Dekan FIB Unand Hadiri Taklimat Presiden Prabowo di Istana Negara dan Tegaskan Kontribusi Humaniora bagi Pembangunan Nasional

Gambar 1. Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP Hadiri Taklimat Presiden Prabowo di Istana Negara bersama Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta serta Guru Besar Seluruh Indonesia

Taklimat Presiden Republik Indonesia yang dilaksanakan di Istana Negara dan Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 15 Januari 2026, menjadi forum strategis bagi arah kebijakan pendidikan tinggi nasional. Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 1.200 pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta serta guru besar dari seluruh Indonesia, sebagai bagian dari konsolidasi peran kampus dalam pembangunan bangsa dan penguatan sumber daya manusia.

Dalam forum tersebut, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat riset nasional dengan menaikkan anggaran penelitian sebesar Rp4 triliun, sehingga total anggaran riset tahun 2026 mencapai Rp12 triliun. Presiden juga menekankan pentingnya perguruan tinggi berperan sebagai lokomotif penguasaan sains dan teknologi nasional, sekaligus sebagai pusat pembentukan sumber daya manusia unggul yang berintegritas, berjiwa nasionalis, dan berpihak pada kepentingan bangsa.

Menanggapi arah kebijakan nasional tersebut, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, menilai bahwa penguatan riset dan sumber daya manusia harus dimaknai secara utuh dan lintas disiplin. Menurutnya, keberhasilan pembangunan nasional tidak hanya ditentukan oleh kemajuan sains dan teknologi, tetapi juga oleh kualitas cara berpikir, sikap, dan nilai-nilai kemanusiaan yang dibangun melalui pendidikan tinggi. “Kebijakan peningkatan anggaran riset nasional merupakan momentum penting bagi perguruan tinggi. Namun, riset tidak boleh dipahami secara sempit sebagai kerja teknis semata. Ia harus ditopang oleh kesadaran etis, kebudayaan, dan kemanusiaan. Di sinilah peran ilmu humaniora menjadi sangat relevan,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP.

Ia menegaskan bahwa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas memandang riset sebagai proses intelektual yang tidak hanya menghasilkan inovasi, tetapi juga membentuk karakter dan integritas sumber daya manusia. Dalam konteks tantangan global dan persoalan internal bangsa, seperti korupsi dan kebocoran negara yang disoroti Presiden, pendidikan humaniora memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.  

Sejalan dengan arahan Presiden dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D., mengenai penguatan SDM unggul dan berdaya saing, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP menyampaikan bahwa FIB Unand siap berkontribusi melalui riset-riset humaniora yang terintegrasi dengan bidang strategis nasional, seperti kesehatan, pangan, energi, dan kebencanaan. “Riset kebencanaan, misalnya, tidak cukup hanya mengandalkan teknologi mitigasi. Ia membutuhkan pemahaman budaya lokal, pola komunikasi masyarakat, memori kolektif, serta cara masyarakat memaknai risiko. Perspektif humaniora memastikan bahwa hasil riset dapat diterima, dipahami, dan diimplementasikan secara efektif,” jelas Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP.

Lebih lanjut, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP menekankan bahwa FIB Unand berkomitmen memperkuat kolaborasi lintas disiplin dan melibatkan dosen serta mahasiswa dalam riset yang berdampak nyata. Ia juga menegaskan pentingnya menjadikan perguruan tinggi sebagai ruang refleksi kritis yang mampu menjaga keseimbangan antara kemajuan material dan nilai kemanusiaan. “Perguruan tinggi harus menjadi penjaga nurani bangsa. Di tengah pusaran global yang serba cepat dan kompetitif, ilmu humaniora hadir untuk memastikan bahwa pembangunan tetap berpihak pada manusia, budaya, dan martabat bangsa,” pungkasnya.

Melalui respons ini, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas menegaskan kesiapan dan perannya dalam mendukung agenda strategis nasional di bidang pendidikan tinggi dan riset, sekaligus memastikan bahwa pembangunan menuju Indonesia Emas 2045 berdiri di atas fondasi kebudayaan, etika, dan kemanusiaan yang kokoh.

