Rektor Universitas Andalas Tinjau Pembangunan Gedung Serbaguna FIB Unand

Gambar 1. Rektor Universitas Andalas, Efa Yonnedi, Ph.D. bersama Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum. dalam kunjungan ke gedung serbaguna FIB Unand

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas menerima kunjungan Rektor Universitas Andalas dalam rangka peninjauan pembangunan Gedung Serbaguna (GSG) FIB Unand pada Selasa, 7 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari monitoring perkembangan infrastruktur akademik yang tengah dibangun untuk mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan dan kegiatan akademik di lingkungan fakultas.

Kunjungan tersebut dilakukan oleh Rektor Universitas Andalas, Efa Yonnedi, Ph.D. dan didampingi oleh Dekan FIB Unand Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., Wakil Dekan I Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., Wakil Dekan II Alex Darmawan, S.S., M.A., serta Manajer Bidang I Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum.

Gedung Serbaguna FIB Unand yang saat ini masih dalam tahap pembangunan dirancang sebagai fasilitas pendukung kegiatan akademik, kemahasiswaan, serta berbagai kegiatan ilmiah dan kebudayaan. Keberadaan gedung ini diharapkan mampu menjadi ruang representatif bagi pelaksanaan seminar, konferensi, pertunjukan budaya, serta kegiatan institusional lainnya.

Dalam kunjungannya, Rektor Universitas Andalas melakukan peninjauan langsung terhadap progres pembangunan, termasuk kondisi fisik bangunan, tahap pekerjaan yang telah diselesaikan, serta kesiapan fasilitas yang direncanakan. Peninjauan ini juga menjadi momentum evaluasi untuk memastikan bahwa pembangunan berjalan sesuai dengan perencanaan, standar kualitas, serta target waktu yang telah ditetapkan.  

Dalam keterangannya, Efa Yonnedi, Ph.D. menegaskan pentingnya pembangunan infrastruktur sebagai bagian dari penguatan kapasitas institusi. “Pengembangan infrastruktur akademik merupakan investasi jangka panjang bagi universitas. Gedung Serbaguna ini diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas fisik, tetapi juga ruang produktif yang mendukung kegiatan akademik, budaya, dan kolaborasi di lingkungan FIB Unand,” ujarnya Efa Yonnedi, Ph.D.

Sementara itu, Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum. menyampaikan bahwa pembangunan Gedung Serbaguna merupakan bagian dari upaya fakultas dalam meningkatkan kualitas layanan akademik dan ruang aktivitas civitas academica. “Gedung ini dirancang sebagai ruang multifungsi yang dapat mengakomodasi berbagai kegiatan, baik akademik maupun kebudayaan. Kehadirannya diharapkan mampu memperkuat atmosfer akademik sekaligus mendukung pengembangan kreativitas mahasiswa,” ungkap Prof. Dr. Ike Revita.  

Kegiatan peninjauan berlangsung secara interaktif, di mana pimpinan universitas dan fakultas berdiskusi mengenai progres pembangunan serta potensi pemanfaatan gedung ke depan. Hal ini menunjukkan sinergi antara universitas dan fakultas dalam memastikan pembangunan infrastruktur berjalan optimal dan berorientasi pada kebutuhan akademik.

Gambar 2. Kunjungan Rektor Universitas Andalas berlangsung secara interaktif memastikan pembangunan infrastruktur berjalan optimal dan berorientasi pada kebutuhan akademik

Melalui kunjungan ini, Universitas Andalas menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan fasilitas pendidikan yang berkualitas. Pembangunan Gedung Serbaguna FIB Unand diharapkan dapat segera rampung dan memberikan kontribusi nyata dalam mendukung kegiatan akademik, penelitian, serta pengembangan budaya di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas. 

Mahasiswa FIB Unand Raih Juara III Nasional dalam Ajang Business Plan Nasional Ignite Future Fest 2026

Gambar 1. Ghivatul Aulia Putra dan Siti Rubaiah Al Adawiyah meraih Juara III (Bronze Medal) dalam ajang Ignite Future Fest 2026

Padang — Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dua mahasiswa FIB Unand, Siti Rubaiah Al Adawiyah dari Program Studi Sastra Indonesia dan Ghivatul Aulia Putra dari Program Studi Ilmu Sejarah, berhasil meraih Juara III (Bronze Medal) dalam ajang Ignite Future Fest 2026: National Business Plan & Essay Competition yang diselenggarakan oleh Futura Innovation Hub bekerja sama dengan UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Prestasi tersebut diraih melalui karya berjudul “Remind: Journaling Aktualisasi Filosofi Lokal dengan Pemanfaatan Bahan Daur Ulang”, sebuah inovasi yang mengangkat nilai-nilai budaya lokal ke dalam produk kreatif berbasis kebutuhan pasar dan prinsip keberlanjutan.

