Dosen FIB Unand Kembali Raih Pendanaan Penelitian Universitas Andalas Tahun 2026

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) kembali menunjukkan produktivitas akademiknya melalui keberhasilan sejumlah dosen memperoleh pendanaan Program Penelitian Universitas Andalas Tahun 2026. Pendanaan ini menjadi bagian dari upaya penguatan tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam mendorong riset yang berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, budaya, sejarah, linguistik, serta kajian humaniora yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Program pendanaan tersebut diberikan kepada dosen-dosen FIB Unand dari berbagai skema penelitian, mulai dari Penelitian Tesis Magister, Penelitian Dosen Pemula, hingga Penelitian Unggulan Jalur Kepakaran. Ragam skema ini menunjukkan keberagaman fokus kajian yang berkembang di lingkungan akademik FIB Unand.
Pada skema Penelitian Tesis Magister, Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., memperoleh pendanaan melalui penelitian berjudul “Penerjemahan Verba Modal dalam Teks Hukum Indonesia-Inggris: Analisis Berbasis Korpus dengan Pendekatan Linguistik Fungsional Sistemik.” Penelitian ini menyoroti aspek linguistik dalam penerjemahan hukum yang memiliki peran penting dalam komunikasi lintas bahasa dan sistem hukum.
Dalam kategori Penelitian Dosen Pemula, Romi Arif, M.Hum. berhasil memperoleh pendanaan melalui penelitian bertajuk “Konversi Hutan dan Ekspansi Pertanian Padi di Dharmasraya, Sumatera Barat (1905–1942).” Kajian tersebut berfokus pada dinamika perubahan lanskap lingkungan dan sejarah agraria di Sumatera Barat.
Masih dalam skema yang sama, S. Wani Maler, S.S., M.A. mengembangkan penelitian berjudul “Analisis Komposisi Pigmen Gambar Cadas Gua Basurek Solok Menggunakan XRF untuk Mengidentifikasi Superimposisi Warna.” Penelitian ini memadukan pendekatan humaniora dan teknologi dalam mengungkap aspek arkeologi visual serta warisan budaya prasejarah.
Sementara itu, Septi Utami, S.S., M.A. memperoleh pendanaan melalui penelitian “Analisis Teror dan Kekacauan di Kota Jambi untuk Menelaah Kejahatan Akar Rumput Tahun 1948–1958.” Kajian tersebut mengangkat perspektif sejarah sosial-politik yang berfokus pada dinamika konflik lokal pascakemerdekaan.
Pada skema Penelitian Unggulan Jalur Kepakaran, Dr. Wuri Syaputri, M.Pd. meraih pendanaan untuk penelitian berjudul “Pengembangan Linguistic Sustainability Model (LSM) Berbasis Lanskap Linguistik Multibahasa di Kota Padang.” Penelitian ini menyoroti keberlanjutan bahasa dalam ruang publik multibahasa sebagai bagian dari penguatan identitas linguistik perkotaan.
Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, menyampaikan apresiasi terhadap capaian dosen yang berhasil memperoleh pendanaan penelitian. “Pendanaan penelitian merupakan bentuk pengakuan terhadap kualitas gagasan akademik dosen. Hal ini menunjukkan bahwa riset humaniora memiliki kontribusi penting dalam menjawab persoalan sosial, budaya, dan kebahasaan yang berkembang di masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan tersebut juga menjadi indikator meningkatnya budaya riset di lingkungan fakultas. “Kami berharap penelitian yang dilakukan tidak berhenti pada luaran akademik semata, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat,” tambah Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum.
Keberhasilan dosen FIB Unand dalam memperoleh pendanaan penelitian tahun 2026 menunjukkan komitmen fakultas dalam memperkuat ekosistem akademik berbasis riset. Berbagai tema yang diangkat tidak hanya mencerminkan keberagaman disiplin ilmu humaniora, tetapi juga memperlihatkan relevansi kajian budaya, bahasa, sejarah, dan lingkungan terhadap isu-isu kontemporer.
Melalui capaian ini, FIB Unand terus menegaskan posisinya sebagai institusi akademik yang aktif menghasilkan penelitian berkualitas serta berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.