalan sesuai standar mutu yang telah ditetapkan. Auditor tidak hanya bertugas melakukan evaluasi, tetapi juga memberikan rekomendasi konstruktif yang menjadi dasar penyempurnaan sistem dan peningkatan kualitas layanan pendidikan.

Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP., menyampaikan apresiasi atas capaian lima dosen FIB yang telah dipercaya menjadi Auditor AMI Universitas Andalas."Saya mengucapkan selamat kepada Bapak dan Ibu dosen yang telah mengikuti pelatihan serta sertifikasi Auditor Audit Mutu Internal Universitas Andalas. Kepercayaan ini bukan hanya sebuah pencapaian pribadi, tetapi juga amanah untuk menjaga dan mengawal budaya mutu di lingkungan universitas. Auditor merupakan agen perubahan yang berperan memastikan setiap proses akademik terus berkembang menuju kualitas yang lebih baik."

Sementara itu, Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum., salah satu dosen FIB yang mengikuti pelatihan dan sertifikasi, mengungkapkan bahwa menjadi auditor bukan sekadar memahami prosedur audit, melainkan membangun cara pandang untuk terus melakukan perbaikan. "Pelatihan ini memberikan pemahaman bahwa audit bukanlah mencari kesalahan, melainkan memastikan setiap proses berjalan sesuai standar dan menemukan ruang untuk terus berkembang. Semangat perbaikan berkelanjutan inilah yang menjadi esensi dari Audit Mutu Internal."

Ia berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung peningkatan kualitas tata kelola dan penyelenggaraan pendidikan di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas.

Dengan bertambahnya lima Auditor Audit Mutu Internal, FIB Universitas Andalas semakin memperkuat perannya dalam mendukung pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal di tingkat universitas. Keberadaan auditor diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta tata kelola fakultas yang adaptif, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan mutu secara berkelanjutan.

Sejalan dengan visi Universitas Andalas sebagai perguruan tinggi bereputasi internasional, penguatan budaya mutu melalui peningkatan kompetensi auditor internal menjadi salah satu langkah strategis dalam menjaga kualitas institusi sekaligus memastikan setiap proses akademik memberikan manfaat terbaik bagi civitas academica dan masyarakat. 

FIB Unand dan BNI KCP Unand Jalin Kerja Sama Perkuat Layanan Akademik dan Pengembangan SDM

Gambar 1. Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revia, S.S., M.Hum. menandatangani kerja sama dengan Kepala BNI KCP Unand, Andrias Sapto Nugroho

Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas terus memperluas jejaring kemitraan dengan berbagai institusi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas dan BNI Kantor Cabang Pembantu (KCP) Universitas Andalas pada Rabu, 1 Juli 2026.

Perjanjian kerja sama ditandatangani langsung oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, bersama Kepala BNI KCP Universitas Andalas, Andrias Sapto Nugroho. Penandatanganan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi sebagai langkah awal memperkuat sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan sektor perbankan.

Kerja sama ini menjadi bagian dari komitmen kedua belah pihak dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia, peningkatan layanan akademik, serta implementasi program-program yang memberikan manfaat nyata bagi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa FIB Universitas Andalas.

Dalam ruang lingkup kerja sama, BNI KCP Universitas Andalas memberikan fasilitas kredit bagi dosen dan tenaga kependidikan FIB Unand sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kesejahteraan civitas academica. Selain itu, kedua belah pihak juga sepakat membuka kesempatan yang lebih luas bagi mahasiswa FIB Universitas Andalas untuk mengikuti program magang, baik melalui skema Magang Berdampak maupun Magang Mandiri, sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman langsung di dunia kerja.

Tidak hanya itu, kerja sama ini juga mencakup penyelenggaraan berbagai program edukasi dan literasi keuangan yang bertujuan meningkatkan pemahaman civitas academica mengenai pengelolaan keuangan, layanan perbankan, serta perkembangan industri jasa keuangan. Kedua institusi juga membuka peluang pelaksanaan berbagai bentuk kerja sama lain yang akan disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan program di masa mendatang.

Salah satu bentuk kolaborasi yang akan dikembangkan adalah pemanfaatan fasilitas coworking space BNI di lantai dua sebagai ruang belajar, berdiskusi, berkolaborasi, dan mengembangkan kreativitas bagi dosen, mahasiswa, maupun tenaga kependidikan FIB Universitas Andalas.

Selain itu, program magang yang dirancang tidak hanya memberikan pengalaman kerja di sektor perbankan, tetapi juga mengoptimalkan kompetensi mahasiswa sesuai bidang keilmuannya. Sebagai contoh, mahasiswa Program Studi Sastra Inggris berpeluang memberikan layanan komunikasi kepada nasabah asing menggunakan bahasa Inggris, sehingga kemampuan akademik yang diperoleh di bangku kuliah dapat diterapkan secara langsung dalam lingkungan profesional.

