Seminar Riset Dosen Ilmu Sejarah FIB Unand Perkuat Budaya Riset dan Kolaborasi Akademik

Gambar 1. Seminar Riset Dosen Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) melalui Departemen Ilmu Sejarah menyelenggarakan Seminar Riset Dosen Ilmu Sejarah pada Selasa, 13 Januari 2026, bertempat di Ruang Sidang Dekanat FIB Unand. Kegiatan ini bertujuan mempresentasikan hasil penelitian dosen yang dilaksanakan sepanjang tahun 2025 dan didanai melalui hibah fakultas, sekaligus memperkuat atmosfer akademik berbasis riset di lingkungan FIB Unand.

Seminar ini menghadirkan 11 presenter yang terdiri atas dosen dan mahasiswa lintas jenjang, mencerminkan praktik kolaborasi riset yang inklusif dan berkelanjutan. Para dosen yang mempresentasikan hasil penelitian antara lain Dr. Drs. Nopriyasman, M.Hum.; Witrianto, S.S., M.Hum. M.Si.; Alfa Noranda, S.S., M.A.; Dr. Israr, S.S., M.Si.; Dr. Zaiyardam, M.Hum.; Septi Utami, S.S., M.A.; Prof. Dr. Herwandi, M.Hum.; Dr. Anatona, M.Hum.; Wahyu Suri Yani, S.Hum., M.A.; serta Prof. Ferdinal, M.A., Ph.D. Selain itu, seminar ini juga menampilkan Danang Agung Prawira, mahasiswa Program Studi S-1 Ilmu Sejarah, yang mempresentasikan riset tugas akhir hasil pendanaan hibah fakultas.

Secara tematik, riset yang dipresentasikan mencakup beragam isu sejarah, sosial-budaya, arkeologi, historiografi, filantropi lintas etnis, hingga kajian lintas disiplin yang bersinggungan dengan sastra dan hak asasi manusia. Keragaman topik ini menunjukkan kekayaan perspektif keilmuan Ilmu Sejarah serta relevansinya dalam membaca dinamika masyarakat masa lalu dan masa kini. Seminar juga dirancang dalam beberapa sesi diskusi untuk mendorong pertukaran gagasan, kritik konstruktif, dan pendalaman metodologi riset.

Penyelenggaraan seminar ini sepenuhnya dikoordinasikan oleh mahasiswa Program Studi S-1 Ilmu Sejarah, dengan Danang Agung Prawira sebagai ketua panitia. Keterlibatan mahasiswa sebagai panitia sekaligus presenter mencerminkan upaya nyata Departemen Ilmu Sejarah FIB Unand dalam menumbuhkan kepemimpinan akademik, tanggung jawab organisasi, serta pengalaman ilmiah sejak dini.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya seminar ini sebagai ruang strategis penguatan budaya riset di fakultas. “Kami bangga dengan terselenggaranya Seminar Riset Dosen Ilmu Sejarah ini. Kegiatan semacam ini tidak hanya memperkuat atmosfer akademik di FIB Unand, tetapi juga mendorong semakin banyak penelitian dosen yang melibatkan mahasiswa. Inilah praktik akademik yang sehat dan berkelanjutan,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP.

Gambar 2. Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP membuka acara Seminar Riset Dosen Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas

Seminar Riset Dosen Ilmu Sejarah ini menjadi bagian dari komitmen FIB Unand dalam mengembangkan ekosistem riset yang kolaboratif, partisipatif, dan berorientasi pada penguatan kualitas keilmuan. Melalui kegiatan ini, FIB Unand berharap riset-riset yang dihasilkan tidak hanya berhenti pada forum akademik internal, tetapi dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi publikasi ilmiah, bahan ajar, serta kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat.

Humas FIB Unand: Siti Awal Syaravina, S.Hum., M.Li. 

Dr. Hary Efendi, S.S., M.A. Resmi Dilantik sebagai Kepala Kantor Humas Universitas Andalas

Gambar 1. Pelantikan Dr. Hary Efendi, S.S., M.A. sebagai Kepala Kantor Humas Universitas Andalas, yang dihadiri oleh Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, Manajer Bidang I Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum., serta Manajer Bidang II Adrianis, S.S., M.A.

Universitas Andalas melaksanakan agenda pengambilan sumpah jabatan pejabat strategis pada Selasa, 6 Januari 2026, sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola kelembagaan dan konsolidasi organisasi untuk mendukung akselerasi kinerja serta pencapaian visi pengembangan universitas. Salah satu pejabat yang dilantik dalam kesempatan tersebut adalah Dr. Hary Efendi, S.S., M.A., dosen Program Studi Sejarah, FIB Unand, yang resmi mengemban amanah sebagai Kepala Kantor Humas, Protokoler, dan Layanan Informasi Publik Universitas Andalas.

