FIB Unand Gelar Gotong Royong Sambut Rangkaian Kegiatan Fakultas

Gambar 1. Kegiatan gotong royong di FIB Unand

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) melaksanakan kegiatan gotong royong pada Selasa, 5 Mei 2026, di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas. Kegiatan ini melibatkan unsur pimpinan fakultas, tenaga kependidikan, dan mahasiswa sebagai bagian dari persiapan menyambut berbagai agenda akademik, kemahasiswaan, dan kegiatan institusional yang akan berlangsung dalam beberapa minggu ke depan di lingkungan FIB Unand.

Gotong royong dipimpin langsung oleh Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, bersama jajaran pimpinan fakultas, yaitu Wakil Dekan I Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., Wakil Dekan II Alex Darmawan, S.S., M.A., Manajer Bidang I Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum., dan Manajer Bidang II Adrianis, S.S., M.A. Kegiatan tersebut kemudian diikuti oleh seluruh tenaga kependidikan dan mahasiswa di lingkungan FIB Unand.

Pelaksanaan gotong royong difokuskan pada pembersihan area sekretariat, ruang pelayanan administrasi, koridor, taman, halaman fakultas, hingga beberapa titik yang akan digunakan sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan mendatang. Selain membersihkan lingkungan, peserta juga melakukan penataan ulang sejumlah fasilitas kerja, pengecekan kebersihan ruangan, serta merapikan area publik agar lebih nyaman digunakan oleh civitas academica dan tamu fakultas.

Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kesiapan fakultas dalam menyambut berbagai agenda besar yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat, mulai dari kegiatan akademik, seminar, kunjungan institusi, hingga aktivitas mahasiswa dan program fakultas lainnya. Lingkungan kampus yang bersih dan tertata dinilai penting untuk mendukung kelancaran seluruh kegiatan tersebut.

Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, menyampaikan bahwa gotong royong menjadi bagian dari budaya kerja bersama yang perlu terus dijaga di lingkungan fakultas. “Kegiatan ini bukan hanya tentang membersihkan lingkungan, melainkan juga membangun rasa tanggung jawab bersama terhadap ruang kerja dan ruang belajar yang kita gunakan setiap hari,” ujarnya.

Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP juga menambahkan bahwa suasana kampus yang bersih dan tertata akan memberikan dampak positif terhadap kenyamanan serta kualitas pelayanan di lingkungan fakultas. “Dalam beberapa minggu ke depan, FIB akan melaksanakan berbagai kegiatan besar. Karena itu, kebersihan dan kesiapan lingkungan menjadi hal yang penting agar seluruh kegiatan dapat berjalan dengan baik,” tambahnya.

Selama kegiatan berlangsung, tenaga kependidikan dan mahasiswa tampak bekerja bersama membersihkan area fakultas, memangkas tanaman, mengumpulkan sampah dan daun kering, serta menata kembali sejumlah perlengkapan di area pelayanan. Kegiatan berjalan dalam suasana santai dan penuh kebersamaan antarpegawai.

Melalui kegiatan gotong royong ini, FIB Unand terus mendorong terciptanya budaya kerja yang kolaboratif sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan dan kenyamanan lingkungan kampus sebagai ruang bersama bagi seluruh civitas academica

Gambar 2. Kegiatan gotong royong di FIB Unand

FIB Unand Gelar Rapat Pengisian LKE Zona Integritas 2026

Gambar 1. Ketua ZI FIB Unand, Dafruddin, S.Pt., M.M. menyampaikan pembagian tugas dan tata cara pengisian LKE ZI 2026

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) melaksanakan kegiatan Rapat Pengisian Lembar Kerja Evaluasi (LKE) Zona Integritas Tahun 2026 pada Rabu, 29 April 2026, bertempat di Ruang Sidang Dekanat FIB Universitas Andalas. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis fakultas dalam memperkuat tata kelola institusi yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.

Rapat ini dipimpin langsung oleh Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, serta dihadiri oleh unsur pimpinan fakultas, yaitu Wakil Dekan I Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., Wakil Dekan II Alex Darmawan, S.S., M.A., dan Kepala Kantor sekaligus ketua Zona Integritas FIB Unand, Dafruddin, S.Pt., M.M., bersama seluruh tim Zona Integritas yang terdiri dari berbagai unit kerja di lingkungan FIB Unand.

Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pengisian serta evaluasi LKE Zona Integritas sebagai instrumen penilaian dalam pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Melalui kegiatan ini, setiap tim bertanggung jawab terhadap komponen yang telah ditetapkan, mulai dari manajemen perubahan hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.

