FIB Unand Perkenalkan Lima Program Studi kepada 40 Mahasiswa Baru Pascasarjana melalui BAKTI 2026

Gambar 1. Foto bersama jajaran pimpinan FIB Unand dengan mahasiswa baru pascasarjana tahun 2026

Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas menyelenggarakan Bimbingan Aktivitas Kemahasiswaan dalam Tradisi Ilmiah (BAKTI) bagi mahasiswa baru Pascasarjana Tahun Akademik 2026/2027 pada Jumat, 14 Agustus 2026 di Ruang Sidang Dekanat FIB Universitas Andalas. Kegiatan ini menjadi bagian dari pengenalan lingkungan akademik sekaligus pembekalan awal bagi mahasiswa baru sebelum memulai perjalanan akademiknya di jenjang pascasarjana.

BAKTI Pascasarjana FIB Unand diikuti oleh 40 mahasiswa baru yang berasal dari lima program studi, yaitu Program Studi S-2 Susastra, S-2 Linguistik, S-2 Kajian Sejarah, S-2 Kajian Budaya, dan S-3 Linguistik. Kehadiran mahasiswa baru juga memperlihatkan keberagaman latar belakang mahasiswa FIB Unand, termasuk mahasiswa internasional yang berasal dari Sri Lanka, Australia, dan Pakistan.

Kegiatan dibuka oleh Dekan FIB Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP dan dihadiri oleh Wakil Dekan I Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., Wakil Dekan II Alex Darmawan, S.S., M.A., Manajer Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum., Manajer Bidang Umum dan Keuangan Adrianis, S.S., M.A., serta jajaran pimpinan dan pengelola program studi di lingkungan FIB Unand.

Dalam sambutannya, Prof. Ike Revita menyampaikan bahwa mahasiswa pascasarjana perlu memahami lingkungan akademik yang akan menjadi ruang mereka untuk mengembangkan keilmuan, membangun jejaring, dan menghasilkan karya. “Memasuki jenjang pascasarjana berarti memasuki ruang belajar yang lebih mandiri dan lebih mendalam. Karena itu, kenali lingkungan akademik, bangun komunikasi yang baik, dan manfaatkan setiap kesempatan untuk mengembangkan keilmuan. Jadikan FIB Unand sebagai ruang untuk bertumbuh sekaligus memberikan kontribusi melalui ilmu yang dimiliki.”

Setelah pembukaan dan sambutan Dekan, kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan program studi yang menjadi bagian utama BAKTI Pascasarjana. Berdasarkan rundown kegiatan, sesi pertama menghadirkan Prof. Drs. Ferdinal, M.A., Ph.D. untuk memperkenalkan Program Studi S-2 Susastra. Sesi berikutnya diisi Dr. Fajri Usman, M.Hum. yang memperkenalkan Program Studi S-2 Linguistik.

Pengenalan kemudian dilanjutkan dengan Program Studi S-2 Kajian Sejarah yang disampaikan oleh Dr. Nopriyasman, M.Hum. Selanjutnya, Sudarmoko, S.S., M.A., Ph.D. memperkenalkan Program Studi S-2 Kajian Budaya, yang menjadi salah satu pilihan studi dalam pengembangan kajian humaniora di FIB Unand.

Sementara itu, untuk jenjang doktoral, Prof. Dr. Oktavianus, M.Hum. memperkenalkan Program Studi S-3 Linguistik. Rangkaian pengenalan tersebut memberikan gambaran kepada mahasiswa baru mengenai lingkungan akademik, karakteristik bidang kajian, serta ruang pengembangan keilmuan pada masing-masing program studi.

Lima program studi tersebut menjadi bagian dari ekosistem pendidikan pascasarjana FIB Unand yang mempertemukan berbagai bidang kajian humaniora, mulai dari bahasa, sastra, sejarah, hingga kajian budaya.

Keberadaan mahasiswa dari berbagai latar belakang daerah dan negara turut memberikan warna tersendiri dalam BAKTI Pascasarjana 2026. Mahasiswa baru tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi juga terdapat mahasiswa internasional dari Sri Lanka, Australia, dan Pakistan.

Keberagaman tersebut menjadi bagian penting dalam kehidupan akademik pascasarjana. Pertemuan mahasiswa dengan latar belakang budaya dan pengalaman pendidikan yang berbeda membuka ruang pertukaran perspektif sekaligus memperluas jejaring akademik di lingkungan FIB Unand.