Humas FIB Unand: Siti Awal Syaravina, S.Hum., M.Li.   

Seminar Riset Dosen Ilmu Sejarah FIB Unand Perkuat Budaya Riset dan Kolaborasi Akademik

Gambar 1. Seminar Riset Dosen Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) melalui Departemen Ilmu Sejarah menyelenggarakan Seminar Riset Dosen Ilmu Sejarah pada Selasa, 13 Januari 2026, bertempat di Ruang Sidang Dekanat FIB Unand. Kegiatan ini bertujuan mempresentasikan hasil penelitian dosen yang dilaksanakan sepanjang tahun 2025 dan didanai melalui hibah fakultas, sekaligus memperkuat atmosfer akademik berbasis riset di lingkungan FIB Unand.

Seminar ini menghadirkan 11 presenter yang terdiri atas dosen dan mahasiswa lintas jenjang, mencerminkan praktik kolaborasi riset yang inklusif dan berkelanjutan. Para dosen yang mempresentasikan hasil penelitian antara lain Dr. Drs. Nopriyasman, M.Hum.; Witrianto, S.S., M.Hum. M.Si.; Alfa Noranda, S.S., M.A.; Dr. Israr, S.S., M.Si.; Dr. Zaiyardam, M.Hum.; Septi Utami, S.S., M.A.; Prof. Dr. Herwandi, M.Hum.; Dr. Anatona, M.Hum.; Wahyu Suri Yani, S.Hum., M.A.; serta Prof. Ferdinal, M.A., Ph.D. Selain itu, seminar ini juga menampilkan Danang Agung Prawira, mahasiswa Program Studi S-1 Ilmu Sejarah, yang mempresentasikan riset tugas akhir hasil pendanaan hibah fakultas.

Secara tematik, riset yang dipresentasikan mencakup beragam isu sejarah, sosial-budaya, arkeologi, historiografi, filantropi lintas etnis, hingga kajian lintas disiplin yang bersinggungan dengan sastra dan hak asasi manusia. Keragaman topik ini menunjukkan kekayaan perspektif keilmuan Ilmu Sejarah serta relevansinya dalam membaca dinamika masyarakat masa lalu dan masa kini. Seminar juga dirancang dalam beberapa sesi diskusi untuk mendorong pertukaran gagasan, kritik konstruktif, dan pendalaman metodologi riset.

Penyelenggaraan seminar ini sepenuhnya dikoordinasikan oleh mahasiswa Program Studi S-1 Ilmu Sejarah, dengan Danang Agung Prawira sebagai ketua panitia. Keterlibatan mahasiswa sebagai panitia sekaligus presenter mencerminkan upaya nyata Departemen Ilmu Sejarah FIB Unand dalam menumbuhkan kepemimpinan akademik, tanggung jawab organisasi, serta pengalaman ilmiah sejak dini.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya seminar ini sebagai ruang strategis penguatan budaya riset di fakultas. “Kami bangga dengan terselenggaranya Seminar Riset Dosen Ilmu Sejarah ini. Kegiatan semacam ini tidak hanya memperkuat atmosfer akademik di FIB Unand, tetapi juga mendorong semakin banyak penelitian dosen yang melibatkan mahasiswa. Inilah praktik akademik yang sehat dan berkelanjutan,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP.

Gambar 2. Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP membuka acara Seminar Riset Dosen Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas

Seminar Riset Dosen Ilmu Sejarah ini menjadi bagian dari komitmen FIB Unand dalam mengembangkan ekosistem riset yang kolaboratif, partisipatif, dan berorientasi pada penguatan kualitas keilmuan. Melalui kegiatan ini, FIB Unand berharap riset-riset yang dihasilkan tidak hanya berhenti pada forum akademik internal, tetapi dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi publikasi ilmiah, bahan ajar, serta kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat.

