lagi, Arya Alghifari Mahasiswa Sastra Jepang FIB Unand Raih Best Idea Essay pada National Agricultural Competition 2026

Gambar 1. Arya Alghifari dan team mendapat penghargaan best idea essay  pada National Agricultural Competition 2026

Gagasan mengolah serai dapur dan daun jeruk purut menjadi produk bernilai guna mengantarkan mahasiswa Program Studi Sastra Jepang, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand), Arya Alghifari, meraih penghargaan Best Idea Essay dalam National Agricultural Competition 2026. Arya menjadi ketua tim yang beranggotakan tiga mahasiswa Universitas Andalas dari lintas fakultas.

National Agricultural Competition 2026 diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian Universitas Jambi dengan mengusung tema “Sinergi Generasi Muda dalam Mengembangkan Kreativitas dan Inovasi Berbasis Teknologi untuk Transformasi Pertanian yang Berkelanjutan”. Kompetisi tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan kreatif dan inovatif dalam menjawab berbagai tantangan di bidang pertanian.

Pada kategori yang diikuti, Arya bersama dua anggota timnya dari Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas, Alif Althaf Rabbani dan Vineshya Haniefah, mengangkat esai berjudul “Wein Fresh Box: Inovasi Hilirisasi Serai Dapur dan Daun Jeruk Purut Menjadi Deodorizer Alami untuk Kulkas Rumah Tangga”.

Gagasan tersebut mengambil subtema hilirisasi produk pertanian yang menekankan upaya meningkatkan nilai tambah komoditas melalui pengolahan, inovasi produk, pengemasan, pemasaran, hingga pengembangan model bisnis. Melalui Wein Fresh Box, tim mengembangkan konsep pemanfaatan serai dapur dan daun jeruk purut sebagai deodorizer alami untuk kulkas rumah tangga.

Pilihan terhadap dua komoditas tersebut memperlihatkan bagaimana bahan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dapat dikembangkan menjadi sebuah gagasan inovatif. Tim tidak hanya melihat komoditas pertanian dari sisi bahan mentah, tetapi juga mencoba mengarahkannya pada pemanfaatan yang memiliki nilai tambah dan peluang pengembangan produk.

Kolaborasi lintas bidang menjadi bagian penting dalam proses pengembangan gagasan tersebut. Arya dari Program Studi Sastra Jepang FIB Unand berperan sebagai ketua tim, sementara Alif Althaf Rabbani dan Vineshya Haniefah A. berasal dari Program Studi Manajemen FEB Unand. Perbedaan latar belakang keilmuan tersebut memberikan perspektif yang beragam dalam merumuskan gagasan, melihat peluang produk, dan mengembangkan konsep hilirisasi yang diangkat dalam esai.

Tahap final National Agricultural Competition 2026 dilaksanakan secara luring pada 3–5 Oktober 2026. Setelah melalui proses seleksi dan penilaian, tim Arya berhasil memperoleh penghargaan Best Idea Essay. Capaian tersebut sekaligus menambah deretan prestasi mahasiswa FIB Unand dalam kompetisi tingkat nasional.

 “Bagi kami, penghargaan Best Idea menjadi apresiasi terhadap proses dan kerja sama yang telah kami bangun selama mengikuti kompetisi. Kami berusaha melihat potensi bahan yang sederhana dari sudut pandang yang berbeda, kemudian mengembangkannya menjadi sebuah gagasan yang memiliki nilai tambah dan manfaat dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Arya.

Menurut Arya, pengalaman berkompetisi bersama tim lintas fakultas juga memberikan pembelajaran tersendiri. Perbedaan latar belakang keilmuan membuat proses penyusunan gagasan berlangsung melalui pertukaran perspektif dan pembagian peran sesuai dengan kemampuan masing-masing anggota tim.

Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum. mengapresiasi capaian Arya yang berhasil membawa nama FIB Unand dalam kompetisi nasional. “Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa FIB Unand memiliki kemampuan untuk berkolaborasi dan mengembangkan gagasan di berbagai bidang. Latar belakang keilmuan tidak menjadi batas untuk berinovasi. Justru melalui kolaborasi, mahasiswa dapat mempertemukan berbagai perspektif dan menghasilkan gagasan yang lebih kreatif serta relevan,” Ungkap Prof. Dr. Ike Revita.

