Mahasiswa Sejarah FIB Unand Gelar Bazar Kewirausahaan, Tampilkan Produk Kreatif dan Kolaborasi Industri

Gambar 1. Pembukaan Bazar Kewirausahaan mahasiswa Sejarah FIB Unand oleh Dekan, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum.

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) melalui Program Studi Sejarah menyelenggarakan kegiatan Bazar Kewirausahaan sebagai bagian dari implementasi pembelajaran Mata Kuliah Kewirausahaan. Kegiatan ini berlangsung pada 4–8 Mei 2026 di koridor FIB Unand dan menjadi ruang praktik bagi mahasiswa dalam mengembangkan keterampilan kewirausahaan secara langsung.

Pembukaan kegiatan dilaksanakan pada Senin, 4 Mei 2026, yang secara resmi dibuka oleh Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, serta dihadiri oleh pimpinan fakultas, yaitu Wakil Dekan I Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., Wakil Dekan II Alex Darmawan, S.S., M.A., Manajer Bidang I Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum., Manajer Bidang II Adrianis, S.S., M.A., serta Ketua Program Studi Sejarah Dr. Zulqaiyyim, M.Hum.

Kegiatan ini merupakan bagian dari proses pembelajaran Kewirausahaan yang diampu oleh Dr. Zulqaiyyim, M.Hum., Ana Fitri Ramadani, S.S., M.A., dan Dr. Zaiyardam, M.Hum., dengan melibatkan mahasiswa sebagai pelaku utama dalam perencanaan, produksi, hingga pemasaran produk.

Ketua pelaksana kegiatan, Julianan Putri, mahasiswa Program Studi Sejarah, menyampaikan bahwa bazar ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan konsep kewirausahaan secara nyata.

“Melalui bazar ini, kami tidak hanya belajar teori, tetapi juga merasakan langsung proses berwirausaha, mulai dari perencanaan hingga pemasaran produk,” ujarnya.

Bazar ini menghadirkan 20 stand, yang terdiri dari 16 stand mahasiswa dan 6 stand sponsor. Beragam produk kreatif ditampilkan oleh mahasiswa, mulai dari kerajinan tradisional seperti songket balapak dan silungkang, produk kriya seperti tas dan selendang Koto Gadang, hingga berbagai produk lain seperti buku, makanan dan minuman, gantungan kunci, serta pakaian thrift.

Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan mitra eksternal sebagai bentuk kolaborasi dengan dunia industri dan sosial. Hayati Motor turut berpartisipasi dengan menyediakan layanan servis sepeda motor Honda secara gratis, sementara Palang Merah Indonesia (PMI) membuka stand donor darah sebagai bentuk kontribusi sosial dalam kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, menegaskan pentingnya pembelajaran berbasis praktik dalam pengembangan kompetensi mahasiswa. “Kewirausahaan tidak cukup dipahami secara teoritis. Mahasiswa perlu terlibat langsung agar memiliki pengalaman nyata dalam mengelola usaha dan menghadapi dinamika pasar,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya fakultas dalam membekali mahasiswa dengan keterampilan yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan zaman.

“Kegiatan ini mencerminkan integrasi antara pembelajaran akademik dan praktik, yang diharapkan dapat melahirkan mahasiswa yang kreatif, inovatif, dan mandiri,” tambahnya.

Selama pelaksanaan, bazar berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari civitas academica FIB Unand. Interaksi antara mahasiswa, pengunjung, dan mitra menunjukkan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang pembelajaran, tetapi juga ajang kolaborasi dan penguatan jejaring.

Melalui kegiatan ini, FIB Unand menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang aplikatif dan kontekstual, serta mendorong mahasiswa untuk mengembangkan potensi kewirausahaan sebagai bagian dari kesiapan menghadapi dunia kerja dan masyarakat. 

Gambar 2. Dekan FIB Unand mengunjungan setiap stand mahasiswa