Humas FIB Unand: Siti Awal Syaravina, S.Hum., M.Li. 

Dr. Hary Efendi, S.S., M.A. Resmi Dilantik sebagai Kepala Kantor Humas Universitas Andalas

Gambar 1. Pelantikan Dr. Hary Efendi, S.S., M.A. sebagai Kepala Kantor Humas Universitas Andalas, yang dihadiri oleh Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, Manajer Bidang I Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum., serta Manajer Bidang II Adrianis, S.S., M.A.

Universitas Andalas melaksanakan agenda pengambilan sumpah jabatan pejabat strategis pada Selasa, 6 Januari 2026, sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola kelembagaan dan konsolidasi organisasi untuk mendukung akselerasi kinerja serta pencapaian visi pengembangan universitas. Salah satu pejabat yang dilantik dalam kesempatan tersebut adalah Dr. Hary Efendi, S.S., M.A., dosen Program Studi Sejarah, FIB Unand, yang resmi mengemban amanah sebagai Kepala Kantor Humas, Protokoler, dan Layanan Informasi Publik Universitas Andalas.

Pelantikan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran komunikasi institusional Universitas Andalas di tengah dinamika pengelolaan informasi publik, tuntutan transparansi, serta kebutuhan penguatan citra dan reputasi perguruan tinggi di tingkat nasional maupun internasional. Kantor Humas, Protokoler, dan Layanan Informasi Publik memiliki fungsi sentral dalam menjembatani hubungan universitas dengan publik internal dan eksternal, sekaligus memastikan penyampaian informasi yang akurat, kredibel, dan bertanggung jawab.

Kegiatan pelantikan turut dihadiri oleh pimpinan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, yakni Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, Manajer Bidang I Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum., serta Manajer Bidang II Adrianis, S.S., M.A. Kehadiran pimpinan fakultas ini mencerminkan dukungan kelembagaan FIB Unand terhadap penguatan peran strategis Humas Universitas Andalas dalam tata kelola informasi dan komunikasi publik.

Secara konseptual, penguatan fungsi humas di lingkungan perguruan tinggi tidak hanya berkaitan dengan penyebaran informasi kegiatan akademik, tetapi juga mencakup pengelolaan narasi institusi, pembangunan kepercayaan publik, serta penguatan akuntabilitas dan keterbukaan informasi. Dalam konteks ini, pelantikan Dr. Hary Efendi, S.S., M.A. dipandang sebagai bagian dari strategi Universitas Andalas untuk menjawab tantangan komunikasi di era digital yang semakin kompleks.  

Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, menyampaikan bahwa penugasan Dr. Hary Efendi, S.S., M.A. pada jabatan strategis ini merupakan bentuk kepercayaan institusi terhadap kapasitas akademik dan pengalaman profesional yang dimilikinya. “Jabatan Kepala Kantor Humas, Protokoler, dan Layanan Informasi Publik memiliki peran krusial dalam menjaga marwah institusi. Kami berharap kehadiran Dr. Hary Efendi, S.S., M.A. dapat memperkuat komunikasi publik Universitas Andalas yang beretika, transparan, dan berorientasi pada pelayanan,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP.

Dengan dilantiknya Dr. Hary Efendi, S.S., M.A. sebagai Kepala Kantor Humas, Protokoler, dan Layanan Informasi Publik, Universitas Andalas diharapkan semakin mampu memperkuat sistem komunikasi kelembagaan, meningkatkan kualitas layanan informasi publik, serta membangun citra institusi yang kredibel, inklusif, dan berkelanjutan. Pelantikan ini sekaligus menegaskan komitmen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas dalam menempatkan sumber daya manusia yang kompeten pada posisi strategis guna mendukung pencapaian visi universitas sebagai perguruan tinggi unggul dan bermartabat.  

Humas FIB Unand Siti Awal Syaravina, S.Hum., M.Li. 