Kompetisi ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan ide kreatif di bidang kewirausahaan dan industri kreatif.

Keikutsertaan Siti Rubaiah dan Ghivatul Aulia Putra dilatarbelakangi oleh ketertarikan mereka terhadap dunia wirausaha, sekaligus keinginan untuk mengembangkan potensi diri di luar pembelajaran di kelas. “Alasan kami mengikuti lomba ini karena ketertarikan kami pada dunia wirausaha. Meskipun kami tidak mempelajari banyak di ruang kelas, tetapi dengan niat dan usaha yang sungguh-sungguh kami bisa bersaing dengan banyak mahasiswa kampus lain. Kami memadukan bidang ilmu kami yang mempelajari budaya dengan kebutuhan pasar untuk menciptakan produk yang inovatif,” ungkap Siti.

Dalam proses penyusunan proposal, tim menerapkan strategi berbasis riset pasar untuk memastikan produk yang diusung memiliki nilai guna sekaligus relevan dengan tema lomba. “Strategi kami untuk menang lomba ini yang pertama adalah dengan riset pasar terkait produk apa yang dibutuhkan. Setelah itu, kami menyesuaikan produk yang kami rancang dengan tema lomba,” tambahnya.

Keduanya mengikuti kompetisi ini sebagai perwakilan individu, bukan atas nama organisasi atau komunitas tertentu. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa FIB Unand mampu bersaing secara mandiri di tingkat nasional dengan membawa keunggulan perspektif nilai-nilai lokal yang dimiliki.

Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum, CRP beserta jajaran pimpinan menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. “Prestasi ini sebagai bukti bahwa mahasiswa FIB juga mampu berinovasi dan berdaya saing dalam bidang industri kreatif,” ujar Prof. Dr. Ike Revita.

Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, serta berani mengambil peluang dalam berbagai kompetisi di tingkat nasional maupun internasional. “Mencoba banyak hal berarti membuka banyak jalan,” tutup Siti.

Dengan capaian ini, FIB Unand kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa serta mendorong kontribusi nyata dalam industri kreatif berbasis nilai-nilai lokal.

Marapekkan Nan Taranggang, HIMA Ilmu Sejarah FIB Unand Siapkan Mahasiswa Baru melalui MENARA 2026

Gambar 1. Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum. bersama Manajer I Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. menghadiri acara pembukaan dan pembekalan MENARA 2026

Himpunan Mahasiswa (HIMA) Departemen Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas menyelenggarakan kegiatan Pembukaan dan Pembekalan MENARA 2026 sebagai bagian dari upaya pembinaan serta pengenalan mahasiswa baru di lingkungan Departemen Ilmu Sejarah.

MENARA merupakan singkatan dari Marapekkan Nan Taranggang, yang memiliki makna mempererat hubungan yang terpisah. Filosofi ini menjadi dasar pelaksanaan kegiatan sebagai sarana untuk membangun k ebersamaan, memperkuat solidaritas, serta menjalin hubungan yang harmonis antar mahasiswa, khususnya mahasiswa baru dengan lingkungan akademik di Ilmu Sejarah.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 4 April 2026, bertempat di Ruang Seminar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, mulai pukul 07.00 hingga 12.30 WIB. Kegiatan ini menjadi pembuka dari rangkaian program MENARA 2026 yang dirancang oleh HIMA Ilmu Sejarah.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh pimpinan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan kemahasiswaan yang berorientasi pada pengembangan karakter, akademik, serta penguatan nilai-nilai kebersamaan di lingkungan kampus.

Ketua Pelaksana MENARA 2026, Ahmad Musthafa Syarif, menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki peran penting dalam membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan perkuliahan. “Kegiatan MENARA ini diharapkan dapat menjadi wadah pembekalan awal bagi mahasiswa baru untuk lebih mengenal lingkungan akademik, memahami dinamika perkuliahan, serta membangun kebersamaan di lingkungan Departemen Ilmu Sejarah,” ujar Ahmad Musthafa Syarif.

