FIB Unand Sambut Mahasiswa Pascasarjana Program Magister dan Doktor Tahun Akademik 2026

Gambar 1. Foto bersama dalam acara Penyambutan Mahasiswa Pascasarjana Program Magister dan Doktor Tahun 2026 FIB Unand

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) menyelenggarakan kegiatan Penyambutan Mahasiswa Pascasarjana Program Magister dan Doktor pada Rabu, 4 Februari 2026, bertempat di Ruang Sidang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, dengan kehadiran mahasiswa secara luring dan daring melalui Zoom Meeting, sebagai bentuk adaptasi terhadap dinamika akademik yang inklusif dan berkelanjutan.

Kegiatan penyambutan ini bertujuan untuk memberikan pengenalan awal mengenai sistem akademik, budaya riset, serta tata kelola pendidikan pascasarjana di lingkungan FIB Unand. Selain itu, kegiatan ini menjadi ruang awal dialog antara pimpinan fakultas, pengelola program studi, dan mahasiswa baru agar proses akademik dapat berjalan secara terarah dan sistematis sejak awal masa studi.

Acara dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, serta dihadiri oleh Wakil Dekan I Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., Wakil Dekan II Alex Darmawan, S.S., M.A., Manajer Bidang I Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum., dan Manajer Bidang II Adrianis, S.S., M.A. Turut hadir pula para Ketua Program Studi Pascasarjana Program Magister dan Doktor di lingkungan FIB Unand.

Dalam sambutannya, Dekan FIB Unand menekankan bahwa pendidikan pascasarjana memiliki peran strategis dalam pengembangan keilmuan dan produksi pengetahuan yang berdampak. Menurutnya, mahasiswa pascasarjana tidak hanya dituntut untuk menyelesaikan studi tepat waktu, tetapi juga mampu berkontribusi secara ilmiah melalui riset yang berkualitas dan relevan. “Pascasarjana adalah ruang pendalaman keilmuan dan pembentukan tradisi akademik yang kuat. Mahasiswa diharapkan mampu berpikir kritis, menjaga etika akademik, dan menghasilkan karya ilmiah yang memberi kontribusi nyata bagi ilmu pengetahuan dan masyarakat,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP.

Gambar 2. Sambutan dari Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, serta diskusi interaktif dengan Mahasiswa baru.  

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dan arahan akademik dari para Ketua Program Studi Pascasarjana, yakni Ketua Prodi S3 Linguistik Prof. Dr. Oktavianus, M.Hum., Ketua Prodi S2 Linguistik Dr. Fajri Usman, M.Hum., Ketua Prodi S2 Kajian Sejarah Dr. Drs. Nopriyasman, M.Hum., serta Ketua Prodi S2 Susastra Drs. Ferdinal, M.A., Ph.D. Masing-masing ketua prodi menyampaikan penjelasan mengenai kurikulum, arah riset, serta ekspektasi akademik yang perlu dipahami oleh mahasiswa sejak awal perkuliahan.

Sesi diskusi dan tanya jawab yang dimoderatori oleh Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. menjadi ruang interaktif bagi mahasiswa untuk menggali informasi terkait proses akademik, penelitian, serta dukungan fakultas terhadap kegiatan ilmiah mahasiswa pascasarjana. Antusiasme peserta mencerminkan kesiapan mahasiswa dalam memasuki lingkungan akademik pascasarjana yang menuntut kemandirian berpikir dan kedisiplinan ilmiah.

Melalui kegiatan ini, FIB Unand menegaskan komitmennya dalam membangun pendidikan pascasarjana yang berorientasi pada mutu, integritas akademik, dan penguatan budaya riset. Penyambutan mahasiswa baru ini diharapkan menjadi fondasi awal yang kokoh bagi perjalanan akademik mahasiswa Program Magister dan Doktor di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas.

Humas FIB Unand: Siti Awal Syaravina, S.Hum., M.Li.

FIB Unand Teken PKS dan IA dengan Universitas Metamedia untuk Penguatan Akademik dan Teknologi Informasi

Gambar 1. Dekan FIB Unand Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP bersama Dekan Fakultas Sistem Informasi dan Industri Kreatif, Ir. Muhammad Amrin Lubis, M.Sc. yang didampingi oleh Rektor Universitas Metamedia Yossyafra, S.T., M.Eng.Sc., Ph.D. dan Wakil Dekan I FIB Unand Zulprianto S.S., M.A., Ph.D.