Bagi FIB Unand, keberadaan mahasiswa internasional juga menjadi bagian dari proses internasionalisasi pendidikan tinggi yang terus dikembangkan. Lingkungan akademik yang mempertemukan berbagai latar budaya diharapkan dapat mendorong diskusi yang lebih terbuka serta memperkaya perspektif dalam kajian humaniora.

Setelah seluruh program studi diperkenalkan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Sesi ini menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk menyampaikan pertanyaan dan memperoleh penjelasan lebih lanjut mengenai kehidupan akademik di masing-masing program studi.

Interaksi tersebut menjadi bagian penting dari BAKTI karena mahasiswa tidak hanya menerima informasi secara satu arah, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berdialog mengenai proses akademik yang akan mereka jalani.

Pelaksanaan BAKTI Pascasarjana 2026 diharapkan menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat lingkungan akademik FIB Unand, membangun jejaring dengan sesama mahasiswa dan sivitas akademika, serta mempersiapkan diri menjalani proses pendidikan di jenjang magister dan doktor.

Bagi 40 mahasiswa baru tersebut, BAKTI bukan sekadar agenda penyambutan, tetapi menjadi titik awal untuk memasuki ruang akademik yang lebih mandiri, kritis, dan kolaboratif di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas.

Gambar 2. Foto bersama pimpinan FIB Unand dengan mahasiswa baru S-3 Linguistik tahun akademik 2026/2027

 

576 Mahasiswa Baru FIB Unand Ikuti BAKTI 2026, Kenali Akademik dan Kehidupan Kemahasiswaan 

Gambar 1. Hari pertama BAKTI mahasiswa baru angkatan 2026 FIB Unand

Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas melaksanakan Bimbingan Aktivitas Kemahasiswaan dalam Tradisi Ilmiah (BAKTI) 2026 bagi mahasiswa baru jenjang sarjana pada Jumat–Sabtu, 14–15 Agustus 2026. Bertempat di Gedung Serbaguna FIB Universitas Andalas, kegiatan ini menjadi bagian awal dari proses pengenalan kehidupan akademik dan kemahasiswaan bagi 576 mahasiswa baru yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Mengusung tema “Dari nan Beda Disatuan, Sarantak Langkah Sairiang Jalan, Batumbuah di Ranah Ilmu”, BAKTI 2026 dirancang sebagai ruang bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik, tata kehidupan kampus, program studi, organisasi kemahasiswaan, hingga berbagai komunitas yang dapat menjadi ruang pengembangan diri selama menempuh pendidikan di FIB Unand. Tema tersebut juga menjadi pesan bahwa keberagaman latar belakang mahasiswa merupakan bagian dari kekuatan dalam membangun kebersamaan di lingkungan akademik.

Kegiatan dibuka oleh Dekan FIB Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, dan dihadiri jajaran pimpinan FIB Unand, yakni Wakil Dekan I Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., Wakil Dekan II Alex Darmawan, S.S., M.A., Manajer Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum., serta Manajer Bidang Umum dan Keuangan Adrianis, S.S., M.A. Turut hadir panitia BAKTI 2026, pengurus BEM FIB Unand, Humas Muda, organisasi kemahasiswaan, serta berbagai unsur pendukung kegiatan. 

Gambar 2. Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum. beserta jajaran pimpinan lainnya secara resmi membuka acara BAKTI FIB Unand 2026

Pada hari pertama, Jumat, 14 Agustus 2026, rangkaian kegiatan diawali dengan senam pagi, yel-yel, dan jargon yang diikuti mahasiswa baru sebelum melakukan mobilisasi menuju Gedung Serbaguna. Pembukaan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars FIB, sambutan Ketua Panitia, sambutan Presiden Mahasiswa BEM, serta sambutan Ketua Pelaksana BAKTI 2026.

Dalam rangkaian pembukaan tersebut, mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan pimpinan FIB Unand sekaligus mengikuti pembukaan resmi BAKTI 2026 oleh Dekan FIB Unand. Selain itu, mahasiswa menyaksikan video profil FIB sebagai pengantar untuk mengenal lebih dekat fakultas tempat mereka akan menjalani proses pendidikan selama beberapa tahun ke depan.