Pelantikan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran komunikasi institusional Universitas Andalas di tengah dinamika pengelolaan informasi publik, tuntutan transparansi, serta kebutuhan penguatan citra dan reputasi perguruan tinggi di tingkat nasional maupun internasional. Kantor Humas, Protokoler, dan Layanan Informasi Publik memiliki fungsi sentral dalam menjembatani hubungan universitas dengan publik internal dan eksternal, sekaligus memastikan penyampaian informasi yang akurat, kredibel, dan bertanggung jawab.

Kegiatan pelantikan turut dihadiri oleh pimpinan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, yakni Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, Manajer Bidang I Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum., serta Manajer Bidang II Adrianis, S.S., M.A. Kehadiran pimpinan fakultas ini mencerminkan dukungan kelembagaan FIB Unand terhadap penguatan peran strategis Humas Universitas Andalas dalam tata kelola informasi dan komunikasi publik.

Secara konseptual, penguatan fungsi humas di lingkungan perguruan tinggi tidak hanya berkaitan dengan penyebaran informasi kegiatan akademik, tetapi juga mencakup pengelolaan narasi institusi, pembangunan kepercayaan publik, serta penguatan akuntabilitas dan keterbukaan informasi. Dalam konteks ini, pelantikan Dr. Hary Efendi, S.S., M.A. dipandang sebagai bagian dari strategi Universitas Andalas untuk menjawab tantangan komunikasi di era digital yang semakin kompleks.  

Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, menyampaikan bahwa penugasan Dr. Hary Efendi, S.S., M.A. pada jabatan strategis ini merupakan bentuk kepercayaan institusi terhadap kapasitas akademik dan pengalaman profesional yang dimilikinya. “Jabatan Kepala Kantor Humas, Protokoler, dan Layanan Informasi Publik memiliki peran krusial dalam menjaga marwah institusi. Kami berharap kehadiran Dr. Hary Efendi, S.S., M.A. dapat memperkuat komunikasi publik Universitas Andalas yang beretika, transparan, dan berorientasi pada pelayanan,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP.

Dengan dilantiknya Dr. Hary Efendi, S.S., M.A. sebagai Kepala Kantor Humas, Protokoler, dan Layanan Informasi Publik, Universitas Andalas diharapkan semakin mampu memperkuat sistem komunikasi kelembagaan, meningkatkan kualitas layanan informasi publik, serta membangun citra institusi yang kredibel, inklusif, dan berkelanjutan. Pelantikan ini sekaligus menegaskan komitmen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas dalam menempatkan sumber daya manusia yang kompeten pada posisi strategis guna mendukung pencapaian visi universitas sebagai perguruan tinggi unggul dan bermartabat.  

Humas FIB Unand Siti Awal Syaravina, S.Hum., M.Li. 

FIB Unand Perkuat Sinergi Akademik melalui Rapat Koordinasi dengan Balai Bahasa Provinsi Bali

Gambar 1. Rapat koordinasi kerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi Bali

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) melaksanakan rapat koordinasi kerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi Bali sebagai upaya memperkuat jejaring akademik dan pengembangan program di bidang bahasa dan kebudayaan. Rapat ini diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom pada Rabu, 7 Januari 2026, dan menjadi forum awal untuk menyelaraskan visi, kebutuhan, serta potensi kolaborasi antarlembaga.

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh Wakil Dekan I FIB Unand, Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., Manajer Bidang I, Ria Febrina, S.S., M.Hum., Ketua Program Studi Sastra Inggris, Novalinda, S.S., M.Hum., serta Ketua Program Studi Sastra Indonesia, Ronidin, S.S., M.A. Dari pihak mitra, rapat melibatkan jajaran Balai Bahasa Provinsi Bali sebagai lembaga strategis di bawah Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Secara konseptual, kerja sama antara perguruan tinggi dan lembaga kebahasaan memiliki posisi penting dalam penguatan ekosistem bahasa nasional. Perguruan tinggi berperan sebagai pusat pengembangan keilmuan dan riset, sementara Balai Bahasa memiliki mandat dalam pembinaan, pelindungan, dan pengembangan bahasa Indonesia serta bahasa daerah. Oleh karena itu, sinergi keduanya dinilai strategis untuk menjembatani hasil kajian akademik dengan implementasi kebijakan dan program kebahasaan di masyarakat.

