Seminar Kolaborasi Dosen—Mahasiswa Sastra Inggris FIB Unand Angkat Riset Lingua dan Sastra dalam Konteks ASEAN

Gambar 1. Foto bersama antara dosen dengan semua peserta seminar

Dalam rangka memperkuat budaya akademik berbasis kolaborasi riset antara dosen dan mahasiswa, Program Studi Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas sukses menyelenggarakan Call for Papers and Posters: Seminar on Lecturer–Student Collaboration (SemCollab 2025), bertempat di Ruang Seminar FIB Unand. Seminar perdana ini mengangkat tema “Exploring Language, Literature, and Culture in the ASEAN Context: Supporting the Sustainable Development Goals.” Tema tersebut dipilih untuk menegaskan pentingnya kajian bahasa, sastra, dan budaya dalam kerangka regional ASEAN serta kontribusinya terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan I FIB Unand, Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan akademik inovatif ini. Ia menegaskan bahwa SemCollab menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk mempresentasikan riset mereka serta memperkuat kesinambungan antara linguistik dan sastra sebagai dua bidang kajian inti dalam Prodi Sastra Inggris. “Seminar ini menampilkan beberapa penelitian mahasiswa yang mengambil riset linguistik dan sastra. Seminar ini dirancang agar mahasiswa dapat merasakan pengalaman presentasi ilmiah secara profesional. Penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar seminar merupakan bagian penting dari adaptasi akademik dan langkah konkret dalam pengembangan karier mereka,” ujar Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D.

Tema lingua-sastra (linguistik dan sastra) dalam konteks ASEAN dinilai sebagai bidang kajian yang masih jarang dieksplorasi secara mendalam. Melalui kegiatan ini, Program Studi Sastra Inggris menampilkan sejumlah penelitian mahasiswa yang menyoroti hubungan antara bahasa, sastra, dan isu-isu sosial budaya di kawasan tersebut. Salah satu penelitian dipresentasikan oleh Nina, yang mengkaji pengorbanan diri tokoh Ryland Grace dan kerja samanya dengan karakter Rocky sebagai strategi bertahan hidup evolusioner yang mencerminkan bentuk altruisme lintas spesies. Sementara itu, Intan mengangkat isu mitos kecantikan, konformitas, dan bentuk-bentuk perlawanan dalam novel Anne of Green Gables, dengan menghubungkan analisis sastra terhadap perspektif feminis modern.

​Suasana akademik berlangsung hangat dan penuh antusiasme ketika peserta memaparkan riset yang telah, sedang, atau akan diseminarkan sebagai bagian dari proses akademik mereka. Para dosen bertindak sebagai juri dan memberikan evaluasi secara objektif untuk menentukan pemakalah terbaik, baik dalam kategori presentasi lisan maupun poster. Pada sesi penutupan, diumumkan sejumlah mahasiswa dengan capaian terbaik, termasuk Shabrina Adzani Yusra, sebagai Presenter Lisan Terbaik Bidang Sastra, Ahmad Fikriansyah, sebagai Presenter Lisan Terbaik Bidang Linguistik, Raisya Arfi Khairan, sebagai Presenter Poster Terbaik Bidang Sastra, dan Alma Fathinah Rianto, sebagai Presenter Poster Terbaik Bidang Linguistik.

Gambar 2. Foto bersama dosenmahasiswa dengan karya terbaik

Kebanggaan terpancar dari Alma Fathinah Rianto, yang menuturkan bahwa kegiatan ini menjadi motivasi dan tantangan tersendiri baginya dan rekan-rekannya. Dalam bidang linguistik, Alma meneliti Feature of Woman Language dalam Debat Kamala Harris. "Saya menganalisis fitur-fitur bahasa yang digunakan oleh perempuan secara tidak langsung saat debat, tetapi saya melihat hal tersebut melalui sudut pandang politik," ungkapnya.

Kegiatan kolaborasi dan diskusi terbuka ini sukses menciptakan suasana baru, mendorong dan mengembangkan karakter mahasiswa agar kritis, inovatif, dan humanis, khususnya di lingkup Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas.

Humas FIB Unand: Putri Effendi

Dekan FIB Unand Hadiri Seminar Internasional ISOLLEAC dan Rapat Kerja Tahunan BKS PTN Barat di Serang

Gambar 1. Foto bersama para Dekan Fakultas Ilmu Budaya dan Bahasa Perguruan Tingggi Negeri (PTN) Wilayah Barat Indonesia

Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand), Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., menghadiri 3rd International Seminar on Language, Literature, Education, Arts, and Culture (ISOLLEAC) serta Rapat Kerja Tahunan Badan Kerja Sama (BKS) PTN Wilayah Barat yang diselenggarakan di Hotel Horison Ratu, Serang, Banten, pada Kamis hingga Minggu, 2–5 Oktober 2025.

Kegiatan ini mengusung tema “Language, Identity, Culture, and Globalization: Positioning Indonesian, Malay, and English in the 21st Century” yang bertujuan untuk memperkuat posisi dan peran bahasa serta kebudayaan di tengah arus globalisasi abad ke-21. Seminar internasional ini menjadi wadah pertemuan para akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai universitas di Indonesia dan mancanegara untuk bertukar gagasan, hasil riset, serta strategi pengembangan ilmu bahasa, sastra, dan kebudayaan di era global.   

Selain seminar, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Rapat Kerja Tahunan BKS PTN Wilayah Barat yang dihadiri oleh para dekan Fakultas Ilmu Budaya dan Fakultas Bahasa dan Seni dari berbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia bagian barat. Dalam forum ini dibahas arah kebijakan dan strategi kerja sama antarfakultas dalam penguatan tridarma perguruan tinggi, termasuk peningkatan kolaborasi riset, publikasi ilmiah, dan pertukaran mahasiswa.

Gambar 2. Foto bersama semua peserta International Seminar on Language, Literature, Education, Arts, and Culture (ISOLLEAC) dan Rapat Kerja Tahunan Badan Kerja Sama (BKS) PTN Wilayah Barat di Hotel Horison Ratu, Serang, Banten.

Kegiatan ini ditutup dengan penandatanganan kerja sama antarfakultas yang tergabung dalam BKS PTN Wilayah Barat sebagai langkah konkret mempererat kerja sama kelembagaan dan memperkuat sinergi antarperguruan tinggi dalam bidang kebahasaan, kesastraan, dan kebudayaan.

Kehadiran Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum. pada kegiatan ini menegaskan komitmen FIB Unand dalam memperluas jejaring akademik nasional dan internasional serta memperkuat kontribusi Unand dalam pengembangan ilmu-ilmu humaniora.

“Melalui forum seperti ini, kita dapat memperkuat jejaring ilmiah sekaligus memastikan bahwa pengembangan ilmu bahasa dan budaya tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dinamika global,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum.

Humas FIB Unand: Siti Awal Syaravina