Materi berikutnya memberikan bekal praktis bagi mahasiswa baru, mulai dari tata tertib kampus FIB yang disampaikan Ketua Komdisdik FIB, Novalinda, S.S., M.Hum., hingga pengenalan administrasi akademis oleh tim ICT, Rahmat Kurniawan, S.Kom., M.Si. dan Tri Eka Wira, S.Kom. Pembekalan tersebut memberikan gambaran mengenai aturan, sistem administrasi, serta berbagai hal yang perlu dipahami mahasiswa dalam menjalani aktivitas akademik.

Mahasiswa baru kemudian mengikuti kegiatan di program studi masing-masing. Lima program studi sarjana, yaitu Sastra Inggris, Sastra Jepang, Sastra Indonesia, Sastra Daerah, dan Arkeologi, memberikan pengenalan mengenai lingkungan program studi dan aktivitas akademik. Kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan himpunan mahasiswa serta ruang pengembangan aktivitas kemahasiswaan.

Pada sesi pengenalan organisasi, mahasiswa diperkenalkan dengan sejumlah organisasi dan wadah kemahasiswaan, di antaranya ESA, Nigakkai, HMD, KARSA, dan LMJ. Pengenalan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa baru untuk melihat berbagai pilihan aktivitas yang dapat diikuti sesuai minat, bakat, serta bidang pengembangan diri masing-masing.

Rangkaian hari pertama ditutup dengan persiapan menuju lapangan dan penutupan kegiatan. Kegiatan tersebut menjadi pengantar sebelum mahasiswa baru memasuki rangkaian pengenalan kehidupan kemahasiswaan yang lebih luas pada hari kedua.

Pada hari kedua, Sabtu, 15 Agustus 2026, kegiatan kembali diawali dengan senam pagi, yel-yel, dan jargon. Rangkaian kemudian berfokus pada pengenalan berbagai lembaga, organisasi, dan komunitas yang menjadi bagian dari kehidupan kemahasiswaan di FIB Unand.

Mahasiswa baru diperkenalkan dengan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FIB, BEM FIB, Unit Humas, LPK, BSTM, FSI, Komunitas Cermin, Teater Langkah, dan Metasinema. Pengenalan tersebut memberikan gambaran bahwa kehidupan mahasiswa tidak hanya berlangsung di ruang kuliah, tetapi juga berkembang melalui organisasi, komunitas, kegiatan seni, media, literasi, serta berbagai aktivitas pengembangan minat dan bakat.

Gambar 3. Penampilan UKMF Komunitas Cermin dalam BAKTI FIB Unand 2026

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan ice breaking, penampilan bakat mahasiswa baru, serta pertunjukan dari berbagai komunitas mahasiswa. Komunitas Cermin, BSTM, dan Teater Langkah tampil dalam sesi pertunjukan yang menjadi bagian dari pengenalan kreativitas dan aktivitas seni di lingkungan FIB Unand.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan salat Asar dan Expo UKMF di area koridor FIB dan lapangan. Melalui expo tersebut, mahasiswa baru dapat mengenal lebih dekat berbagai unit kegiatan dan aktivitas kemahasiswaan yang tersedia di lingkungan fakultas.

Pada bagian akhir, kegiatan diisi dengan serba-serbi dan pembagian penghargaan sebelum ditutup secara resmi pada sore hari. Seluruh rangkaian BAKTI 2026 berlangsung sebagai satu kesatuan proses pengenalan mahasiswa baru terhadap lingkungan akademik sekaligus kehidupan kemahasiswaan FIB Unand.

Pelaksanaan BAKTI 2026 juga memiliki makna khusus karena menjadi kegiatan pertama yang menggunakan Gedung Serbaguna FIB Unand yang baru selesai pada bagian aula dan mulai dimanfaatkan untuk aktivitas fakultas. Pemanfaatan ruang tersebut menjadi bagian dari perkembangan fasilitas FIB Unand dalam mendukung kegiatan akademik dan kemahasiswaan.

Dekan FIB Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP., menyampaikan bahwa mahasiswa baru perlu mendapatkan pemahaman yang baik sejak awal mengenai lingkungan akademik dan kemahasiswaan yang akan menjadi bagian dari perjalanan mereka di FIB Unand. “Setiap mahasiswa datang dengan latar belakang dan pengalaman yang berbeda. Di FIB Unand, perbedaan tersebut menjadi bagian dari proses untuk belajar, tumbuh, dan berjalan bersama dalam tradisi ilmiah.”

