FIB Unand Melepas Mahasiswa Magang ke Balai Bahasa Provinsi Bali

Gambar 1. Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP secara resmi melepas mahasiswa magang ke Balai Bahasa Provinsi Bali
Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) secara resmi melepas mahasiswa magang ke Balai Bahasa Provinsi Bali pada Kamis, 12 Februari 2026, bertempat di Ruang Sidang FIB Unand. Kegiatan pembekalan sekaligus pelepasan ini merupakan bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang dirancang untuk memperkuat kompetensi akademik mahasiswa melalui praktik langsung di lembaga kebahasaan nasional.
Acara dibuka oleh Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, dan dihadiri oleh Wakil Dekan I Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., Wakil Dekan II Alex Darmawan, S.S., M.A., Manajer Bidang I Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum., serta Ketua Unit MBKM, Dhiant Asri, S.S., M.Hum. Kehadiran pimpinan fakultas dalam kegiatan ini menegaskan dukungan institusi terhadap penguatan kapasitas mahasiswa melalui kolaborasi dengan lembaga eksternal.
Mahasiswa yang akan melaksanakan magang di Balai Bahasa Provinsi Bali adalah Adinda Septiana dan Agusma Razi dari Program Studi Sastra Indonesia, serta Nurhidayati Rahayu dari Program Studi Sastra Inggris. Selama masa magang, mahasiswa akan terlibat dalam berbagai kegiatan kebahasaan dan kesastraan, termasuk dokumentasi, pengembangan bahasa, serta dukungan terhadap program literasi dan pelestarian bahasa daerah yang menjadi bagian dari tugas dan fungsi Balai Bahasa.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP menegaskan bahwa program magang ini tidak hanya berfungsi sebagai pemenuhan kewajiban akademik, tetapi juga sebagai ruang pembentukan kompetensi profesional mahasiswa. “Magang di Balai Bahasa Provinsi Bali merupakan kesempatan strategis bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan teori yang dipelajari di kelas dengan praktik kerja nyata. Pengalaman ini diharapkan memperluas wawasan akademik sekaligus membentuk sikap profesional dan tanggung jawab ilmiah,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP.
Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam lembaga kebahasaan pemerintah akan memperkuat pemahaman mereka terhadap dinamika pengembangan bahasa dan sastra di tingkat nasional, sekaligus membuka peluang jejaring profesional yang relevan dengan bidang keilmuan humaniora.
Perwakilan mahasiswa magang, Adinda Septiana, menyampaikan bahwa kesempatan ini menjadi pengalaman penting dalam perjalanan akademiknya. “Kami memandang magang ini sebagai ruang belajar yang nyata. Melalui keterlibatan langsung di Balai Bahasa, kami berharap dapat mengasah keterampilan analisis, penulisan, serta memahami tata kelola kebahasaan secara profesional,” ujarnya.

Gambar 2. Mahasiswa magang di Balai Bahasa Provinsi Bali, Adinda Septiana, Agusma Razi, dan Nurhidayati Rahayu
Melalui kegiatan ini, FIB Unand kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang terintegrasi antara teori dan praktik. Program magang di Balai Bahasa Provinsi Bali diharapkan menjadi bagian dari proses pembentukan lulusan yang kompeten, adaptif, dan mampu berkontribusi dalam pengembangan bahasa dan sastra di tingkat nasional.
Humas FIB Unand: Siti Awal Syaravina, S.Hum., M.Li.