Dari Kuliah Umum hingga Podcast, FIB Unand Hadirkan Prof. Dustin Cowell dari USA

Gambar 1. Prof. Dustin Cowell bersama Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, dalam sesi kuliah umum

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) menyelenggarakan Kuliah Umum bertema Living Phenomena of Arabic Language and the Al-Qur’an bersama Prof. Dustin Cowell, Profesor Bahasa dan Sastra Arab dari University of Wisconsin, Madison, Amerika Serikat, pada Kamis, 22 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Sidang Dekanat Lantai 2 FIB Unand. Kuliah umum dihadiri oleh Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, diikuti oleh Wakil Dekan I, Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., Wakil Dekan II, Alex Darmawan, S.S., M.A., serta dosen, mahasiswa, dan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Sumatera Barat.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP. Dalam sambutannya, Dekan menegaskan bahwa kuliah umum ini merupakan bagian dari komitmen FIB Unand dalam menghadirkan ruang akademik yang terbuka bagi dialog lintas budaya dan lintas tradisi keilmuan. Kajian bahasa Arab dan Al-Qur’an, menurutnya, tidak hanya relevan dalam konteks religius, tetapi juga penting sebagai objek kajian linguistik, sastra, dan budaya yang hidup serta terus berkembang seiring dinamika masyarakat.

Dalam pemaparannya, Prof. Dustin Cowell menjelaskan bahasa Arab sebagai bahasa yang bersifat dinamis dan memiliki keterkaitan erat dengan teks Al-Qur’an, baik dari aspek linguistik, semantik, maupun sosial-budaya. Ia menekankan bahwa bahasa Arab tidak dapat dipahami secara statis, melainkan harus dilihat sebagai bahasa yang hidup dan senantiasa dipengaruhi oleh konteks sejarah, praktik kebahasaan, serta kondisi sosial penuturnya. Pendekatan ini, menurutnya, membuka ruang analisis yang lebih luas dalam memahami Al-Qur’an sebagai teks yang hadir dan berinteraksi dengan realitas sosial.

Selain kuliah umum, rangkaian kegiatan akademik ini juga dilengkapi dengan produksi konten Podcast FIB Unand dalam episode Ngobras (Ngobrol Santai Seputar Dunia Kampus) bersama Prof. Dustin Cowell. Melalui podcast tersebut, Prof. Dustin Cowell berbagi pengalaman akademiknya, riwayat kunjungan ke Indonesia dan Sumatera Barat, bidang riset yang digelutinya, serta ketertarikannya terhadap bahasa Arab, sastra Arab, dan bahasa Indonesia. Diskusi juga membahas kesan Prof. Dustin Cowell terhadap Indonesia, khususnya Sumatera Barat, sebagai ruang budaya yang kaya dan relevan bagi pengembangan kajian bahasa dan sastra.

Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, menyampaikan bahwa kehadiran Prof. Dustin Cowell, baik dalam forum kuliah umum maupun melalui media podcast kampus, merupakan wujud nyata internasionalisasi atmosfer akademik di lingkungan FIB Unand. “Kegiatan ini memperlihatkan bagaimana kajian bahasa dan sastra mampu melampaui batas geografis, budaya, dan latar belakang personal. FIB Unand memandang kajian bahasa Arab, sastra, dan Al-Qur’an sebagai ruang akademik yang dapat dikaji secara ilmiah, kritis, dan terbuka,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP.  

Ia juga menambahkan bahwa integrasi kuliah umum dengan podcast kampus merupakan strategi FIB Unand dalam memperluas diseminasi ilmu pengetahuan. “Melalui kuliah umum dan podcast Ngobras, diskursus akademik tidak berhenti di ruang kelas, tetapi dapat diakses publik secara lebih luas, terutama generasi muda yang akrab dengan media digital,” tambah Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP.