Menurutnya, aktivitas kemahasiswaan merupakan bagian penting dari proses pendidikan karena memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama, kreativitas, dan kepedulian sosial. “Menjadi mahasiswa tidak hanya tentang mengikuti perkuliahan, tetapi juga membangun pengalaman, mengembangkan potensi, dan belajar berkontribusi dalam lingkungan akademik.”

Sementara itu, tema BAKTI 2026, “Dari nan Beda Disatuan, Sarantak Langkah Sairiang Jalan, Batumbuah di Ranah Ilmu”, menjadi landasan semangat bagi mahasiswa baru untuk membangun kebersamaan di tengah keberagaman. Tema tersebut dalam spanduk kegiatan juga disertai padanan bahasa Indonesia, Inggris, dan Jepang, yang memperkuat pesan tentang persatuan, kebersamaan, dan pertumbuhan dalam dunia ilmu pengetahuan.

Dengan diikuti 576 mahasiswa baru dari berbagai daerah di Indonesia, BAKTI 2026 menjadi langkah awal bagi mahasiswa FIB Unand untuk mengenal lingkungan akademiknya, membangun jejaring, serta menemukan ruang untuk berkembang melalui berbagai aktivitas kemahasiswaan.

Dari nan beda, disatukan. Sarantak langkah, sairiang jalan. Batumbuah di ranah ilmu.

Gambar 4. Penutupan BAKTI mahasiswa baru angkatan 2026 FIB Unand

Mahasiswa Ilmu Sejarah FIB Unand Raih Juara III Lomba Esai Satgas PPK UNAND Lewat Gagasan Inovatif "Rangers Dengar"

Gambar 1. Muhammad Ridwan, mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah angkatan 2023 raih Juara III Cabang Lomba Esai pada Lomba Satgas PPK Unand Tahun 2026

Prestasi kembali ditorehkan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas. Muhammad Ridwan, mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah angkatan 2023, berhasil meraih Juara III Cabang Lomba Esai pada Lomba Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (PPK) Universitas Andalas Tahun 2026. Keberhasilan tersebut diumumkan secara resmi pada 16 Juli 2026, setelah melalui proses penilaian terhadap karya peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Kompetisi yang diselenggarakan Satgas PPK Universitas Andalas mengusung tema "Berani Peduli, Bersama Wujudkan Kampus Aman Tanpa Kekerasan" sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepedulian sivitas akademika terhadap pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi. Lomba berlangsung sejak 13 Mei hingga 5 Juni 2026 untuk tahap pendaftaran dan pengumpulan karya, dengan empat cabang perlombaan, yaitu video kreatif, desain poster, esai, dan cerpen. Seluruh mahasiswa di Indonesia berkesempatan mengikuti kompetisi tersebut sebagai wadah menyampaikan gagasan kreatif dalam membangun kampus yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan.

Muhammad Ridwan, mahasiswa dengan NIM 2310717001, berhasil menarik perhatian dewan juri melalui esai berjudul "Rangers Dengar: Platform Digital Terintegrasi Gerakan Peer Support Berbasis Gamifikasi untuk Mengeliminasi Victim Blaming Guna Mewujudkan Lingkungan Kampus Aman Tanpa Kekerasan." Dalam tulisannya, Ridwan menawarkan sebuah inovasi berupa ekosistem digital yang mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), pelatihan empati berbasis gamifikasi, serta jaringan relawan mahasiswa sebagai pendamping awal korban kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi.

Esai tersebut berangkat dari persoalan masih tingginya budaya victim blaming yang membuat korban kekerasan enggan melapor dan memperoleh pendampingan. Menurut Ridwan, penyelesaian persoalan tersebut tidak cukup hanya melalui mekanisme pelaporan formal, tetapi juga membutuhkan perubahan budaya melalui penguatan empati mahasiswa sebagai lingkungan terdekat korban.

Melalui konsep Rangers Dengar, ia merancang sebuah aplikasi yang dilengkapi fitur AI Empathy Checker, Safe Chat, Emergency Button, pelatihan skenario berbasis gamifikasi, hingga sertifikasi relawan mahasiswa yang bertugas sebagai peer supporter. Sistem tersebut dirancang agar korban memperoleh ruang aman untuk bercerita tanpa rasa takut dihakimi sebelum diarahkan kepada mekanisme penanganan resmi melalui Satgas PPK.