FIB Unand Perkuat Sinergi Akademik melalui Rapat Koordinasi dengan Balai Bahasa Provinsi Bali

Gambar 1. Rapat koordinasi kerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi Bali

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) melaksanakan rapat koordinasi kerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi Bali sebagai upaya memperkuat jejaring akademik dan pengembangan program di bidang bahasa dan kebudayaan. Rapat ini diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom pada Rabu, 7 Januari 2026, dan menjadi forum awal untuk menyelaraskan visi, kebutuhan, serta potensi kolaborasi antarlembaga.

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh Wakil Dekan I FIB Unand, Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., Manajer Bidang I, Ria Febrina, S.S., M.Hum., Ketua Program Studi Sastra Inggris, Novalinda, S.S., M.Hum., serta Ketua Program Studi Sastra Indonesia, Ronidin, S.S., M.A. Dari pihak mitra, rapat melibatkan jajaran Balai Bahasa Provinsi Bali sebagai lembaga strategis di bawah Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Secara konseptual, kerja sama antara perguruan tinggi dan lembaga kebahasaan memiliki posisi penting dalam penguatan ekosistem bahasa nasional. Perguruan tinggi berperan sebagai pusat pengembangan keilmuan dan riset, sementara Balai Bahasa memiliki mandat dalam pembinaan, pelindungan, dan pengembangan bahasa Indonesia serta bahasa daerah. Oleh karena itu, sinergi keduanya dinilai strategis untuk menjembatani hasil kajian akademik dengan implementasi kebijakan dan program kebahasaan di masyarakat.

Dalam rapat tersebut, peserta mendiskusikan berbagai peluang kolaborasi, antara lain penguatan riset kebahasaan dan kesastraan, pengembangan program pengabdian kepada masyarakat berbasis bahasa dan budaya, serta keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam kegiatan pelatihan, pendampingan, dan diseminasi hasil kajian bahasa daerah. Diskusi juga menyoroti pentingnya integrasi perspektif akademik humaniora dalam program-program pembinaan bahasa agar tetap kontekstual, inklusif, dan berkelanjutan.

Wakil Dekan I FIB Unand, Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., dalam sambutannya menegaskan bahwa kerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi Bali merupakan langkah strategis untuk memperluas kontribusi FIB Unand di tingkat regional dan nasional. “FIB Unand memandang kerja sama ini sebagai ruang strategis untuk mengembangkan kajian bahasa dan budaya yang tidak hanya kuat secara teoretis, tetapi juga memiliki dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D.

Sementara itu, Manajer Bidang I FIB Unand, Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum., menekankan pentingnya keterlibatan program studi dalam setiap bentuk kerja sama agar kolaborasi berjalan substantif dan berkelanjutan. Menurutnya, keterlibatan Prodi Sastra Inggris dan Sastra Indonesia membuka peluang integrasi keilmuan lintas bahasa, baik dalam konteks bahasa nasional maupun bahasa asing.

Rapat koordinasi ini menjadi langkah awal dalam membangun fondasi kerja sama yang lebih terstruktur antara FIB Unand dan Balai Bahasa Provinsi Bali. Hasil diskusi ini diharapkan dapat ditindaklanjuti dalam bentuk program konkret yang mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi, sekaligus berkontribusi pada pelestarian, pengembangan, dan pemajuan bahasa serta budaya Indonesia.

Humas FIB Unand: Siti Awal syaravina, S.Hum., M.Li. 

FIB Unand Menetapkan Kepengurusan Baru Unit Sosial Fakultas Periode 2026

Gambar 1. Ketua Unit Sosial periode sebelumnya, Dra. Eva Najma, M.Hum. bersama Wakil Dekan II FIB Unand, Alex Darmawan, S.S., M.A. dan Manajer Bidang II, Adrianis, S.S., M.A.

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) menyelenggarakan rapat pemilihan kepengurusan baru Unit Sosial FIB Unand pada Rabu, 7 Januari 2026, bertempat di Ruang Sidang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas. Rapat ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya institusional untuk memastikan keberlanjutan, keteraturan, dan efektivitas pelaksanaan kegiatan sosial fakultas yang menyentuh aspek kemanusiaan, solidaritas, serta kepedulian civitas academica.

