Dari BIPA hingga UKBI, Mahasiswa FIB Unand Perkuat Kompetensi Selama Magang di Bali

Gambar 1. Mahasiswa magang FIB Unand ikut serta dalam kegiatan akreditasi perpustakaan  Balai Bahasa Provinsi Bali

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas terus menunjukkan komitmennya dalam mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan praktik lapangan melalui program magang mahasiswa. Sebagai tindak lanjut dari kegiatan pelepasan mahasiswa magang ke Balai Bahasa Provinsi Bali, mahasiswa FIB Unand kini aktif terlibat dalam berbagai kegiatan kebahasaan dan literasi selama menjalani masa magang.

Mahasiswa yang mengikuti program magang tersebut adalah Adinda Septiana dan Agusma Razi dari Program Studi Sastra Indonesia, serta Nurhidayati Rahayu dari Program Studi Sastra Inggris. Selama berada di Bali, mereka terlibat dalam berbagai kegiatan yang dirancang untuk memperkuat kompetensi kebahasaan, kesastraan, serta pemahaman terhadap tata kelola lembaga kebahasaan.

Salah satu kegiatan yang diikuti adalah keterlibatan dalam program BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) di Bilingual Community School. Dalam kegiatan ini, mahasiswa turut mendampingi proses pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing, sekaligus memperoleh pengalaman langsung dalam pengajaran bahasa dalam konteks multikultural.

Selain itu, mahasiswa juga berpartisipasi dalam kegiatan akreditasi perpustakaan Balai Bahasa Provinsi Bali. Keterlibatan ini memberikan pemahaman mengenai standar pengelolaan perpustakaan, dokumentasi, serta pentingnya tata kelola arsip dan literasi dalam institusi kebahasaan.

Mahasiswa turut mengikuti diskusi internal terkait tata cara penulisan surat dinas, yang menjadi bagian penting dalam administrasi kelembagaan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap standar penulisan resmi sesuai dengan kaidah administrasi pemerintahan.

Pada aspek pengabdian masyarakat, mahasiswa juga dilibatkan dalam kegiatan sosialisasi Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar yang dilaksanakan pada Senin, 6 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan siswa serta memperkenalkan pentingnya penguasaan bahasa Indonesia secara baik dan benar.

Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa program magang tidak hanya berfokus pada satu aspek, tetapi mencakup berbagai dimensi, mulai dari pengajaran, administrasi, literasi, hingga pengabdian kepada masyarakat.

Dalam keterangannya, salah satu mahasiswa magang, Agusma Razi, menyampaikan bahwa pengalaman ini memberikan pemahaman yang lebih komprehensif terhadap dunia kerja di bidang kebahasaan. “Kegiatan magang ini memberikan pengalaman yang sangat beragam, mulai dari pengajaran BIPA hingga kegiatan administrasi dan sosialisasi bahasa. Kami tidak hanya belajar secara teoritis, tetapi juga memahami praktik nyata di lapangan,” ujarnya.

Gambar 2. Mahasiswa magang FIB Unand mengikuti kegiatan sosialisasi UKBI di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, menegaskan bahwa program magang di Balai Bahasa merupakan bagian dari strategi pembelajaran berbasis pengalaman yang penting bagi mahasiswa. “Pengalaman langsung di lembaga kebahasaan akan memperkaya wawasan mahasiswa serta membentuk kompetensi profesional yang relevan dengan bidang keilmuan mereka,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum.

Melalui rangkaian kegiatan ini, FIB Unand menegaskan bahwa pembelajaran di bidang humaniora tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui keterlibatan langsung dalam praktik kebahasaan dan interaksi sosial di masyarakat. Program magang di Balai Bahasa Provinsi Bali diharapkan mampu membentuk mahasiswa yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga adaptif dan siap berkontribusi dalam pengembangan bahasa dan sastra di tingkat nasional.