Tidak hanya menawarkan inovasi teknologi, Ridwan juga menyusun strategi implementasi yang melibatkan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan melalui model pentahelix. Model tersebut menghubungkan perguruan tinggi, Satgas PPK, psikolog, organisasi kemahasiswaan, media, pemerintah, hingga mitra teknologi agar program dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman dan inklusif.

Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP., menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih Muhammad Ridwan. Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa FIB Universitas Andalas tidak hanya mampu berkompetisi secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan yang memberikan solusi terhadap persoalan sosial yang dihadapi masyarakat. "Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa FIB Universitas Andalas mampu menghadirkan karya ilmiah yang tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi juga menawarkan solusi inovatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kami berharap capaian ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya dan berkontribusi melalui pemikiran-pemikiran yang berdampak," ujar Prof. Ike Revita.

Sementara itu, Muhammad Ridwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang diterimanya. Baginya, esai yang disusun bukan sekadar untuk mengikuti kompetisi, tetapi merupakan bentuk kepedulian terhadap pentingnya membangun budaya saling mendukung di lingkungan kampus. "Saya percaya bahwa kampus yang aman tidak hanya dibangun melalui aturan, tetapi juga melalui empati setiap warganya. Semoga gagasan Rangers Dengar dapat menjadi inspirasi untuk menciptakan lingkungan akademik yang lebih inklusif, humanis, dan berpihak kepada korban," ungkap Ridwan.

Keberhasilan ini semakin menegaskan komitmen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas dalam mendorong mahasiswanya untuk aktif berprestasi sekaligus menghadirkan solusi atas berbagai persoalan kemasyarakatan melalui karya ilmiah yang inovatif. Prestasi Muhammad Ridwan diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa FIB Universitas Andalas untuk terus mengembangkan kreativitas, kepedulian sosial, serta kemampuan akademik dalam berbagai ajang kompetisi, baik di tingkat universitas maupun nasional.

Empat Belas Mahasiswa Lolos Program Fast Track FIB Unand, Siap Tempuh S-1 dan S-2 dalam Lima Tahun

Gambar 1. Mahasiswa FIB Unand mengikuti seleksi wawancara penerimaan mahasiswa S-2 FIB Unand program fast track

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas secara resmi mengumumkan hasil seleksi Program Fast Track Tahun Akademik 2026/2027 pada Senin, 27 Juli 2026. Sebanyak 14 mahasiswa dinyatakan lulus mengikuti program percepatan yang memungkinkan mahasiswa menyelesaikan pendidikan Sarjana (S-1) dan Magister (S-2) dalam waktu sekitar lima tahun. Program ini merupakan salah satu upaya FIB Universitas Andalas dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui percepatan jenjang pendidikan sekaligus memperkuat budaya akademik di lingkungan fakultas.

Sebelum pengumuman hasil seleksi, proses wawancara dilaksanakan pada Senin, 20 Juli 2026 di Ruang Sidang Dekanat Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas. Seleksi dilakukan secara langsung oleh masing-masing ketua program studi tujuan, didampingi Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., Wakil Dekan I FIB Universitas Andalas, Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., Manajer Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Ria Febrina, S.S., M.Hum., serta sejumlah dosen dari program studi terkait. Wawancara difokuskan pada kesiapan akademik, motivasi, komitmen, serta rencana studi mahasiswa dalam mengikuti program percepatan.

Dalam sambutannya, Dekan FIB Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP., menyampaikan bahwa Program Fast Track merupakan salah satu bentuk inovasi akademik yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa berprestasi untuk melanjutkan pendidikan magister lebih awal tanpa harus menunggu kelulusan program sarjana. "Program Fast Track memberikan ruang bagi mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik baik untuk mempercepat studi hingga jenjang magister. Kami berharap program ini dapat melahirkan lulusan yang unggul, produktif, dan siap berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan maupun dunia profesional," ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum.

Program Fast Track memungkinkan mahasiswa semester akhir program sarjana mengambil sejumlah mata kuliah magister yang nantinya dapat diakui sebagai bagian dari kurikulum S-2. Dengan skema tersebut, mahasiswa dapat menyelesaikan pendidikan S-1 dan S-2 dalam waktu sekitar lima tahun. Selain mempercepat masa studi, program ini juga mendorong mahasiswa untuk lebih awal terlibat dalam kegiatan penelitian, publikasi ilmiah, dan pengembangan kompetensi akademik.