Secara fungsional, Unit Sosial FIB Unand bertugas melakukan koordinasi penanganan kegiatan sosial yang berkaitan dengan musibah, kedukaan, dan keadaan darurat yang menimpa dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, maupun keluarga inti sivitas akademika FIB Unand. Unit ini juga berperan dalam penggalangan, pengelolaan, dan penyaluran bantuan sosial, baik dalam bentuk dana, logistik, maupun bentuk dukungan lainnya yang diperlukan sesuai dengan kondisi lapangan.

Selain itu, Unit Sosial FIB Unand berfungsi sebagai penghubung antara pimpinan fakultas, program studi, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta pihak terkait lainnya dalam setiap kegiatan sosial dan kemanusiaan. Unit ini juga berperan dalam menyusun rekomendasi dan laporan kegiatan sosial kepada pimpinan fakultas sebagai bentuk pertanggungjawaban kelembagaan.

Rapat dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan II FIB Unand, Alex Darmawan, S.S., M.A., dan dihadiri oleh Manajer Bidang II, Adrianis, S.S., M.A. Melalui proses musyawarah dan kesepakatan bersama, rapat menetapkan susunan kepengurusan baru Unit Sosial FIB Unand. Dr. Aslinda, M.Hum. ditetapkan sebagai Ketua, didampingi oleh Darni Enzimar Putri, S.S., M.Hum. sebagai Wakil Ketua I dan Dafruddin, S.Pt., M.M. sebagai Wakil Ketua II. Posisi Sekretaris diamanahkan kepada Andina Meutia Hawa, M.Hum., sementara Bendahara dijabat oleh Eka Meigalia, S.Hum., M.Hum. Kepengurusan ini diperkuat oleh anggota yang merupakan perwakilan dari enam program studi serta tenaga kependidikan, sehingga mencerminkan keterwakilan lintas unsur di lingkungan FIB Unand.

Adapun anggota Unit Sosial FIB Unand berasal dari Program Studi Ilmu Sejarah, Sastra Indonesia, Sastra Jepang, Sastra Minangkabau, arkeologi, dan Sastra Inggris, serta perwakilan tenaga kependidikan. Komposisi ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi, memperluas jangkauan kegiatan, serta memastikan bahwa setiap program studi memiliki peran aktif dalam kegiatan sosial fakultas.

Dalam rapat tersebut, fakultas juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus Unit Sosial FIB Unand periode sebelumnya yaitu Ketua Dra. Eva Najma, M.Hum.; Wakil Ketua Dr. Reniwati, M.Hum.; Sekretaris Darni Enzimar Putri, S.S., M.Hum.; serta Bendahara Seswita, S.S., M.Hum. yang telah mengemban amanah dengan penuh dedikasi. Pengurus lama dinilai telah berkontribusi nyata dalam berbagai kegiatan sosial, termasuk respons terhadap situasi duka, bencana, dan bentuk kepedulian lainnya yang melibatkan civitas academica FIB Unand.  

Wakil Dekan II FIB Unand, Alex Darmawan, S.S., M.A., menyampaikan bahwa keberadaan Unit Sosial FIB Unand bukan sekadar pelengkap organisasi fakultas, melainkan ruang strategis untuk merawat nilai kemanusiaan di lingkungan akademik. “Unit Sosial FIB Unand diharapkan menjadi simpul koordinasi kepedulian sosial fakultas, sehingga setiap respons terhadap peristiwa kemanusiaan dapat dilakukan secara terarah, terkoordinasi, dan bermartabat,” ujar Alex Darmawan, S.S., M.A.

Dengan ditetapkannya kepengurusan baru ini, FIB Unand berharap Unit Sosial dapat bekerja secara berkelanjutan, profesional, dan responsif dalam mendukung terciptanya lingkungan akademik yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga peka terhadap persoalan sosial dan kemanusiaan.