Struktur tim Zona Integritas FIB Unand terdiri atas beberapa kelompok kerja, di antaranya Manajemen Perubahan yang dikoordinatori oleh Andina Meutia Hawa, M.Hum., Penataan Tatalaksana oleh Donny Syofyan, S.S., MHRM., M.A., Penataan Sistem Manajemen SDM oleh Adrianis, S.S., M.A., serta Penguatan Akuntabilitas Kinerja yang dikoordinatori oleh Septi Utami, S.S., M.A..

Selain itu, terdapat pula tim Penguatan Pengawasan yang dikoordinatori oleh Darni Enzimar Putri, S.S., M.Hum., serta tim Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik di bawah koordinasi Lady Diana Yusri, S.S., M.Hum.. Komponen lain seperti Survei Penerapan Pemerintahan Bersih dan Sosialisasi serta Pelayanan Publik yang Baik juga menjadi bagian penting dalam penguatan Zona Integritas di lingkungan fakultas.

Dalam arahannya, Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas bukan sekadar pemenuhan administrasi, melainkan komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola yang baik. “Zona Integritas adalah proses berkelanjutan yang menuntut komitmen seluruh elemen institusi. Pengisian LKE bukan hanya formalitas, melainkan refleksi dari kinerja nyata yang telah kita lakukan,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum.

Melalui kegiatan ini, FIB Unand berupaya memastikan bahwa seluruh aspek penilaian Zona Integritas dapat dipenuhi secara sistematis dan terukur. Rapat ini juga menjadi ruang koordinasi untuk menyamakan persepsi serta memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas tata kelola fakultas.

Dengan pelaksanaan rapat pengisian LKE ini, FIB Unand menegaskan komitmennya dalam mendukung reformasi birokrasi serta mewujudkan lingkungan kerja yang profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik yang prima. 

Mahasiswa Sejarah FIB Unand Gelar Bazar Kewirausahaan, Tampilkan Produk Kreatif dan Kolaborasi Industri

Gambar 1. Pembukaan Bazar Kewirausahaan mahasiswa Sejarah FIB Unand oleh Dekan, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum.

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) melalui Program Studi Sejarah menyelenggarakan kegiatan Bazar Kewirausahaan sebagai bagian dari implementasi pembelajaran Mata Kuliah Kewirausahaan. Kegiatan ini berlangsung pada 4–8 Mei 2026 di koridor FIB Unand dan menjadi ruang praktik bagi mahasiswa dalam mengembangkan keterampilan kewirausahaan secara langsung.

Pembukaan kegiatan dilaksanakan pada Senin, 4 Mei 2026, yang secara resmi dibuka oleh Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, serta dihadiri oleh pimpinan fakultas, yaitu Wakil Dekan I Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., Wakil Dekan II Alex Darmawan, S.S., M.A., Manajer Bidang I Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum., Manajer Bidang II Adrianis, S.S., M.A., serta Ketua Program Studi Sejarah Dr. Zulqaiyyim, M.Hum.

Kegiatan ini merupakan bagian dari proses pembelajaran Kewirausahaan yang diampu oleh Dr. Zulqaiyyim, M.Hum., Ana Fitri Ramadani, S.S., M.A., dan Dr. Zaiyardam, M.Hum., dengan melibatkan mahasiswa sebagai pelaku utama dalam perencanaan, produksi, hingga pemasaran produk.

Ketua pelaksana kegiatan, Julianan Putri, mahasiswa Program Studi Sejarah, menyampaikan bahwa bazar ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan konsep kewirausahaan secara nyata.

“Melalui bazar ini, kami tidak hanya belajar teori, tetapi juga merasakan langsung proses berwirausaha, mulai dari perencanaan hingga pemasaran produk,” ujarnya.

Bazar ini menghadirkan 20 stand, yang terdiri dari 16 stand mahasiswa dan 6 stand sponsor. Beragam produk kreatif ditampilkan oleh mahasiswa, mulai dari kerajinan tradisional seperti songket balapak dan silungkang, produk kriya seperti tas dan selendang Koto Gadang, hingga berbagai produk lain seperti buku, makanan dan minuman, gantungan kunci, serta pakaian thrift.

Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan mitra eksternal sebagai bentuk kolaborasi dengan dunia industri dan sosial. Hayati Motor turut berpartisipasi dengan menyediakan layanan servis sepeda motor Honda secara gratis, sementara Palang Merah Indonesia (PMI) membuka stand donor darah sebagai bentuk kontribusi sosial dalam kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, menegaskan pentingnya pembelajaran berbasis praktik dalam pengembangan kompetensi mahasiswa. “Kewirausahaan tidak cukup dipahami secara teoritis. Mahasiswa perlu terlibat langsung agar memiliki pengalaman nyata dalam mengelola usaha dan menghadapi dinamika pasar,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya fakultas dalam membekali mahasiswa dengan keterampilan yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan zaman.

“Kegiatan ini mencerminkan integrasi antara pembelajaran akademik dan praktik, yang diharapkan dapat melahirkan mahasiswa yang kreatif, inovatif, dan mandiri,” tambahnya.

Selama pelaksanaan, bazar berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari civitas academica FIB Unand. Interaksi antara mahasiswa, pengunjung, dan mitra menunjukkan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang pembelajaran, tetapi juga ajang kolaborasi dan penguatan jejaring.

Melalui kegiatan ini, FIB Unand menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang aplikatif dan kontekstual, serta mendorong mahasiswa untuk mengembangkan potensi kewirausahaan sebagai bagian dari kesiapan menghadapi dunia kerja dan masyarakat. 

Gambar 2. Dekan FIB Unand mengunjungan setiap stand mahasiswa

Dosen FIB Unand Kembali Raih Pendanaan Penelitian Universitas Andalas Tahun 2026

 

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) kembali menunjukkan produktivitas akademiknya melalui keberhasilan sejumlah dosen memperoleh pendanaan Program Penelitian Universitas Andalas Tahun 2026. Pendanaan ini menjadi bagian dari upaya penguatan tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam mendorong riset yang berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, budaya, sejarah, linguistik, serta kajian humaniora yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Program pendanaan tersebut diberikan kepada dosen-dosen FIB Unand dari berbagai skema penelitian, mulai dari Penelitian Tesis Magister, Penelitian Dosen Pemula, hingga Penelitian Unggulan Jalur Kepakaran. Ragam skema ini menunjukkan keberagaman fokus kajian yang berkembang di lingkungan akademik FIB Unand.

Pada skema Penelitian Tesis Magister, Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., memperoleh pendanaan melalui penelitian berjudul “Penerjemahan Verba Modal dalam Teks Hukum Indonesia-Inggris: Analisis Berbasis Korpus dengan Pendekatan Linguistik Fungsional Sistemik.” Penelitian ini menyoroti aspek linguistik dalam penerjemahan hukum yang memiliki peran penting dalam komunikasi lintas bahasa dan sistem hukum.

Dalam kategori Penelitian Dosen Pemula, Romi Arif, M.Hum. berhasil memperoleh pendanaan melalui penelitian bertajuk “Konversi Hutan dan Ekspansi Pertanian Padi di Dharmasraya, Sumatera Barat (1905–1942).” Kajian tersebut berfokus pada dinamika perubahan lanskap lingkungan dan sejarah agraria di Sumatera Barat.

Masih dalam skema yang sama, S. Wani Maler, S.S., M.A. mengembangkan penelitian berjudul “Analisis Komposisi Pigmen Gambar Cadas Gua Basurek Solok Menggunakan XRF untuk Mengidentifikasi Superimposisi Warna.” Penelitian ini memadukan pendekatan humaniora dan teknologi dalam mengungkap aspek arkeologi visual serta warisan budaya prasejarah.

Sementara itu, Septi Utami, S.S., M.A. memperoleh pendanaan melalui penelitian “Analisis Teror dan Kekacauan di Kota Jambi untuk Menelaah Kejahatan Akar Rumput Tahun 1948–1958.” Kajian tersebut mengangkat perspektif sejarah sosial-politik yang berfokus pada dinamika konflik lokal pascakemerdekaan.

Pada skema Penelitian Unggulan Jalur Kepakaran, Dr. Wuri Syaputri, M.Pd. meraih pendanaan untuk penelitian berjudul “Pengembangan Linguistic Sustainability Model (LSM) Berbasis Lanskap Linguistik Multibahasa di Kota Padang.” Penelitian ini menyoroti keberlanjutan bahasa dalam ruang publik multibahasa sebagai bagian dari penguatan identitas linguistik perkotaan.

Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, menyampaikan apresiasi terhadap capaian dosen yang berhasil memperoleh pendanaan penelitian. “Pendanaan penelitian merupakan bentuk pengakuan terhadap kualitas gagasan akademik dosen. Hal ini menunjukkan bahwa riset humaniora memiliki kontribusi penting dalam menjawab persoalan sosial, budaya, dan kebahasaan yang berkembang di masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan tersebut juga menjadi indikator meningkatnya budaya riset di lingkungan fakultas. “Kami berharap penelitian yang dilakukan tidak berhenti pada luaran akademik semata, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat,” tambah Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum.

Keberhasilan dosen FIB Unand dalam memperoleh pendanaan penelitian tahun 2026 menunjukkan komitmen fakultas dalam memperkuat ekosistem akademik berbasis riset. Berbagai tema yang diangkat tidak hanya mencerminkan keberagaman disiplin ilmu humaniora, tetapi juga memperlihatkan relevansi kajian budaya, bahasa, sejarah, dan lingkungan terhadap isu-isu kontemporer.

Melalui capaian ini, FIB Unand terus menegaskan posisinya sebagai institusi akademik yang aktif menghasilkan penelitian berkualitas serta berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.

Belajar Fonologi Langsung di Lapangan, Mahasiswa FIB Unand Teliti Variasi Bunyi Bahasa di Riau

Gambar 1. Kuliah Lapangan Mata Kuliah Fonologi kelas B Program Studi Sastra Indonesia FIB Unand

Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas melaksanakan Kuliah Lapangan Mata Kuliah Fonologi Kelas B Tahun 2026 sebagai bagian dari pembelajaran berbasis praktik lapangan. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat, 24 April hingga Minggu, 26 April 2026, dengan lokasi penelitian di Desa Rambah, Kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau.

Kuliah lapangan ini diikuti oleh mahasiswa Mata Kuliah Fonologi Kelas B Program Studi Sastra Indonesia FIB Unand di bawah bimbingan dosen pengampu Dr. Aslinda, M.Hum. Kegiatan turut didampingi oleh beberapa dosen pembimbing, yaitu Dra. Noviatri, M.Hum., Andina Meutia Hawa, M.Hum., Ahmad Hamidi, S.Pd., M.Hum., dan Dr. Ronidin, S.S., M.A. Selain itu, mahasiswa juga dibimbing oleh kakak pendamping, yakni Nada Aprila Kurnia, M. Subarkah, S.Hum., dan Tomi Pratama.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengaplikasikan teori fonologi yang telah dipelajari di kelas ke dalam konteks penggunaan bahasa di masyarakat. Mahasiswa melakukan pengamatan langsung terhadap variasi bunyi bahasa dalam tuturan masyarakat, sekaligus melatih keterampilan penelitian linguistik seperti wawancara, pencatatan data, serta perekaman tuturan.

Rombongan tiba di lokasi penelitian pada Sabtu pagi dan disambut di Kantor Desa Rambah oleh Sekretaris Desa, Wahyu Budiman, S.T., serta Ibunda Rita, yang turut membantu proses koordinasi lapangan. Setelah pembukaan dan penyambutan, mahasiswa langsung melaksanakan pengumpulan data dengan cara membentuk kelompok penelitian yang berjumlah sembilan kelompok.

Setiap kelompok mewawancarai dua informan, sehingga total terdapat 18 informan yang menjadi sumber data penelitian. Wawancara dilakukan di berbagai lokasi, termasuk rumah informan dan area sekitar Masjid Agung Islamic Centre. Salah satu kelompok, yang didampingi Nada Aprila Kurnia, melakukan wawancara dengan pasangan penduduk asli setempat, Bapak Suwardi dan Ibu Daswati.

Kegiatan penelitian berlangsung hingga sore hari. Setelah kembali ke penginapan, mahasiswa melanjutkan proses analisis awal dengan mencocokkan hasil rekaman wawancara dengan simbol alfabet fonetik guna memastikan akurasi data.

Dosen pengampu mata kuliah, Dr. Aslinda, M.Hum., menjelaskan bahwa kuliah lapangan merupakan bagian penting dalam pembelajaran linguistik. “Fonologi tidak cukup dipahami secara teoritis. Mahasiswa perlu melihat langsung bagaimana bunyi bahasa digunakan dalam komunikasi sehari-hari agar mereka memahami variasi bahasa secara nyata,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang kakak pendamping Nada Aprila Kurnia menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi mahasiswa. “Kesempatan ini sangat berharga karena mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga belajar berinteraksi dengan masyarakat dan mengumpulkan data secara langsung. Di awal mereka masih malu bertanya, tetapi pada akhirnya justru menjadi kelompok yang paling antusias,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman akademik, tetapi juga mengembangkan keterampilan sosial, komunikasi, dan kerja tim dalam proses penelitian lapangan. Kuliah lapangan menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap kajian linguistik.