Senada dengan hal tersebut, Ketua HIMA Ilmu Sejarah, Viona Sandra, menekankan bahwa MENARA tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga memiliki nilai pembinaan yang berkelanjutan. “Melalui MENARA, kami ingin menciptakan ruang yang nyaman bagi mahasiswa baru untuk beradaptasi, sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap Departemen Ilmu Sejarah,” ungkap Viona.

Kegiatan pembekalan ini diisi dengan berbagai materi yang berkaitan dengan pengenalan lingkungan akademik, sistem perkuliahan, serta nilai-nilai yang dijunjung di Departemen Ilmu Sejarah. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang interaksi awal antara mahasiswa baru dengan mahasiswa senior, sehingga tercipta hubungan yang lebih dekat dan harmonis.

Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum. beserta jajaran pimpinan turut memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan ini sebagai bagian dari pembinaan kemahasiswaan. “Kegiatan seperti MENARA ini memiliki peran strategis dalam membentuk karakter mahasiswa, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga dalam membangun nilai kebersamaan dan tanggung jawab,” ungkap Dekan FIB Unand.

Partisipasi aktif mahasiswa serta dukungan dari berbagai pihak menjadikan kegiatan ini berjalan dengan lancar dan penuh antusiasme. Suasana kebersamaan yang tercipta selama kegiatan mencerminkan semangat “Marapekkan Nan Taranggang” yang menjadi filosofi utama MENARA.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa baru Departemen Ilmu Sejarah dapat lebih siap dalam menjalani proses perkuliahan, memiliki semangat kolaboratif, serta mampu beradaptasi dengan lingkungan akademik di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas.

 

 

Program Studi FIB Unand Kembali Raih Akreditasi Internasional FIBAA Jerman

Gambar 1. Program Studi Sastra Inggris dan Program Studi Sastra Minangkabau meraih akreditasi internasional dari Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA) Jerman

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat internasional melalui keberhasilan Program Studi Sastra Inggris dan Program Studi Sastra Minangkabau dalam meraih akreditasi internasional dari Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA) Jerman.

Capaian ini semakin memperkuat posisi FIB Unand sebagai fakultas yang konsisten dalam meningkatkan mutu pendidikan berbasis standar internasional. Sebelumnya, beberapa program studi di lingkungan FIB Unand juga telah lebih dahulu meraih akreditasi internasional FIBAA, di antaranya Program Studi Sastra Indonesia dan Program Studi Sastra Jepang. Dengan tambahan capaian ini, semakin banyak program studi di FIB Unand yang telah diakui secara global.

Akreditasi internasional FIBAA merupakan bentuk pengakuan terhadap kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi yang memenuhi standar internasional, meliputi aspek kurikulum, proses pembelajaran, tata kelola, sumber daya manusia, hingga capaian lulusan. Proses akreditasi ini dilakukan secara ketat dan komprehensif, sehingga menjadi indikator penting dalam menilai daya saing suatu program studi di tingkat global.

Keberhasilan yang diraih oleh Program Studi Sastra Inggris dan Sastra Minangkabau ini tidak terlepas dari kerja keras dan sinergi seluruh civitas academica FIB Unand, mulai dari pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa yang turut berkontribusi dalam menjaga kualitas akademik dan tata kelola program studi.

Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., menyampaikan apresiasi atas pencapaian tersebut sekaligus menegaskan pentingnya menjaga konsistensi mutu pendidikan. “Pencapaian ini mencerminkan komitmen, kerja keras, dan dedikasi civitas academica dalam meningkatkan mutu tridarma hingga diakui secara internasional,” ungkap Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum.

Lebih lanjut, capaian ini juga menjadi bagian dari upaya strategis FIB Unand dalam mendukung internasionalisasi pendidikan di Universitas Andalas. Dengan semakin banyaknya program studi yang terakreditasi internasional, diharapkan peluang kerja sama global, mobilitas mahasiswa dan dosen, serta penguatan jejaring akademik internasional dapat terus meningkat.

Selain itu, keberhasilan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap kualitas lulusan, sehingga memiliki daya saing tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di tingkat internasional.

