FIB Unand Perkuat Sinergi Akademik melalui Rapat Koordinasi dengan Balai Bahasa Provinsi Bali

Gambar 1. Rapat koordinasi kerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi Bali

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) melaksanakan rapat koordinasi kerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi Bali sebagai upaya memperkuat jejaring akademik dan pengembangan program di bidang bahasa dan kebudayaan. Rapat ini diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom pada Rabu, 7 Januari 2026, dan menjadi forum awal untuk menyelaraskan visi, kebutuhan, serta potensi kolaborasi antarlembaga.

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh Wakil Dekan I FIB Unand, Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., Manajer Bidang I, Ria Febrina, S.S., M.Hum., Ketua Program Studi Sastra Inggris, Novalinda, S.S., M.Hum., serta Ketua Program Studi Sastra Indonesia, Ronidin, S.S., M.A. Dari pihak mitra, rapat melibatkan jajaran Balai Bahasa Provinsi Bali sebagai lembaga strategis di bawah Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Secara konseptual, kerja sama antara perguruan tinggi dan lembaga kebahasaan memiliki posisi penting dalam penguatan ekosistem bahasa nasional. Perguruan tinggi berperan sebagai pusat pengembangan keilmuan dan riset, sementara Balai Bahasa memiliki mandat dalam pembinaan, pelindungan, dan pengembangan bahasa Indonesia serta bahasa daerah. Oleh karena itu, sinergi keduanya dinilai strategis untuk menjembatani hasil kajian akademik dengan implementasi kebijakan dan program kebahasaan di masyarakat.

Dalam rapat tersebut, peserta mendiskusikan berbagai peluang kolaborasi, antara lain penguatan riset kebahasaan dan kesastraan, pengembangan program pengabdian kepada masyarakat berbasis bahasa dan budaya, serta keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam kegiatan pelatihan, pendampingan, dan diseminasi hasil kajian bahasa daerah. Diskusi juga menyoroti pentingnya integrasi perspektif akademik humaniora dalam program-program pembinaan bahasa agar tetap kontekstual, inklusif, dan berkelanjutan.

Wakil Dekan I FIB Unand, Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., dalam sambutannya menegaskan bahwa kerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi Bali merupakan langkah strategis untuk memperluas kontribusi FIB Unand di tingkat regional dan nasional. “FIB Unand memandang kerja sama ini sebagai ruang strategis untuk mengembangkan kajian bahasa dan budaya yang tidak hanya kuat secara teoretis, tetapi juga memiliki dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D.

Sementara itu, Manajer Bidang I FIB Unand, Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum., menekankan pentingnya keterlibatan program studi dalam setiap bentuk kerja sama agar kolaborasi berjalan substantif dan berkelanjutan. Menurutnya, keterlibatan Prodi Sastra Inggris dan Sastra Indonesia membuka peluang integrasi keilmuan lintas bahasa, baik dalam konteks bahasa nasional maupun bahasa asing.

Rapat koordinasi ini menjadi langkah awal dalam membangun fondasi kerja sama yang lebih terstruktur antara FIB Unand dan Balai Bahasa Provinsi Bali. Hasil diskusi ini diharapkan dapat ditindaklanjuti dalam bentuk program konkret yang mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi, sekaligus berkontribusi pada pelestarian, pengembangan, dan pemajuan bahasa serta budaya Indonesia.

Humas FIB Unand: Siti Awal syaravina, S.Hum., M.Li. 

FIB Unand Menetapkan Kepengurusan Baru Unit Sosial Fakultas Periode 2026

Gambar 1. Ketua Unit Sosial periode sebelumnya, Dra. Eva Najma, M.Hum. bersama Wakil Dekan II FIB Unand, Alex Darmawan, S.S., M.A. dan Manajer Bidang II, Adrianis, S.S., M.A.

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) menyelenggarakan rapat pemilihan kepengurusan baru Unit Sosial FIB Unand pada Rabu, 7 Januari 2026, bertempat di Ruang Sidang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas. Rapat ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya institusional untuk memastikan keberlanjutan, keteraturan, dan efektivitas pelaksanaan kegiatan sosial fakultas yang menyentuh aspek kemanusiaan, solidaritas, serta kepedulian civitas academica.

Secara fungsional, Unit Sosial FIB Unand bertugas melakukan koordinasi penanganan kegiatan sosial yang berkaitan dengan musibah, kedukaan, dan keadaan darurat yang menimpa dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, maupun keluarga inti sivitas akademika FIB Unand. Unit ini juga berperan dalam penggalangan, pengelolaan, dan penyaluran bantuan sosial, baik dalam bentuk dana, logistik, maupun bentuk dukungan lainnya yang diperlukan sesuai dengan kondisi lapangan.