Selama proses wawancara, tim seleksi menggali kesiapan peserta dalam menghadapi beban akademik yang lebih tinggi, kemampuan berpikir kritis, minat penelitian, serta kesesuaian bidang keilmuan yang akan ditempuh pada jenjang magister. Aspek komitmen dan konsistensi belajar juga menjadi perhatian penting mengingat Program Fast Track menuntut kemampuan manajemen waktu dan prestasi akademik yang baik.

Wakil Dekan I FIB Universitas Andalas, Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., menyampaikan bahwa seleksi tidak hanya mempertimbangkan nilai akademik, tetapi juga kesiapan mahasiswa menjalani proses pembelajaran yang lebih intensif. "Program ini diperuntukkan bagi mahasiswa yang memiliki motivasi kuat, kemampuan akademik yang baik, dan kesiapan untuk belajar lebih intensif. Harapannya, mereka dapat menjadi generasi akademisi muda yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional," ungkapnya.

Berdasarkan hasil seleksi, sebanyak 14 mahasiswa dinyatakan lolos mengikuti Program Fast Track. Tiga mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah, yaitu Sitti Ba'itsati Dzakiyah, Nisa Safitri, dan Hazari Nabila Putri, melanjutkan studi ke Program Magister Kajian Sejarah. Sementara itu, tiga mahasiswa lainnya, yakni Faathir Tora Ugraha dan Nada Aprila Kurnia dari Program Studi Sastra Indonesia, serta Husna Nisah Khairani dari Program Studi Sastra Inggris, diterima pada Program Magister Linguistik. Mahasiswa Muhamad Arif Al Musri dari Program Studi Sastra Minangkabau juga melanjutkan studi ke Program Magister Linguistik.

Adapun mahasiswa yang diterima pada Program Magister Susastra terdiri atas Sitiina Hidayah, Wira Santika, dan Sasmita Zulianti dari Program Studi Sastra Minangkabau; Ghina Rufa'uda, Khairiyanni Shagita dari Program Studi Sastra Indonesia; serta Nasyiwa Siti Nashira dan Muhammad Rasyid Ridha dari Program Studi Sastra Inggris.

Melalui Program Fast Track, FIB Universitas Andalas berharap semakin banyak mahasiswa berprestasi yang dapat mempercepat jenjang pendidikannya, menghasilkan penelitian berkualitas, serta memperkuat daya saing lulusan di tingkat nasional maupun internasional. Program ini sekaligus menjadi wujud komitmen FIB Universitas Andalas dalam menghadirkan inovasi pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan pendidikan tinggi.

 

FIB Unand Hadirkan Dosen dari China dan Malaysia, Kuliah Umum Bahas Peluang Beasiswa dan Karier Internasional

Gambar 1. Dosen dari China memaparkan peluang beasiswa, studi lanjut, dan karier di luar negeri

Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas kembali memperkuat atmosfer internasionalisasi kampus melalui penyelenggaraan Kuliah Umum bersama dosen luar negeri yang menghadirkan akademisi dari China dan Malaysia pada Jumat, 31 Juli 2026 di Ruang Sidang Dekanat FIB Universitas Andalas. Kegiatan ini memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai peluang beasiswa, studi lanjut, karier internasional, serta profesi pengajar bahasa bagi penutur asing di berbagai negara.

Kuliah umum dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Dekan I Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., Wakil Dekan II Alex Darmawan, S.S., M.A., Manajer Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Ria Febrina, S.S., M.Hum., Manajer Bidang Umum dan Keuangan Adrianis, S.S., M.A., jajaran pimpinan fakultas, dosen, organisasi kemahasiswaan, serta mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan FIB Universitas Andalas.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum. menegaskan bahwa internasionalisasi tidak hanya diwujudkan melalui kerja sama antarlembaga, tetapi juga melalui ruang-ruang akademik yang mempertemukan mahasiswa dengan pengalaman dan perspektif global. "Kuliah umum ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh informasi langsung dari para akademisi internasional mengenai peluang studi, beasiswa, dan pengembangan karier di tingkat global. Kami berharap kegiatan seperti ini semakin membuka wawasan serta mendorong mahasiswa mempersiapkan diri menghadapi dunia yang semakin kompetitif," ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum.