Dengan diraihnya akreditasi internasional FIBAA oleh Program Studi Sastra Inggris dan Sastra Minangkabau, FIB Unand menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pendidikan, serta berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan di kancah global.

 

Sajikan Kuliner Tradisional, Stand FIB Unand Raih Juara II di Halalbihalal Unand 2026 

Gambar  1. Stand FIB Unand dalam acara Halalbihalal Universitas Andalas 2026

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas kembali menorehkan prestasi dalam kegiatan Halalbihalal Universitas Andalas yang diselenggarakan pada Rabu, 1 April 2026, di Auditorium Universitas Andalas. Dalam kegiatan tersebut, stand kuliner FIB Unand berhasil meraih Juara II Stand Terfavorit di antara berbagai fakultas dan unit yang turut berpartisipasi.

Kegiatan Halalbihalal ini merupakan agenda tahunan Universitas Andalas yang bertujuan mempererat silaturahmi antarcivitas academica setelah Hari Raya Idulfitri. Seluruh fakultas dan unit di lingkungan Universitas Andalas turut ambil bagian dengan menghadirkan stand kuliner yang menampilkan kekhasan masing-masing.

Stand FIB Unand tampil dengan mengusung konsep kuliner tradisional Minangkabau yang autentik dan beragam. Berbagai sajian khas seperti lapek bugih, lapis kanji, bola-bola ungu, sarabi, talam sarikayo, serta kolak ubi pisang disuguhkan kepada para pengunjung. Ragam kuliner tersebut tidak hanya menggugah selera, tetapi juga menjadi representasi kekayaan budaya Minangkabau yang diangkat oleh FIB Unand.

Antusiasme pengunjung terhadap stand FIB Unand terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Hal ini menjadi salah satu faktor yang mengantarkan stand FIB meraih posisi Juara II Stand Terfavorit.

Gambar 2. Stand kuliner FIB Unand berhasil meraih Juara II Stand Terfavorit dalam acara Halalbihalal Universitas Andalas 2026

Kegiatan diawali dengan sambutan Rektor Universitas Andalas, Efa Yonnedi, Ph.D. yang kemudian dilanjutkan dengan tausiyah yang mengangkat makna Halalbihalal sebagai momentum memperkuat hubungan antarsesama manusia. Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan terasa sepanjang acara, yang juga dihadiri oleh pimpinan, dosen, serta tenaga kependidikan FIB Unand.

Rektor Universitas Andalas, Efa Yonnedi, Ph.D. dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh fakultas dalam kegiatan ini. “Kegiatan Halalbihalal ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan kolaborasi di lingkungan Universitas Andalas. Partisipasi setiap fakultas melalui stand yang kreatif dan beragam menunjukkan kekayaan budaya yang dimiliki serta semangat kebersamaan yang terus terjaga,” ujar Efa Yonnedi, Ph.D.

Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum. beserta jajaran pimpinan memberikan dukungan penuh terhadap keikutsertaan FIB dalam kegiatan ini, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan. “Partisipasi FIB dalam kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata dalam memperkenalkan kekayaan budaya, khususnya kuliner tradisional Minangkabau, sekaligus mempererat kebersamaan di lingkungan Universitas Andalas,” ungkap Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum.

Keberhasilan meraih Juara II Stand Terfavorit menjadi bukti kekompakan dalam setiap acara dan semangat kolaborasi civitas academica FIB Unand. Seluruh elemen, mulai dari pimpinan, dosen, hingga tenaga kependidikan, turut berperan aktif dalam menyukseskan stand kuliner tersebut.

Acara kemudian ditutup dengan pengumuman stand terfavorit serta pembagian doorprize kepada sepuluh peserta yang beruntung, yang semakin menambah kemeriahan kegiatan Halalbihalal Universitas Andalas tahun ini.

Keikutsertaan dan prestasi yang diraih oleh FIB Unand diharapkan dapat terus memperkuat semangat kebersamaan serta memperkenalkan kekayaan budaya kepada civitas academica Universitas Andalas secara lebih luas.

