FIB Unand Gelar Workshop Pengembangan RPS OBE dan Modul Pembelajaran untuk Penguatan Kurikulum

Gambar 1. Ir. Jonrinaldi, Ph.D., IPU, ESLog selaku narasumber utama bersama Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP dan Ketua Program Studi Sejarah, Dr. Zulqaiyyim, M.Hum.
Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) menyelenggarakan Workshop Pengembangan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dan Modul Pembelajaran Berbasis Outcome-Based Education (OBE) pada Senin, 2 Februari 2026, bertempat di Ruang Sidang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas. Kegiatan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman dosen terhadap penyusunan kurikulum dan perangkat pembelajaran yang berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan secara sistematis dan terukur.
Workshop dibuka secara resmi oleh Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, dan dihadiri oleh Wakil Dekan I Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., Manajer Bidang I Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum., Ketua Program Studi Ilmu Sejarah Dr. Zulqaiyyim, M.Hum., Ketua Program Studi Arkeologi Prof. Dr. Herwandi, M.Hum., serta dosen dan mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah dan Arkeologi di lingkungan FIB Unand.
Dalam sambutannya, Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP menegaskan bahwa penguatan kurikulum berbasis OBE merupakan bagian penting dari upaya penjaminan mutu akademik fakultas. Menurutnya, OBE menuntut keterpaduan antara capaian pembelajaran lulusan, strategi pembelajaran, serta sistem asesmen yang dirancang secara konsisten dan berkelanjutan. “Workshop ini menjadi ruang refleksi dan penyelarasan agar RPS dan modul pembelajaran benar-benar mampu mengarahkan mahasiswa mencapai kompetensi yang ditetapkan. Kurikulum tidak hanya dokumen administratif, tetapi peta akademik yang menentukan kualitas lulusan,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP.
Workshop menghadirkan Ir. Jonrinaldi, Ph.D., IPU, ESLog sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan prinsip dasar Outcome-Based Education, mulai dari siklus Plan–Do–Check–Act, konsep constructive alignment, hingga tahapan perancangan kurikulum dan pembelajaran. Narasumber menekankan pentingnya keterkaitan yang jelas antara Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), metode pembelajaran, serta instrumen dan rubrik penilaian yang valid, reliabel, dan adil.
Lebih lanjut, materi workshop juga mengulas secara rinci proses pengembangan RPS berbasis Project-Based Learning (PjBL) dan Case-Based Method (CBM), termasuk penyusunan modul pembelajaran, pemetaan aktivitas mahasiswa, serta perancangan asesmen yang menekankan pencapaian kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Pendekatan ini dipandang relevan untuk mendukung kebijakan Merdeka Belajar, Kampus Merdeka dan standar nasional pendidikan tinggi.
Ketua Prodi Sejarah, Dr. Zulqaiyyim, M.Hum. yang turut terlibat dalam sesi diskusi, menyampaikan bahwa pendalaman kurikulum OBE perlu dipahami tidak hanya sebagai tuntutan regulasi, tetapi sebagai kebutuhan akademik untuk meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar. Menurutnya, penyelarasan RPS dan modul pembelajaran akan berdampak langsung pada pengalaman belajar mahasiswa dan ketercapaian profil lulusan.
Melalui workshop ini, FIB Unand berharap dosen memiliki pemahaman yang lebih komprehensif dalam menyusun perangkat pembelajaran yang terstruktur, kontekstual, dan berorientasi pada capaian. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen FIB Unand dalam menjaga mutu pendidikan humaniora melalui pengembangan kurikulum yang adaptif, akuntabel, dan berkelanjutan.

Gambar 2. Foto bersama semua peserta Workshop Pengembangan RPS OBE dan Modul Pembelajaran untuk Penguatan Kurikulum
Humas FIB Unand: Siti Awal Syaravina, S.Hum., M.Li.