Selain itu, Unit Sosial FIB Unand berfungsi sebagai penghubung antara pimpinan fakultas, program studi, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta pihak terkait lainnya dalam setiap kegiatan sosial dan kemanusiaan. Unit ini juga berperan dalam menyusun rekomendasi dan laporan kegiatan sosial kepada pimpinan fakultas sebagai bentuk pertanggungjawaban kelembagaan.

Rapat dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan II FIB Unand, Alex Darmawan, S.S., M.A., dan dihadiri oleh Manajer Bidang II, Adrianis, S.S., M.A. Melalui proses musyawarah dan kesepakatan bersama, rapat menetapkan susunan kepengurusan baru Unit Sosial FIB Unand. Dr. Aslinda, M.Hum. ditetapkan sebagai Ketua, didampingi oleh Darni Enzimar Putri, S.S., M.Hum. sebagai Wakil Ketua I dan Dafruddin, S.Pt., M.M. sebagai Wakil Ketua II. Posisi Sekretaris diamanahkan kepada Andina Meutia Hawa, M.Hum., sementara Bendahara dijabat oleh Eka Meigalia, S.Hum., M.Hum. Kepengurusan ini diperkuat oleh anggota yang merupakan perwakilan dari enam program studi serta tenaga kependidikan, sehingga mencerminkan keterwakilan lintas unsur di lingkungan FIB Unand.

Adapun anggota Unit Sosial FIB Unand berasal dari Program Studi Ilmu Sejarah, Sastra Indonesia, Sastra Jepang, Sastra Minangkabau, arkeologi, dan Sastra Inggris, serta perwakilan tenaga kependidikan. Komposisi ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi, memperluas jangkauan kegiatan, serta memastikan bahwa setiap program studi memiliki peran aktif dalam kegiatan sosial fakultas.

Dalam rapat tersebut, fakultas juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus Unit Sosial FIB Unand periode sebelumnya yaitu Ketua Dra. Eva Najma, M.Hum.; Wakil Ketua Dr. Reniwati, M.Hum.; Sekretaris Darni Enzimar Putri, S.S., M.Hum.; serta Bendahara Seswita, S.S., M.Hum. yang telah mengemban amanah dengan penuh dedikasi. Pengurus lama dinilai telah berkontribusi nyata dalam berbagai kegiatan sosial, termasuk respons terhadap situasi duka, bencana, dan bentuk kepedulian lainnya yang melibatkan civitas academica FIB Unand.  

Wakil Dekan II FIB Unand, Alex Darmawan, S.S., M.A., menyampaikan bahwa keberadaan Unit Sosial FIB Unand bukan sekadar pelengkap organisasi fakultas, melainkan ruang strategis untuk merawat nilai kemanusiaan di lingkungan akademik. “Unit Sosial FIB Unand diharapkan menjadi simpul koordinasi kepedulian sosial fakultas, sehingga setiap respons terhadap peristiwa kemanusiaan dapat dilakukan secara terarah, terkoordinasi, dan bermartabat,” ujar Alex Darmawan, S.S., M.A.

Dengan ditetapkannya kepengurusan baru ini, FIB Unand berharap Unit Sosial dapat bekerja secara berkelanjutan, profesional, dan responsif dalam mendukung terciptanya lingkungan akademik yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga peka terhadap persoalan sosial dan kemanusiaan.

Humas FIB Unand: Siti Awal Syaravina, S.Hum., M.Li.

Teguhkan Arah di Awal 2026: FIB Unand dan Rektor Universitas Andalas Bangun Dialog Akademik

Gambar 1. Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, didampingi oleh Wakil Dekan I, Zulprioanto, S.S., M.A., Ph.D., dan Wakil Dekan II, Alex Darmawan, S.S., M.A., melakukan pertemuan dengan Rektor Universitas Andalas, Dr. Efa Yonnedi, S.E., MPPM, Akt., CA, CRGP.