Dalam rapat tersebut, peserta mendiskusikan berbagai peluang kolaborasi, antara lain penguatan riset kebahasaan dan kesastraan, pengembangan program pengabdian kepada masyarakat berbasis bahasa dan budaya, serta keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam kegiatan pelatihan, pendampingan, dan diseminasi hasil kajian bahasa daerah. Diskusi juga menyoroti pentingnya integrasi perspektif akademik humaniora dalam program-program pembinaan bahasa agar tetap kontekstual, inklusif, dan berkelanjutan.

Wakil Dekan I FIB Unand, Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., dalam sambutannya menegaskan bahwa kerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi Bali merupakan langkah strategis untuk memperluas kontribusi FIB Unand di tingkat regional dan nasional. “FIB Unand memandang kerja sama ini sebagai ruang strategis untuk mengembangkan kajian bahasa dan budaya yang tidak hanya kuat secara teoretis, tetapi juga memiliki dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D.

Sementara itu, Manajer Bidang I FIB Unand, Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum., menekankan pentingnya keterlibatan program studi dalam setiap bentuk kerja sama agar kolaborasi berjalan substantif dan berkelanjutan. Menurutnya, keterlibatan Prodi Sastra Inggris dan Sastra Indonesia membuka peluang integrasi keilmuan lintas bahasa, baik dalam konteks bahasa nasional maupun bahasa asing.

Rapat koordinasi ini menjadi langkah awal dalam membangun fondasi kerja sama yang lebih terstruktur antara FIB Unand dan Balai Bahasa Provinsi Bali. Hasil diskusi ini diharapkan dapat ditindaklanjuti dalam bentuk program konkret yang mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi, sekaligus berkontribusi pada pelestarian, pengembangan, dan pemajuan bahasa serta budaya Indonesia.

Humas FIB Unand: Siti Awal syaravina, S.Hum., M.Li. 

FIB Unand Menetapkan Kepengurusan Baru Unit Sosial Fakultas Periode 2026

Gambar 1. Ketua Unit Sosial periode sebelumnya, Dra. Eva Najma, M.Hum. bersama Wakil Dekan II FIB Unand, Alex Darmawan, S.S., M.A. dan Manajer Bidang II, Adrianis, S.S., M.A.

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) menyelenggarakan rapat pemilihan kepengurusan baru Unit Sosial FIB Unand pada Rabu, 7 Januari 2026, bertempat di Ruang Sidang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas. Rapat ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya institusional untuk memastikan keberlanjutan, keteraturan, dan efektivitas pelaksanaan kegiatan sosial fakultas yang menyentuh aspek kemanusiaan, solidaritas, serta kepedulian civitas academica.

Secara fungsional, Unit Sosial FIB Unand bertugas melakukan koordinasi penanganan kegiatan sosial yang berkaitan dengan musibah, kedukaan, dan keadaan darurat yang menimpa dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, maupun keluarga inti sivitas akademika FIB Unand. Unit ini juga berperan dalam penggalangan, pengelolaan, dan penyaluran bantuan sosial, baik dalam bentuk dana, logistik, maupun bentuk dukungan lainnya yang diperlukan sesuai dengan kondisi lapangan.

Selain itu, Unit Sosial FIB Unand berfungsi sebagai penghubung antara pimpinan fakultas, program studi, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta pihak terkait lainnya dalam setiap kegiatan sosial dan kemanusiaan. Unit ini juga berperan dalam menyusun rekomendasi dan laporan kegiatan sosial kepada pimpinan fakultas sebagai bentuk pertanggungjawaban kelembagaan.

Rapat dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan II FIB Unand, Alex Darmawan, S.S., M.A., dan dihadiri oleh Manajer Bidang II, Adrianis, S.S., M.A. Melalui proses musyawarah dan kesepakatan bersama, rapat menetapkan susunan kepengurusan baru Unit Sosial FIB Unand. Dr. Aslinda, M.Hum. ditetapkan sebagai Ketua, didampingi oleh Darni Enzimar Putri, S.S., M.Hum. sebagai Wakil Ketua I dan Dafruddin, S.Pt., M.M. sebagai Wakil Ketua II. Posisi Sekretaris diamanahkan kepada Andina Meutia Hawa, M.Hum., sementara Bendahara dijabat oleh Eka Meigalia, S.Hum., M.Hum. Kepengurusan ini diperkuat oleh anggota yang merupakan perwakilan dari enam program studi serta tenaga kependidikan, sehingga mencerminkan keterwakilan lintas unsur di lingkungan FIB Unand.

