Pimpinan FIB Unand Hadiri Peresmian Museum Mohammad Sjafei di INS Kayutanam

Gambar 1. Pimpinan FIB Unand bersama Bapak Syaiful Bahri, S.P., M.M., Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat menghadiri peresmian Museum Mohammad Sjafei di INS Kayutanam

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas turut ambil bagian dalam kegiatan aktivasi dan peresmian Museum Mohammad Sjafei INS Kayutanam yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia pada Jumat, 23 Januari 2026, bertempat di INS Kayutanam, Kabupaten Padang Pariaman. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan pelestarian sejarah pendidikan dan kebudayaan nasional, khususnya warisan pemikiran Mohammad Sjafei sebagai tokoh pendidikan progresif Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, FIB Unand diwakili oleh Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, yang hadir bersama Wakil Dekan I, Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., Wakil Dekan II, Alex Darmawan, S.S., M.A., serta Manajer Bidang I, Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. Kehadiran jajaran pimpinan fakultas ini menegaskan komitmen FIB Unand dalam mendukung inisiatif pelestarian sejarah, kebudayaan, dan pendidikan sebagai bagian integral dari kajian humaniora.

Museum Mohammad Sjafei INS Kayutanam diresmikan secara langsung oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. Fadli Zon, M.Sc. sebagai simbol penguatan peran museum dalam menjaga dan menghidupkan kembali memori kolektif bangsa. Peresmian ini menjadi momentum penting untuk menghadirkan kembali narasi sejarah pendidikan Indonesia yang menekankan kemandirian berpikir, pembentukan karakter, serta integrasi nilai budaya dalam sistem pendidikan.

Kegiatan peresmian ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan, di antaranya Prof. Dr. H. Fasli Jalal, Ph.D., tokoh pendidikan nasional dan mantan Wakil Menteri Pendidikan Republik Indonesia, serta Bapak Syaiful Bahri, S.P., M.M., Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat. Kehadiran para tokoh tersebut memperkuat pesan bahwa museum pendidikan memiliki peran strategis sebagai pusat edukasi budaya yang relevan bagi generasi masa kini dan mendatang.

Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, menyampaikan bahwa keberadaan museum pendidikan memiliki relevansi akademik yang kuat dengan bidang kajian Fakultas Ilmu Budaya. Menurutnya, museum bukan sekadar ruang arsip, melainkan medium penting dalam merawat ingatan kolektif dan memperkaya pembelajaran humaniora. “Museum Mohammad Sjafei INS Kayutanam merupakan ruang penting untuk membaca kembali sejarah pendidikan Indonesia secara kritis. Bagi FIB Unand, pelestarian sejarah pendidikan adalah bagian dari upaya menjaga kesinambungan nilai, pemikiran, dan praktik kebudayaan dalam konteks akademik,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keterlibatan perguruan tinggi, khususnya fakultas yang bergerak di bidang humaniora sangat diperlukan dalam pengembangan museum sebagai sumber belajar yang hidup. Kehadiran akademisi diharapkan dapat mendorong pemanfaatan museum tidak hanya sebagai ruang pameran, tetapi juga sebagai laboratorium kajian sejarah, budaya, dan pendidikan.

Rangkaian kegiatan peresmian meliputi sambutan resmi, pertunjukan budaya, prosesi peresmian museum secara simbolis, serta kunjungan ke ruang pameran yang menampilkan perjalanan pemikiran dan kontribusi Mohammad Sjafei dalam dunia pendidikan Indonesia. Antusiasme peserta mencerminkan besarnya perhatian terhadap upaya pelestarian sejarah pendidikan sebagai bagian dari pembangunan kebudayaan nasional.

Partisipasi FIB Unand dalam kegiatan ini mencerminkan peran aktif fakultas dalam menjembatani dunia akademik dengan upaya pelestarian warisan budaya dan sejarah bangsa. Melalui dukungan terhadap aktivasi museum pendidikan, FIB Unand menegaskan posisinya sebagai institusi akademik yang tidak hanya berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pemeliharaan nilai-nilai historis dan kultural sebagai fondasi pembangunan intelektual masyarakat.

Humas FIB Unand Siti Awal Syaravina, S.Hum., M.Li.