FIB Unand dan Bundo Kanduang Kabupaten Agam Gelar Simposium Perempuan Minangkabau, Dorong Peran Strategis Perempuan

Gambar 1. Para pemateri Simposium Perempuan Minangkabau di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) melalui Departemen Ilmu Sejarah menyelenggarakan kegiatan Simposium Perempuan Minangkabau bekerja sama dengan Bundo Kanduang se-Kabupaten Agam pada Senin, 20 April 2026 di Ruang Seminar FIB Unand. Kegiatan ini mengusung tema “Langkah Kecil, Perubahan Besar untuk Perempuan Minangkabau” sebagai upaya memperkuat peran perempuan dalam dinamika sosial dan budaya Minangkabau.

Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan FIB Unand, yaitu Dekan FIB Unand Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, Wakil Dekan I Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., Wakil Dekan II Alex Darmawan, S.S., M.A., Manajer Bidang I Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum., serta Manajer Bidang II Adrianis, S.S., M.A., bersama civitas academica dan perwakilan organisasi perempuan adat.

Simposium ini menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten di bidangnya, antara lain Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, Dr. Zulgaiyyim, M.Hum. selaku Ketua Departemen Ilmu Sejarah, Prof. Dr. Phil. Gusti Asnan, Dr. Satya Gayatri, M.Hum., Dr. Midawati, M.Hum., serta Ketua Bundo Kanduang Kabupaten Agam Asnitha Thamrin, S.Sos.

Secara konseptual, kegiatan ini menjadi ruang dialog antara akademisi dan pemangku adat dalam membahas posisi, peran, serta tantangan perempuan Minangkabau di tengah perubahan sosial. Diskusi yang berlangsung menyoroti pentingnya penguatan nilai-nilai matrilineal, pendidikan perempuan, serta kontribusi perempuan dalam pembangunan sosial dan budaya.

Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, dalam sambutannya menyampaikan bahwa perempuan Minangkabau memiliki posisi strategis yang perlu terus diperkuat melalui pendekatan akademik dan budaya. “Perempuan Minangkabau bukan hanya penjaga nilai, tetapi juga agen perubahan. Melalui forum ini, kita ingin menghadirkan ruang refleksi sekaligus penguatan peran perempuan dalam konteks kekinian,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum.

Sementara itu, Ketua Bundo Kanduang Kabupaten Agam, Asnitha Thamrin, S.Sos., menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga adat dan perguruan tinggi dalam menjaga keberlanjutan nilai budaya. “Sinergi antara adat dan akademisi sangat penting agar nilai-nilai perempuan Minangkabau tetap relevan dan mampu menjawab tantangan zaman,” ungkapnya.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.30 hingga 13.00 WIB ini juga diisi dengan diskusi interaktif yang melibatkan peserta dari kalangan dosen, mahasiswa, serta organisasi perempuan. Diskusi tersebut menjadi wadah berbagi perspektif sekaligus merumuskan langkah strategis dalam pemberdayaan perempuan berbasis budaya lokal.

Melalui kegiatan ini, FIB Unand menegaskan komitmennya dalam mengembangkan kajian humaniora yang tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga berdampak langsung pada masyarakat. Kolaborasi antara institusi pendidikan dan lembaga adat diharapkan dapat memperkuat posisi perempuan sebagai pilar utama dalam menjaga dan mengembangkan budaya Minangkabau.

Gambar 2. Sambutan Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum. kepada Bundo Kandung Kabupaten Agam

Gambar 3. Bundo Kandung Kabupaten Agam

Pimpinan FIB Unand Gelar Pertemuan Bersama Ormawa untuk Evaluasi dan Penguatan Kebijakan

Gambar 1. Dialog Ormawa dengan Pimpinan FIB Unand dalam rangka evaluasi dan penguatan kebijakan

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) menyelenggarakan pertemuan antara pimpinan fakultas dan organisasi mahasiswa (Ormawa) pada Jumat, 17 April 2026, bertempat di Ruang Sidang FIB Unand. Kegiatan ini menjadi ruang dialog strategis dalam rangka evaluasi kegiatan kemahasiswaan serta pembahasan kebijakan fakultas terkait dukungan terhadap aktivitas organisasi mahasiswa.