Capaian Arya dan tim juga menunjukkan pentingnya ruang kolaborasi lintas disiplin bagi mahasiswa. Gagasan yang lahir dari pertemuan berbagai perspektif dapat membuka kemungkinan baru dalam melihat persoalan dan mengembangkan solusi yang lebih kontekstual.

Bagi FIB Unand, prestasi tersebut menjadi bagian dari capaian mahasiswa yang tidak hanya menunjukkan kemampuan akademik, tetapi juga kreativitas, keberanian berkompetisi, dan kemampuan bekerja sama. Keberhasilan Arya bersama dua mahasiswa FEB Unand sekaligus memperlihatkan bahwa mahasiswa dari bidang humaniora dapat mengambil bagian dalam pengembangan gagasan inovatif yang bersinggungan dengan berbagai sektor kehidupan.

Melalui prestasi tersebut, Arya Alghifari dan timnya membuktikan bahwa sebuah gagasan dapat berangkat dari hal-hal sederhana di sekitar, kemudian dikembangkan melalui kreativitas, kolaborasi, dan keberanian untuk melihat peluang dari sudut pandang yang berbeda. Wein Fresh Box menjadi salah satu contoh bagaimana potensi komoditas pertanian dapat diterjemahkan menjadi gagasan inovasi yang memiliki nilai tambah.

Gambar 2. Arya Alghifari, Alif Althaf Rabbani, dan Vineshya Haniefah mendapatkan penghargaan best idea essay  pada National Agricultural Competition 2026

Rapat Kerja Tahunan FIB Unand Evaluasi Capaian dan Susun Rencana Kerja Satu Tahun ke Depan

Gambar 1. Pimpinan FIB Unand membuka sekaligus memandu Rapat Kerja Tahun 2026

Evaluasi capaian dan penyusunan arah kerja menjadi fokus Rapat Kerja Tahunan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas yang berlangsung di Ruang Seminar FIB Unand pada Minggu, 4 Oktober 2026. Kegiatan dibuka oleh Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., bersama jajaran wakil dekan dan dihadiri ketua program studi, ketua dan sekretaris departemen, serta tenaga kependidikan FIB Unand.

Rapat kerja diawali dengan pemaparan dari pimpinan fakultas mengenai berbagai capaian yang telah dicapai sekaligus arah pengembangan yang akan menjadi perhatian dalam satu tahun ke depan. Pemaparan tersebut menjadi pijakan awal sebelum setiap program studi dan unit kerja menyampaikan perkembangan, evaluasi, dan rencana masing-masing.

Paparan kemudian dilanjutkan oleh seluruh program studi di lingkungan FIB Unand. Ketua Program Studi Sastra Indonesia, Sastra Minangkabau, Sastra Jepang, Sastra Inggris, Sejarah, dan Arkeologi menyampaikan capaian serta rencana kerja program studi masing-masing. Paparan juga mencakup program pascasarjana, yakni Program Studi S-2 Linguistik, S-2 Kajian Sejarah, S-2 Susastra, dan S-3 Linguistik.

Selain program studi, evaluasi dan rencana kerja turut disampaikan oleh Departemen Sastra dan Budaya, Departemen Linguistik, dan Departemen Sejarah. Paparan dari masing-masing departemen menjadi bagian dari upaya melihat perkembangan akademik dan kelembagaan secara lebih menyeluruh serta memastikan program kerja setiap unit bergerak dalam arah yang selaras dengan tujuan fakultas.

Dari sisi pengelolaan dan layanan fakultas, Kepala Kantor serta pejabat terkait juga menyampaikan paparan mengenai pelaksanaan program dan dukungan layanan yang menjadi bagian dari kinerja FIB Unand. Keterlibatan berbagai unsur tersebut membuat rapat kerja menjadi ruang bersama untuk melihat capaian fakultas dari berbagai bidang sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu diperkuat.