Kuliah umum menghadirkan empat narasumber dari berbagai perguruan tinggi luar negeri, yaitu Zaiton binti Zakarya dari Guangdong University of Foreign Studies, Guangzhou, China; Khairul Izzat bin Amiruddin dari Universiti Sains Malaysia (USM); Dr. Nurul Afifah Adila binti Mohd Salleh dari Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia; serta Ranofla Dianti binti Irwan dari Hainan College of Foreign Studies, China.

Masing-masing narasumber memaparkan berbagai peluang yang dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri, mulai dari informasi mengenai program beasiswa di China dan Malaysia, pengalaman studi internasional, hingga prospek berkarier sebagai pengajar bahasa bagi penutur asing. Para narasumber juga menjelaskan kompetensi yang perlu dipersiapkan mahasiswa agar mampu bersaing dalam memperoleh beasiswa maupun memasuki dunia kerja internasional, seperti penguasaan bahasa asing, kemampuan komunikasi lintas budaya, serta pengalaman organisasi dan akademik.

Selain membahas studi lanjut, para narasumber turut memperkenalkan peluang karier sebagai pengajar bahasa Indonesia maupun bahasa Melayu bagi penutur asing yang memiliki prospek semakin luas di berbagai institusi pendidikan internasional. Melalui pemaparan tersebut, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai kebutuhan tenaga pengajar bahasa di luar negeri sekaligus peluang membangun karier di bidang pendidikan internasional.

Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta. Mahasiswa dan dosen memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdialog secara langsung mengenai persyaratan memperoleh beasiswa, pengalaman hidup dan belajar di luar negeri, tantangan adaptasi budaya, hingga peluang kerja setelah menyelesaikan studi.

Salah seorang narasumber, Zaiton binti Zakarya, menekankan pentingnya keberanian mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan belajar di tingkat internasional. "Kesempatan belajar di luar negeri terbuka bagi siapa saja yang mempersiapkan diri dengan baik. Penguasaan bahasa, prestasi akademik, dan kemauan untuk terus belajar menjadi modal utama untuk meraih peluang tersebut," ungkapnya.

Sementara itu, Dr. Nurul Afifah Adila binti Mohd Salleh menyampaikan bahwa pengalaman internasional tidak hanya memperkaya kompetensi akademik, tetapi juga membentuk kemampuan beradaptasi dan berkolaborasi di lingkungan multikultural. "Belajar di lingkungan internasional bukan sekadar memperoleh ilmu, tetapi juga membangun jejaring global, memahami keberagaman budaya, serta mengembangkan cara berpikir yang lebih terbuka," jelasnya.

Melalui penyelenggaraan kuliah umum ini, FIB Universitas Andalas terus memperkuat komitmennya dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi sekaligus membuka akses informasi bagi mahasiswa mengenai berbagai peluang akademik dan profesional di tingkat global.

Gambar 2. Foto bersama mahasiswa FIB Unand dengan pimpinan serta dosen dari China dan Malaysia

FIB Unand Sambut Mahasiswi UKM Malaysia, Perkuat Implementasi Program Magang Internasional

Gambar 1. Penyambutan Mahasiswi Magang dari UKM di Ruang Sidang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas secara resmi menyambut sepuluh mahasiswi dari Program Persuratan Melayu, Fakulti Sains Sosial dan Kemanusiaan (FSSK), Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) yang akan mengikuti program magang internasional selama hampir dua bulan di Sumatera Barat. Program yang berlangsung pada 27 Juli hingga 18 September 2026 ini merupakan implementasi nyata kerja sama internasional antara FIB Universitas Andalas dan Universiti Kebangsaan Malaysia melalui pelaksanaan program pertukaran pelajar internasional. Selama menjalani magang, para mahasiswa ditempatkan di tiga mitra strategis FIB Universitas Andalas, yakni Museum Adityawarman Provinsi Sumatera Barat, Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatera Barat, dan Classy Media.

Penyambutan resmi dilaksanakan pada Senin, 27 Juli 2026 di Ruang Sidang Dekanat Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas. Kegiatan dibuka oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, serta dihadiri Wakil Dekan I Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., Wakil Dekan II Alex Darmawan, S.S., M.A., Manajer Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Ria Febrina, S.S., M.Hum., Manajer Bidang Umum dan Keuangan Adrianis, S.S., M.A., para ketua program studi, tenaga kependidikan, mahasiswa pendamping, perwakilan organisasi kemahasiswaan, serta Dhiant Asri, S.S., M.Hum. selaku Ketua MBKM FIB Universitas Andalas.