Pertemuan ini dihadiri oleh Dekan FIB Unand Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, Wakil Dekan I Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., Wakil Dekan II Alex Darmawan, S.S., M.A., Manajer Bidang I Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum., Manajer Bidang II Adrianis, S.S., M.A., serta pimpinan lainnya di lingkungan FIB Unand. Dari unsur mahasiswa, kegiatan diikuti oleh perwakilan organisasi kemahasiswaan yang aktif di lingkungan fakultas.

Secara umum, pertemuan ini membahas evaluasi pelaksanaan program kerja Ormawa, efektivitas kegiatan kemahasiswaan, serta berbagai tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Selain itu, forum ini juga menjadi ruang untuk menyampaikan kebijakan dan regulasi terbaru dari fakultas, khususnya terkait mekanisme dukungan dana kegiatan, tata kelola administrasi, serta penguatan peran organisasi mahasiswa dalam mendukung atmosfer akademik.

Dalam sambutannya, Dekan FIB Unand menegaskan bahwa organisasi mahasiswa merupakan bagian penting dari ekosistem akademik yang berperan dalam pengembangan soft skills, kepemimpinan, serta kreativitas mahasiswa. “Ormawa tidak hanya menjadi wadah kegiatan mahasiswa, tetapi juga ruang pembelajaran kepemimpinan dan tanggung jawab. Oleh karena itu, perlu adanya sinergi yang kuat antara fakultas dan mahasiswa dalam menjalankan program kerja,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa fakultas berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan mahasiswa, baik dalam bentuk kebijakan maupun fasilitasi sumber daya, dengan tetap memperhatikan prinsip akuntabilitas dan tata kelola yang baik. “Fakultas akan terus memberikan dukungan terhadap kegiatan Ormawa, namun harus diiringi dengan perencanaan yang matang, transparansi, serta pertanggungjawaban yang jelas,” tambahnya.

Wakil Dekan I, Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., menekankan pentingnya keselarasan antara kegiatan Ormawa dengan visi akademik fakultas. “Kegiatan kemahasiswaan perlu dirancang agar sejalan dengan penguatan akademik dan pengembangan kompetensi mahasiswa,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Dekan II, Alex Darmawan, S.S., M.A., menyoroti aspek administrasi dan pengelolaan kegiatan, terutama terkait penggunaan dana dan pelaporan. “Tata kelola administrasi yang baik menjadi kunci agar kegiatan mahasiswa dapat berjalan efektif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam sesi diskusi, perwakilan Ormawa juga menyampaikan berbagai masukan, termasuk kebutuhan dukungan fasilitas, fleksibilitas dalam pelaksanaan kegiatan, serta penguatan komunikasi antara mahasiswa dan pihak fakultas.

Pertemuan berlangsung secara dialogis dan terbuka, mencerminkan komitmen bersama dalam membangun lingkungan akademik yang partisipatif dan kolaboratif. Forum ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat hubungan antara pimpinan fakultas dan organisasi mahasiswa, serta meningkatkan kualitas kegiatan kemahasiswaan di lingkungan FIB Unand.

Melalui kegiatan ini, FIB Unand menegaskan komitmennya dalam menciptakan sinergi antara kebijakan institusi dan dinamika mahasiswa, sehingga tercipta ekosistem akademik yang produktif, inklusif, dan berorientasi pada pengembangan potensi mahasiswa secara menyeluruh.

Gambar 2. Foto bersama antara Ormawa dan Pimpinan FIB Unand

FIB Unand Gelar Ngopi “Ngobrol Pagi” untuk Penguatan Kesehatan Mental Dosen dan Tendik

Gambar 1. Dr. Rozi Sastra Purna, S.Psi., M.Psi., narasumber kegiatan Ngobrol Pagi di FIB Unand

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) menyelenggarakan kegiatan Ngopi (Ngobrol Pagi) bersama dosen dan tenaga kependidikan pada Jumat, 17 April 2026, bertempat di Ruang Seminar FIB Unand. Kegiatan ini mengangkat tema “Bahagia menjadi Dosen dan Tendik FIB: Mengajar dengan Senyum, Melayani dengan Sepenuh Hati” sebagai upaya membangun suasana kerja yang sehat, produktif, dan bermakna.