Setelah seluruh paparan disampaikan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif. Forum tersebut menjadi ruang bagi pimpinan, ketua program studi, ketua departemen, dan tenaga kependidikan untuk menyampaikan tanggapan, masukan, serta gagasan terkait capaian yang telah diperoleh dan rencana yang akan diwujudkan. Diskusi juga menjadi bagian penting dalam menyelaraskan kebutuhan masing-masing unit dengan arah pengembangan fakultas. “Rapat kerja menjadi ruang bagi kita untuk melihat kembali capaian yang telah dilakukan, mengevaluasi hal-hal yang masih perlu diperkuat, dan menyusun langkah bersama untuk satu tahun ke depan. Setiap program studi, departemen, dan unit kerja memiliki peran penting dalam mewujudkan target fakultas. Karena itu, hasil evaluasi dan diskusi ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk bekerja lebih terarah dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan FIB Unand,” ujar Prof. Dr. Ike Revita.

Melalui Rapat Kerja Tahunan tersebut, berbagai capaian yang telah diraih menjadi bahan refleksi untuk menyusun rencana dan harapan pada periode berikutnya. Forum ini sekaligus memperkuat koordinasi antarsatuan kerja agar pelaksanaan program dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan selaras dengan prioritas pengembangan FIB Unand.

Rapat kerja tahunan tersebut pada akhirnya menjadi momentum untuk menyatukan langkah seluruh unsur fakultas. Dari evaluasi atas capaian yang telah dilakukan, FIB Unand mempersiapkan agenda dan prioritas kerja untuk satu tahun ke depan dengan semangat kolaborasi dan komitmen bersama.

Gambar 2. Foto bersama Pimpinan FIB Unand dengan Ketua Program Studi, Ketua Departemen, dan Sekretaris Departemen di Lingkungan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas

Educational Trip: SMP Telkom Padang Hadirkan Pengalaman Belajar Budaya dan Seni di FIB Unand

Gambar 1. Foto bersama pimpinan FIB Unand dengan guru SMP Telkom dan seluruh siswa SMP Telkom

Suasana berbeda hadir di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) pada Senin, 5 Oktober 2026. Sebanyak kurang lebih 150 siswa SMP Telkom Padang bersama guru mengikuti Educational Trip: SMP Telkom Padang Goes to Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas. Kunjungan ini menjadi ruang perjumpaan antara siswa dan lingkungan perguruan tinggi melalui rangkaian kegiatan yang memadukan pengenalan akademik, seni, budaya, kreativitas, dan interaksi langsung.

Sejak awal kegiatan, suasana dibuat interaktif. Siswa diajak mengikuti pembukaan yang berlangsung di Ruang Seminar FIB Unand. Kegiatan tersebut turut dihadiri Dekan FIB Unand Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., jajaran pimpinan, ketua program studi, dosen, tenaga kependidikan, dan mitra dari SMP Telkom Padang. Kehadiran para siswa menjadi bagian istimewa dalam kegiatan yang mempertemukan dua lingkungan pendidikan dengan karakter yang berbeda, tetapi memiliki perhatian yang sama terhadap proses pembelajaran dan pengembangan potensi generasi muda.

Kegiatan dibuka oleh Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum. Pembukaan tersebut menjadi awal dari rangkaian kegiatan yang dirancang agar siswa tidak hanya datang untuk melihat lingkungan kampus, tetapi juga memperoleh pengalaman melalui keterlibatan langsung dalam aktivitas yang disiapkan oleh FIB Unand. Dalam suasana yang hangat, para siswa diajak mengenal FIB Unand sebagai lingkungan akademik yang dekat dengan budaya, sejarah, bahasa, seni, dan kreativitas.

Perjumpaan antara SMP Telkom Padang dan FIB Unand juga diperkuat melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Implementation Agreement (IA). Penandatanganan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan setelah sambutan dari kedua pihak. Kerja sama ini menjadi penanda adanya komitmen bersama untuk membangun hubungan yang dapat mendukung kegiatan pendidikan dan pengembangan potensi siswa.