Dekan FIB Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP., menyampaikan bahwa kemitraan dengan BNI KCP Universitas Andalas merupakan langkah strategis dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual sekaligus memperluas peluang pengembangan kompetensi mahasiswa. "Kami berharap kerja sama ini tidak hanya memberikan manfaat administratif, tetapi juga menjadi ruang belajar yang mempertemukan dunia akademik dengan dunia profesional. Mahasiswa perlu memperoleh pengalaman nyata agar siap menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin dinamis," ujar Prof. Ike Revita, S.S., M.Hum.

Ia menambahkan bahwa sinergi dengan dunia industri dan sektor jasa merupakan bagian penting dalam mendukung pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi yang berdampak. "Melalui kolaborasi seperti ini, kami ingin membangun ekosistem pembelajaran yang tidak berhenti di ruang kelas. Pengalaman magang, literasi keuangan, hingga interaksi profesional akan menjadi bekal penting bagi mahasiswa ketika memasuki dunia kerja," tambahnya.

Sementara itu, Kepala BNI KCP Universitas Andalas, Andrias Sapto Nugroho, menyambut baik terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan profesional. "BNI berkomitmen mendukung pengembangan sumber daya manusia melalui berbagai program kolaboratif. Kami berharap mahasiswa FIB Universitas Andalas dapat memperoleh pengalaman kerja yang relevan sekaligus memperluas wawasan mengenai dunia perbankan dan layanan profesional," ungkapnya.

Gambar 2. Foto bersama antara Tim FIB Unand dengan Tim BNI KCP Unand

Usai penandatanganan PKS, kedua belah pihak melanjutkan diskusi mengenai implementasi berbagai program kerja sama yang akan direalisasikan dalam waktu dekat, termasuk pelaksanaan program magang mahasiswa, pemanfaatan coworking space, penyelenggaraan edukasi keuangan, hingga pengembangan program kolaboratif lainnya.

Melalui kemitraan ini, FIB Universitas Andalas menegaskan komitmennya untuk terus memperluas kolaborasi dengan berbagai mitra strategis dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, serta menghasilkan lulusan yang adaptif, profesional, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global.

Mahasiswa Ilmu Sejarah FIB Unand Raih Terbaik I Duta Bahasa Sumatra Barat 2026

Gambar  1.  Muhammad Berlian, mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah FIB  Unand angkatan 2023 berhasil meraih terbaik I Duta Bahasa Sumatra Barat 2026

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas. Muhammad Berlian, mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah angkatan 2023, berhasil meraih predikat Terbaik I Duta Bahasa Sumatra Barat 2026 pada ajang Pemilihan Duta Bahasa Sumatra Barat yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Sumatra Barat.

Ajang Duta Bahasa Sumatra Barat merupakan program tahunan yang berada di bawah naungan Balai Bahasa Provinsi Sumatra Barat, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk berperan aktif dalam mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, serta menguasai bahasa asing sebagai bagian dari upaya pembangunan karakter dan kebudayaan bangsa.

Sebelum mencapai tahap pemilihan akhir, seluruh finalis mengikuti proses karantina yang berlangsung pada 10–15 Mei 2026. Selama masa karantina, peserta menjalani berbagai tahapan seleksi dan pembinaan, mulai dari psikotes, pelatihan kebahasaan, penulisan artikel, wawancara, presentasi laporan krida, wicara publik, penilaian bahasa asing, latihan koreografi, hingga malam talenta.

Muhammad Berlian mengaku bahwa seluruh rangkaian kegiatan tersebut menjadi pengalaman yang sangat berharga karena tidak hanya menguji kemampuan akademik, tetapi juga melatih kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, dan kepemimpinan. “Selama karantina kami benar-benar ditantang untuk berkembang. Tidak hanya soal kemampuan berbahasa, tetapi juga bagaimana menyampaikan gagasan, bekerja sama, dan menunjukkan kepedulian terhadap isu kebahasaan di masyarakat,” ujarnya.

Dalam ajang tersebut, Muhammad Berlian mengusung program krida bertajuk “Pintar Padang”. Program ini dirancang sebagai ruang edukasi kebahasaan yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap pentingnya penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar tanpa mengabaikan keberadaan bahasa daerah sebagai identitas budaya.

Menurutnya, perkembangan teknologi dan media sosial menghadirkan tantangan tersendiri bagi penggunaan bahasa. Karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih dekat dengan generasi muda agar bahasa Indonesia tetap menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. “Bahasa bukan hanya alat komunikasi. Bahasa adalah identitas, cara berpikir, sekaligus cermin budaya suatu masyarakat. Saya ingin generasi muda melihat bahasa sebagai sesuatu yang dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari,” jelasnya.

Keberhasilan meraih predikat Terbaik I menjadi pencapaian yang membanggakan tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi Program Studi Ilmu Sejarah dan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas. Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa humaniora memiliki kapasitas yang kuat dalam bidang kebahasaan, komunikasi, dan kepemimpinan publik.

Muhammad Berlian berharap gelar yang diraihnya dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berprestasi dan berkontribusi dalam pelestarian bahasa dan budaya Indonesia. “Gelar ini bukan akhir dari perjalanan. Justru ini menjadi awal untuk bekerja lebih banyak lagi. Saya berharap semakin banyak anak muda yang mau terlibat dalam gerakan pelestarian bahasa dan budaya karena masa depan keduanya ada di tangan generasi kita,” ungkapnya.