Humas FIB Unand: Siti Awal Syaravina, S.Hum., M.Li.

Teguhkan Arah di Awal 2026: FIB Unand dan Rektor Universitas Andalas Bangun Dialog Akademik

Gambar 1. Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, didampingi oleh Wakil Dekan I, Zulprioanto, S.S., M.A., Ph.D., dan Wakil Dekan II, Alex Darmawan, S.S., M.A., melakukan pertemuan dengan Rektor Universitas Andalas, Dr. Efa Yonnedi, S.E., MPPM, Akt., CA, CRGP.

Awal tahun 2026 dimaknai bukan sekadar sebagai penanda pergantian waktu, melainkan sebagai ruang refleksi untuk meneguhkan arah dan visi pendidikan tinggi. Dalam semangat tersebut, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, didampingi oleh Wakil Dekan I, Zulprioanto, S.S., M.A., Ph.D., dan Wakil Dekan II, Alex Darmawan, S.S., M.A., melakukan pertemuan dengan Rektor Universitas Andalas, Dr. Efa Yonnedi, S.E., MPPM, Akt., CA, CRGP.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana silaturahmi dan dialog akademik ini menjadi momentum strategis untuk menyelaraskan langkah kelembagaan, sekaligus mempertegas kontribusi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas dalam ekosistem pendidikan tinggi. Diskusi tidak hanya membahas capaian dan rencana program, tetapi juga menempatkan nilai-nilai etika, nurani, dan kebudayaan sebagai fondasi penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Di tengah dinamika global yang kerap menyederhanakan kehidupan menjadi perhitungan angka, efisiensi, dan target kuantitatif, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas memandang penting kehadiran ruang akademik yang menjaga dan meneguhkan dimensi kemanusiaan. Bagi FIB Unand, kehidupan tidak dapat direduksi semata-mata pada logika instrumental, tetapi harus berangkat dari kesadaran etis dan kebudayaan yang membentuk cara berpikir, bersikap, dan bertindak manusia.

Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, menegaskan bahwa Fakultas Ilmu Budaya memiliki peran strategis sebagai penyeimbang dalam arus modernisasi pendidikan. Melalui kajian bahasa, sastra, dan budaya, FIB Unand berupaya memastikan bahwa perkembangan ilmu tetap berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan dan kebijaksanaan. “Di tengah kecenderungan dunia yang serba menghitung, Fakultas Ilmu Budaya hadir untuk mengingatkan bahwa manusia tidak hidup dari logika semata. Ada etika, ada nurani, dan ada kebudayaan yang harus terus dirawat agar ilmu pengetahuan tidak kehilangan maknanya,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP.

Rektor Universitas Andalas, Dr. Efa Yonnedi, S.E., MPPM, Akt., CA, CRGP, menyambut baik gagasan tersebut dan menilai peran FIB Unand sangat penting dalam menjaga keseimbangan antara kemajuan akademik dan nilai-nilai luhur pendidikan. “Pendidikan sejati bukan hanya tentang kecerdasan, tetapi juga tentang kebijaksanaan. Fakultas Ilmu Budaya memiliki peran sentral dalam memastikan bahwa kemajuan akademik Universitas Andalas tetap berorientasi pada nilai, etika, dan kemanusiaan,” tutur Dr. Efa Yonnedi, S.E., MPPM, Akt., CA, CRGP.

Melalui pertemuan ini, FIB Unand meneguhkan posisinya sebagai ruang refleksi dan penyeimbang dalam dunia akademik: menjaga akal agar tetap beradab, ilmu agar tetap bernilai, serta kemajuan agar tidak kehilangan arah. Komitmen tersebut menjadi landasan FIB Unand dalam menyongsong tahun 2026, sejalan dengan visi Universitas Andalas sebagai perguruan tinggi yang unggul, bermartabat, dan berakar pada nilai-nilai kebudayaan.

Humas FIB Unand: Siti Awal syaravina, S.Hum., M.Li.