Gambar 2. Penandatanganan PKS dan IA antara FIB Unand dengan SMP Telkom Padang

Setelah sesi pembukaan dan penandatanganan kerja sama, para siswa mendapatkan kesempatan menyaksikan sejumlah penampilan dari Unit Kegiatan Mahasiswa FIB Unand. Pertunjukan BSTM menjadi salah satu penampilan yang memperkenalkan seni dan budaya tradisional Minangkabau kepada para peserta. Suasana semakin semarak ketika Teater Langkah tampil di hadapan para siswa. Setelah itu, Komunitas Cermin juga hadir memberikan penampilan sebelum siswa memasuki sesi kegiatan yang lebih interaktif.

Bagian yang menjadi salah satu pengalaman utama dalam kunjungan ini adalah sesi groupping. Para siswa dibagi ke dalam beberapa kelas dan mengikuti aktivitas sesuai dengan bidang yang telah disiapkan. Pembagian tersebut membuat siswa dapat terlibat lebih dekat dengan kegiatan seni dan budaya melalui praktik langsung.

Siswa kelas VII D mengikuti kelas origami Senbazuru: Seribu Lipatan, Satu Harapan. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal seni melipat kertas sekaligus mengikuti proses kreatif secara langsung. Sementara itu, siswa kelas VII A mengikuti kelas tari Minang yang dilaksanakan di area gazebo FIB Unand.

Kelompok lainnya mengikuti latihan musik tradisional Minangkabau. Kegiatan tersebut memberikan pengalaman kepada siswa untuk mengenal musik tradisional melalui praktik dan interaksi langsung. Sementara itu, kelas olah vokal dilaksanakan bersama Komunitas Cermin dan Teater Langkah untuk siswa kelas VII E dan VII B. Pembagian kegiatan tersebut membuat kunjungan berlangsung dinamis karena setiap kelompok mendapatkan pengalaman yang berbeda sesuai aktivitas yang diikuti.

Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya menjadi peserta yang menyaksikan berbagai pertunjukan. Mereka juga diberi ruang untuk mencoba, berinteraksi, dan belajar secara langsung. Pola kegiatan seperti ini membuat budaya hadir sebagai pengalaman yang dapat dilihat, didengar, dipraktikkan, dan dirasakan dalam suasana yang lebih dekat dengan kehidupan siswa.

Bagi FIB Unand, kunjungan seperti ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan lingkungan perguruan tinggi sekaligus menunjukkan bahwa pembelajaran budaya dapat berlangsung dengan cara yang kreatif dan menyenangkan. Interaksi antara siswa, guru, dosen, tenaga kependidikan, dan komunitas seni juga membuka ruang pertukaran pengalaman antara lingkungan sekolah dan perguruan tinggi.

Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., menyampaikan apresiasi atas kunjungan SMP Telkom Padang ke FIB Unand. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi pengalaman berharga bagi siswa untuk mengenal budaya sekaligus melihat secara langsung kehidupan akademik di perguruan tinggi. “Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi para siswa untuk belajar melalui pengalaman langsung. Di FIB Unand, mereka dapat mengenal budaya, seni, dan kreativitas sekaligus melihat bahwa proses belajar dapat berlangsung melalui interaksi dan praktik. Kami berharap pengalaman hari ini dapat menumbuhkan rasa ingin tahu, kecintaan terhadap budaya, dan semangat mereka untuk terus belajar,” ujar Prof. Dr. Ike Revita.

Kegiatan Educational Trip SMP Telkom Padang Goes to Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas juga memperlihatkan bahwa perjumpaan antara sekolah dan perguruan tinggi dapat dikemas dalam bentuk yang lebih dekat dengan dunia siswa. Pengetahuan mengenai budaya tidak hanya disampaikan melalui penjelasan, tetapi dihadirkan melalui berbagai aktivitas yang memungkinkan siswa terlibat secara langsung.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan suasana hangat antara keluarga besar SMP Telkom Padang dan FIB Unand. Kunjungan tersebut diharapkan menjadi awal dari hubungan yang lebih erat dan berbagai bentuk kolaborasi pada masa mendatang. Sebagaimana disampaikan dalam penutupan kegiatan, pengalaman yang diperoleh para siswa diharapkan dapat menjadi bekal dalam perjalanan pendidikan mereka dan mendorong mereka untuk terus mengeksplorasi potensi yang dimiliki.

