Dekan FIB Unand jadi Narasumber Academic Talk di Universitas Pamulang Bahas Drama Pragmatik Media Sosial

Gambar 1. Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum. CRP, menjadi narasumber dalam kegiatan Academic Talk yang diselenggarakan oleh Fakultas Sastra Universitas Pamulang

Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum. CRP, menjadi narasumber dalam kegiatan Academic Talk yang diselenggarakan oleh Fakultas Sastra Universitas Pamulang, Banten, Senin (15/12/2025). Kegiatan ini mengangkat tema “Drama Pragmatik di Media Sosial: Dari Pujian hingga Konflik Digital” dan dihadiri oleh dosen serta mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Pamulang.

Acara dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Sastra Universitas Pamulang, Tryana, S.S., M.A., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya literasi linguistik dan pragmatik dalam memahami dinamika komunikasi di era digital. Menurutnya, media sosial telah menjadi ruang interaksi yang sangat kompleks, sehingga memerlukan pendekatan ilmiah agar masyarakat tidak terjebak dalam konflik komunikasi yang berulang.

Dalam paparannya, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP mengulas bagaimana pendekatan pragmatik dapat digunakan untuk membaca fenomena komunikasi di media sosial, mulai dari ujaran pujian, sindiran, ironi, hingga konflik digital yang kerap berujung pada kesalahpahaman dan polarisasi. Ia menegaskan bahwa bahasa di media sosial tidak pernah netral karena selalu membawa konteks, maksud penutur, serta relasi kekuasaan.

“Banyak konflik digital sebenarnya bukan disebabkan oleh isi pesan semata, tetapi oleh kegagalan memahami konteks, implikatur, dan strategi berbahasa yang digunakan penutur,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP. Ia juga mencontohkan bagaimana satu ujaran pujian dapat berubah menjadi sindiran atau bahkan serangan wajah (face-threatening acts) ketika dilepaskan dari konteks sosial dan budaya.

Kegiatan ini berlangsung interaktif dengan sesi diskusi yang melibatkan dosen dan mahasiswa. Berbagai pertanyaan muncul terkait etika berbahasa di media sosial, peran akademisi dalam edukasi publik, serta tantangan pragmatik di tengah budaya digital yang serba cepat dan emosional.

Partisipasi Dekan FIB Unand sebagai narasumber dalam kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan jejaring akademik antarperguruan tinggi serta kontribusi FIB Unand dalam pengembangan kajian linguistik, khususnya pragmatik, di ranah komunikasi digital.