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) secara resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Implementation Agreement (IA) dengan Universitas Metamedia pada Selasa, 3 Februari 2026, bertempat di Ruang Sidang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas. Penandatanganan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi lintas disiplin, khususnya pada bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta dukungan teknologi informasi bagi pengembangan institusi.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, dan dihadiri oleh Wakil Dekan I Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., Wakil Dekan II Alex Darmawan, S.S., M.A., Manajer Bidang I Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum., serta Manajer Bidang II Adrianis, S.S., M.A. Turut hadir seluruh Ketua Departemen dan Ketua Program Studi jenjang sarjana maupun pascasarjana di lingkungan FIB Unand.

Dari pihak Universitas Metamedia, kegiatan dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Metamedia, Yossyafra, S.T., M.Eng.Sc., Ph.D., Wakil Rektor I Ilham Tri Maulana, M.Pd.T., HCIA., MTCNA, Dekan Fakultas Sistem Informasi dan Industri Kreatif, Ir. Muhammad Amrin Lubis, M.Sc., serta para dosen dan Ketua Program Studi di lingkungan Universitas Metamedia. Kehadiran pimpinan kedua institusi mencerminkan komitmen bersama dalam membangun kemitraan akademik yang berkelanjutan dan berdampak nyata.

Secara formal, penandatanganan PKS dilakukan antara Dekan Fakultas Sistem Informasi dan Industri Kreatif Universitas Metamedia, Ir. Muhammad Amrin Lubis, M.Sc., dengan Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP. Selanjutnya, Implementation Agreement (IA) ditandatangani oleh seluruh Program Studi di lingkungan FIB Unand bersama Ibu Nency Extise Putri, M.Kom. sebagai perwakilan Universitas Metamedia.

Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, dalam sambutannya menegaskan bahwa kerja sama ini tidak sekadar bersifat administratif, tetapi diarahkan pada implementasi konkret yang mendukung kebutuhan akademik dan kelembagaan. “Kerja sama ini kami rancang agar benar-benar menjawab kebutuhan institusi. Kolaborasi dengan Universitas Metamedia membuka ruang integrasi keilmuan humaniora dengan teknologi informasi, sehingga pengembangan akademik FIB Unand dapat berjalan lebih adaptif dan relevan dengan perkembangan zaman,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP.

Sementara itu, Rektor Universitas Metamedia, Yossyafra, S.T., M.Eng.Sc., Ph.D., menyampaikan bahwa kemitraan dengan FIB Unand menjadi peluang strategis untuk menerapkan keilmuan sistem informasi secara langsung dalam konteks kebutuhan institusi pendidikan humaniora. “FIB Unand memiliki ekosistem akademik yang kuat. Melalui kerja sama ini, kami berharap mahasiswa dan dosen Universitas Metamedia dapat berkontribusi nyata sekaligus belajar dari praktik pengelolaan akademik dan kebudayaan yang berkembang di FIB Unand,” ungkap Yossyafra, S.T., M.Eng.Sc., Ph.D.

Sebagai bentuk implementasi awal kerja sama, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Metamedia akan melaksanakan program magang selama enam bulan di FIB Unand. Program magang ini difokuskan pada pengembangan laman program studi, aplikasi pendukung akademik, serta berbagai kebutuhan teknologi informasi lainnya yang mendukung peningkatan layanan dan tata kelola fakultas.

Melalui penandatanganan PKS dan IA ini, FIB Unand menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jejaring kerja sama lintas disiplin dan lintas institusi. Sinergi antara humaniora dan teknologi informasi diharapkan mampu mendorong inovasi, meningkatkan kualitas layanan akademik, serta memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara berkelanjutan.

Gambar 2. Foto bersama antara FIB Unand dengan Universitas Metamedia

Humas FIB Unand Siti Awal Syaravina, S.Hum., M.Li.

FIB Unand Gelar Workshop Pengembangan RPS OBE dan Modul Pembelajaran untuk Penguatan Kurikulum

Gambar 1. Ir. Jonrinaldi, Ph.D., IPU, ESLog selaku narasumber utama bersama Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP dan Ketua Program Studi Sejarah, Dr. Zulqaiyyim, M.Hum.