Keberhasilan Muhammad Berlian menjadi Terbaik I Duta Bahasa Sumatra Barat 2026 semakin mempertegas komitmen mahasiswa FIB Unand dalam mengembangkan nilai-nilai kebahasaan, kebudayaan, dan literasi di tengah masyarakat.

“Prestasi yang diraih Muhammad Berlian menunjukkan bahwa mahasiswa FIB Unand tidak hanya memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga mampu menjadi duta yang membawa nilai-nilai kebahasaan dan kebudayaan ke tengah masyarakat. Kami berharap capaian ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan berprestasi,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas.

Mahasiswa Sastra Inggris FIB Unand Raih Terbaik II Duta Bahasa Sumatra Barat 2026

Gambar 1. Dwito Devid Riandoni, Mahasiswa Sastra Inggris FIB Unand raih terbaik II Duta Bahasa Sumatra Barat 2026

Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas. Dwito Devid Riandoni, mahasiswa Program Studi Sastra Inggris angkatan 2023, berhasil meraih predikat Terbaik II Duta Bahasa Sumatra Barat 2026 dalam ajang Pemilihan Duta Bahasa Sumatra Barat yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Sumatra Barat.

Pemilihan Duta Bahasa Sumatra Barat merupakan ajang yang bertujuan melahirkan generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing. Para peserta dipersiapkan untuk menjadi agen perubahan yang mampu menyampaikan pesan kebahasaan dan kebudayaan kepada masyarakat secara luas.

Proses seleksi berlangsung ketat. Seluruh finalis mengikuti karantina selama enam hari, mulai 10 hingga 15 Mei 2026. Dalam periode tersebut, peserta menjalani berbagai tahapan pembinaan dan penilaian, seperti psikotes, pelatihan kebahasaan, penulisan artikel, presentasi program krida, wawancara, wicara publik, malam talenta, hingga penilaian kemampuan bahasa asing.

Dwito Devid Riandoni mengaku bahwa pengalaman selama karantina memberinya banyak pelajaran baru, terutama tentang pentingnya komunikasi, kerja sama, dan kemampuan menyampaikan gagasan kepada masyarakat. “Yang paling berkesan bukan hanya kompetisinya, tetapi kesempatan untuk bertemu banyak anak muda yang memiliki kepedulian yang sama terhadap bahasa dan budaya,” ujarnya.

Dalam kompetisi tersebut, Dwito mengusung program krida berjudul “Forum Kreta Tanggap Aksara”. Program ini dirancang sebagai ruang edukasi dan penguatan literasi yang mendorong masyarakat, khususnya pelajar dan generasi muda, untuk lebih peduli terhadap kemampuan membaca, menulis, dan memahami informasi secara kritis.

Menurut Dwito, kemampuan literasi menjadi salah satu kebutuhan penting di era digital. Arus informasi yang sangat cepat harus diimbangi dengan kemampuan masyarakat dalam memahami dan menyaring informasi secara bijak. “Literasi bukan hanya soal membaca buku. Literasi adalah kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, dan menggunakan bahasa secara tepat dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Sebagai mahasiswa Sastra Inggris, Dwito melihat bahwa penguasaan bahasa asing harus berjalan beriringan dengan kecintaan terhadap bahasa Indonesia dan bahasa daerah. Baginya, ketiga unsur tersebut bukanlah sesuatu yang saling bersaing, melainkan saling melengkapi.

Prestasi yang diraih Dwito menjadi bukti bahwa mahasiswa FIB Unand mampu menunjukkan kompetensi yang unggul dalam bidang kebahasaan sekaligus memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial yang berkembang di masyarakat.

Ia berharap program yang telah dirancang dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat setelah ajang Duta Bahasa berakhir. “Prestasi ini bukan hanya tentang saya. Ini tentang bagaimana kita bersama-sama menjaga bahasa, meningkatkan literasi, dan memastikan generasi muda tetap memiliki ruang untuk belajar dan berkembang,” tuturnya. Keberhasilan Dwito Devid Riandoni meraih predikat Terbaik II Duta Bahasa Sumatra Barat 2026 menambah daftar prestasi mahasiswa FIB Unand di tingkat provinsi sekaligus memperkuat posisi FIB Unand sebagai pusat pengembangan bahasa, sastra, dan budaya di Sumatra Barat.

“Keberhasilan Dwito Devid Riandoni menjadi bukti bahwa kemampuan berbahasa, literasi, dan kepedulian terhadap budaya merupakan kompetensi penting yang perlu terus dikembangkan oleh generasi muda. FIB Unand akan selalu mendukung mahasiswa untuk tumbuh menjadi pribadi yang unggul, kreatif, dan berdaya saing,” Ujar  Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas. 

Gambar 2. Dwito Devid Riandoni, Mahasiswa Sastra Inggris FIB Unand dalam acara malam penganugerahan Duta Bahasa Sumatera Barat 2026