Adapun anggota Unit Sosial FIB Unand berasal dari Program Studi Ilmu Sejarah, Sastra Indonesia, Sastra Jepang, Sastra Minangkabau, arkeologi, dan Sastra Inggris, serta perwakilan tenaga kependidikan. Komposisi ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi, memperluas jangkauan kegiatan, serta memastikan bahwa setiap program studi memiliki peran aktif dalam kegiatan sosial fakultas.

Dalam rapat tersebut, fakultas juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus Unit Sosial FIB Unand periode sebelumnya yaitu Ketua Dra. Eva Najma, M.Hum.; Wakil Ketua Dr. Reniwati, M.Hum.; Sekretaris Darni Enzimar Putri, S.S., M.Hum.; serta Bendahara Seswita, S.S., M.Hum. yang telah mengemban amanah dengan penuh dedikasi. Pengurus lama dinilai telah berkontribusi nyata dalam berbagai kegiatan sosial, termasuk respons terhadap situasi duka, bencana, dan bentuk kepedulian lainnya yang melibatkan civitas academica FIB Unand.  

Wakil Dekan II FIB Unand, Alex Darmawan, S.S., M.A., menyampaikan bahwa keberadaan Unit Sosial FIB Unand bukan sekadar pelengkap organisasi fakultas, melainkan ruang strategis untuk merawat nilai kemanusiaan di lingkungan akademik. “Unit Sosial FIB Unand diharapkan menjadi simpul koordinasi kepedulian sosial fakultas, sehingga setiap respons terhadap peristiwa kemanusiaan dapat dilakukan secara terarah, terkoordinasi, dan bermartabat,” ujar Alex Darmawan, S.S., M.A.

Dengan ditetapkannya kepengurusan baru ini, FIB Unand berharap Unit Sosial dapat bekerja secara berkelanjutan, profesional, dan responsif dalam mendukung terciptanya lingkungan akademik yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga peka terhadap persoalan sosial dan kemanusiaan.

Humas FIB Unand: Siti Awal Syaravina, S.Hum., M.Li.

Teguhkan Arah di Awal 2026: FIB Unand dan Rektor Universitas Andalas Bangun Dialog Akademik

Gambar 1. Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, didampingi oleh Wakil Dekan I, Zulprioanto, S.S., M.A., Ph.D., dan Wakil Dekan II, Alex Darmawan, S.S., M.A., melakukan pertemuan dengan Rektor Universitas Andalas, Dr. Efa Yonnedi, S.E., MPPM, Akt., CA, CRGP.

Awal tahun 2026 dimaknai bukan sekadar sebagai penanda pergantian waktu, melainkan sebagai ruang refleksi untuk meneguhkan arah dan visi pendidikan tinggi. Dalam semangat tersebut, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, didampingi oleh Wakil Dekan I, Zulprioanto, S.S., M.A., Ph.D., dan Wakil Dekan II, Alex Darmawan, S.S., M.A., melakukan pertemuan dengan Rektor Universitas Andalas, Dr. Efa Yonnedi, S.E., MPPM, Akt., CA, CRGP.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana silaturahmi dan dialog akademik ini menjadi momentum strategis untuk menyelaraskan langkah kelembagaan, sekaligus mempertegas kontribusi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas dalam ekosistem pendidikan tinggi. Diskusi tidak hanya membahas capaian dan rencana program, tetapi juga menempatkan nilai-nilai etika, nurani, dan kebudayaan sebagai fondasi penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Di tengah dinamika global yang kerap menyederhanakan kehidupan menjadi perhitungan angka, efisiensi, dan target kuantitatif, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas memandang penting kehadiran ruang akademik yang menjaga dan meneguhkan dimensi kemanusiaan. Bagi FIB Unand, kehidupan tidak dapat direduksi semata-mata pada logika instrumental, tetapi harus berangkat dari kesadaran etis dan kebudayaan yang membentuk cara berpikir, bersikap, dan bertindak manusia.

Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, menegaskan bahwa Fakultas Ilmu Budaya memiliki peran strategis sebagai penyeimbang dalam arus modernisasi pendidikan. Melalui kajian bahasa, sastra, dan budaya, FIB Unand berupaya memastikan bahwa perkembangan ilmu tetap berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan dan kebijaksanaan. “Di tengah kecenderungan dunia yang serba menghitung, Fakultas Ilmu Budaya hadir untuk mengingatkan bahwa manusia tidak hidup dari logika semata. Ada etika, ada nurani, dan ada kebudayaan yang harus terus dirawat agar ilmu pengetahuan tidak kehilangan maknanya,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP.

