Teguhkan Arah di Awal 2026: FIB Unand dan Rektor Universitas Andalas Bangun Dialog Akademik

Gambar 1. Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, didampingi oleh Wakil Dekan I, Zulprioanto, S.S., M.A., Ph.D., dan Wakil Dekan II, Alex Darmawan, S.S., M.A., melakukan pertemuan dengan Rektor Universitas Andalas, Dr. Efa Yonnedi, S.E., MPPM, Akt., CA, CRGP.
Awal tahun 2026 dimaknai bukan sekadar sebagai penanda pergantian waktu, melainkan sebagai ruang refleksi untuk meneguhkan arah dan visi pendidikan tinggi. Dalam semangat tersebut, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, didampingi oleh Wakil Dekan I, Zulprioanto, S.S., M.A., Ph.D., dan Wakil Dekan II, Alex Darmawan, S.S., M.A., melakukan pertemuan dengan Rektor Universitas Andalas, Dr. Efa Yonnedi, S.E., MPPM, Akt., CA, CRGP.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana silaturahmi dan dialog akademik ini menjadi momentum strategis untuk menyelaraskan langkah kelembagaan, sekaligus mempertegas kontribusi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas dalam ekosistem pendidikan tinggi. Diskusi tidak hanya membahas capaian dan rencana program, tetapi juga menempatkan nilai-nilai etika, nurani, dan kebudayaan sebagai fondasi penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
Di tengah dinamika global yang kerap menyederhanakan kehidupan menjadi perhitungan angka, efisiensi, dan target kuantitatif, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas memandang penting kehadiran ruang akademik yang menjaga dan meneguhkan dimensi kemanusiaan. Bagi FIB Unand, kehidupan tidak dapat direduksi semata-mata pada logika instrumental, tetapi harus berangkat dari kesadaran etis dan kebudayaan yang membentuk cara berpikir, bersikap, dan bertindak manusia.
Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, menegaskan bahwa Fakultas Ilmu Budaya memiliki peran strategis sebagai penyeimbang dalam arus modernisasi pendidikan. Melalui kajian bahasa, sastra, dan budaya, FIB Unand berupaya memastikan bahwa perkembangan ilmu tetap berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan dan kebijaksanaan. “Di tengah kecenderungan dunia yang serba menghitung, Fakultas Ilmu Budaya hadir untuk mengingatkan bahwa manusia tidak hidup dari logika semata. Ada etika, ada nurani, dan ada kebudayaan yang harus terus dirawat agar ilmu pengetahuan tidak kehilangan maknanya,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP.
Rektor Universitas Andalas, Dr. Efa Yonnedi, S.E., MPPM, Akt., CA, CRGP, menyambut baik gagasan tersebut dan menilai peran FIB Unand sangat penting dalam menjaga keseimbangan antara kemajuan akademik dan nilai-nilai luhur pendidikan. “Pendidikan sejati bukan hanya tentang kecerdasan, tetapi juga tentang kebijaksanaan. Fakultas Ilmu Budaya memiliki peran sentral dalam memastikan bahwa kemajuan akademik Universitas Andalas tetap berorientasi pada nilai, etika, dan kemanusiaan,” tutur Dr. Efa Yonnedi, S.E., MPPM, Akt., CA, CRGP.
Melalui pertemuan ini, FIB Unand meneguhkan posisinya sebagai ruang refleksi dan penyeimbang dalam dunia akademik: menjaga akal agar tetap beradab, ilmu agar tetap bernilai, serta kemajuan agar tidak kehilangan arah. Komitmen tersebut menjadi landasan FIB Unand dalam menyongsong tahun 2026, sejalan dengan visi Universitas Andalas sebagai perguruan tinggi yang unggul, bermartabat, dan berakar pada nilai-nilai kebudayaan.
Humas FIB Unand: Siti Awal syaravina, S.Hum., M.Li.