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) menyelenggarakan Workshop Pengembangan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dan Modul Pembelajaran Berbasis Outcome-Based Education (OBE) pada Senin, 2 Februari 2026, bertempat di Ruang Sidang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas. Kegiatan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman dosen terhadap penyusunan kurikulum dan perangkat pembelajaran yang berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan secara sistematis dan terukur.

Workshop dibuka secara resmi oleh Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, dan dihadiri oleh Wakil Dekan I Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., Manajer Bidang I Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum., Ketua Program Studi Ilmu Sejarah Dr. Zulqaiyyim, M.Hum., Ketua Program Studi Arkeologi Prof. Dr. Herwandi, M.Hum., serta dosen dan mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah dan Arkeologi di lingkungan FIB Unand.

Dalam sambutannya, Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP menegaskan bahwa penguatan kurikulum berbasis OBE merupakan bagian penting dari upaya penjaminan mutu akademik fakultas. Menurutnya, OBE menuntut keterpaduan antara capaian pembelajaran lulusan, strategi pembelajaran, serta sistem asesmen yang dirancang secara konsisten dan berkelanjutan. “Workshop ini menjadi ruang refleksi dan penyelarasan agar RPS dan modul pembelajaran benar-benar mampu mengarahkan mahasiswa mencapai kompetensi yang ditetapkan. Kurikulum tidak hanya dokumen administratif, tetapi peta akademik yang menentukan kualitas lulusan,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP.

Workshop menghadirkan Ir. Jonrinaldi, Ph.D., IPU, ESLog sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan prinsip dasar Outcome-Based Education, mulai dari siklus Plan–Do–Check–Act, konsep constructive alignment, hingga tahapan perancangan kurikulum dan pembelajaran. Narasumber menekankan pentingnya keterkaitan yang jelas antara Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), metode pembelajaran, serta instrumen dan rubrik penilaian yang valid, reliabel, dan adil.

Lebih lanjut, materi workshop juga mengulas secara rinci proses pengembangan RPS berbasis Project-Based Learning (PjBL) dan Case-Based Method (CBM), termasuk penyusunan modul pembelajaran, pemetaan aktivitas mahasiswa, serta perancangan asesmen yang menekankan pencapaian kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Pendekatan ini dipandang relevan untuk mendukung kebijakan Merdeka Belajar, Kampus Merdeka dan standar nasional pendidikan tinggi.

Ketua Prodi Sejarah, Dr. Zulqaiyyim, M.Hum. yang turut terlibat dalam sesi diskusi, menyampaikan bahwa pendalaman kurikulum OBE perlu dipahami tidak hanya sebagai tuntutan regulasi, tetapi sebagai kebutuhan akademik untuk meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar. Menurutnya, penyelarasan RPS dan modul pembelajaran akan berdampak langsung pada pengalaman belajar mahasiswa dan ketercapaian profil lulusan.

Melalui workshop ini, FIB Unand berharap dosen memiliki pemahaman yang lebih komprehensif dalam menyusun perangkat pembelajaran yang terstruktur, kontekstual, dan berorientasi pada capaian. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen FIB Unand dalam menjaga mutu pendidikan humaniora melalui pengembangan kurikulum yang adaptif, akuntabel, dan berkelanjutan.

Gambar 2. Foto bersama semua peserta Workshop Pengembangan RPS OBE dan Modul Pembelajaran untuk Penguatan Kurikulum

Humas FIB Unand: Siti Awal Syaravina, S.Hum., M.Li. 

Kunjungan Akademik Ibaraki University Jepang ke FIB Unand Pertegas Kolaborasi Pendidikan Lintas Negara

Gambar 1. Kunjungan dan diskusi akademik bersama Dosen dan Mahasiswa Ibaraki University Jepang

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) menerima kunjungan akademik dari Ibaraki University, Jepang, dalam kegiatan Kunjungan dan Diskusi Akademik Bersama Dosen dan Mahasiswa Ibaraki University yang diselenggarakan pada Selasa, 27 Januari 2026, bertempat di Ruang Sidang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan kerja sama internasional yang telah terjalin, khususnya melalui program student exchange dan credit earning mahasiswa Program Studi Sastra Jepang FIB Unand pada tahun-tahun sebelumnya.

