FIB Unand Salurkan Bantuan Tanggap Bencana ke Pesisir Selatan

Gambar 1. Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas melaksanakan penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Pesisir Selatan

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas melaksanakan penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Pesisir Selatan pada hari Sabtu, 6 November 2025. Bencana banjir dan tanah longsor yang dipicu oleh curah hujan yang tinggi mengakibatkan rusaknya jalan, terendamnya pemukiman serta menghanyutkan sedikitnya tiga unit rumah di beberapa nagari. Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, dampak kerusakan material cukup signifikan dan menghambat aktivitas warga.

Kegiatan tanggap bencana ini dipimpin oleh Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, didampingi oleh Wakil Dekan I, Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., Wakil Dekan II, Alex Darmawan, S.S., M.A., serta Manajer Bidang I, Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. Tim juga melibatkan sejumlah dosen, tenaga kependidikan, serta perwakilan ORMAWA dan relawan mahasiswa FIB Unand.

Penyaluran bantuan dilakukan di tiga titik lokasi terdampak, yaitu Nagari Pancuang Taba, Nagari Dilan, dan Nagari Muaro Aia di Kecamatan Bayang Utara. Bantuan terdiri atas sembako, pakaian layak pakai, perlengkapan kebutuhan dasar, dan donasi logistik lainnya. Kondisi infrastruktur menuju lokasi cukup memprihatinkan. Sejumlah akses jalan terputus akibat longsor, dipenuhi material kayu dan lumpur, serta membutuhkan pendampingan aparat nagari untuk memastikan jalur aman dilalui.  

Tim FIB Unand melakukan perjalanan darat dan turun langsung mendistribusikan bantuan ke rumah-rumah warga, posko, dan titik pengungsian darurat. Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian institusi terhadap masyarakat yang mengalami bencana. “Bencana ini tidak hanya merusak fisik permukiman, tetapi juga mengguncang kehidupan sosial warga. Kehadiran kampus di tengah masyarakat merupakan tanggung jawab moral sekaligus bentuk solidaritas,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP

Gambar 2.  Penyerahan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Pesisir Selatan

Sementara itu, perwakilan nagari setempat menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Mereka menegaskan bahwa situasi pascabencana membutuhkan dukungan dari banyak pihak, terutama untuk memenuhi kebutuhan dasar warga dan mempercepat pemulihan kondisi sosial.

Sepanjang kegiatan, relawan mahasiswa dan dosen membantu proses pemindahan logistik, asesmen kondisi lapangan, hingga pendataan kebutuhan tambahan di setiap nagari. Interaksi langsung dengan warga juga dilakukan untuk mengidentifikasi prioritas bantuan yang masih diperlukan, khususnya terkait kesehatan, sanitasi, dan kebutuhan harian. “Kami melihat langsung bagaimana warga berusaha bertahan dengan kondisi terbatas. Pendampingan dan bantuan logistik menjadi kebutuhan mendesak,” ujar Rossi, perwakilan ormawa FIB Unand.

Kegiatan tanggap bencana ini menjadi bagian dari komitmen FIB Unand dalam menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi, terutama pada aspek pengabdian kepada masyarakat. FIB Unand akan terus melakukan koordinasi lanjutan jika diperlukan bantuan tambahan di wilayah terdampak.

Humas FIB Unand: Siti Awal Syaravina

 

FIB Unand Kunjungi dan Distribusikan Bantuan untuk Civitas Academica Korban Bencana Banjir

Gambar 1. Kunjungan FIB Unand dan penyerahan bantuan bagi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa yang terdampak bencana banjir

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas melaksanakan kunjungan sekaligus penyerahan bantuan bagi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa yang terdampak bencana banjir dan longsor di Kota Padang. Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 1 Desember 2025, sebagai bentuk respons cepat terhadap kondisi darurat yang melanda beberapa wilayah di Kota Padang.

Bencana banjir dan longsor yang terjadi pada akhir November hingga awal Desember 2025 menyebabkan kerusakan cukup signifikan di sejumlah kecamatan. Intensitas hujan tinggi memicu naiknya debit air, melumpuhkan akses jalan, serta menyebabkan masuknya lumpur dan air ke permukiman warga. Sejumlah dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa FIB Unand turut menjadi korban, dengan kerusakan bervariasi dari kehilangan barang hingga rumah yang terendam lumpur.

