Dosen FIB Unand Lolos Pendanaan Program BIMA 2026, Perkuat Riset dan Pengabdian Masyarakat

Gambar 1. Dosen FIB Unand Lolos Pendanaan Program BIMA 2026
Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) kembali menunjukkan capaian akademik melalui keberhasilan sejumlah dosen dalam memperoleh pendanaan Program BIMA (Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) Tahun Anggaran 2026. Program ini merupakan skema pendanaan nasional yang mendukung kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi.
Keberhasilan ini melibatkan beberapa dosen FIB Unand sebagai ketua pengusul dalam berbagai skema penelitian dan pengabdian. Di antaranya adalah Prof. Ferdinal, M.A., Ph.D., dengan penelitian berjudul “Eksplorasi Relasi Mitos dan Ruang Perempuan untuk Memperkuat Peran Perempuan dalam Budaya Patriarki Pacu Jawi di Sumatera Barat” dalam skema Penelitian Fundamental (lanjutan).
Selanjutnya, Prof. Dr. Silvia Rosa, M.Hum. juga memperoleh pendanaan melalui penelitian berjudul “Menyingkap Kesenjangan Posisi Perempuan dalam Tambo, Sejarah, dan Realitas Sosial Minangkabau: Analisis terhadap Narasi Budaya tentang Perempuan” pada skema Penelitian Fundamental (lanjutan).
Pada skema Penelitian Terapan, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum. mengusulkan penelitian berjudul “Pengembangan Model Linguistik Komunikasi Darurat Berbasis Lokal pada Masyarakat Minangkabau Pascagalodo” yang berfokus pada penguatan komunikasi berbasis kearifan lokal dalam situasi kebencanaan.
Sementara itu, Dr. Sawirman, M.Hum. melalui skema Penelitian Fundamental (baru) mengembangkan inovasi digital melalui penelitian “Pengembangan Aplikasi KIMI untuk Penerbitan 4.500 Register Perkebunan Kamus Trilingual (Indonesia–Minangkabau–Inggris) Berdimensi Virtual Influencer dan Bergambar”.
Dari bidang sejarah dan sosial-politik, Dr. Drs. Nopriyasman, M.Hum. memperoleh pendanaan untuk dua skema penelitian, yakni penelitian fundamental berjudul “Ketahanan Menghadapi Bencana Berbasis Adat: Integrasi Pengetahuan Sosio-Historis dan Kesehatan Tradisional dalam Penanggulangan Bencana Pascagempa Pasaman Barat 2022”, serta skema Penelitian Tesis Magister dengan judul “Menegosiasikan Akar Beringin: Adaptasi Politik Golkar di Sumatera Barat dalam Menghadapi Tantangan Konflik Masa Transisi, 1999–2004”.
Selain itu, pada bidang pengabdian kepada masyarakat, Sudarmoko, S.S., M.A., Ph.D. memperoleh pendanaan dalam skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat dengan program “Pendokumentasian dan Pewarisan Tari Adok di Kabupaten Solok, Sumatera Barat”.
Secara keseluruhan, capaian ini menunjukkan keberagaman fokus riset FIB Unand, mulai dari isu gender, budaya, bahasa, teknologi digital, hingga kebencanaan dan pelestarian seni tradisi. Hal ini mencerminkan kontribusi nyata bidang humaniora dalam menjawab tantangan sosial dan budaya secara kontekstual.
Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, menyampaikan apresiasi atas capaian para dosen sebagai bagian dari penguatan kualitas tridarma perguruan tinggi. “Keberhasilan ini menunjukkan kapasitas akademik dosen FIB Unand dalam menghasilkan riset yang relevan dan berdampak. Program BIMA menjadi ruang strategis untuk mengembangkan penelitian dan pengabdian yang berbasis kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pendanaan ini diharapkan tidak hanya menghasilkan luaran akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. “Penelitian dan pengabdian harus mampu menjembatani ilmu pengetahuan dengan kebutuhan riil masyarakat. Di sinilah peran humaniora menjadi sangat penting,” tambahnya.
Melalui capaian ini, FIB Unand menegaskan komitmennya dalam mendorong produktivitas riset, memperluas kontribusi keilmuan, serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam pembangunan masyarakat berbasis pengetahuan.