Kunjungan ini dihadiri oleh profesor, dosen, serta sejumlah mahasiswa doktoral (S3) dari Ibaraki University. Dari pihak FIB Unand, kegiatan dihadiri oleh Dekan FIB Unand Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP; Wakil Dekan I Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D.; Wakil Dekan II Alex Darmawan, S.S., M.A.; Manajer Bidang I Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum.; Manajer Bidang II Adrianis, S.S., M.A.; dan Ketua Program Studi Sastra Jepang Dr. Rima Devi, S.S., M.Si.; serta dosen dan mahasiswa di lingkungan FIB Unand.  

Acara dibuka secara resmi oleh Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP dan dilanjutkan dengan penayangan video profil fakultas sebagai pengantar pengenalan institusi. Dalam sambutannya, Dekan FIB Unand menegaskan bahwa kunjungan akademik ini merupakan wujud nyata kesinambungan kerja sama internasional yang telah memberi dampak langsung bagi pengembangan akademik mahasiswa dan dosen. “Kolaborasi dengan Ibaraki University tidak berhenti pada program pertukaran mahasiswa semata, tetapi berkembang menjadi ruang dialog akademik yang saling memperkaya. Kegiatan ini menunjukkan bahwa internasionalisasi FIB Unand dibangun melalui relasi akademik yang berkelanjutan dan bermakna,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP. 

Gambar 2. Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP membuka secara resmi kegiatan diskusi akademik bersama Dosen dan Mahasiswa Ibaraki University Jepang

Memasuki acara inti, diskusi akademik dan sesi tanya jawab berlangsung secara interaktif dengan melibatkan dosen dan mahasiswa Ibaraki University serta sivitas akademika FIB Unand. Diskusi dipandu oleh Zulprianto, S.S., M.A. selaku moderator yang mengarahkan perbincangan pada pengalaman akademik lintas negara, dinamika pembelajaran bahasa dan budaya Jepang, serta peluang kolaborasi riset dan pendidikan di masa mendatang.

Dalam rangkaian diskusi tersebut, turut ditampilkan pemaparan pengenalan program studi oleh Ketua Program Studi Sastra Jepang, Dr. Rima Devi, S.S., M.Si., serta penjelasan aktivitas kemahasiswaan oleh perwakilan Himpunan Mahasiswa Sastra Jepang. Perwakilan dari Ibaraki University juga menyampaikan pandangan dan harapan terhadap kelanjutan kerja sama akademik antara kedua institusi.

Selain diskusi akademik, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke Program Studi Sastra Jepang dan produksi konten Podcast FIB Unand yang dipandu oleh Dr. Rima Devi, S.S., M.Si. Hal ini menjadi sarana diseminasi pengalaman internasional dan praktik akademik lintas budaya kepada publik yang lebih luas. Kegiatan ditutup dengan kunjungan lanjutan ke Balairuang bersama Bengkel Seni Tradisional Minangkabau (BSTM) yang dipandu oleh Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. Mahasiswa dan dosen dari Ibaraki University mencoba berbagai alat musik tradisional Minangkabau. Hal ini menciptakan pengalaman luar biasa dan hubungan komunikasi antar kedua lembaga. 

Gambar 3. Kunjungan mahasiswa Iabaraki University ke Balairuang bersama Bengkel Seni Tradisional Minangkabau (BSTM)

Melalui kegiatan ini, FIB Unand menegaskan komitmennya dalam mengembangkan atmosfer akademik yang terbuka, inklusif, dan berorientasi global. Kunjungan dan diskusi akademik bersama Ibaraki University diharapkan menjadi fondasi bagi penguatan kerja sama pendidikan, penelitian, dan pertukaran budaya yang berkelanjutan di masa depan.

Humas FIB Unand Siti Awal Syaravina, S.Hum., M.Li. 