Melalui Educational Trip ini, FIB Unand tidak hanya menjadi tempat yang dikunjungi, tetapi juga menjadi ruang belajar yang mempertemukan siswa dengan seni, budaya, kreativitas, dan kehidupan akademik.

Penulis: Humas FIB Unand 

Mahasiswa Ilmu Sejarah FIB Unand Raih Juara Harapan II Duta Bahasa Nasional 2026

Gambar 1. Muhammad Berlian, Mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah FIB Unand raih Juara Harapan II Duta Bahasa Nasional 2026

Mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Muhammad Berlian (NIM 2310711037), berhasil meraih Juara Harapan II Duta Bahasa Nasional 2026 sekaligus masuk dalam jajaran 10 besar Duta Bahasa Nasional 2026. Berlian mewakili Provinsi Sumatera Barat dalam ajang yang diselenggarakan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.

Rangkaian Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026 berlangsung di Jakarta pada 14–18 September 2026. Kegiatan diawali dengan taklimat dan pembukaan resmi, kemudian dilanjutkan dengan penilaian Tuturloka, Krida Kebahasaan, dan penampilan talenta. Tahapan tersebut dilaksanakan di Hotel Santika Premiere Hayam Wuruk, sedangkan Final Raya berlangsung di Kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Senayan, Jakarta.

Dalam proses seleksi, peserta dinilai melalui berbagai aspek, antara lain kemampuan berbicara di depan umum, komunikasi, penguasaan bahasa asing, kreativitas, kebermanfaatan dan keberlanjutan program kebahasaan dan kesastraan, serta kemampuan menampilkan potensi seni dan budaya daerah masing-masing.

Salah satu program yang dibawa Berlian bersama pasangannya, Aini, adalah AURA (Aktivasi Ujaran Responsif Anak). Program ini merupakan krida kebahasaan yang berfokus pada deteksi dini, stimulasi, dan pendampingan kemampuan komunikasi anak usia dini, khususnya dalam merespons ujaran dan mengembangkan kemampuan berbahasa melalui permainan interaktif, penguatan kosakata, dan keterlibatan orang tua dan pendamping.

AURA dikembangkan dengan pendekatan edukatif, inklusif, dan berbasis teknologi untuk membangun lingkungan komunikasi yang responsif sekaligus menumbuhkan kemampuan berbahasa anak sejak tahap awal perkembangan. Program tersebut sejalan dengan penguatan literasi masyarakat, pengutamaan bahasa Indonesia, dan peningkatan kualitas dan akses pembelajaran bahasa sejak usia dini.

Capaian Berlian mendapat apresiasi dari Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi fakultas sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa FIB Unand memiliki ruang yang luas untuk mengembangkan kompetensi dan berprestasi di tingkat nasional. “Prestasi Muhammad Berlian di tingkat nasional menjadi kebanggaan bagi FIB Unand. Capaian ini menunjukkan bahwa mahasiswa FIB Unand memiliki kemampuan untuk berprestasi di berbagai bidang sekaligus membawa nilai-nilai kebahasaan, kebudayaan, dan literasi ke ruang yang lebih luas. Kami berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi dan memberikan kontribusi bagi masyarakat,” ujar Prof. Dr. Ike Revita.

Bagi Berlian, keikutsertaannya dalam Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026 menjadi pengalaman yang sangat berarti. Selain dapat mewakili Sumatera Barat, ia berkesempatan bertemu dengan putra-putri terbaik dari berbagai daerah di Indonesia, berbagi cerita, berdiskusi, bertukar gagasan, dan mengenal bahasa dan budaya dari berbagai daerah. “Dari perjalanan ini, saya belajar bahwa bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan jembatan yang mempertemukan keberagaman dan menguatkan kebersamaan,” ungkap Berlian.