Awal tahun 2026 dimaknai bukan sekadar sebagai penanda pergantian waktu, melainkan sebagai ruang refleksi untuk meneguhkan arah dan visi pendidikan tinggi. Dalam semangat tersebut, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, didampingi oleh Wakil Dekan I, Zulprioanto, S.S., M.A., Ph.D., dan Wakil Dekan II, Alex Darmawan, S.S., M.A., melakukan pertemuan dengan Rektor Universitas Andalas, Dr. Efa Yonnedi, S.E., MPPM, Akt., CA, CRGP.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana silaturahmi dan dialog akademik ini menjadi momentum strategis untuk menyelaraskan langkah kelembagaan, sekaligus mempertegas kontribusi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas dalam ekosistem pendidikan tinggi. Diskusi tidak hanya membahas capaian dan rencana program, tetapi juga menempatkan nilai-nilai etika, nurani, dan kebudayaan sebagai fondasi penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Di tengah dinamika global yang kerap menyederhanakan kehidupan menjadi perhitungan angka, efisiensi, dan target kuantitatif, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas memandang penting kehadiran ruang akademik yang menjaga dan meneguhkan dimensi kemanusiaan. Bagi FIB Unand, kehidupan tidak dapat direduksi semata-mata pada logika instrumental, tetapi harus berangkat dari kesadaran etis dan kebudayaan yang membentuk cara berpikir, bersikap, dan bertindak manusia.

Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, menegaskan bahwa Fakultas Ilmu Budaya memiliki peran strategis sebagai penyeimbang dalam arus modernisasi pendidikan. Melalui kajian bahasa, sastra, dan budaya, FIB Unand berupaya memastikan bahwa perkembangan ilmu tetap berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan dan kebijaksanaan. “Di tengah kecenderungan dunia yang serba menghitung, Fakultas Ilmu Budaya hadir untuk mengingatkan bahwa manusia tidak hidup dari logika semata. Ada etika, ada nurani, dan ada kebudayaan yang harus terus dirawat agar ilmu pengetahuan tidak kehilangan maknanya,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP.

Rektor Universitas Andalas, Dr. Efa Yonnedi, S.E., MPPM, Akt., CA, CRGP, menyambut baik gagasan tersebut dan menilai peran FIB Unand sangat penting dalam menjaga keseimbangan antara kemajuan akademik dan nilai-nilai luhur pendidikan. “Pendidikan sejati bukan hanya tentang kecerdasan, tetapi juga tentang kebijaksanaan. Fakultas Ilmu Budaya memiliki peran sentral dalam memastikan bahwa kemajuan akademik Universitas Andalas tetap berorientasi pada nilai, etika, dan kemanusiaan,” tutur Dr. Efa Yonnedi, S.E., MPPM, Akt., CA, CRGP.

Melalui pertemuan ini, FIB Unand meneguhkan posisinya sebagai ruang refleksi dan penyeimbang dalam dunia akademik: menjaga akal agar tetap beradab, ilmu agar tetap bernilai, serta kemajuan agar tidak kehilangan arah. Komitmen tersebut menjadi landasan FIB Unand dalam menyongsong tahun 2026, sejalan dengan visi Universitas Andalas sebagai perguruan tinggi yang unggul, bermartabat, dan berakar pada nilai-nilai kebudayaan.

Humas FIB Unand: Siti Awal syaravina, S.Hum., M.Li.

FIB Unand Bahas Persiapan Program Visiting Professor Bersama Prof. Dustin Cowell

Gambar 1. Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, didampingi oleh Wakil Dekan I, Zulprioanto, S.S., M.A., Ph.D. dan Wakil Dekan II, Alex Darmawan, S.S., M.A., serta jajaran pimpinan FIB Unand bersama Prof. Dustin Cowell dari Amerika Serikat

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas menggelar pertemuan akademik bersama Prof. Dustin Cowell, Professor Emeritus bidang Bahasa dan Sastra Arab dari University of Wisconsin, Madison, Amerika Serikat, dalam rangka membahas persiapan pelaksanaan program Visiting Professor di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas.

Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, dan didampingi oleh Wakil Dekan I, Zulprioanto, S.S., M.A., Ph.D., Wakil Dekan II, Alex Darmawan, S.S., M.A., Manajer I, Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum., serta para dosen di lingkungan FIB Unand. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis fakultas dalam memperkuat jejaring akademik internasional serta meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi.

Secara khusus, diskusi difokuskan pada perencanaan teknis dan akademik program Visiting Professor, mencakup skema perkuliahan, kuliah umum, seminar ilmiah, hingga potensi kolaborasi riset di bidang bahasa, sastra, dan kajian kebudayaan. Kehadiran Prof. Dustin Cowell, yang memiliki pengalaman panjang dalam kajian Bahasa dan Sastra Arab di tingkat global, dinilai strategis untuk memperkaya perspektif keilmuan civitas academica FIB Unand.  

Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, menyampaikan bahwa program Visiting Professor bukan sekadar agenda kunjungan akademik, melainkan ruang pertukaran gagasan dan tradisi keilmuan lintas budaya. Menurutnya, keterlibatan akademisi internasional berpengalaman akan memberi dampak signifikan terhadap penguatan atmosfer akademik, khususnya dalam pengembangan kurikulum, riset, dan publikasi ilmiah. “Program Visiting Professor kami pandang sebagai upaya membangun dialog akademik yang setara dan berkelanjutan. Kehadiran Prof. Dustin Cowell diharapkan dapat membuka ruang diskusi ilmiah yang lebih luas, sekaligus mendorong penguatan kajian bahasa dan sastra dalam konteks global,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP.

Sementara itu, Prof. Dustin Cowell menyambut baik inisiatif FIB Unand dan menyatakan ketertarikannya terhadap dinamika kajian bahasa dan budaya di Indonesia, khususnya di Sumatra Barat. Ia menilai kolaborasi akademik lintas negara memiliki peran penting dalam memperkaya pendekatan keilmuan serta memperluas pemahaman lintas budaya. “Kolaborasi akademik seperti ini memungkinkan pertukaran perspektif yang saling memperkaya. Saya melihat potensi besar dalam kerja sama dengan FIB Unand, baik dalam bidang pengajaran maupun riset bersama,” ungkap Prof. Dustin Cowell.  

Melalui pertemuan ini, FIB Unand menegaskan komitmennya dalam mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi secara substantif dan berkelanjutan. Program Visiting Professor diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas akademik, tetapi juga memperkuat posisi FIB Unand sebagai pusat pengembangan ilmu budaya yang berorientasi global, tanpa meninggalkan konteks lokal dan nilai-nilai kebudayaan Indonesia.

Humas FIB Unand: Siti Awal Syaravina, S.Hum., M.Li.

Mahasiswi Sastra Minangkabau FIB Unand Raih Predikat Terbaik I Duta Wisata Kabupaten Solok 2025

Dinda Aura Putri, mahasiswi Program Studi Sastra Minangkabau angkatan 2022, berhasil meraih predikat Terbaik I dalam ajang Pemilihan Bujang Gadih Duta Wisata Kabupaten Solok Tahun 2025. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Solok pada Rabu, 9 Oktober 2025, bertempat di Alpa Resort, Kabupaten Solok. Sebelum malam grand final, para finalis sudah menjalani masa karantina selama tiga hari, yakni pada tanggal 7-9 Oktober 2025.

Gambar 1. Dinda Aura Putri, mahasiswi Program Studi Sastra Minangkabau angkatan 2022, meraih predikat Terbaik I dalam ajang Pemilihan Bujang Gadih Duta Wisata Kabupaten Solok Tahun 2025.

Ajang tahunan ini bertujuan untuk membentuk generasi muda yang peduli terhadap pelestarian dan promosi pariwisata daerah, sekaligus mendorong partisipasi aktif kaum muda dalam memperkenalkan kekayaan budaya lokal di kancah nasional maupun internasional.

Tahun ini, pemilihan Bujang Gadih Kabupaten Solok diikuti oleh hampir 50 peserta dari berbagai kalangan mahasiswa dan pemuda di Kabupaten Solok. Dinda mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam ajang ini berawal dari rasa tanggung jawabnya sebagai mahasiswa Sastra Minangkabau untuk mengenalkan budaya Minang secara lebih luas. “Sebagai mahasiswa dan masyarakat Minangkabau, saya merasa memiliki tanggung jawab untuk memperkenalkan budaya Minangkabau melalui jalur pariwisata agar semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Dinda.

Lebih lanjut, Dinda menyampaikan pesan inspiratif bagi rekan-rekan mahasiswa agar tidak hanya mengejar kesuksesan materi, tetapi juga kebermaknaan dalam setiap proses. “Success is not only about material things, tetapi tentang seberapa besar dan ikhlas kita menjalaninya,” pesannya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., turut memberikan apresiasi atas capaian tersebut. “Jurusan Sastra Minangkabau ini harus terus dikenalkan karena merupakan kekayaan yang unik dan satu-satunya jurusan yang ada di dunia,” ujarnya.

Fakultas Ilmu Budaya terus mendorong mahasiswa untuk aktif berkontribusi dalam melestarikan warisan budaya bangsa melalui kreativitas dan prestasi. Melalui prestasi ini, Dinda Aura Putri tidak hanya membawa nama baik Program Studi Sastra Minangkabau, tetapi juga menunjukkan bahwa pelestarian budaya Minangkabau dapat berjalan beriringan dengan pengembangan pariwisata modern yang berkarakter lokal dan berjiwa global.

Gambar 2. Dinda Aura Putri, mahasiswi Program Studi Sastra Minangkabau angkatan 2022, meraih predikat Terbaik I dalam ajang Pemilihan Bujang Gadih Duta Wisata Kabupaten Solok Tahun 2025.