 

Dekan FIB Unand Jajaki Kerja Sama Pendidikan dengan SMA Negeri 1 Batipuh dan SMA Negeri 3 Batusangkar

Gambar 1. Kunjungan pimpinan FIB Unand yang dipimpin oleh Dekan, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP ke SMA Negeri 1 Batipuh

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas melaksanakan kunjungan akademik dan silaturahmi ke SMA Negeri 1 Batipuh dan SMA Negeri 3 Batusangkar pada Jumat, 23 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya FIB Unand untuk memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan sekolah menengah atas, sekaligus memperluas akses informasi pendidikan tinggi bagi siswa.

Kunjungan dipimpin langsung oleh Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, bersama Wakil Dekan I, Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., Wakil Dekan II, Alex Darmawan, S.S., M.A., serta Manajer Bidang I, Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. Kehadiran jajaran pimpinan fakultas ini mencerminkan komitmen institusi dalam membangun kolaborasi pendidikan yang berkelanjutan sejak jenjang sekolah menengah.

Di SMA Negeri 1 Batipuh, pertemuan difokuskan pada sosialisasi dunia perguruan tinggi dan pengenalan program studi yang ada di FIB Unand. Dalam diskusi, pihak sekolah menyampaikan tingginya minat siswa terhadap Program Studi Sastra Jepang dan Sastra Inggris, yang selaras dengan mata pelajaran bahasa asing yang telah diajarkan di sekolah. Selain itu, pertemuan juga membahas peluang implementasi Program Magang Mahasiswa Berdampak, khususnya melalui skema asistensi mengajar, di mana mahasiswa FIB Unand berkesempatan mengajar selama satu semester di SMA.

Sebagai tindak lanjut, SMA Negeri 1 Batipuh menyatakan kesepakatan awal untuk melanjutkan kerja sama melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang direncanakan akan dilaksanakan di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas. Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi fondasi sinergi jangka panjang dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan dan pengembangan potensi siswa. 

Gambar 2. Kunjungan pimpinan FIB Unand yang dipimpin oleh Dekan, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP ke SMA Negeri 3 Batusangkar

Agenda silaturahmi kemudian dilanjutkan ke SMA Negeri 3 Batusangkar. Pada pertemuan ini, dialog difokuskan pada upaya mendekatkan siswa dengan atmosfer akademik perguruan tinggi. Pihak sekolah menyampaikan harapan agar dosen FIB Unand dapat hadir langsung di sekolah untuk berbagi pengalaman akademik, wawasan keilmuan, serta motivasi melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Menanggapi hal tersebut, FIB Unand membuka peluang kerja sama yang lebih konkret melalui kegiatan dosen tamu, kuliah inspiratif, dan program pendampingan akademik. SMA Negeri 3 Batusangkar juga menyatakan rencana untuk menindaklanjuti pertemuan ini melalui penandatanganan kerja sama resmi yang akan diselenggarakan di FIB Unand.

Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, menegaskan bahwa kunjungan akademik ini merupakan bagian dari peran perguruan tinggi dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkesinambungan. “FIB Unand memandang sekolah menengah sebagai mitra strategis dalam menyiapkan generasi muda yang kritis dan siap memasuki pendidikan tinggi. Melalui kunjungan dan dialog langsung seperti ini, kami berharap siswa memperoleh gambaran yang utuh tentang dunia perguruan tinggi sekaligus melihat peluang pengembangan diri di bidang bahasa, sastra, dan budaya,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP.

Lebih lanjut, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP menambahkan bahwa kerja sama antara sekolah dan perguruan tinggi tidak hanya berhenti pada sosialisasi, tetapi perlu diwujudkan dalam program-program nyata yang memberi manfaat langsung bagi siswa dan mahasiswa. “Kolaborasi melalui asistensi mengajar, dosen tamu, dan kegiatan akademik bersama merupakan langkah konkret untuk memperkuat kualitas pembelajaran dan menumbuhkan semangat belajar sejak dini,” tambahnya.

Melalui rangkaian kunjungan ke SMA Negeri 1 Batipuh dan SMA Negeri 3 Batusangkar ini, FIB Unand menegaskan komitmennya dalam mendukung pendidikan berkelanjutan, memperluas jejaring akademik, serta berkontribusi aktif dalam menyiapkan generasi muda yang siap melanjutkan pendidikan tinggi dan berperan di tengah masyarakat.

Humas FIB Unand Siti Awal Syaravina, S.Hum., M.Li.