Rektor Universitas Andalas, Dr. Efa Yonnedi, S.E., MPPM, Akt., CA, CRGP, menyambut baik gagasan tersebut dan menilai peran FIB Unand sangat penting dalam menjaga keseimbangan antara kemajuan akademik dan nilai-nilai luhur pendidikan. “Pendidikan sejati bukan hanya tentang kecerdasan, tetapi juga tentang kebijaksanaan. Fakultas Ilmu Budaya memiliki peran sentral dalam memastikan bahwa kemajuan akademik Universitas Andalas tetap berorientasi pada nilai, etika, dan kemanusiaan,” tutur Dr. Efa Yonnedi, S.E., MPPM, Akt., CA, CRGP.

Melalui pertemuan ini, FIB Unand meneguhkan posisinya sebagai ruang refleksi dan penyeimbang dalam dunia akademik: menjaga akal agar tetap beradab, ilmu agar tetap bernilai, serta kemajuan agar tidak kehilangan arah. Komitmen tersebut menjadi landasan FIB Unand dalam menyongsong tahun 2026, sejalan dengan visi Universitas Andalas sebagai perguruan tinggi yang unggul, bermartabat, dan berakar pada nilai-nilai kebudayaan.

Humas FIB Unand: Siti Awal syaravina, S.Hum., M.Li.

FIB Unand Bahas Persiapan Program Visiting Professor Bersama Prof. Dustin Cowell

Gambar 1. Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, didampingi oleh Wakil Dekan I, Zulprioanto, S.S., M.A., Ph.D. dan Wakil Dekan II, Alex Darmawan, S.S., M.A., serta jajaran pimpinan FIB Unand bersama Prof. Dustin Cowell dari Amerika Serikat

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas menggelar pertemuan akademik bersama Prof. Dustin Cowell, Professor Emeritus bidang Bahasa dan Sastra Arab dari University of Wisconsin, Madison, Amerika Serikat, dalam rangka membahas persiapan pelaksanaan program Visiting Professor di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas.

Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, dan didampingi oleh Wakil Dekan I, Zulprioanto, S.S., M.A., Ph.D., Wakil Dekan II, Alex Darmawan, S.S., M.A., Manajer I, Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum., serta para dosen di lingkungan FIB Unand. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis fakultas dalam memperkuat jejaring akademik internasional serta meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi.

Secara khusus, diskusi difokuskan pada perencanaan teknis dan akademik program Visiting Professor, mencakup skema perkuliahan, kuliah umum, seminar ilmiah, hingga potensi kolaborasi riset di bidang bahasa, sastra, dan kajian kebudayaan. Kehadiran Prof. Dustin Cowell, yang memiliki pengalaman panjang dalam kajian Bahasa dan Sastra Arab di tingkat global, dinilai strategis untuk memperkaya perspektif keilmuan civitas academica FIB Unand.  

Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, menyampaikan bahwa program Visiting Professor bukan sekadar agenda kunjungan akademik, melainkan ruang pertukaran gagasan dan tradisi keilmuan lintas budaya. Menurutnya, keterlibatan akademisi internasional berpengalaman akan memberi dampak signifikan terhadap penguatan atmosfer akademik, khususnya dalam pengembangan kurikulum, riset, dan publikasi ilmiah. “Program Visiting Professor kami pandang sebagai upaya membangun dialog akademik yang setara dan berkelanjutan. Kehadiran Prof. Dustin Cowell diharapkan dapat membuka ruang diskusi ilmiah yang lebih luas, sekaligus mendorong penguatan kajian bahasa dan sastra dalam konteks global,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP.

Sementara itu, Prof. Dustin Cowell menyambut baik inisiatif FIB Unand dan menyatakan ketertarikannya terhadap dinamika kajian bahasa dan budaya di Indonesia, khususnya di Sumatra Barat. Ia menilai kolaborasi akademik lintas negara memiliki peran penting dalam memperkaya pendekatan keilmuan serta memperluas pemahaman lintas budaya. “Kolaborasi akademik seperti ini memungkinkan pertukaran perspektif yang saling memperkaya. Saya melihat potensi besar dalam kerja sama dengan FIB Unand, baik dalam bidang pengajaran maupun riset bersama,” ungkap Prof. Dustin Cowell.  

Melalui pertemuan ini, FIB Unand menegaskan komitmennya dalam mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi secara substantif dan berkelanjutan. Program Visiting Professor diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas akademik, tetapi juga memperkuat posisi FIB Unand sebagai pusat pengembangan ilmu budaya yang berorientasi global, tanpa meninggalkan konteks lokal dan nilai-nilai kebudayaan Indonesia.

Humas FIB Unand: Siti Awal Syaravina, S.Hum., M.Li.