Acara dibuka secara resmi oleh Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, dan dihadiri oleh Wakil Dekan I Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., Wakil Dekan II Alex Darmawan, S.S., M.A., Manajer Bidang I Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum., serta Manajer Bidang II Adrianis, S.S., M.A., bersama seluruh dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan FIB Unand.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Dr. Rozi Sastra Purna, S.Psi., M.Psi., yang menyampaikan materi secara interaktif terkait kebahagiaan dalam bekerja, pengelolaan stres, serta pentingnya keseimbangan antara peran profesional dan kondisi psikologis individu.

Salah satu sesi penting dalam kegiatan ini adalah pengukuran tingkat stres peserta, yang memberikan gambaran awal mengenai kondisi psikologis dosen dan tenaga kependidikan. Hasil tersebut kemudian menjadi dasar dalam pembahasan strategi penanganan stres secara praktis dan aplikatif.

Dalam sambutannya, Dekan FIB Unand menegaskan pentingnya kesehatan mental sebagai bagian dari kualitas kinerja institusi. “Kualitas pembelajaran dan pelayanan tidak hanya ditentukan oleh kompetensi, tetapi juga oleh kondisi psikologis yang sehat. Dosen dan tenaga kependidikan perlu memiliki ruang refleksi agar dapat menjalankan peran dengan lebih optimal,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kegiatan seperti Ngopi menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja yang humanis dan suportif di lingkungan FIB Unand. “Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga membangun empati, kebersamaan, dan semangat kerja yang positif,” tambahnya.

Sementara itu, narasumber Dr. Rozi Sastra Purna, S.Psi., M.Psi. menyampaikan bahwa pengelolaan stres merupakan keterampilan penting dalam dunia kerja modern. “Stres tidak selalu negatif, tetapi perlu dikelola dengan baik. Dengan memahami diri dan lingkungan kerja, individu dapat menjaga keseimbangan emosional serta meningkatkan produktivitas,” jelasnya.

Kegiatan berlangsung secara dialogis dengan sesi tanya jawab yang aktif, menunjukkan antusiasme peserta dalam mendalami materi yang disampaikan. Interaksi ini menjadi indikator bahwa isu kesehatan mental dan kebahagiaan kerja semakin relevan dalam lingkungan akademik.

Melalui kegiatan Ngopi ini, FIB Unand menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan kerja yang tidak hanya berorientasi pada kinerja, tetapi juga pada kesejahteraan psikologis civitas academica. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari penguatan budaya kerja yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.

Gambar 2. Foto bersama dosen dan tendik di acara Ngobrol Pagi FIB Unand

Tim Sastra Jepang FIB Unand Raih Juara 1 CC di Bunkasai XIII UNP 

Gambar 1. Refigo Devian, Ayu Putri Ramadhani, dan Muhammad Haikal Sahputra raih Juara I Umum CC di Bunkasai XIII UNP

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) kembali menorehkan prestasi melalui capaian mahasiswa Program Studi Sastra Jepang dalam ajang Bunkasai XIII yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang.

Pada kegiatan yang berlangsung pada 11–12 April 2026 tersebut, tim mahasiswa FIB Unand berhasil meraih Juara 1 kategori Cerdas Cermat (CC) Umum, dengan pengumuman pemenang dilaksanakan pada acara puncak tanggal 12 April 2026.

Tim yang mengusung nama “Oda Nobu Naga” tersebut terdiri dari Refigo Devian, Muhammad Haikal Sahputra, dan Ayu Putri Ramadhani. Keberhasilan ini menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam penguasaan materi kebahasaan, budaya Jepang, serta ketangkasan berpikir dalam kompetisi akademik.

Secara konseptual, lomba Cerdas Cermat dalam Bunkasai XIII menuntut peserta untuk memiliki pemahaman komprehensif terhadap aspek bahasa, budaya, dan pengetahuan umum terkait Jepang. Selain itu, kompetisi ini juga menguji kecepatan, ketepatan, serta kerja sama tim dalam menjawab berbagai pertanyaan yang diberikan.