Gambar 2. Prof. Dustin Cowell menjadi narasumber dalam podcast FIB Unand

Dalam kuliah umum dan sesi podcast, Prof. Dustin Cowell turut menjelaskan latar belakang akademiknya sebagai seorang peneliti bahasa Arab. Ia menyampaikan bahwa ketertarikannya terhadap sastra Arab dan Al-Qur’an tumbuh melalui kajian lintas budaya. Prof. Dustin Cowell, yang berlatar belakang Kristen Lebanon, mengungkapkan bahwa minat akademiknya terhadap bahasa Arab dan tradisi Islam berkembang melalui pembacaan karya-karya intelektual Muslim, termasuk tulisan-tulisan Buya Hamka. “Ketertarikan saya pada sastra Arab dan Al-Qur’an bersifat akademik. Karya-karya Hamka membuka pemahaman tentang bagaimana bahasa, sastra, dan nilai-nilai keislaman berinteraksi dengan konteks sosial dan kemanusiaan,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa Al-Qur’an, dalam perspektif linguistik dan sastra, merupakan teks yang kaya secara makna dan terus hidup dalam praktik bahasa masyarakat. “Sebagai peneliti bahasa, saya melihat Al-Qur’an sebagai fenomena linguistik dan kultural yang kompleks. Pendalaman terhadap maknanya menuntut kehati-hatian metodologis, penghormatan terhadap tradisi, dan keterbukaan intelektual,” jelas Prof. Dustin Cowell.  

Prof. Dustin Cowell juga menyampaikan kesan positifnya terhadap Indonesia, khususnya Sumatera Barat, sebagai wilayah yang memiliki tradisi intelektual kuat dan terbuka terhadap dialog keilmuan serta masyarakatnya yang ramah dan selalu tersenyum. Menurutnya, diskusi akademik yang berlangsung di FIB Unand menunjukkan bahwa kajian bahasa dan sastra dapat berkembang secara kritis sekaligus kontekstual.

Pelaksanaan kuliah umum dan podcast ini menegaskan peran FIB Unand sebagai ruang akademik yang aktif memfasilitasi dialog lintas disiplin dan lintas negara. Melalui kegiatan semacam ini, FIB Unand diharapkan terus berkontribusi dalam pengembangan kajian humaniora yang inklusif, kritis, dan relevan dengan dinamika global.

Humas FIB Unand: Siti Awal Syaravina, S.Hum., M.Li.

Menghantar dengan Doa dan Penghargaan: FIB Unand Melepas Dra. Hj. Armini, M.Hum. ke Masa Purnabakti

Gambar 1. Purnabakti Dra. Hj. Armini, M.Hum., dosen Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas menyelenggarakan acara purnabakti sekaligus perpisahan Dra. Hj. Armini, M.Hum., dosen Program Studi Sastra Indonesia, sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian dan dedikasi beliau selama menjalankan tugas akademik. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 2026, bertempat di Ruang Sidang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas. Acara dihadiri oleh Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP; Wakil Dekan I, Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D.; Wakil Dekan II, Alex Darmawan, S.S., M.A.; Manajer I, Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum.; Kepala Kantor, Dafruddin, S.Pt., M.M.; Ketua Departemen dan Ketua Program Studi, Kepala Seksi, Kepala Unit serta Dosen dan seluruh civitas acadmica di lingkungan FIB Unand.

Acara berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kehangatan, diawali dengan pemutaran video kenang-kenangan, dilanjutkan dengan pembukaan oleh Dekan FIB Unand. Rangkaian kegiatan tersebut mencerminkan penghargaan institusional terhadap perjalanan panjang seorang pendidik yang telah berkontribusi dalam pengembangan keilmuan, pembinaan mahasiswa, dan penguatan tradisi akademik di lingkungan FIB Unand.

Dalam sambutan sekaligus pembukaan acara, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, menyampaikan apresiasi mendalam atas pengabdian Dra. Hj. Armini, M.Hum. Menurutnya, purna bakti bukanlah akhir dari kontribusi seorang akademisi, melainkan penanda atas jejak keilmuan dan keteladanan yang telah ditanamkan dan akan terus hidup dalam institusi. “Ibu Armini tidak hanya bagian dari sejarah Program Studi Sastra Indonesia, tetapi juga bagian dari denyut kehidupan akademik FIB Unand. Ketekunan, kesahajaan, dan konsistensi beliau dalam mengabdi telah menjadi teladan bagi kami semua,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP dalam sambutannya.  

Pada sesi berikutnya, Dra. Hj. Armini, M.Hum. menyampaikan refleksi personal atas perjalanan panjangnya di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas. Dengan nada haru, beliau menyebut FIB Unand sebagai rumah keduanya, tempat bertumbuh, belajar, dan mengabdi. “Bagi saya, FIB bukan sekadar tempat bekerja. FIB adalah rumah kedua saya. Rumah kedua ini tidak kalah penting dari rumah pertama, karena di sinilah saya tumbuh sebagai pendidik, belajar bersama mahasiswa, dan berproses bersama rekan sejawat,” ungkap Dra. Hj. Armini, M.Hum.