Ia berharap pengalaman tersebut menjadi bekal untuk terus belajar, berkarya, dan berkontribusi bagi bahasa dan budaya Indonesia. Capaian sebagai Juara Harapan II dan masuk 10 besar Duta Bahasa Nasional 2026 sekaligus menjadi pengalaman bagi Berlian untuk terus mengembangkan diri dan mengambil peran dalam penguatan bahasa serta literasi di masyarakat.

Gambar 2. Muhammad Berlian di malam Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional Tahun 2026

Cegah Risiko Kebakaran, FIB Unand Tingkatkan Kesiapsiagaan melalui Sosialisasi APAR

Gambar 1. Sosialisasi APAR bersama Damkar Kota Padang di Fakultas Ilmu Budaya Unand

Upaya meningkatkan kesiapsiagaan terhadap risiko kebakaran terus dilakukan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) melalui sosialisasi penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) bersama Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang. Kegiatan yang dilaksanakan di lapangan parkir FIB Unand pada Rabu, 30 September 2026 tersebut menjadi agenda rutin tahunan sebagai bagian dari upaya pencegahan dan penanganan awal apabila terjadi kebakaran di lingkungan fakultas.

Sosialisasi dipimpin oleh Bapak Ilham dari Damkar Kota Padang dan berlangsung selama kurang lebih dua jam. Kegiatan diikuti langsung oleh Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum. bersama jajaran pimpinan, tenaga kependidikan, dosen, ketua program studi, dan mahasiswa di lingkungan FIB Unand.

Gambar 2. Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum. mempraktikkan langsung cara menggunakan APAR yang baik dan benar

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai fungsi APAR sebagai alat pemadam api ringan, jenis-jenis kebakaran, dan langkah yang tepat dalam menggunakan APAR ketika menghadapi api pada tahap awal. Sosialisasi juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami tindakan yang perlu dilakukan secara cepat dan tepat sebelum kebakaran berkembang lebih luas.

Keterlibatan sivitas akademika dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya membangun kesiapsiagaan bersama di lingkungan fakultas. Pengetahuan mengenai penggunaan APAR diharapkan dapat dimiliki oleh berbagai unsur di FIB Unand sehingga setiap individu memiliki pemahaman dasar mengenai tindakan yang dapat dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat akibat kebakaran.

Pelaksanaan sosialisasi secara rutin setiap tahun juga menjadi salah satu langkah FIB Unand dalam menjaga aspek keselamatan dan keamanan lingkungan kerja serta ruang aktivitas akademik. Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat koordinasi antara FIB Unand dan Damkar Kota Padang dalam memberikan edukasi mengenai pencegahan kebakaran.

Melalui sosialisasi APAR ini, FIB Unand terus mendorong terciptanya lingkungan kampus yang lebih siap menghadapi kondisi darurat. Kesiapsiagaan tersebut dibangun melalui pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran bersama seluruh warga fakultas terhadap pentingnya pencegahan kebakaran.

Bunkasai XIX Sastra Jepang FIB Unand Hadirkan Festival Budaya Jepang Selama Tiga Hari

Gambar 1. Penampilan soran boushi dari Mahasiswa Sastra Jepang FIB Unand

Beragam budaya Jepang hadir dalam Bunkasai XIX yang diselenggarakan Program Studi Sastra Jepang, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, pada 29 September–1 Oktober 2026 di Auditorium Universitas Andalas. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut menghadirkan berbagai perlombaan, pertunjukan seni, cosplay, dance, talk show, live selling, kuliah umum, serta berbagai stan yang menarik perhatian pelajar dan masyarakat.

Pembukaan Bunkasai XIX dilaksanakan pada Selasa, 29 September 2026 dan dihadiri jajaran pimpinan FIB Unand, dosen, mahasiswa Program Studi Sastra Jepang, serta sejumlah tamu undangan dari Jepang dan berbagai institusi. Pembukaan tersebut secara resmi mewakili Rektor Universitas Andalas dan disampaikan oleh Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP.