Dalam sambutannya, Prof. Ike Revita menyampaikan bahwa program magang internasional tidak hanya menjadi implementasi dari kerja sama antarinstitusi, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran lintas budaya yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. "Kerja sama internasional akan memiliki makna apabila diwujudkan melalui program-program nyata. Kehadiran mahasiswa UKM di FIB Universitas Andalas merupakan kesempatan untuk saling belajar, berbagi pengalaman akademik, serta memperkuat jejaring antara perguruan tinggi dan mitra profesional di bidang budaya, media, dan pelestarian warisan," ujar Prof. Ike Revita. 

Gambar 2. Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum. bersama mahasiswi magang dari UKM

Program magang ini diikuti oleh sepuluh mahasiswi FSSK UKM yang dibagi ke dalam tiga lokasi magang sesuai bidang pembelajaran. Tiga mahasiswi ditempatkan di Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatera Barat, yaitu Athirah Nur Nabihah binti Mohd Helmi (A201956), Anis Irdina binti Muhammad Fadzli (A201688), dan Nurul Aida Qistina binti Abu Bakar (A201760). Empat mahasiswi melaksanakan magang di Museum Adityawarman Provinsi Sumatera Barat, yakni Nur Zetty binti Mat Hazer (A201814), Alyssa Michelle Anak Killy (A200784), Nur Tharina binti Razali (A205408), serta Aida Sorfina binti Shahrum (A200475). Sementara itu, tiga mahasiswi lainnya ditempatkan di Classy Media, yaitu Nur Ain Husna binti Abd Hadi (A201107), Insyirah Afnan binti Ariffin (A201438), dan Nurul Irdina binti Mohamad Afizan (A201439).

Sebelum diterjunkan ke lokasi magang, FIB Universitas Andalas menyelenggarakan rangkaian pembekalan selama satu pekan. Kegiatan diawali dengan penyambutan resmi dan pengenalan Fakultas Ilmu Budaya, dilanjutkan dengan pembekalan dari narasumber Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatera Barat, Museum Adityawarman, dan Classy Media mengenai profil institusi, ruang lingkup pekerjaan, budaya kerja, serta kompetensi yang diharapkan selama menjalani magang.

Selain pembekalan dari mitra magang, para mahasiswa juga diperkenalkan dengan lingkungan akademik FIB Universitas Andalas melalui sesi pengenalan Program Studi Sastra Minangkabau, Sastra Inggris, Ilmu Sejarah, Arkeologi, Sastra Jepang, dan Sastra Indonesia yang melibatkan dosen, himpunan mahasiswa, serta mahasiswa pendamping. Mereka juga mengikuti campus tour ke berbagai fasilitas kampus, seperti perpustakaan, auditorium, rektorat, dan Pusat Kegiatan Mahasiswa, sebagai bagian dari proses adaptasi terhadap lingkungan akademik Universitas Andalas.

Ketua MBKM FIB Universitas Andalas, Dhiant Asri, S.S., M.Hum., menjelaskan bahwa pembekalan tersebut dirancang agar mahasiswa memperoleh pemahaman yang utuh mengenai budaya kerja di masing-masing mitra sekaligus memahami karakter masyarakat dan lingkungan akademik tempat mereka akan menjalankan program magang. "Kami ingin mahasiswa tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja, memahami budaya lokal, serta membangun komunikasi yang baik selama mengikuti program magang di Sumatera Barat," ujar Ibu Dhiant Asri.

Pada akhir pekan pembekalan, mahasiswa diantarkan secara resmi ke masing-masing lokasi magang oleh pimpinan fakultas bersama dosen pendamping. Pengantaran ke Museum Adityawarman dipimpin oleh Wakil Dekan I, sedangkan ke Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatera Barat dipimpin oleh Wakil Dekan II. Sementara itu, pengantaran ke Classy Media dipimpin langsung oleh Dekan FIB Universitas Andalas.

Program magang internasional ini menjadi salah satu bentuk implementasi kerja sama FIB Universitas Andalas dengan Universiti Kebangsaan Malaysia yang melibatkan pula tiga institusi mitra FIB Universitas Andalas. Selain memberikan pengalaman belajar langsung di dunia profesional, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi internasional, memperluas wawasan lintas budaya, serta meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam bidang kebudayaan, pelestarian warisan, dan industri media.