Beliau juga mengenang perjalanan panjang selama menjadi bagian dari FIB Unand sebagai pengalaman yang sarat makna, baik dalam suka maupun duka. Menurutnya, kebersamaan dengan civitas academica telah membentuk ikatan emosional yang kuat dan tidak akan terputus oleh masa purnabakti.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pemberian cenderamata oleh Dekan dan Dharmawanita FIB Unand kepada Dra. Hj. Armini, M.Hum. sebagai simbol penghargaan institusi. Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan makan bersama, yang semakin menguatkan nuansa kebersamaan dalam momen perpisahan tersebut.  

Gambar 2. Foto bersama Dra. Hj. Armini, M.Hum. dengan seluruh civitas academica FIB Unand

Melalui kegiatan purna bakti ini, FIB Unand menegaskan komitmennya untuk senantiasa menghargai pengabdian dosen sebagai pilar utama dalam pembangunan akademik dan kemanusiaan. Jejak ilmu, nilai, dan keteladanan Dra. Hj. Armini, M.Hum. diharapkan terus menjadi suluh bagi generasi penerus di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas.

Humas FIB Unand: Siti Awal Syaravina, S.Hum., M.Li.  

Stand FIB Unand Jadi Magnet Andalas X-Plorer 2026 melalui Pameran Humaniora yang Interaktif

Gambar 1. Kunjungan siswa SMA se-Sumatera Barat ke Stand FIB Unand melalui Andalas X-plorer 2026

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) turut ambil bagian dalam kegiatan Andalas X-Plorer 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Andalas di Auditorium UNAND, Kamis, 15 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 2.000 siswa SMA/SMK dari berbagai daerah di Sumatera Barat, baik secara luring maupun daring, sebagai wadah pengenalan dunia perguruan tinggi sekaligus sarana perencanaan masa depan pendidikan.

Dalam rangkaian Andalas X-Plorer 2026 yang mengusung tema “Explore Your Passion, Find Your Future with Universitas Andalas”, Stand FIB Unand tampil sebagai salah satu stand yang ada di Andalas X-Plorer 2026. Sejak awal kegiatan, Stand FIB Unand dipadati oleh siswa SMA yang antusias mencari informasi seputar program studi, suasana akademik, serta pengalaman belajar di bidang bahasa, sastra, sejarah, dan budaya.

Stand FIB Unand menampilkan konsep edukasi humaniora yang interaktif dan partisipatif. Para pengunjung tidak hanya memperoleh penjelasan mengenai program studi di lingkungan FIB Unand, tetapi juga diajak terlibat langsung dalam berbagai aktivitas, seperti talkshow santai bersama pembawa acara Rossi dan Irfan, pameran buku dan doorprize, pameran serta demonstrasi alat musik tradisional Minangkabau, hingga praktik menulis nama menggunakan huruf Kanji.

Selain itu, Stand FIB Unand juga menyediakan uji kemahiran Bahasa Indonesia melalui platform UKBI (ejaan.id/cat), permainan bahasa Inggris, serta pengalaman mencoba busana tradisional Jepang (Yukata). Menariknya, FIB Unand menjadi satu-satunya fakultas dalam Andalas X-Plorer 2026 yang menghadirkan photo booth khusus, sehingga para pengunjung dapat mengabadikan pengalaman mereka selama berinteraksi di Stand FIB Unand.

Gambar 2. Kegiatan di stand FIB Unand, pameran alat musik tradisional hingga pemasangan baju yukata kepada para siswa

Secara konseptual, kehadiran Stand FIB Unand dalam Andalas X-Plorer 2026 mencerminkan pendekatan humaniora yang menempatkan pengalaman belajar sebagai proses dialogis, kreatif, dan menyenangkan. Melalui pendekatan ini, FIB Unand berupaya memperkenalkan bahwa ilmu humaniora tidak hanya bersifat teoretis, tetapi juga aplikatif dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, menyampaikan bahwa partisipasi FIB Unand dalam Andalas X-Plorer 2026 merupakan bentuk komitmen fakultas dalam memberikan informasi yang utuh dan inklusif kepada calon mahasiswa. “Melalui Stand FIB Unand, kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang hidup. Humaniora bukan sekadar bidang kajian, tetapi ruang untuk memahami bahasa, budaya, dan manusia secara menyeluruh. Kami berharap adik-adik SMA dapat memperoleh gambaran yang jelas dan menyenangkan tentang FIB Unand melalui kegiatan ini,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP.

Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa sebagai garda terdepan di stand menjadi nilai penting dalam membangun kedekatan dengan calon mahasiswa baru. Menurutnya, interaksi langsung antar mahasiswa menjadi sarana efektif untuk menyampaikan pengalaman akademik secara autentik.

Kegiatan Andalas X-Plorer 2026 sendiri dibuka dengan parade 15 fakultas di lingkungan Universitas Andalas sebagai representasi karakter dan keunggulan masing-masing fakultas, serta dilengkapi dengan Expo Fakultas yang menampilkan karya, inovasi, dan capaian sivitas akademika. Kehadiran Stand FIB Unand dalam expo ini memperkaya ragam perspektif keilmuan yang ditawarkan kepada para peserta.

Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, FIB Unand menegaskan kesiapan institusinya dalam menyambut calon mahasiswa baru Tahun Akademik 2026. Dengan pendekatan yang komunikatif, kreatif, dan berorientasi pada pengalaman, FIB Unand berharap Andalas X-Plorer 2026 menjadi titik awal bagi siswa SMA untuk mengenal dan menumbuhkan minat terhadap studi humaniora di Universitas Andalas.

Humas FIB Unand: Siti Awal Syaravina, S.Hum., M.Li. 

 

Dekan FIB Unand Hadiri Taklimat Presiden Prabowo di Istana Negara dan Tegaskan Kontribusi Humaniora bagi Pembangunan Nasional

Gambar 1. Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP Hadiri Taklimat Presiden Prabowo di Istana Negara bersama Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta serta Guru Besar Seluruh Indonesia

Taklimat Presiden Republik Indonesia yang dilaksanakan di Istana Negara dan Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 15 Januari 2026, menjadi forum strategis bagi arah kebijakan pendidikan tinggi nasional. Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 1.200 pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta serta guru besar dari seluruh Indonesia, sebagai bagian dari konsolidasi peran kampus dalam pembangunan bangsa dan penguatan sumber daya manusia.

Dalam forum tersebut, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat riset nasional dengan menaikkan anggaran penelitian sebesar Rp4 triliun, sehingga total anggaran riset tahun 2026 mencapai Rp12 triliun. Presiden juga menekankan pentingnya perguruan tinggi berperan sebagai lokomotif penguasaan sains dan teknologi nasional, sekaligus sebagai pusat pembentukan sumber daya manusia unggul yang berintegritas, berjiwa nasionalis, dan berpihak pada kepentingan bangsa.

Menanggapi arah kebijakan nasional tersebut, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, menilai bahwa penguatan riset dan sumber daya manusia harus dimaknai secara utuh dan lintas disiplin. Menurutnya, keberhasilan pembangunan nasional tidak hanya ditentukan oleh kemajuan sains dan teknologi, tetapi juga oleh kualitas cara berpikir, sikap, dan nilai-nilai kemanusiaan yang dibangun melalui pendidikan tinggi. “Kebijakan peningkatan anggaran riset nasional merupakan momentum penting bagi perguruan tinggi. Namun, riset tidak boleh dipahami secara sempit sebagai kerja teknis semata. Ia harus ditopang oleh kesadaran etis, kebudayaan, dan kemanusiaan. Di sinilah peran ilmu humaniora menjadi sangat relevan,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP.

Ia menegaskan bahwa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas memandang riset sebagai proses intelektual yang tidak hanya menghasilkan inovasi, tetapi juga membentuk karakter dan integritas sumber daya manusia. Dalam konteks tantangan global dan persoalan internal bangsa, seperti korupsi dan kebocoran negara yang disoroti Presiden, pendidikan humaniora memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.  

Sejalan dengan arahan Presiden dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D., mengenai penguatan SDM unggul dan berdaya saing, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP menyampaikan bahwa FIB Unand siap berkontribusi melalui riset-riset humaniora yang terintegrasi dengan bidang strategis nasional, seperti kesehatan, pangan, energi, dan kebencanaan. “Riset kebencanaan, misalnya, tidak cukup hanya mengandalkan teknologi mitigasi. Ia membutuhkan pemahaman budaya lokal, pola komunikasi masyarakat, memori kolektif, serta cara masyarakat memaknai risiko. Perspektif humaniora memastikan bahwa hasil riset dapat diterima, dipahami, dan diimplementasikan secara efektif,” jelas Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP.