Kegiatan turut dihadiri Konjen Jepang Furusawa Ken, perwakilan PERSADA Makino Tomiharu Sensei, Vonny Indah Mutiara, S.P., MEM., Ph.D. dari Shizuoka International School, Kageyama Ikuo Sensei dari Nippon Dental University yang juga merupakan adjunct professor di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Andalas, Ketua Program Studi Sastra Jepang FIB Unand Dr. Rima Devi, S.S., M.Si., para dosen, serta mahasiswa Sastra Jepang.

Gambar 2. Foto bersama pimpinan FIB Unand dengan seluruh tamu undangan yang hadir dalam acara pembukaan Bunkasai ke XIX Sastra Jepang FIB Unand

Rangkaian pembukaan diawali dengan pawai mahasiswa Sastra Jepang dari PKM menuju Auditorium Universitas Andalas. Setibanya di lokasi, acara dilanjutkan dengan pembacaan Al-Qur'an, Tari Pasambahan, penampilan Maika, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan dari sejumlah pihak, serta pemotongan pita sebagai tanda dimulainya Bunkasai XIX.

Selama tiga hari penyelenggaraan, Bunkasai XIX menghadirkan berbagai kegiatan yang memperkenalkan bahasa dan budaya Jepang dalam suasana yang interaktif. Berbagai perlombaan digelar bagi peserta dari kalangan pelajar dan mahasiswa, serta sejumlah kegiatan kompetitif lainnya yang menjadi bagian dari festival.

Selain perlombaan, pengunjung dapat menikmati berbagai pertunjukan, seperti dance dan cosplay. Kegiatan juga diisi dengan talk show, live selling, singing, serta kuliah umum yang diselenggarakan secara bergantian sepanjang rangkaian acara.

Suasana festival semakin semarak dengan hadirnya berbagai stan. Pengunjung dapat menemukan photo booth, stan merchandise, makanan, pakaian, permainan, hingga obake atau rumah hantu. Sejumlah mitra juga turut membuka stan, termasuk Bank Indonesia. Kehadiran berbagai stan tersebut memberikan ruang bagi pengunjung untuk berinteraksi dan menikmati suasana festival budaya Jepang secara lebih dekat.

Bunkasai XIX juga mendapat antusiasme dari pelajar SMA se-Sumatera Barat. Selain itu, kegiatan turut dikunjungi mahasiswa dan masyarakat dari berbagai perguruan tinggi di Sumatera Barat, bahkan dari luar Sumatera Barat. Kehadiran para pengunjung menjadikan Auditorium Universitas Andalas sebagai ruang perjumpaan bagi pelajar, mahasiswa, komunitas, akademisi, dan masyarakat yang memiliki ketertarikan terhadap bahasa dan budaya Jepang.

Pada hari terakhir, Kamis 1 Oktober 2026, rangkaian kegiatan ditutup dengan pengumuman para pemenang perlombaan. Salah satu bagian yang menarik perhatian dalam Bunkasai XIX adalah pemberian golden ticket kepada empat orang peserta yang berkesempatan untuk diterima di Program Studi Sastra Jepang FIB Unand dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Gambar 3. Empat orang siswa mendapatkan golden ticket untuk bergabung dengan Program Studi Sastra Jepang FIB Unand

Rangkaian Bunkasai XIX kemudian ditutup oleh Manajer Bidang I FIB Unand, Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. Penutupan tersebut sekaligus menandai berakhirnya tiga hari perayaan budaya Jepang yang dikemas melalui kegiatan akademik, kompetisi, seni, hiburan, serta interaksi antarpeserta dan pengunjung.

Melalui Bunkasai XIX, Program Studi Sastra Jepang FIB Unand menghadirkan ruang pembelajaran budaya yang berlangsung di luar kelas. Berbagai kegiatan yang diselenggarakan memberikan kesempatan kepada pelajar, mahasiswa, dan masyarakat untuk mengenal bahasa dan budaya Jepang melalui pengalaman yang lebih dekat, interaktif, dan menyenangkan.