Mahasiswi Sastra Inggris FIB Unand Ikuti Program Equity di Vietnam, Perkuat Isu Gender dan Budaya

Gambar 1. Pertemuan Alma Fathiinah Rianto, mahasiswi Jurusan Sastra Inggris FIB Unand, dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Ho Chi Minh, Vietnam

Padang, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung internasionalisasi pendidikan dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui partisipasi mahasiswa dalam berbagai program internasional. Hal ini diwujudkan melalui keikutsertaan Alma Fathiinah Rianto, mahasiswi Jurusan Sastra Inggris FIB Unand, dalam Program Equity yang dilaksanakan di Ho Chi Minh, Vietnam.

Program Equity merupakan program internasionalisasi pendidikan tinggi sebagai bentuk implementasi nyata dari komitmen Universitas Andalas dalam mendukung tercapainya SDGs, khususnya SDG 5 tentang kesetaraan gender (Gender Equality). Dalam program ini, Alma mengangkat fokus pada pertukaran budaya Indonesia, khususnya budaya Minangkabau melalui sistem matrilineal, sebagai perspektif dalam memahami isu-isu gender di tingkat global.

Kegiatan ini berlangsung selama dua minggu, yakni sejak 29 Maret hingga 14 April 2026, dan dilaksanakan di University of Social Sciences and Humanities (USSH), Vietnam National University Ho Chi Minh City. Selama program berlangsung, Alma juga menjalani kegiatan internship di Faculty of Oriental Studies sebagai bagian dari penguatan pengalaman akademik dan internasionalisasi.

Adapun rangkaian kegiatan yang diikuti meliputi orientation, campus tour dan academic orientation, academic classes, community engagement bersama asosiasi mahasiswa, cultural workshop yang memperkenalkan budaya Indonesia khususnya Minangkabau, cultural immersion untuk memahami budaya lokal Vietnam, hingga kunjungan industri pariwisata dan eksplorasi lapangan. Kegiatan tersebut dirancang untuk memperkuat pemahaman lintas budaya sekaligus meningkatkan kapasitas akademik dan sosial mahasiswa dalam konteks global.

Ketertarikan Alma mengikuti program ini dilatarbelakangi oleh keinginannya untuk memperoleh pengalaman belajar di luar negeri sekaligus memperluas wawasan, terutama dalam isu kesetaraan gender. “Saya tertarik karena saya memang mempunyai keinginan untuk dapat belajar di luar negeri dan program ini menyediakan sebuah kesempatan yang sangat besar untuk saya dapat berkembang sebagai seorang individu dan mendapat pengetahuan yang lebih luas, apalagi ketika bisa memilih fokus di gender equality,” ungkap Alma.

Gambar 2. Kegiatan diskusi dan pembelajaran Alma Fathiinah Rianto di USSH Vietnam dalam Program Equity, sebagai bagian dari upaya internasionalisasi dan penguatan SDGs (Gender Equality)

Dalam program tersebut, Alma menjadi satu-satunya perwakilan dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, sesuai dengan ketentuan program yang membatasi jumlah peserta satu orang per fakultas.

Melalui program ini, Alma tidak hanya memperoleh pengalaman internasional, tetapi juga memperdalam pemahaman terhadap dinamika budaya dan isu gender melalui pendekatan riset serta interaksi langsung di lapangan. “Saya berterima kasih kepada LPDP dan UNAND karena sudah menyediakan program equity ini, karena melalui program ini lebih membuka pandangan saya terhadap budaya dan krisis gender yang terjadi melalui research yang dilakukan dalam pembentukan materi. Program ini benar-benar memberikan saya kesempatan dalam belajar menjadi lebih kritis,” tambahnya.

Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum. beserta jajaran pimpinan FIB Unand menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas partisipasi Alma dalam program internasional tersebut. Kegiatan ini dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat daya saing global mahasiswa serta memperluas jejaring kerja sama internasional.

Pimpinan FIB Unand juga berharap pengalaman yang diperoleh selama mengikuti program ini dapat dibagikan kepada mahasiswa lainnya, sehingga mampu mendorong semangat internasionalisasi di lingkungan FIB serta memperkuat kontribusi mahasiswa dalam isu-isu global, khususnya terkait kesetaraan gender dan kebudayaan.

This activity is funded by the Indonesian Endowment Fund for Education (LPDP) on behalf of the Indonesian Ministry of Higher Education, Science and Technology and managed under the EQUITY Program (Contract No.4304/B3/DT.03.08/2025)

Humas FIB Unand: Siti Awal Syaravina, S.Hum., M.Li.