Lebih lanjut, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP menekankan bahwa FIB Unand berkomitmen memperkuat kolaborasi lintas disiplin dan melibatkan dosen serta mahasiswa dalam riset yang berdampak nyata. Ia juga menegaskan pentingnya menjadikan perguruan tinggi sebagai ruang refleksi kritis yang mampu menjaga keseimbangan antara kemajuan material dan nilai kemanusiaan. “Perguruan tinggi harus menjadi penjaga nurani bangsa. Di tengah pusaran global yang serba cepat dan kompetitif, ilmu humaniora hadir untuk memastikan bahwa pembangunan tetap berpihak pada manusia, budaya, dan martabat bangsa,” pungkasnya.

Melalui respons ini, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas menegaskan kesiapan dan perannya dalam mendukung agenda strategis nasional di bidang pendidikan tinggi dan riset, sekaligus memastikan bahwa pembangunan menuju Indonesia Emas 2045 berdiri di atas fondasi kebudayaan, etika, dan kemanusiaan yang kokoh.

Humas FIB Unand: Siti Awal Syaravina, S.Hum., M.Li.   

Seminar Riset Dosen Ilmu Sejarah FIB Unand Perkuat Budaya Riset dan Kolaborasi Akademik

Gambar 1. Seminar Riset Dosen Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) melalui Departemen Ilmu Sejarah menyelenggarakan Seminar Riset Dosen Ilmu Sejarah pada Selasa, 13 Januari 2026, bertempat di Ruang Sidang Dekanat FIB Unand. Kegiatan ini bertujuan mempresentasikan hasil penelitian dosen yang dilaksanakan sepanjang tahun 2025 dan didanai melalui hibah fakultas, sekaligus memperkuat atmosfer akademik berbasis riset di lingkungan FIB Unand.

Seminar ini menghadirkan 11 presenter yang terdiri atas dosen dan mahasiswa lintas jenjang, mencerminkan praktik kolaborasi riset yang inklusif dan berkelanjutan. Para dosen yang mempresentasikan hasil penelitian antara lain Dr. Drs. Nopriyasman, M.Hum.; Witrianto, S.S., M.Hum. M.Si.; Alfa Noranda, S.S., M.A.; Dr. Israr, S.S., M.Si.; Dr. Zaiyardam, M.Hum.; Septi Utami, S.S., M.A.; Prof. Dr. Herwandi, M.Hum.; Dr. Anatona, M.Hum.; Wahyu Suri Yani, S.Hum., M.A.; serta Prof. Ferdinal, M.A., Ph.D. Selain itu, seminar ini juga menampilkan Danang Agung Prawira, mahasiswa Program Studi S-1 Ilmu Sejarah, yang mempresentasikan riset tugas akhir hasil pendanaan hibah fakultas.

Secara tematik, riset yang dipresentasikan mencakup beragam isu sejarah, sosial-budaya, arkeologi, historiografi, filantropi lintas etnis, hingga kajian lintas disiplin yang bersinggungan dengan sastra dan hak asasi manusia. Keragaman topik ini menunjukkan kekayaan perspektif keilmuan Ilmu Sejarah serta relevansinya dalam membaca dinamika masyarakat masa lalu dan masa kini. Seminar juga dirancang dalam beberapa sesi diskusi untuk mendorong pertukaran gagasan, kritik konstruktif, dan pendalaman metodologi riset.

Penyelenggaraan seminar ini sepenuhnya dikoordinasikan oleh mahasiswa Program Studi S-1 Ilmu Sejarah, dengan Danang Agung Prawira sebagai ketua panitia. Keterlibatan mahasiswa sebagai panitia sekaligus presenter mencerminkan upaya nyata Departemen Ilmu Sejarah FIB Unand dalam menumbuhkan kepemimpinan akademik, tanggung jawab organisasi, serta pengalaman ilmiah sejak dini.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya seminar ini sebagai ruang strategis penguatan budaya riset di fakultas. “Kami bangga dengan terselenggaranya Seminar Riset Dosen Ilmu Sejarah ini. Kegiatan semacam ini tidak hanya memperkuat atmosfer akademik di FIB Unand, tetapi juga mendorong semakin banyak penelitian dosen yang melibatkan mahasiswa. Inilah praktik akademik yang sehat dan berkelanjutan,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP.