Berdasarkan data yang dihimpun hingga hari ini, dosen yang terdampak antara lain Rahtu Nila Sepni, S.Hum., M.Hum.; Dr. Wannofri Samry, M.Hum.; Prof. Yenny Narny, S.S., M.A., Ph.D.; A’ang Pambudi Nugroho, S.Pd., M.A. dan Dr. Midawati, M.Hum. Adapun tenaga kependidikan yang turut terdampak meliputi Ermi Yanti, Didi Putra, Juniati, S.H., Basyaruddin, Desi Yulia Sari dan Desrita Suryani. Selain itu, lima mahasiswa FIB Unand juga mengalami kerugian material yang cukup signifikan, yaitu Zahwa dari Program Studi Sastra Inggris, Rayhan dari Ilmu Sejarah, Bunga dan Najwa dari Sastra Indonesia, serta Kelvin dari Sastra Jepang.

Kunjungan dilakukan langsung oleh pimpinan fakultas bersama perwakilan dosen dan tenaga kependidikan. Tim melihat secara langsung kondisi rumah para korban serta menyerahkan bantuan berupa kebutuhan dasar yang disesuaikan dengan kebutuhan mendesak di lapangan. Bantuan ini bersifat dukungan awal untuk meringankan beban civitas academica.  

Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian fakultas terhadap warganya yang terdampak bencana. “Prioritas kami adalah memastikan kondisi civitas academica yang terdampak dapat segera tertangani, minimal pada kebutuhan dasar. Bantuan ini bukan penyelesaian akhir, tetapi langkah awal untuk memastikan bahwa mereka tidak menghadapi situasi ini sendirian,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP

Gambar 2. Kondisi rumah salah seorang dosen FIB Unand, Dr. Wannofri Samry, M.Hum., yang terdampak bencana banjir

Pada kesempatan yang sama, fakultas mengimbau agar seluruh pihak menjaga kewaspadaan mengingat cuaca ekstrem masih memungkinkan terjadi. Fakultas juga membuka kanal koordinasi untuk pendataan lanjutan dan kemungkinan bantuan tambahan apabila diperlukan.

Dengan terlaksananya kunjungan dan penyaluran bantuan ini, FIB Unand berharap para dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa yang terdampak dapat segera pulih serta memperoleh dukungan yang memadai, baik dari institusi maupun jejaring sosial masing-masing.

Humas FIB Unand: Siti Awal Syaravina

Visiting Professor FIB Unand di Institut Citra Internasional: Penguatan Kolaborasi Akademik melalui Kuliah Umum dan Penandatanganan PKS—IA

Gambar 1. Dekan FIB Unand melaksanakan kegiatan Visiting Professor ke Institut Citra Internasional (ICI), Bangka Belitung

Dalam rangka memperkuat jejaring akademik dan memperluas implementasi Tridarma Perguruan Tinggi, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas melaksanakan kegiatan Visiting Professor ke Institut Citra Internasional (ICI), Bangka Belitung. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 27 November 2025 dan terdiri atas dua agenda utama: kuliah umum untuk mahasiswa dan workshop penulisan artikel ilmiah untuk dosen. Rangkaian acara ditutup dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Implementing Agreement (IA).

Rangkaian kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Keperawatan ICI, Ns. Maryana, M.Kep., dan dihadiri oleh pimpinan institusi, dosen, serta mahasiswa. Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, hadir sebagai dosen tamu dan pemateri utama dalam kegiatan ini.

Pada sesi pertama, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP menyampaikan materi kuliah umum bertema Komunikasi Efektif, sebuah kemampuan fundamental yang harus dimiliki mahasiswa di era digital. Beliau menekankan bahwa komunikasi tidak hanya sebatas kemampuan berbicara lancar, tetapi kemampuan menyampaikan pesan secara jelas, empatik, dan dialogis. “Komunikasi adalah jembatan antara ide cemerlang dan kesuksesan nyata. Mahasiswa yang terampil berkomunikasi akan lebih percaya diri, produktif, dan siap menghadapi dunia profesional,” jelas Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP dalam kuliahnya.

Sesi berikutnya ditujukan bagi para dosen Fakultas Keperawatan ICI dengan tema Penulisan Artikel Ilmiah dan Strategi Pemilihan Jurnal Terindeks. Pada workshop tersebut, Prof. Ike menguraikan tahapan sistematis dalam proses publikasi ilmiah, mulai dari identifikasi topik, penentuan jurnal sasaran, penulisan artikel dengan teknik ATM (Amati–Tiru–Modifikasi), hingga proses submit. “Publikasi bukan hanya tentang menulis, tetapi memahami standar ilmiah, disiplin metodologi, dan kesesuaian dengan jurnal. Konsistensi dan ketelitian adalah kunci utama,” tegas Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP

Gambar 2. Foto bersama antara Dekan FIB Unand dengan dosen dan mahasiswa Fakultas Keperawatan Institut Citra Internasional (ICI), Bangka Belitung

Sebagai tindak lanjut kegiatan akademik tersebut, FIB Unand dan Fakultas Keperawatan Institut Citra Internasional melaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Implementing Agreement (IA). Kerja sama ini mencakup bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia akademik melalui program-program kolaboratif.  

Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperluas peluang riset bersama dan mobilitas akademik. “Kami percaya bahwa kolaborasi lintas institusi akan membuka ruang inovasi baru, memperkaya pengalaman akademik, dan memperkuat kontribusi kita terhadap pengembangan ilmu budaya dan komunikasi.”

Humas FIB Unand: Siti Awal Syaravina  

 

Pengabdian FIB Unand: Eksplorasi Linguistik dan Budaya Suku Lom di Desa Mapur

Gambar 1. Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa eksplorasi budaya ke Desa Mapur di Bangka Belitung

Sebagai tindak lanjut rangkaian kunjungan akademik di Universitas Bangka Belitung (UBB), Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa eksplorasi budaya ke Desa Mapur, salah satu wilayah yang dihuni oleh Suku Lom, kelompok etnis minoritas di Bangka Belitung. Pengabdian ini ddilaksanakanada hari Jumat, 28 November 2025. Pengabdian ini juga diikuti oleh beberapa dosen Sastra Inggris Universitas Bangka Belitung

Pengabdian ini dilakukan melalui observasi lapangan dan wawancara langsung terkait praktik budaya, bahasa, tradisi lisan, dan identitas masyarakat Suku Lom. Pengabdian dilakukan sebagai bentuk keterlibatan langsung Dekan FIB Unand dalam riset etnolinguistik dan pelestarian budaya lokal.  

Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP menilai bahwa Suku Lom memiliki kekayaan budaya yang penting untuk diteliti dan didokumentasikan. “Eksplorasi budaya ini sangat berharga karena memberi kesempatan untuk melihat langsung tradisi dan identitas Suku Lom. Temuan lapangan seperti ini membuka ruang kolaborasi riset dan pengabdian yang lebih luas antara FIB Unand dan UBB,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP

Gambar 2. Diskusi interaktif bersama Suku Lom, kelompok etnis minoritas di Bangka Belitung

Observasi budaya di Desa Mapur diharapkan menjadi landasan awal bagi penelitian kolaboratif, pengembangan program pemberdayaan masyarakat adat, serta pelestarian budaya sebagai bagian dari kontribusi FIB Unand dalam Tridarma Perguruan Tinggi.

Humas FIB Unand: Siti Awal Syaravina 

 

FIB Unand dan UBB Perkuat Kolaborasi melalui Visiting Professor dan PKS–IA

Gambar 1. Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, hadir sebagai visiting professor di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UBB

Dalam rangka memperluas jejaring akademik dan kolaborasi Tridarma Perguruan Tinggi, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, hadir sebagai visiting professor di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bangka Belitung (UBB). Kegiatan ini dilaksanakan di Aula UBB yang mencakup kuliah umum bersama mahasiswa, workshop bersama dosen, serta penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Implementing Agreement (IA) antara kedua fakultas. Acara dilaksanakan pada hari Kamis, 27 November 2025 dan dibuka langsung oleh Ketua Jurusan Sastra Inggris UBB, Bob Morison Sigalingging, M.Hum.  

Kuliah umum yang disampaikan Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP mengangkat tema “Reading the Unsaid: Pragmatic Cues in Digital Interaction”, yang menyoroti bagaimana petunjuk pragmatik membentuk makna dalam komunikasi digital.

Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP menekankan bahwa interaksi digital menuntut kepekaan terhadap tanda-tanda nonverbal yang tidak selalu tampak. “Interaksi digital tidak hanya berisi kata-kata, tetapi juga petunjuk sosial yang tidak terlihat. Mahasiswa perlu memahami konteks, intensi, dan relasi ketika membaca pesan digital. Pragmatik membantu kita membaca yang tersirat reading the unsaid yang justru sering menjadi inti makna,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP

Setelah kuliah umum, kegiatan dilanjutkan dengan workshop bersama dosen Sastra Inggris UBB, yang berfokus pada pengembangan riset pragmatik digital serta peluang kolaborasi publikasi ilmiah. Workshop berlangsung interaktif, ditandai dengan banyaknya pertanyaan mengenai integrasi riset bahasa dan budaya dalam konteks teknologi.