Humas FIB Unand: Siti Awal Syaravina, S.Hum., M.Li. 

 

 

 

Mahasiswa Magister Linguistik FIB Unand Raih Juara III Karya Tulis Ilmiah Hadis pada MTQ Kabupaten Bengkalis ke-50

Gambar 1. Muhammad Subarkah, S.Hum., mahasiswa Magister Linguistik FIB Unand, berhasil meraih Juara III Cabang Karya Tulis Ilmiah Hadis pada MTQ Kabupaten Bengkalis ke-50

Dalam rangka penguatan budaya akademik dan kontribusi keilmuan berbasis nilai-nilai keislaman, mahasiswa Program Magister Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas kembali menorehkan prestasi di tingkat regional. Muhammad Subarkah, S.Hum., mahasiswa Magister Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, berhasil meraih Juara III Cabang Karya Tulis Ilmiah Hadis pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kabupaten Bengkalis ke-50 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Bengkalis.

Kompetisi karya tulis ilmiah ini berlangsung dalam rangkaian MTQ Kabupaten Bengkalis ke-50, dengan tahapan pendaftaran dan pengumpulan karya dilaksanakan pada 7–29 November 2025, serta presentasi finalis pada 16 Desember 2025. Subtema yang diangkat dalam lomba ini menekankan pada penguatan pemahaman keislaman melalui pendekatan ilmiah yang sistematis dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

Dalam karya tulis ilmiah hadis yang dipresentasikannya, Muhammad Subarkah, S.Hum. mengkaji hadis Nabi Muhammad SAW dengan pendekatan analitis-kritis, mengaitkan pemahaman teks hadis dengan konteks sosial serta relevansinya dalam kehidupan masyarakat kontemporer. Pendekatan ini sejalan dengan tradisi keilmuan linguistik dan kajian keislaman yang menempatkan teks sebagai objek kajian ilmiah yang terbuka terhadap penafsiran kontekstual dan bertanggung jawab secara metodologis.

Prestasi ini melengkapi deretan capaian akademik Muhammad Subarkah pada kompetisi serupa. Sebelumnya, ia tercatat meraih Juara I Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an tingkat Kecamatan Bengkalis tahun 2024, Harapan I Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an tingkat Kabupaten Bengkalis tahun 2024, serta Juara III Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an tingkat Kecamatan Bengkalis tahun 2025. Konsistensi tersebut mencerminkan komitmennya dalam mengembangkan tradisi menulis ilmiah berbasis kajian keislaman.

Muhammad Subarkah mengungkapkan bahwa pengalaman mengikuti MTQ Karya Tulis Ilmiah Hadis tingkat Kabupaten Bengkalis ke-50 memberikan makna mendalam selama perjalanan akademiknya. “Pengalaman selama mengikuti MTQ Karya Tulis Ilmiah Hadis tingkat Kabupaten Bengkalis ke-50 ini sangat berharga bagi saya. Prosesnya tidak hanya tentang menyiapkan karya dan berlomba, tetapi juga tentang bagaimana saya belajar lebih dalam memahami hadis Nabi SAW, menggali maknanya, lalu menuangkannya dalam tulisan ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan menulis ilmiah merupakan bagian dari ikhtiar dakwah yang relevan dengan konteks kekinian. “Saya merasakan bahwa menulis adalah bagian dari ikhtiar dakwah, menyampaikan nilai-nilai Islam dengan cara yang relevan dan membumi. Capaian juara tiga ini saya syukuri sebagai buah dari proses panjang, doa orang tua, bimbingan para guru, serta dukungan teman-teman. Prestasi ini bukan akhir, tetapi motivasi untuk terus belajar dan berkontribusi melalui karya ilmiah yang bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi mahasiswa dalam bidang karya tulis ilmiah keislaman menunjukkan kekuatan integrasi antara ilmu bahasa, kajian teks, dan nilai-nilai religius. “Prestasi ini mencerminkan karakter lulusan FIB Unand yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan nilai dan tanggung jawab sosial. Karya tulis ilmiah hadis yang dikembangkan dengan pendekatan akademik menunjukkan bahwa ilmu humaniora memiliki peran strategis dalam memperkaya wacana keislaman yang moderat dan kontekstual,” ungkap Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP.

Melalui capaian ini, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas menegaskan komitmennya dalam membina mahasiswa agar mampu mengembangkan keilmuan secara kritis, kontekstual, dan berakar pada nilai-nilai budaya serta religius, sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia unggul dan berdaya saing.

Humas FIB Unand: Siti Awal Syaravina, S.Hum., M.Li.