Gambar 2. Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP membuka acara Seminar Riset Dosen Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas

Seminar Riset Dosen Ilmu Sejarah ini menjadi bagian dari komitmen FIB Unand dalam mengembangkan ekosistem riset yang kolaboratif, partisipatif, dan berorientasi pada penguatan kualitas keilmuan. Melalui kegiatan ini, FIB Unand berharap riset-riset yang dihasilkan tidak hanya berhenti pada forum akademik internal, tetapi dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi publikasi ilmiah, bahan ajar, serta kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat.

Humas FIB Unand: Siti Awal Syaravina, S.Hum., M.Li. 

Dr. Hary Efendi, S.S., M.A. Resmi Dilantik sebagai Kepala Kantor Humas Universitas Andalas

Gambar 1. Pelantikan Dr. Hary Efendi, S.S., M.A. sebagai Kepala Kantor Humas Universitas Andalas, yang dihadiri oleh Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, Manajer Bidang I Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum., serta Manajer Bidang II Adrianis, S.S., M.A.

Universitas Andalas melaksanakan agenda pengambilan sumpah jabatan pejabat strategis pada Selasa, 6 Januari 2026, sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola kelembagaan dan konsolidasi organisasi untuk mendukung akselerasi kinerja serta pencapaian visi pengembangan universitas. Salah satu pejabat yang dilantik dalam kesempatan tersebut adalah Dr. Hary Efendi, S.S., M.A., dosen Program Studi Sejarah, FIB Unand, yang resmi mengemban amanah sebagai Kepala Kantor Humas, Protokoler, dan Layanan Informasi Publik Universitas Andalas.

Pelantikan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran komunikasi institusional Universitas Andalas di tengah dinamika pengelolaan informasi publik, tuntutan transparansi, serta kebutuhan penguatan citra dan reputasi perguruan tinggi di tingkat nasional maupun internasional. Kantor Humas, Protokoler, dan Layanan Informasi Publik memiliki fungsi sentral dalam menjembatani hubungan universitas dengan publik internal dan eksternal, sekaligus memastikan penyampaian informasi yang akurat, kredibel, dan bertanggung jawab.

Kegiatan pelantikan turut dihadiri oleh pimpinan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, yakni Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, Manajer Bidang I Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum., serta Manajer Bidang II Adrianis, S.S., M.A. Kehadiran pimpinan fakultas ini mencerminkan dukungan kelembagaan FIB Unand terhadap penguatan peran strategis Humas Universitas Andalas dalam tata kelola informasi dan komunikasi publik.

Secara konseptual, penguatan fungsi humas di lingkungan perguruan tinggi tidak hanya berkaitan dengan penyebaran informasi kegiatan akademik, tetapi juga mencakup pengelolaan narasi institusi, pembangunan kepercayaan publik, serta penguatan akuntabilitas dan keterbukaan informasi. Dalam konteks ini, pelantikan Dr. Hary Efendi, S.S., M.A. dipandang sebagai bagian dari strategi Universitas Andalas untuk menjawab tantangan komunikasi di era digital yang semakin kompleks.  

Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, menyampaikan bahwa penugasan Dr. Hary Efendi, S.S., M.A. pada jabatan strategis ini merupakan bentuk kepercayaan institusi terhadap kapasitas akademik dan pengalaman profesional yang dimilikinya. “Jabatan Kepala Kantor Humas, Protokoler, dan Layanan Informasi Publik memiliki peran krusial dalam menjaga marwah institusi. Kami berharap kehadiran Dr. Hary Efendi, S.S., M.A. dapat memperkuat komunikasi publik Universitas Andalas yang beretika, transparan, dan berorientasi pada pelayanan,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP.

Dengan dilantiknya Dr. Hary Efendi, S.S., M.A. sebagai Kepala Kantor Humas, Protokoler, dan Layanan Informasi Publik, Universitas Andalas diharapkan semakin mampu memperkuat sistem komunikasi kelembagaan, meningkatkan kualitas layanan informasi publik, serta membangun citra institusi yang kredibel, inklusif, dan berkelanjutan. Pelantikan ini sekaligus menegaskan komitmen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas dalam menempatkan sumber daya manusia yang kompeten pada posisi strategis guna mendukung pencapaian visi universitas sebagai perguruan tinggi unggul dan bermartabat.  

Humas FIB Unand Siti Awal Syaravina, S.Hum., M.Li.