Dalam keterangannya, perwakilan tim menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari persiapan yang matang serta kerja sama yang solid antaranggota. “Kami mempersiapkan diri dengan memperdalam materi bahasa dan budaya Jepang serta membangun kekompakan tim. Kemenangan ini menjadi pengalaman berharga sekaligus motivasi untuk terus berkembang,” ujar perwakilan tim.

Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, turut memberikan apresiasi atas capaian tersebut sebagai bagian dari konsistensi prestasi mahasiswa di tingkat regional. “Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa FIB Unand memiliki kemampuan akademik yang kuat serta mampu berkompetisi secara sehat dan berkelanjutan. Ini juga mencerminkan kualitas pembelajaran yang mendorong mahasiswa untuk aktif dan berprestasi,” ungkap Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum.  

Keberhasilan ini sekaligus melengkapi capaian mahasiswa FIB Unand pada ajang yang sama, yang sebelumnya juga berhasil meraih prestasi di bidang lomba kreatif. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya unggul dalam aspek akademik, tetapi juga dalam kreativitas dan kolaborasi.

Melalui capaian ini, FIB Unand kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong mahasiswa untuk aktif berpartisipasi dalam berbagai kompetisi, sebagai bagian dari penguatan kompetensi akademik dan pengembangan diri di tingkat yang lebih luas. 

 

Mahasiswa Sastra Jepang FIB Unand Raih Juara 3 Lomba Kanji di Bunkasai XIII UNP 

Gambar 1. Tyo Muhammad Rizki, Mahasiswa Sastra Jepang FIB Unand raih juara III Kanji di Bunkasai XIII UNP

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas kembali mencatatkan prestasi mahasiswa dalam ajang akademik dan kebudayaan tingkat regional. Mahasiswa Program Studi Sastra Jepang FIB Unand berhasil meraih Juara 3 dalam Lomba Kanji (Kanji Contest) pada kegiatan Bunkasai XIII yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang.

Kegiatan Bunkasai XIII yang mengusung tema “Hagyou no Ishizue” ini dilaksanakan pada 11–12 April 2026, dengan pengumuman pemenang dilakukan pada acara puncak tanggal 12 April 2026. Ajang ini menjadi ruang kompetisi yang tidak hanya menguji kreativitas, tetapi juga kemampuan akademik mahasiswa dalam penguasaan bahasa Jepang secara mendalam.

Mahasiswa FIB Unand yang berhasil meraih prestasi tersebut adalah Tyo Muhammad Rizki, yang menunjukkan kemampuan unggul dalam penguasaan kanji, baik dari aspek penulisan, pemahaman makna, maupun ketepatan penggunaan dalam konteks bahasa Jepang.

Lomba Kanji dalam Bunkasai XIII merupakan salah satu kategori kompetisi yang menuntut ketelitian tinggi serta pemahaman komprehensif terhadap sistem tulisan Jepang. Kanji sebagai salah satu elemen utama dalam bahasa Jepang memiliki kompleksitas tersendiri, sehingga kompetisi ini menjadi indikator kemampuan akademik mahasiswa dalam bidang kebahasaan.

Keberhasilan ini menjadi bagian dari rangkaian prestasi mahasiswa Sastra Jepang FIB Unand dalam ajang yang sama, setelah sebelumnya mahasiswa juga berhasil meraih Juara 1 pada kategori lainnya. Hal ini menunjukkan konsistensi capaian mahasiswa dalam berbagai bidang, baik akademik maupun kreatif.

Dalam keterangannya, Tyo Muhammad Rizki menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari latihan yang konsisten dan ketekunan dalam mempelajari kanji. “Lomba kanji menuntut ketelitian dan konsistensi dalam belajar. Saya mempersiapkan diri dengan memperbanyak latihan serta memahami pola dan makna karakter. Prestasi ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan,” ujarnya.

Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, mengapresiasi capaian tersebut sebagai bagian dari penguatan kualitas akademik mahasiswa di bidang bahasa dan budaya. “Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa FIB Unand memiliki kompetensi yang kuat dalam bidang kebahasaan, khususnya bahasa Jepang. Ini menjadi bukti bahwa proses pembelajaran berjalan efektif dan mampu menghasilkan mahasiswa yang berdaya saing,” ungkap Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum .

Lebih lanjut, capaian ini juga mencerminkan integrasi antara pembelajaran teori dan praktik, di mana mahasiswa tidak hanya memahami materi secara konseptual, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kompetisi akademik.

Partisipasi dalam ajang seperti Bunkasai XIII menjadi salah satu bentuk implementasi pembelajaran berbasis kompetensi, sekaligus membuka ruang bagi mahasiswa untuk menguji kemampuan, memperluas pengalaman, serta membangun jejaring akademik di tingkat regional.

 

Program Studi Sastra Inggris dan Sastra Minangkabau FIB Unand Raih Akreditasi Internasional FIBAA Jerman

Gambar 1. Program Studi sastra Inggris dan Sastra Minangkabau berhasil meraih akreditasi Internasional FIBAA Jerman

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas kembali mencatatkan capaian strategis di tingkat global melalui keberhasilan dua program studi dalam meraih akreditasi internasional dari Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA), Jerman. Program studi yang berhasil memperoleh pengakuan tersebut adalah Program Studi Sastra Inggris dan Program Studi Sastra Minangkabau.

Akreditasi ini diberikan berdasarkan penilaian kualitas program pendidikan sarjana yang memenuhi standar internasional, sebagaimana tercantum dalam sertifikat resmi FIBAA yang diterbitkan pada 27 Maret 2026 dan berlaku hingga 26 Maret 2031.

Keberhasilan ini merupakan hasil dari proses evaluasi komprehensif yang mencakup aspek kurikulum, sistem pembelajaran, kualitas lulusan, tata kelola program studi, serta relevansi keilmuan dengan kebutuhan global. Pencapaian tersebut menegaskan bahwa kedua program studi telah memenuhi standar mutu pendidikan tinggi internasional.

Program Studi Sastra Inggris dipimpin oleh Novalinda, S.S., M.Hum., sementara Program Studi Sastra Minangkabau dipimpin oleh Yerri Satria Putra, S.S., M.A. Keduanya memiliki peran penting dalam mendorong peningkatan kualitas akademik dan penguatan posisi FIB Unand di kancah global.

Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan bentuk nyata dari komitmen civitas academica dalam meningkatkan mutu tridarma perguruan tinggi. “Pencapaian ini mencerminkan komitmen dan dedikasi civitas academica dalam meningkatkan mutu tridarma hingga diakui secara internasional,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa akreditasi internasional tidak hanya menjadi simbol pengakuan, tetapi juga tanggung jawab untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan. “Akreditasi internasional ini menjadi momentum bagi FIB Unand untuk terus memperkuat kualitas pembelajaran, riset, dan pengabdian masyarakat agar tetap relevan dengan perkembangan global,” tambahnya.  

Ketua Program Studi Sastra Inggris, Novalinda, S.S., M.Hum., menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh civitas academica. “Akreditasi ini adalah hasil dari kerja bersama seluruh tim, baik dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, maupun alumni. Ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas program studi secara berkelanjutan,” ujar Novalinda, S.S., M.Hum.  

Senada dengan itu, Ketua Program Studi Sastra Minangkabau, Yerri Satria Putra, S.S., M.A., menegaskan pentingnya menjaga identitas lokal dalam bingkai global. “Pengakuan internasional ini menunjukkan bahwa kajian budaya lokal seperti Minangkabau memiliki relevansi global. Tantangannya adalah bagaimana menjaga kualitas sekaligus mempertahankan kekhasan keilmuan,” ungkap Yerri Satria Putra, S.S., M.A.

Secara konseptual, akreditasi FIBAA merupakan salah satu bentuk pengakuan internasional terhadap mutu pendidikan tinggi yang berorientasi pada standar global, sekaligus menjadi indikator daya saing institusi di tingkat internasional.

Melalui capaian ini, FIB Unand menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi di bidang humaniora yang mampu bersaing secara global, tanpa meninggalkan akar budaya lokal sebagai fondasi keilmuan.

Gambar 2. Sertifikat akreditasi internasional FIBAA Jerman Program Studi Sastra Minangkabau

Gambar 3. Sertifikat akreditasi internasional FIBAA Jerman Program Studi Sastra Inggris