Dosen FIB Unand Lolos Pendanaan Program BIMA 2026, Perkuat Riset dan Pengabdian Masyarakat

Gambar 1. Dosen FIB Unand Lolos Pendanaan Program BIMA 2026

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) kembali menunjukkan capaian akademik melalui keberhasilan sejumlah dosen dalam memperoleh pendanaan Program BIMA (Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) Tahun Anggaran 2026. Program ini merupakan skema pendanaan nasional yang mendukung kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi.

Keberhasilan ini melibatkan beberapa dosen FIB Unand sebagai ketua pengusul dalam berbagai skema penelitian dan pengabdian. Di antaranya adalah Prof. Ferdinal, M.A., Ph.D., dengan penelitian berjudul “Eksplorasi Relasi Mitos dan Ruang Perempuan untuk Memperkuat Peran Perempuan dalam Budaya Patriarki Pacu Jawi di Sumatera Barat” dalam skema Penelitian Fundamental (lanjutan).

Selanjutnya, Prof. Dr. Silvia Rosa, M.Hum. juga memperoleh pendanaan melalui penelitian berjudul “Menyingkap Kesenjangan Posisi Perempuan dalam Tambo, Sejarah, dan Realitas Sosial Minangkabau: Analisis terhadap Narasi Budaya tentang Perempuan” pada skema Penelitian Fundamental (lanjutan).

Pada skema Penelitian Terapan, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum. mengusulkan penelitian berjudul “Pengembangan Model Linguistik Komunikasi Darurat Berbasis Lokal pada Masyarakat Minangkabau Pascagalodo” yang berfokus pada penguatan komunikasi berbasis kearifan lokal dalam situasi kebencanaan.

Sementara itu, Dr. Sawirman, M.Hum. melalui skema Penelitian Fundamental (baru) mengembangkan inovasi digital melalui penelitian “Pengembangan Aplikasi KIMI untuk Penerbitan 4.500 Register Perkebunan Kamus Trilingual (Indonesia–Minangkabau–Inggris) Berdimensi Virtual Influencer dan Bergambar”.

Dari bidang sejarah dan sosial-politik, Dr. Drs. Nopriyasman, M.Hum. memperoleh pendanaan untuk dua skema penelitian, yakni penelitian fundamental berjudul “Ketahanan Menghadapi Bencana Berbasis Adat: Integrasi Pengetahuan Sosio-Historis dan Kesehatan Tradisional dalam Penanggulangan Bencana Pascagempa Pasaman Barat 2022”, serta skema Penelitian Tesis Magister dengan judul “Menegosiasikan Akar Beringin: Adaptasi Politik Golkar di Sumatera Barat dalam Menghadapi Tantangan Konflik Masa Transisi, 1999–2004”.

Selain itu, pada bidang pengabdian kepada masyarakat, Sudarmoko, S.S., M.A., Ph.D. memperoleh pendanaan dalam skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat dengan program “Pendokumentasian dan Pewarisan Tari Adok di Kabupaten Solok, Sumatera Barat”.

Secara keseluruhan, capaian ini menunjukkan keberagaman fokus riset FIB Unand, mulai dari isu gender, budaya, bahasa, teknologi digital, hingga kebencanaan dan pelestarian seni tradisi. Hal ini mencerminkan kontribusi nyata bidang humaniora dalam menjawab tantangan sosial dan budaya secara kontekstual.

Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, menyampaikan apresiasi atas capaian para dosen sebagai bagian dari penguatan kualitas tridarma perguruan tinggi. “Keberhasilan ini menunjukkan kapasitas akademik dosen FIB Unand dalam menghasilkan riset yang relevan dan berdampak. Program BIMA menjadi ruang strategis untuk mengembangkan penelitian dan pengabdian yang berbasis kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pendanaan ini diharapkan tidak hanya menghasilkan luaran akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. “Penelitian dan pengabdian harus mampu menjembatani ilmu pengetahuan dengan kebutuhan riil masyarakat. Di sinilah peran humaniora menjadi sangat penting,” tambahnya.

Melalui capaian ini, FIB Unand menegaskan komitmennya dalam mendorong produktivitas riset, memperluas kontribusi keilmuan, serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam pembangunan masyarakat berbasis pengetahuan.