Program Studi Sastra Inggris dan Sastra Minangkabau FIB Unand Raih Akreditasi Internasional FIBAA Jerman

Gambar 1. Program Studi sastra Inggris dan Sastra Minangkabau berhasil meraih akreditasi Internasional FIBAA Jerman
Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas kembali mencatatkan capaian strategis di tingkat global melalui keberhasilan dua program studi dalam meraih akreditasi internasional dari Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA), Jerman. Program studi yang berhasil memperoleh pengakuan tersebut adalah Program Studi Sastra Inggris dan Program Studi Sastra Minangkabau.
Akreditasi ini diberikan berdasarkan penilaian kualitas program pendidikan sarjana yang memenuhi standar internasional, sebagaimana tercantum dalam sertifikat resmi FIBAA yang diterbitkan pada 27 Maret 2026 dan berlaku hingga 26 Maret 2031.
Keberhasilan ini merupakan hasil dari proses evaluasi komprehensif yang mencakup aspek kurikulum, sistem pembelajaran, kualitas lulusan, tata kelola program studi, serta relevansi keilmuan dengan kebutuhan global. Pencapaian tersebut menegaskan bahwa kedua program studi telah memenuhi standar mutu pendidikan tinggi internasional.
Program Studi Sastra Inggris dipimpin oleh Novalinda, S.S., M.Hum., sementara Program Studi Sastra Minangkabau dipimpin oleh Yerri Satria Putra, S.S., M.A. Keduanya memiliki peran penting dalam mendorong peningkatan kualitas akademik dan penguatan posisi FIB Unand di kancah global.
Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan bentuk nyata dari komitmen civitas academica dalam meningkatkan mutu tridarma perguruan tinggi. “Pencapaian ini mencerminkan komitmen dan dedikasi civitas academica dalam meningkatkan mutu tridarma hingga diakui secara internasional,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa akreditasi internasional tidak hanya menjadi simbol pengakuan, tetapi juga tanggung jawab untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan. “Akreditasi internasional ini menjadi momentum bagi FIB Unand untuk terus memperkuat kualitas pembelajaran, riset, dan pengabdian masyarakat agar tetap relevan dengan perkembangan global,” tambahnya.
Ketua Program Studi Sastra Inggris, Novalinda, S.S., M.Hum., menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh civitas academica. “Akreditasi ini adalah hasil dari kerja bersama seluruh tim, baik dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, maupun alumni. Ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas program studi secara berkelanjutan,” ujar Novalinda, S.S., M.Hum.
Senada dengan itu, Ketua Program Studi Sastra Minangkabau, Yerri Satria Putra, S.S., M.A., menegaskan pentingnya menjaga identitas lokal dalam bingkai global. “Pengakuan internasional ini menunjukkan bahwa kajian budaya lokal seperti Minangkabau memiliki relevansi global. Tantangannya adalah bagaimana menjaga kualitas sekaligus mempertahankan kekhasan keilmuan,” ungkap Yerri Satria Putra, S.S., M.A.
Secara konseptual, akreditasi FIBAA merupakan salah satu bentuk pengakuan internasional terhadap mutu pendidikan tinggi yang berorientasi pada standar global, sekaligus menjadi indikator daya saing institusi di tingkat internasional.
Melalui capaian ini, FIB Unand menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi di bidang humaniora yang mampu bersaing secara global, tanpa meninggalkan akar budaya lokal sebagai fondasi keilmuan.

Gambar 2. Sertifikat akreditasi internasional FIBAA Jerman Program Studi Sastra Minangkabau

Gambar 3. Sertifikat akreditasi internasional FIBAA Jerman Program Studi Sastra Inggris