Penandatanganan PKS dan IA menjadi puncak kegiatan, yang mencakup kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta mobilitas dosen dan mahasiswa antara kedua universitas. “Kami menyambut kolaborasi ini dengan penuh optimisme. Semoga kerja sama ini memperkuat kualitas pendidikan dan membuka peluang riset lintas universitas yang lebih luas,” ujar Ketua Jurusan Sastra Inggris UBB, Bob Morison Sigalingging, M.Hum.  

Kegiatan Visiting Professor serta Penandatanganan Kerja Sama ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi akademik antara FIB Unand dan FISIP UBB secara berkelanjutan.

Humas FIB Unand: Siti Awal Syaravina

 

 

 

 

 

Seminar Kolaborasi Dosen—Mahasiswa Sastra Inggris FIB Unand Angkat Riset Lingua dan Sastra dalam Konteks ASEAN

Gambar 1. Foto bersama antara dosen dengan semua peserta seminar

Dalam rangka memperkuat budaya akademik berbasis kolaborasi riset antara dosen dan mahasiswa, Program Studi Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas sukses menyelenggarakan Call for Papers and Posters: Seminar on Lecturer–Student Collaboration (SemCollab 2025), bertempat di Ruang Seminar FIB Unand. Seminar perdana ini mengangkat tema “Exploring Language, Literature, and Culture in the ASEAN Context: Supporting the Sustainable Development Goals.” Tema tersebut dipilih untuk menegaskan pentingnya kajian bahasa, sastra, dan budaya dalam kerangka regional ASEAN serta kontribusinya terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan I FIB Unand, Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan akademik inovatif ini. Ia menegaskan bahwa SemCollab menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk mempresentasikan riset mereka serta memperkuat kesinambungan antara linguistik dan sastra sebagai dua bidang kajian inti dalam Prodi Sastra Inggris. “Seminar ini menampilkan beberapa penelitian mahasiswa yang mengambil riset linguistik dan sastra. Seminar ini dirancang agar mahasiswa dapat merasakan pengalaman presentasi ilmiah secara profesional. Penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar seminar merupakan bagian penting dari adaptasi akademik dan langkah konkret dalam pengembangan karier mereka,” ujar Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D.

Tema lingua-sastra (linguistik dan sastra) dalam konteks ASEAN dinilai sebagai bidang kajian yang masih jarang dieksplorasi secara mendalam. Melalui kegiatan ini, Program Studi Sastra Inggris menampilkan sejumlah penelitian mahasiswa yang menyoroti hubungan antara bahasa, sastra, dan isu-isu sosial budaya di kawasan tersebut. Salah satu penelitian dipresentasikan oleh Nina, yang mengkaji pengorbanan diri tokoh Ryland Grace dan kerja samanya dengan karakter Rocky sebagai strategi bertahan hidup evolusioner yang mencerminkan bentuk altruisme lintas spesies. Sementara itu, Intan mengangkat isu mitos kecantikan, konformitas, dan bentuk-bentuk perlawanan dalam novel Anne of Green Gables, dengan menghubungkan analisis sastra terhadap perspektif feminis modern.

​Suasana akademik berlangsung hangat dan penuh antusiasme ketika peserta memaparkan riset yang telah, sedang, atau akan diseminarkan sebagai bagian dari proses akademik mereka. Para dosen bertindak sebagai juri dan memberikan evaluasi secara objektif untuk menentukan pemakalah terbaik, baik dalam kategori presentasi lisan maupun poster. Pada sesi penutupan, diumumkan sejumlah mahasiswa dengan capaian terbaik, termasuk Shabrina Adzani Yusra, sebagai Presenter Lisan Terbaik Bidang Sastra, Ahmad Fikriansyah, sebagai Presenter Lisan Terbaik Bidang Linguistik, Raisya Arfi Khairan, sebagai Presenter Poster Terbaik Bidang Sastra, dan Alma Fathinah Rianto, sebagai Presenter Poster Terbaik Bidang Linguistik.

Gambar 2. Foto bersama dosenmahasiswa dengan karya terbaik

Kebanggaan terpancar dari Alma Fathinah Rianto, yang menuturkan bahwa kegiatan ini menjadi motivasi dan tantangan tersendiri baginya dan rekan-rekannya. Dalam bidang linguistik, Alma meneliti Feature of Woman Language dalam Debat Kamala Harris. "Saya menganalisis fitur-fitur bahasa yang digunakan oleh perempuan secara tidak langsung saat debat, tetapi saya melihat hal tersebut melalui sudut pandang politik," ungkapnya.

Kegiatan kolaborasi dan diskusi terbuka ini sukses menciptakan suasana baru, mendorong dan mengembangkan karakter mahasiswa agar kritis, inovatif, dan humanis, khususnya di lingkup Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas.

Humas FIB Unand: Putri Effendi