 

Pimpinan FIB Unand Hadiri Peresmian Museum Mohammad Sjafei di INS Kayutanam

Gambar 1. Pimpinan FIB Unand bersama Bapak Syaiful Bahri, S.P., M.M., Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat menghadiri peresmian Museum Mohammad Sjafei di INS Kayutanam

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas turut ambil bagian dalam kegiatan aktivasi dan peresmian Museum Mohammad Sjafei INS Kayutanam yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia pada Jumat, 23 Januari 2026, bertempat di INS Kayutanam, Kabupaten Padang Pariaman. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan pelestarian sejarah pendidikan dan kebudayaan nasional, khususnya warisan pemikiran Mohammad Sjafei sebagai tokoh pendidikan progresif Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, FIB Unand diwakili oleh Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, yang hadir bersama Wakil Dekan I, Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., Wakil Dekan II, Alex Darmawan, S.S., M.A., serta Manajer Bidang I, Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. Kehadiran jajaran pimpinan fakultas ini menegaskan komitmen FIB Unand dalam mendukung inisiatif pelestarian sejarah, kebudayaan, dan pendidikan sebagai bagian integral dari kajian humaniora.

Museum Mohammad Sjafei INS Kayutanam diresmikan secara langsung oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. Fadli Zon, M.Sc. sebagai simbol penguatan peran museum dalam menjaga dan menghidupkan kembali memori kolektif bangsa. Peresmian ini menjadi momentum penting untuk menghadirkan kembali narasi sejarah pendidikan Indonesia yang menekankan kemandirian berpikir, pembentukan karakter, serta integrasi nilai budaya dalam sistem pendidikan.

Kegiatan peresmian ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan, di antaranya Prof. Dr. H. Fasli Jalal, Ph.D., tokoh pendidikan nasional dan mantan Wakil Menteri Pendidikan Republik Indonesia, serta Bapak Syaiful Bahri, S.P., M.M., Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat. Kehadiran para tokoh tersebut memperkuat pesan bahwa museum pendidikan memiliki peran strategis sebagai pusat edukasi budaya yang relevan bagi generasi masa kini dan mendatang.

Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, menyampaikan bahwa keberadaan museum pendidikan memiliki relevansi akademik yang kuat dengan bidang kajian Fakultas Ilmu Budaya. Menurutnya, museum bukan sekadar ruang arsip, melainkan medium penting dalam merawat ingatan kolektif dan memperkaya pembelajaran humaniora. “Museum Mohammad Sjafei INS Kayutanam merupakan ruang penting untuk membaca kembali sejarah pendidikan Indonesia secara kritis. Bagi FIB Unand, pelestarian sejarah pendidikan adalah bagian dari upaya menjaga kesinambungan nilai, pemikiran, dan praktik kebudayaan dalam konteks akademik,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keterlibatan perguruan tinggi, khususnya fakultas yang bergerak di bidang humaniora sangat diperlukan dalam pengembangan museum sebagai sumber belajar yang hidup. Kehadiran akademisi diharapkan dapat mendorong pemanfaatan museum tidak hanya sebagai ruang pameran, tetapi juga sebagai laboratorium kajian sejarah, budaya, dan pendidikan.

Rangkaian kegiatan peresmian meliputi sambutan resmi, pertunjukan budaya, prosesi peresmian museum secara simbolis, serta kunjungan ke ruang pameran yang menampilkan perjalanan pemikiran dan kontribusi Mohammad Sjafei dalam dunia pendidikan Indonesia. Antusiasme peserta mencerminkan besarnya perhatian terhadap upaya pelestarian sejarah pendidikan sebagai bagian dari pembangunan kebudayaan nasional.

Partisipasi FIB Unand dalam kegiatan ini mencerminkan peran aktif fakultas dalam menjembatani dunia akademik dengan upaya pelestarian warisan budaya dan sejarah bangsa. Melalui dukungan terhadap aktivasi museum pendidikan, FIB Unand menegaskan posisinya sebagai institusi akademik yang tidak hanya berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pemeliharaan nilai-nilai historis dan kultural sebagai fondasi pembangunan intelektual masyarakat.

Humas FIB Unand Siti Awal Syaravina, S.Hum., M.Li.